Pengumuman

Peringati World Clean Up Day, Dinas Lingkungan Hidup Selenggarakan Aksi Memilah Sampah Dari Rumah

PRIMA FISIP - Memperingati World Clean-Up Day (WCD) 2021, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama beberapa organisasi, volunteer dan bank sampah melakukan aksi sosial memilah sampah dari rumah. Kegiatan ini diikuti secara serentak di 158 negara dengan 13 juta relawan. “Saya pribadi bangga menjadi salah satu dari 13 juta,” ucap Arin, salah satu volunteer WCDI Bondowoso. Karena dilaksanakan pada saat pandemi covid-19 saat ini, kegiatan WCD yang diselenggarakan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang diwajibkan oleh pemerintah, yaitu dengan menggunakan masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan menggunakan air dan sabun.
Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 18-19 September 2021 ini diikuti oleh 12 Volunteer dan 7 bank sampah berjalan lancar. Dimana pada tanggal 18 September 2021 diadakan acara pemilahan sampah dari rumah, yang selanjutnya dikumpulkan di bank sampah setempat untuk selanjutnya pada tanggal 19 September 2021 sampah yang terkumpul akan diangkut dan ditimbang oleh panitia WCDI cabang Bondowoso. Yang menjadi spesial dalam acara WCDI 2021 di Bondowoso ialah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengajak serta pemuda-pemudi  dari berbagai komunitas untuk ikut serta menjadi panitia. “Saya ikut kegiatan ini biar biar bisa jadi contoh buat anak muda kalau menjaga lingkungan dengan memilah sampah itu penting untuk lingkungan dalam jangka panjang,” ucap Fatur selaku salah satu Volunteer dari komunitas karang taruna.
Sebanyak 573,13 kg sampah plastik, 1.564,2 kg sampah non plastik, dan 396,17 kg sampah residu yang dikumpulkan selama 2 hari acara WCDI 2021 Bondowoso ini. “Selanjutnya sampah non-plastik diserahkan dan ditempatkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sedangkan sampah plastik diserahkan kepada bank sampah Renggo untuk selanjutnya dijadikan batako,”  jelas ketua pelaksana WCDI 2021 cabang Bondowoso, Wahyu.
Dengan adanya kegiatan WCD diharapkan masyarakat lebih peduli dengan lingkungan dengan cara memilih dan memilah sampah dari rumah. Memilah sampah dapat dilakukan dengan cara membedakan antara sampah organik dengan sampah an-organik. (Rosa Administrasi Negara 2020)

Tak Diwawancarai, Ketua BEM FISIP Sesalkan Pemberitaan Radar Jember

PRIMA FISIP - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (BEM FISIP UNEJ), Ali Ausath, mengeluarkan statement menyesalkan pemberitaan yang dimuat pada koran Radar Jember (28/8) dengan judul "Dosen "Dipecat" Skripsi Terhambat" pada Sabtu, 25 September 2021. Statement ini disampaikan melalui cuitan pada akun twitter pribadinya untuk menanggapi adanya cantuman nama beserta jabatannya yang dimuat dalam berita tersebut, padahal ia merasa belum ada sesi wawancara yang dilakukan oleh Radar Jember kepadanya. "Kronologi sesuai dengan yang di thread itu ya, sejak dikeluarkannya rilis kemudian banyak awak media yang meliput mewawancarai kemudian dari Radar Jember. Radar Jember sempat menghubungi saya, cuma itupun tidak sampai terjadi wawancara. Sehingga memang ketika radar jember mem-blow up tulisan tersebut, kami dari BEM khususnya dan juga saya pribadi merasa keberatan dan kurang pas" jelasnya.


Ali juga menegaskan adanya poin-poin yang dimuat dalam berita tersebut yang justru membiaskan tuntutan Aliansi ORMAWA FISIP yang sebenarnya lebih berfokus pada pengawalan pelayanan birokrasi di FISIP. "Karena ada beberapa hal yang kami rasa kurang tepat dan tidak sesuai, sehingga memang hal ini perlu mendapatkan respon-respon lebih lah agar supaya juga harapannya memang yang pertama khalayak tau terkait hal ini. Sehingga tidak ada penggiringan-penggiringan opini maupun hal-hal lainnya yang cenderung akan membiaskan gerakan ORMAWA FISIP dalam mengawal permasalahan birokrasi di kampus". Ia berharap dengan adanya cuitan dalam bentuk thread tersebut dapat menjawab sementara isu miring terhadap gerakan Aliansi ORMAWA FISIP. 


Meskipun sempat terjadi bias akibat pemberitaan tersebut, Ali menjelaskan gerakan Aliansi ORMAWA FISIP akan tetap fokus pada pengawalan poin tuntutan yang sudah dilayangkan dalam press release sebelumnya. "Kelanjutan gerakan ya kami akan tetap fokus terkait dengan permasalahan yang kami kawal sampai dengan alur pelayanan publik di FISIP itu sih kalau dari kami. Kami tetap akan terus fokus ke sana sampai nanti audiensi goals dan dari audiensi itu juga harapannya poin-poin yang kami ajukan, poin-poin  yang menjadi keberatan kami mendapatkan solusi terbaik sehingga permasalahan ini tidak terjadi pada periode-periode setelah ini” tambahnya.


Namun Ali juga menjelaskan sudah ada itikad baik dari pihak Radar Jember untuk memuat kembali berita untuk meluruskan bias yang ditimbulkan dari pemberitaan sebelumnya. Meskipun baru mendapat kejelasan untuk wawancara setelah 2 hari pasca mengajukan keberatan dan hak jawab. "Setelah dihubungi, ternyata memang ada ketidaksesuaian data pada berita itu yang mereka menggunakan press release di luar release yang dikeluarkan ORMAWA. Jadi dari situ kami meminta agar diberitakan kembali. Setelah dua hari tidak jelas kapan diberitakan lagi, akhirnya kemarin berhasil melakukan wawancara." (dev) 

Tanggapi Permintaan Audiensi, Dekan Minta Pembina ORMAWA dilibatkan

PRIMA FISIP - Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember, Dr. Djoko Poernomo, M.Si memberikan tanggapan mengenai Press Release yang dibuat oleh Aliansi ORMAWA FISIP UNEJ (23/9). Menurut Djoko, sebaiknya dalam proses penyusunan press release dan surat terbuka permohonan audiensi itu melibatkan para pembina masing-masing ORMAWA. “Undangan terbuka sudah saya terima lewat WA kan dari Cindy (Wakil Ketua BEM FISIP UNEJ) dan di situ baguslah aliansi dari ORMAWA dan UKM ya. Cuma saya lalu memberikan saran lewat Cindy, sebaiknya libatkan para Pembina dan Wakil Dekan III supaya semua menjadi terbuka gitu. Tidak ada yang ditutup-tutupi, terang-benderang, transparan, tidak ada dusta di antara kita. Itu saran saya”, kata Djoko.

Djoko telah membaca secara cepat isi dari press release dan surat permohonan audiensi ketika sedang menerima tamu dari UPN Veteran Surabaya. Menurutnya, setiap kegiatan yang terkait dengan kemahasiswaan itu harus sepengetahuan Wakil Dekan III dan para Pembina ORMAWA. Dekan menjelaskan “Tentu bisa kamu bayangkan, saya kan tidak bisa fokus karena sambil menerima tamu. Di antara menerima tamu itu, saya WA Cindy. Saya baca undangan terbuka dengan judul Pelayanan … Mahasiswa Ditumbalkan. Saya bilang ke Cindy bahwa judul itu tendensius banget. Tapi gapapa, judul itu harus demikian supaya orang jadi tertarik”.

“Mereka juga harus tau. Nanti kalau mereka tidak tahu terus kalau ada hal-hal yang penting, tapi mereka tidak tahu (para pembina), saya dikomplain. Wadek III nya juga dikomplain” tegasnya ketika ditanya terkait apakah pihak dekanat menyanggupi atau tidak untuk segera diselenggarakannya forum audiensi tersebut.

Salah satu alasan mengapa Dekan tidak bisa menyelenggarakan forum audiensi di tanggal yang sebagaimana dituliskan dalam surat permohonan audiensi yang tertulis sampai pada tanggal 27 September 2021 yakni karena Dr. Djoko Poernomo, M.Si sedang memiliki banyak kegiatan. “Saya ini banyak kegiatan. Itu kan (di surat permohonan) antara tanggal 23 sampai 27. Hari ini 23. Besok saya ada rapat. 25 itu Sabtu. Saya Jumat malam sudah berangkat ke Madura sampai mMinggu. Jadi hari ini, minggu ini kelihatannya masih belum bisa. Kalau di awal Oktober, semoga bisa. Sekaligus ada waktu agak luang untuk menyampaikan kepada Pembina dan Wakil Dekan III” tambahnya. (astri)

 

Kendala Mahasiswi FKIP UNEJ yang Menjalani KKPLP Di SMAN 1 Kencong Di Masa Pandemi Covid 19

PRIMA FISIP - Mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di Universitas Jember (UNEJ) memaparkan, kendala yang ia alami pada saat menjalani kegiatan atau program Kuliah Kerja Pengenalan Lapangan Persekolahan (KKPLP) di suatu sekolah menengah atas selama masa pandemi Covid-19. Kendala tersebut menyangkut masalah siswa-siswi dengan jaringan signal yang dialami langsung oleh mahasiswa dan mahasiwi tersebut. Salah satu sekolah yang terpilih untuk ditempati sebagai kegiatan KKPLP adalah SMAN 1 Kencong yang letaknya ada di Jl. Kartini No. 8, Desa Wonorejo, Kencong, Krajang, Wonorejo, Kencong, Kabupaten Jember.

Siti Annisa Nuri mahasiswi Angkatan 2018 Program Studi Biologi FKIP Universitas Jember mengatakan, masalah yang dihadapi yakni banyak ketidakhadiran para siswa saat berlangsungnya pembelajaran online melalui aplikasi Zoom “saat murid-murid banyak yang memakai kuota jadi saat zoom ada anak-anak yang tidak ikut zoom banyak alasannya, bilanngnya ada yang terkendala singyal jadi kendalanya itu tidak bisa memantau langsung murid-murid saat di rumah” jelasnya.

Nisa menjelaskan, kehadiran murid-murid disana adalah suatu permasalahan atau kendala yang cukup sulit untuk diatasi, dan belum adanya solusi dari kendala tersebut mengakibatkan mahasiswi dan mahasiswa FKIP yang tengah mengajar hanya dapat bersabar atau pasrah dalam menghadapi kendala tersebut karena tidak dapat memantau secara langsung apakah muridnya berbohong atau tidak.

Seperti yang telah kita ketahui saat ini penyebaran virus covid-19 masih belum berakhir maka metode yang dilakukan untuk mengajar murid-murid SMA juga melalui teknologi digital dengan menggunakan aplikasi zoom maka tak heran mereka mengalami kendala tersebut.

Dari lamanya KKPLP yang telah dijalani bersama-sama banyak suka duka yang telah dialami mahasiswa-mahasiswi dan para siswa-siswi SMA saat di pertemukannya secara langsung dan secara online dengan adanya kegiatan KKPLP ini, “Senang karna banyak pengalaman (seperti kesabaran) sebab 1 kelas itu memiliki karakteristik yang berbeda-beda jadi tidak bisa menyamakan jadi satu. Banyak pelajarannya yang dapat kita ambil, semisal kita banyak mendapat pengalaman, murid-muridnya seru-seru seperti itu lalu dari dukanya itu banyak yang tidak respon di grub, telat mengumpulkan tugas” tutur dari kak Siti Annisa Nuri.

KKPLP atau Kuliah Kerja Pengenalan Lapangan Persekolahan yang merupakan salah satu mata kuliah yang berpraktik dengan ketentuan wajib ditempuh oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi program sarjana FKIP disana terdapat bobot kuliah sebanyak 3 SKS. Dengan konsep menerjunkan para pelajar dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan untuk mengajar anak-anak seluruh Indonesia sesuai dengan jurusan yang telah diambil para mahasiswa-mahasiswinya. Sebelumnya kegiatan KKPLP ini diberlakukan untuk daerah Jember saja namun pihak UNEJ kemudian merubah dan menerapkan hal itu untuk seluruh wilayah Indonesia atau bahkan hingga luar negeri karena pelaksanaan perkuliahan secara daring masih diberlakukan maka diharap mereka dapat mengajar pada daerah tempat tinggal agar lebih efisien.

Pelaksanaan kegiatan mengajar disesuaikan oleh pihak sekolah dengan bidang studi dari masing-masing mahasiswa peserta KKPLP “Karna saya dari jurusan biologi, tapi disini saya mengajar anak jurusan IPS dan mengajarkan biologi lintas minat” ujar Nisa.

Nisa juga mnjelaskan kegiatan pengajaran yang dilakukan tentunya tidak dapat dilaksanakan dalam waktu singkat, untuk memberikan pemebelajaran yang jelas dan dapat dipahami para siswa setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 2 bulan 5 hari, dimana hal itu dimulai dari penerjunan di kampus pada tanggal 30 juli 2021 dan penerimaannya di SMAN 1 Kencong pada tanggal 3 agustus hingga pada akhirnya kegiatan KKPLP ini dapat diakhiri pada tanggal 20 September 2021 dimana tanggal tersebut waktu yang dijadwalkan sebagai penarikan mahasiswa dan mahasiswi Universitas Jember. (Silmi Mahasiswa Sosiologi 2020)

Alur Tak Jelas, Mahasiswa Keluhkan Birokrasi FISIP yang Lamban

Alur Tak Jelas, Mahasiswa Keluhkan Birokrasi FISIP yang Lamban

PRIMA FISIP – Komisi 2 Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (BPM FISIP Unej) adakan serap aspirasi melalui sosial media untuk mewadahi keluhan administrasi mahasiswa sejak 7  hingga 14 September 2021 lalu.

Aspirasi ini ditujukan untuk Mahasiswa yang masih aktif berkuliah. Penyebaran serap aspirasi dilakukan melalui media sosial seperti instagram, whatsapp dan disebarkan ke setiap masing-masing angkatan dan program studi.

Muhammad Hakim, selaku ketua BPM  menjelaskan, bahwa aspirasi ini berangkat dari banyaknya masukan dan keluhan dari mahasiswa tentang pelayanan administrasi di FISIP sehingga membuat BPM mengadakan serap aspirasi tentang pelayanan birokrasi ”Sebelumnya kami mendapatkan beberapa masukan atau keluh kesah dari teman-teman mahasiswa bahwasannya ada kesulitan-kesulitan dalam melakukan administrasi” Ungkapnya pada Rabu, 15 September 2021.

Hakim juga menjelaskan, bahwa BPM  juga mengalami kesulitan dalam mengurus Surat Keputusan (SK) “kami juga masih ada kesulitan di bagian administrasi, sudah mengajukan SK sekitar 2 minggu, namun hingga hari ini SK nya masih belum selesai juga” Tambahnya.

Selain itu, Rohman Ramadhan selaku Advokesma Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menjelaskan bahwa setelah ditetapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat  (PPKM), alur birokrasi yang ada di FISIP sekarang tidak jelas “Semenjak diterapkannya PPKM, segala urusan pengajuan Ormawa diserahkan kepada pihak satpam yang nanti akan disambung ke pihak TU, tidak adanya alur birokrasi pengajuan proposal kegiatan ormawa yang jelas” Katanya.

Rohman menambahkan, bahwa alur birokrasi yang tidak jelas membuat banyak mahasiwa yang tidak memahami mengalami kebingungan “ Mahasiswa tidak banyak yang memahami pasti dan bingung akan menghubungi siapa untuk memfollow up perkembangan proposal” Tambahnya.

Disamping itu, pihak BEM sudah berupaya membuat flyer tata cara pelayanan dan aktivitas mahasiswa yang disebar luaskan melalui instagram BEM FISIP Unej agar diketahui mahasiswa.

Arya Citra, Ketua Himpunan  Mahasiswa Diploma Tiga (HIMADITA) ikut angkat bicara mengenai birokrasi yang rumit saat PPKM. Ia menjelaskan bahwa Proposal kegiatan HIMADITA pernah terselip “. Proposal terselip hampir seminggu. Di awal  aku pikir bahwa proposal hilang, terus aku buat proposal baru, nah saat proposal baru sudah di acc, ternyata proposal yang lama baru ketemu. Proposal terselip kayaknya di KTU” Jelasnya.

Arya menjelaskan, terselipnya proposal ini mengakibatkan timeline kegiatan mengalami kemunduran “Dalam hal ini, kegiatan yang diajukan mengalami kemunduran pada timeline” Tegasnya.

Ia berharap kepada pihak Fakultas untuk memasifkan komunikasi via online dan memperjelas pembagian jobdesk antara pihak Fakultas  “Untuk yang pertama kalau misal gak bisa atau masih sibuk itu chatnya kita tetep dibalas gitu, jangan slowres biar kita tahu perkembangannya. Untuk yang kedua bisa dibagi gitu lo, ini bagian apa yang ini bagian apa, jadi lebih terkoordinir biar gak rancu, misal kita menghubungi pihak satunya ternyata dilempar ke pihak satunya lagi” Harapnya.

Selain pengajuan proposal kegiatan yang lambat, ada beberapa mahasiswa yang mengeluh karena tidak dapat mengikuti program beasiswa karena tidak mendapat surat aktif dari pihak Fakultas.

Ardiah Ratrie Hapsari, Mahasiswa Kesejahteraan Sosial menjelaskan kronologi bagaimana dia tidak bisa mendaftar beasiswa karena salah satu persyaratan tidak terpenuhi akibat lambatnya penanganan administrasi di FISIP “ tgl 27 itu ada info beasiswa Baznaz dan terakhir penutupan itu tanggal 30/31 Agustus sebelum perpanjangan, tanggal 30 butuh semua berkas untuk mendaftar beasiswa tersebut, tapi tinggal surat aktif itu saja, dari Hari Senin itu tidak ada kabar, dan pada tanggal 31 Agustus Hari Selasa dimana terakhir pendaftaran maka malamnya saya mengajukan tanpa surat aktif, dan tanggal 2 September atau setelah 7 hari pengajuan itu akhirnya diberikan dan ternyata ada perpanjangan waktu dari beasiswa Baznas namun saya sudah meng-apply persyaratannya maka tidak bisa meng-apply kedua kalinya lagi” Jelasnya

Hal serupa juga dialami oleh Danang, mahasiswa Sosiologi yang telat mendapat respon dari pihak Birokrat untuk mendapat surat aktif kuliah yang akan digunakan untuk mendaftar beasiswa” Waktu itu aku mengirim berkasnya ke fisip tgl 31 juli. Namun ada beberapa masalah yg bikin surat aktifku telat turun sampai deadline pendaftaran beasiswa” Jelasnya. (Silmi, Berlina, Resvi, Labib)

 

 

OPTIMALISASI JARING PENGAMAN DESA PENANGANAN COVID 19 PADA KELURAHAN SINGONEGARAN RT.03 RW.01 KOTA KEDIRI Meilinda Kurnia

Singonegaran merupakan salah satu kelurahan yang termasuk kedalam wilayah Kecamatan Pesantren dan terletak di tengah tengah Kota Kediri. Kelurahan Singonegaran memiliki 48 RT dan 10 RW yang berbatasan dengan Kelurahan Jamsaren dan Banjaran disebelah utara, Kelurahan Setonopande dan Jagalan disebelah barat, Kelurahan Tosaren dan Kaliombo disebelah selatan, serta Kelurahan Pakunden disebelah timur nya. Banyaknya jumlah penduduk menjadikan sebuah tantangan khusus oleh pihak pemerintah setempat untuk dapat mendorong adanya pertumbuhan perekonomian dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Coronavirus adalah salah satu virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Berdasarkan bukti ilmiah, COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui percikan batuk/bersin (droplet), tidak melalui udara. Orang yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19 termasuk yang merawat pasien COVID- 19. Virus Covid 19 dapat menjangkit semua kelompok usia tak terkecuali anak-anak. Aktivitas pada anak-anak yang tidak bisa dikendalikan secara sepenuhnya menjadikan kemungkinan besar akan mengalami penularan virus Covid-19 apabila tidak ditanamkan edukasi sejak dini terkait bahayanya penyakit tersebut. Orang tua sebagai pendamping wajib untuk menerapkan strategi dalam mencegah penularan Covid-19 sebagai jaring pengaman pada anak-anak.

Kamis, 12 Agustus 2021 saya sebagai salah satu anggota kelompok 45 KKN Back to Village 3 Universitas Jember melakukan survey dan observasi di Kelurahan Singonegaran serta terdapat diskusi dengan pihak kelurahan untuk mengidentifikasin permasalahan jaring pengaman Desa penanganan Covid-19. Kondisi lingkungan rumah yang berdekatan satu sama lain menyebabkan besar kemungkinan dalam penularan virus terutama pada RT 03 RW 01 yang mana terdapat rumah yang saling berdekatan satu sama lain dank banyaknya anak-anak yang minim pengetahuan terkait bahaya, dampak, penanganan dan pencegahan virus Covid-19. Dengan adanya permasalahan yang ada maka saya cukup tertarik untuk implementasi program kerja KKN dengan topik “Jaring Pengaman Desa Penanganan Covid-19” kepada RT 03 RW 01 pada sasaran anak dari Ibu Anik salah satu warga setempat.

Berdasarkan pemaparan dan analisis permasalahan yang telah saya dapatkan dari berbagai sumber agar mendapatkan peningkatan pemahaman terkait penanganan dan pencegahan Covid- 19 . Hal tersebut menjadi sebuah agenda yang sangat penting dikarenakan memiliki capaian output untuk mengurangi jumlah masyarakat khussnya anak-anak dalam penularan Covid-19. Maka pada minggu 1 saya melakukan observasi, survey dan diskusi dengan pihak kelurahan dan RT 03 RW 01 untuk membahas permasalahan yang ada dan melakukan intake atau pengenalan dan pendekatan pada orang tua sasaran. Sedangkan pada minggu selanjutnya memiliki rencana yaitu dengan mengadakan edukasi untuk meningkatkan pemahaman anak-anak melalui sosialisasi yang tepat dengan menjelaskan perihal informasi terkait Covid-19 baik gejala, cara penularan maupun langkah-langkah pencegahannya. Program selanjutnya yaitu mewujudkan anak yang bijak dalam menghadapi pandemi melalui perilaku hidup sehat. (Meilinda Kurnia S /KKN BTV 3 / Kelompok-45/ Kelurahan Singonegaran /Kota Kediri/ Dwi Haryanto, S.Sn., M.Sn )

Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4
Diterima dengan baik oleh pihak Kelurahan Singonegaran, Bu RT setempat dan Keluarga dari sasaran KKN Sosialisasi-1 yakni edukasi mengenai bahaya dan cara pencegahan Covid-19

Kelas KKN-1 yakni cegah isu hoax Covid-19 yang ada dimasyarakat.

Sosialisasi-2 yakni tentang edukasi mengenai protokol kesehatan dan praktek mencuci tangan yang baik dan benar.

Kelas KKN-2 yakni tentang pentingnya peran orang tua dimasa pandemi.

Tabel 1. Kegiatan yang terlaksana selama KKN

PPMB FISIP 2021 Dilaksanakan Secara Hybrid Ditengah Pandemi Covid 19

PRIMA FISIP – Sabtu (4/9), hari pertama sekaligus hari pembuka dilaksanakannya Pembinaan dan Pengembangan Mahasiswa Baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (PPMB FISIP UNEJ) 2021. Berbeda dengan tahun sebelumnya, PPMB FISIP UNEJ 2021 ini dilakukan secara hybrid (luring dan daring) yang diikuti oleh 978 Mahasiswa baru dan dilaksanakan 7 kali pertemuan setiap hari sabtu selama 4 jam.

Kegiatan PPMB yang dilakukan secara Hybrid ini mendapatkan respon positif dari mahasiswa baru “seru menarik, protokol kesehatannya juga ketat jadi bisa ikut ngelaksanain ospek offline meskipun gak secara keseluruhan” kata Fatimah Alya Zahida, salah satu perwakilan Mahasiswa FISIP.  

Dr. Edy Wahyudi, S.Sos., M.M. selaku Wakil Dekan 3, menjelaskan apel dengan sistem hybrid ini dapat dijadikan solusi dimasa pandemi covid-19 karena sudah dilakukan sesuai regulasi yang ada “Kenapa harus menggunakan apel dengan sistem Hybrid karena memang secara regulasi kita diizinkan” jelasnya.

Ia juga menjelaskan Tema yang diambil dalam PPMB yaitu “Kendalikan Masa Depanmu” dengan harapan keberadaan teknologi saat ini tidak menjadikan mahasiswa malas, namun menjadi mahasiswa yang Fleksibel terhadap perubahan teknologi Inovatif, Sociopreneur kemudian Imajiner dan juga Proaktif dengan perubahan” Tegasnya.

Dekan FISIP UNEJ, Dr. Djoko Poernomo, M.Si. menjelaskan kegiatan PPMB ini adalah momen yang baik untuk berkenalan secara daring maupun luring. Hal ini dikarenakan, semua Ormawa (Organisasi Mahasiswa) yang ada di FISIP turut hadir, baik itu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan perwakilan mahasiswa baru dari masing-masing prodi, serta juga beberapa pimpinan Fakultas.

Ia juga menjelaskan acara PPMB ini dapat menjadi pertanda yang baik untuk kegiatan kedepannya “Acara ini juga diikuti secara daring dan ini menjadi satu pertanda yang bagus bagi kita semua meskipun masa pandemi covid-19 belum mereda“ jelasnya.

Panitia PPMB FISIP UNEJ 2021, Axel Nathaniel menyampaikan PPMB bertujuan untuk memberikan pengenalan kepada mahasiswa baru mengenai dunia kampus dan kehidupan kampus yang ada di FISIP “pengenalan akan kampus FISIP dan pemberian materi agar mahasiswa baru agar kelak dapat berprestasi” singkatnya

Alya mahasiswa baru FISIP UNEJ 2021 mengungkapkan, meskipun tidak sepenuhnya dilakukan secara luring, kegiatan PPMB kali ini cukup menyenangkan karena dapat merasakan PPMB secara offline. Ia juga berharap FISIP dapat menghasilkan mahasiswa yang berprestasi “Harapanya FISIP bisa menghasilkan mahasiswa yang berprestasi” Harapnya.

Besar harapan Bapak Dekan untuk Mahasiswa Baru agara seluruh mahasiswa menyalurkan bakat dan minatnya di seluruh Ormawa yang ada di FISIP agar mahasiswa FISIP menjadi sarjana yang kompeten “harapannya ya tentu semua bakat kompetensi minat semuanya yang ada di adik-adik mahasiswa itu bisa tersalurkan sehingga mereka menjadi sarjana yang kompeten” Jelasnya.

Bapak Wakil Dekan 3 juga berharap untuk Mahasiswa Baru agar tetap kompak dan tetap menikmati proses pembelajaran yang ada pada PPMB FISIP UNEJ 2021 meskipun harus dilakukan via zoom. (Berlina)

Refleksi HUT RI Ke 76 “Merdeka atau Mati”

PRIMA, FISIP - Bulan ini adalah bulan dimana biasanya Rakyat Indonesia memperingati hari yang sangat istimewa, yaitu Hari Kemerdekaan Indonesia. Dalam memperingati hari kemerdekaan tahun ini mungkin berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang biasanya dipenuhi dengan lomba ataupun parade untuk menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan, sebab saat ini Indonesia tengah dilanda pandemi covid-19. Karena pandemi yang masih berlangsung sampi saat ini, maka semua rakyat dihimbau untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan dan tidak menimbulkan kerumunan.

Walaupun demikian, kita sebagai Rakyat Indonesia harus tetap memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia di dalam diri kita. Dalam perjuangan tersebut, kita harus menumbuhkan kesadaran tentang hakikat merdeka yaitu dengan cara:

Melihat secara kritis tentang kondisi yang sedang terjadi di sekitar kita. Contohnya seperti kondisi yang saat ini kita alami yakni melonjaknya kasus covid-19. Kasus covid-19 saat ini meningkat tajam bahkan 7 kali lebih banyak dari data awal sekitar 30 ribu-an. Kita harus berfikir kritis tentang hal tersebut? Apa yang menyebabkan kasus ini semakin naik?Apa yang harus kita lakukan? Mengapa sampai saat ini kasus covid-19 belum juga selesai? Bagaimana cara kita melawan covid-19? Dengan berfikir kritis kita bisa memahami seperti apa kondisi di sekitar kita.

Setelah kita melihat dan berfikir secara kritis, kita harus mampu memberikan solusi dari kondisi/permasalahan yang sedang terjadi disekitar kita. Dengan begitu, kita sudah berperan dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Tidak hanya bisa melihat secara kritis dan memberikan solusi, tetapi kita juga harus melaksanakan gagasan yang telah kita sampaikan dalam menperbaiki kondisi sehingga terciptalah kesadaran tentang hakikat merdeka yang sempurna dalam diri kita.

Dalam mengisi kemerdekaan kita juga harus selalu beradaptasi dan berinovasi. Seperti saat ini, kita sedang beradaptasi dengan pandemi covid-19, kita dihimbau untuk selalu menjaga kebersihan dan mematuhi protokol kesehatan dan diharapkan ada inovasi yang ditemukan untuk membebaskan kita dari pandemi covid-19.

Mengingat kutipan Ir. Soekarno yaitu Kemerdekaan hanyalah didapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad “Merdeka, merdeka atau mati'!"

Dari kutipan Ir. Soekarno tersebut, dapat kita gunakan sebagai cerminan bahwa kita harus memiliki semangat dan tekad yang berkobar-kobar demi Kemerdekaan Indonesia. Bukan lagi “Merdeka atau Mati”, tetapi Merdeka sampai Mati.

Ditulis oleh Adinda Wiji P (Mahasiswa Administrasi Negara 2021)

Refleksikan HUT RI ke 76 Himaistra dan LPM Prima gelar Diskusi Kolaborasi

PRIMA FISIP – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, Sabtu (14/08) Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi (Himaistra) berkolaborasi dengan Lembaga Pers Mahasiswa Pribadi Merdeka Mahasiswa (LPM Prima) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) mengadakan sebuah diskusi bersama tingkat fakultas yang bertema Refleksi Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-76 yang telah berlangsung secara virtual melalui platform zoom.

Selain untuk memperingati hari kemerdekaan, acara ini bertujuan untuk menguatkan kesadaran serta pemikiran dalam bertindak dan kesadaran untuk berjuang, serta memperluas inside dan juga pandangan mahasiswa. Selain itu, kolaborasi ini dapat menginspirasi kepada khalayak ramai terutama warga FISIP.

Acara yang merupakan bentuk kerjasama kedua Organisasi Mahasiswa (ormawa) FISIP ini sukses mengumpulkan lebih dari 270 mahasiswa dari Prodi Administrasi dan anggota LPM Prima serta beberapa perwakilan seluruh ormawa di FISIP dan diskusi berlangsung selama 2 jam.

Diawali dengan sebuah sambutan, Amiq Iqmal Shihabbuddin, Ketua Himaistra yang mengatakan bahwa acara ini adalah sebuah ruang inteluektual yang menamah kognisi serta memupuk kembali semangat kemerdekaan.

Kedua pemateri yaitu Bapak Rintahani Johan Pradana, M.Si. Penulis buku sejarah dan Bapak Dr. Muhammad Iqbal, M.Si. Dosen FISIP Unej berkolaborasi dengan luar biasa.

Selama kurang lebih 2 jam peserta yang berasal dari prodi angkatan 2021-2019 mengikuti diskusi dengan dimoderatori Kawan Dhavina berjalan dengan seru. Diluar ekspektasi ada beberapa teman-teman mahasiswa dari kampus lain yang turut meramaikan.

Seluruh aspek dibahas mulai dari awal kemerdekaan hingga peran mahasiswa dalam merefleksikan kemerdekaan hingga hal-hal yang detail dibahas.

Semoga hal ini bisa terus sinergi, semoga kita kolaborasi Prima dan HIMAISTRA bisa menginspirasi UKM dan ORMAWA yang ada di FISIP untuk sama-sama membuat ruang-ruang intelektual baru bagi mahasiswa FISIP khususnya” Amiq. (Ilma, Mahasiswa Administrasi Negara 2020)

KKN Tak Kunjung Jelas, Aliansi BEM Fakultas Desak LP2M Adakan Audiensi

KKN Tak Kunjung Jelas, Aliansi BEM Fakultas Desak LP2M Adakan Audiensi

PRIMA FISIP – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Universitas Jember desak Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) untuk melaksanakan Audiensi yang membahas tentang Kuliah Kerja Nyata Back to Village (KKN BTV) Jilid III yang hingga saat ini belum mendapat kejelasan (26/7). Aliansi BEM Fakultas Universitas Jember menjadwalkan Audiensi tersebut pada hari Rabu, 28 Juli 2021 pukul 09.00 yang disampaikan melalui Surat Terbuka kepada Ketua LP2M.

Ali Ausath, Ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), yang tergabung dalam aliansi tersebut menjelaskan bahwa yang melatarbelakangi gerakan ini adalah ketidakpastian pihak LP2M dalam memberikan kejelasan KKN  Latar belakang  gerakan ini adalah kami dari Aliansi BEM F secara konsensus melihat sebuah permasalahan yakni sebuah permasalahan bersama terkait KKN yang tidak ada kejelasan sampai hari ini” Kata Ali Ausath.

Ali Ausath juga menjelaskan adanya gerakan ini agar mendapat titik jelas dari LP2M karena beberapa kampus lain sudah membuat keputusan “kami dari Aliansi BEM F menyepakati untuk mengambil sikap tegas untuk permasalahan ini agar mendapat titik jelas karena kalau kita lihat dibeberapa kampus yang sudah kami tuliskan dalam press release itu sudah mengambil sikap tentang KKN ... sedangkan unej sampai saat ini belum ada”. Kata Ali Ausath

Ia juga menambahkan, bahwa sebelum melayangkan Surat Terbuka, Aliansi BEM Fakultas sudah beberapa kali menanyakan kejelasan KKN kepada pihak LP2M tetapi tidak diberi dan diminta untuk menunggu. “dari pihak aliansi sudah beberapa kali ke LP2M Cuma yang didapat cuma sekedar menunggu dan menunggu” Jelasnya

Saat dikonfirmasi melalui Ali Bahrudin, Koordinator Pusat LP2M, surat tersebut telah diterima dan akan segera ditindaklanjuti “Tadi sore saya dikirimi pimpinan sepertinya sudah. Mengenai audiensi ya jelas ada nanti kita ada forum agar tidak salah tafsir lagi.” Kata Ali Bahrudin.

Ia menjelaskan bahwa, penerjunan Mahasiswa akan dilaksanakan tanggal 15, namun karena PPKM diperpanjang, 6 hari sebelum penerjunan ditunda sampai informasi selanjurnya.

“Sebenarnya tanggal 15 itu sudah penerjunan, tapi karena tiba-tiba ada PPKM kita berfikr ulang, makanya 6 hari sebelum tanggal 15 itu kita umumkan bahwa penerjunan itu menunggu sampai info berikutnya” jelasnya.

Ia juga menjelaskan kenapa informasi selanjutnya tidak diberikan pasti karena menunggu berakhirnya masa PPKM. “Ya info berikutnya itu adalah untuk menentukan bahwa jelas jelas PPKM ini sudah berakhir begitu, mengapa waktu kita mem-broadcast Mahasiswa itu tidak menentukan tanggal penundaannya kapan” jelasnya

Ali Bahrudin memberikan titik tekan penundaan penerjunan KKN karena perpanjangan PPKM “ jadi kalau dalam bahasa tuntutan itu tidak jelas dan sebagainya itu kurang tepat ya tapi yang jelas bahwa pertimbangan yang utama kami adalah karena regulasi PPKM.” Katanya . (Dev)

BEM FISIP UNEJ Berbagi Kasih, Distribusikan Daging Kurban di Hari Raya Idul Adha

PRIMA – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosisal dan Ilmu Politik Universitas Jember (BEM FISIP UNEJ) mendistribusikan kurang lebih 90 besek daging kurban di tengah momentum Hari Raya Idul Adha 1442 H pada Rabu (21/7) lalu. Pendistribusian daging kurban tersebut merupakan hasil donasi warga FISIP UNEJ yang sebelumnya telah digalang oleh BEM FISIP UNEJ.

Wakil Ketu BEM FISIP UNEJ, Cindy Priskila menyampaikan total donasi yang terkumpul sejumlah Rp1.510.000. “Jumlah ini di luar ekspektasi kita. Kita kira dana yang terkumpul tidak akan sebanyak itu, tapi ternyata banyak warga FISIP yang antusias berdonasi,” tutur Priskila.

BEM FISIP UNEJ juga bekerja sama dengan Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) dalam hal pengalokasian dana, pengelolaan, dan pemetaan tempat bagi warga yang membutuhkan sebagaimana dipaparkan oleh Ketua BEM FISIP UNEJ, Ali Ausath. “Dengan bersinergi seperti ini, dana yang terkumpul bisa di-plotting sesuai dengan kebutuhan daerahnya. Kebetulan, dari hasil donasi kemarin kita dapat sekitar 5 kambing,” kata Ali.

Adapun tempat yang terpilih menjadi sasaran penyaluran daging berlokasi di Desa Padasan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Tempat ini sebelumnya telah melalui proses survei dan pendataan oleh BEM FISIP dibantu oleh beberapa relawan YDSF agar bantuan tepat sasaran.

BEM FISIP UNEJ juga mempunyai trik agar tidak terjadi kerumunan saat membagikannya. Proses pendistribusian daging kurban dilakukan secara door to door (rumah ke rumah) sehingga menghindari adanya kerumunan dan penyebaran virus Covid-19. Namun demikian, baik Ali dan Priskila mengakui proses pendistribusian sempat mengalami kesulitan dengan medan yang terjal.

“Walaupun dengan keringat dan jerih payah, medannya agak naik turun, sehingga (kami) agak kesulitan, cuma alhamdulillah bisa terdistribusikan semua,” ujar Ali. (GNM)

Please Look After Mom

Mengenal Lebih Dalam Sisi Lain dari Ibu yang Kita Lupakan

 

Identitas Buku :

Judul buku : Please Look After Mom

Pengarang : Kyung Sook-Shin

Penerjemah : Tanti Lesmana

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Waktu Terbit : Februari 2020

ISBN : 9786020315409

Tebal halaman : 296 Halaman

 

Sinopsis :

Sepasang suami-istri ke kota untuk mengunjungi anak-anak mereka yang telah dewasa. Sang suami bergegas naik ke gerbong kereta bawah tanah dan mengira istrinya mengikuti di belakangnya. Setelah melewati beberapa stasiun, barulah dia menyadari bahwa istrinya tidak ada. istrinya tertinggal di stasiun Seoul.

Perempuan yang hilang itu tak kunjung ditemukan, dan keluarga yang kehilangan ibu/istri/ipar itu mesti mengatasi trauma akibat kejadian tersebut. Satu per satu mereka teringat hal-hal di masa lampau yang kini membuat mereka tersadar betapa pentingnya peran sang ibu bagi mereka; dan betapa sedikitnya mereka mengenal sosok sang ibu selama ini. Perasaan-perasaannya, harapan-harapannya, dan mimpi-mimpinya.

 

Ibu, kata yang sering kita ucap untuk memanggil seseorang yang membawa kita ke dalam dunia ini. Seiring dengan waktu, kita cenderung melupakan banyak momentum dan orang-orang yang hadir dalam perjalanan hidup. Termasuk atas diri kita sendiri dan sosok “Ibu” yang kita kenal. Buku Kyung-Sook Shin yang mendapat berbagai penghargaan salah satunya Prix de I’Inapercu dari Prancis ini bercerita tentang hilangnya seorang perempuan tua di tengah-tengah kota Seoul ketika hendak mengunjungi anaknya. Anak-anaknya yang hidup jauh dari kampung halaman dan sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri adalah alasan Park So-Nyo dan suaminya bergegas mengunjungi mereka untuk melepas kerinduan. Di tengah-tengah stasiun yang padat, di dalam kerumunan orang-orang yang sibuk di stasiun Seoul itu, dirinya menghilang dan lepas dari genggaman tangan suaminya.

Satu dua cara dilakukan oleh suami dan anaknya untuk menemukan ibu mereka yang hilang tak berbuah apa-apa. Ibunya yang hilang itu, hanya meninggalkan bekas langkah dan kenangan di dalam kepala semua orang yang merasa kehilangan dirinya.

Waktu berlalu, jurang antara ketidakpastian dan hilangnya harapan semakin dalam. Pada saat itu, barulah satu persatu orang yang ditinggalkan merasakan apa itu arti “kehilangan” pada diri mereka. Rumah mereka di desa kecil Chong-up yang hanya ditinggali berdua dengan sang suami menjadi semakin lengang dan berantakan, tidak ada tangan halus yang merapikan kasur dan menyiapkan makan siang. Sang suami pun teringat, bagaimana selama 50 tahun hidup bersama tidak pernah sekalipun ia menunjukkan rasa kasih dan sayang, hingga sesederhana membelikan obat untuk sakit kepala saja tidak dilakukannya “Baru sekarang kau menyadari, dengan hati pedih, bahwa selama ini kau telah menutup mata terhadap kondisi istrimu yang sering bingung dan lupa”.

Buku ini dikemas dengan apik, memuat narasi dan dialog antar tokoh-tokoh yang ada di dalamnya. Bahasa terjemahan yang mudah dipahami sedemikian rupa, tidak seperti buku terjemahan bahasa asing lain yang justru lebih sering membuat kebingungan.

Namun, suguhan alur yang maju mundur akan membuat sebagian pembaca sedikit kebingungan dan membutuhkan waktu lebih untuk mengingat kejadian yang sudah dipaparkan sebelumnya ketika kembali dibahas pada halaman yang saat itu dibaca. Hal inilah yang kiranya membuat sebagian orang akan kesulitan dalam membaca buku ini.

Terlepas dari itu semua, buku ini sangat perlu dibaca setidaknya sekali dalam hidup, mengingat buku ini menyuguhkan sudut pandang lain yang mungkin tidak kita sadari dalam melihat orang lain, khususnya sosok “Ibu” dalam kehidupan kita. Selain menjadi pelajaran, kisah dalam buku ini pun dapat menjadi renungan.

 

-nja.

 

Eksistensi Tradisi “Serabhien” Pada Masa Modern di Bondowoso

PRIMA FISIP – Menjelang lebaran, lebih tepatnya pada sepuluh hari terakhir ramadhan atau hari ke 21 ramadhan, warga desa Jetis, Bondowoso meyelenggarakan tradisi yang disebut “Serabhien”. Tradisi tersebut dilakukan pada hari ke-21 karena masyarakat setempat percaya jika pada 10 hari terakhir ramadhan atau disebut juga ‘lailatul qadar’ harus lebih memperbanyak ibadah. Salah satu caranya ialah dengan memberi dan membagikan makanan. Serabi dipilih karena serabi merupakan makanan yang dapat diterima oleh semua kalangan masyarakat dan sudah digunakan secara turun-temurun.

Tradisi Serabhien sendiri berasal dari kota Pamekasan, Madura. Dan dibawa menuju pulau Jawa khususnya di Kota Bondowoso, dimana sebagian besar warganya merupakan suku Madura.  Masyarakat Bondowoso sendiri mayoritas merupakan keturunan pendatang dari Madura, sehingga banyak kebudayaan serta kebiasaan masyarakat Madura yang berkembang. Serabi dipilih menjadi objek tradisi karena serabi merupakan makanan ringan tradisional yang disukai oleh seluruh kalangan masyarakat. Namun, tidak semua masyarakat melakukan tradisi ini. Biasanya yang menjalani tradisi serabhien ialah masyarakat pedesaan. Serabi sendiri memiliki sejarahnya. Kata serabi berasal dari bahasa Sunda yang artinya besar. Serabi merupakan makanan tradisional sejak tahun 1923. Asal-usul serabi sendiri banyak yang mengatakan bahwa serabi berasal dari India, serta ada juga yang mengatakan bahwa serabi berasal dari Belanda. Bentuk umum serabi ialah menyerupai pancake dengan ukuran yang lebih kecil dan tebal. Adonan serabi terdiri atas tepung beras atau tepung terigu, mentega, dan telur. Sedangkan cetakan menggunakan cetakan yang dibuat dari tanah liat dan menggunakan tungku. Namun, pada zaman modern seperti ini, penggunakaan cetakan berbahan tanah liat dan tungku sudah jarang terlihat.

Serabi akan dibagikan kepada tetangga, saudara, dan guru ngaji secara gratis. Selain itu, serabi juga akan dibagikan kepada warga sehabis sholat terawih di depan masjid, langgar, ataupun musholla. Serabi yang dibagikan dapat berupa serabi kuah dan serabi kering. Untuk menghindari hilangnya tradisi Serabhien dari masyarakat, pada saat pelaksanaan tradisi ini para tetua dan orang tua akan mengikutsertakan anak-anak kecil dan remaja wanita maupun lelaki. Dengan harapan mereka akan terus membawa tradisi ini sampai mereka dewasa dan mewariskan kepada anak cucu. (Rosa, Mahasiswa Administrasi Negara 2020)

Wahai Manusia, Tolong Aku

Berdasarkan data yang diambil dari diagram yang terdapat di databooks kata data.co.id Luas penurunan Lahan tutupan pohon di Indonesia pada 2001 sebesar 744.000 Lalu meningkat menjadi 1,4 juta di tahun 2007 kemudian mengalami penurunan menjadi 1,1 juta dan kemudian meningkat menjadi 1,2 juta di tahun 2019. Selain itu di data books kata data.co.id juga dicatat 10 provinsi dengan penurunan luas lahan tutupan pohon terbesar di indonesai periode 2001-2019 dengan rincian: Riau 3,8 juta Kalimantan barat 3,5 juta Kalimantan tengah 3,4 juta Kalimantan timur 3,3 juta sumatera selatan 2,8 juta jambi 1,6 juta sumatera utara 1,3 juta Kalimantan selatan 794.000 sulawesi tengah 696.000 dan Aceh 680.000 dengan demikian total kehilangan lahan Indonesia dari periode 2001-2019 berdasarkan diagram tersebut adalah sebesar 21.870 (Juta) Sebagai perbandingan saja luas seluruh pulau jawa yaitu 12,8297 juta ha sementara dalam periode 2001-2019 indonesia total telah kehilangan 21,8 juta hektar lahan tutupan pohon atau hutan itu artinya daalm waktu hanya 19 tahun saja kita sudah kehilangan hampir 2x luas pulau jawa dalam bidang hutan. Tentu ini adalah suatu angka yang fantastis bukan dan apabila mengacu kepada data tahun 2019 indonesia sudah kehilangan 324 ribu hektar  hutan hanya dalam waktu satu tahun! Yang mana berdasarkan data di atas indonsesia adalah negara tropis ke 2 yang mengalami kehilangan hutan terbesar setelah Brazil. Tentunya kehilangan hutan ini disebabkan oleh berbagai faaktor antara lain adalah kebakaran hutan yang bisa disebabkan oleh seseorang yang secara sengaja membuang punting rokok yang masih menyala  dihutan misalnya. Atau bisa juga orang yang ingin membuka hutan untuk dijadikan pemukiman atau dijadikan tempatnya berladang dan untuk itu mereka membabat hutan tidak memperdulikan apakah itu Kawasan hutan lindung atau Kawasan terbuka hijau atau apa yang penting tujuan mereka tercapai perihal efek atau dampak buruk yang akan terjadi itu adalah masalah kemudian hari. Mungkin jika ditanya yang bersangjutan tidak mengatakan hal itu tetapi sangat banyak kasus dimana terjdi pembabatan hutan secara liar dan tidak bertanggung jawab tanpa adnaya penanaman Kembali jujur hal ini sangat merugikan bagi dirikita sendiri seperti yang sudah doketahui banyak kalangan bahwa pohon atau hutan adalah paru-paru dunia nah jika hutan kita tebangi secara terus menerus tanpa ada penanaman Kembali reboisasi atau penghiiajuan misalnya bagaimana kita mendapatkan oksigen? Dalam hidup ini kita tentu sangat membutuhkan oksigen bla pohon ditebangi secara liar dan tidak bertanggung jawab lalu siapa yang menghasilkan oksigen bagi kita. Tentu tidak mungkin apabila kita harus terus bergantung kepada ventilstor untuk mendspatkan oksigen bukan? Sudah enak diberikan oksigen secara Cuma-Cuma tentu kia harus menjaga pemerian tersebut dengan  cara tetap menjaga keasrian lingkungan dan lagi jika lingkungan tempat tinggal kita hijau atau banyak tanaman nya tentu indah dipandang mata bukan daripada lihat kiri jalan lihat kaan  jalan lihat depan asap kendaraan tentu lebih indah kalua kiri pohon tau tanaman hijau kana tanaman hijau bukan? Selain itu perlu kita ketahui pula bahwa tanahh humus aatu tanah yang paling subur itu berada di lapisan paling atas dari tanah yang bersangkutan dan tanah humus bisa tetap ada ditempatnya karena ada yang menahan diayas nya agar tidak jatuh atau longsor yaitu pohon kalua pohon ditebang maka tanah humus itu rawan longsor dan akhirnya tanah tersebut yang semula subur bisa menurun kesuburannya atau bahkan jadi tanah tandus jadi mari kita jaga lingkungan kit akita jaga dunia ini agar tetap asri dan hijau kalua mau menebag pohon untuk membangun rumah misalkan ya tanam yang baru minimal tebang1 tanam 1 atau lebih bagus lagi tebang 1 tanam 2 atau 3 dan seterusnya. Mari kita jaga lingkungan kita karena kita membutuhkan lingkungan untuk bisa hidup dan lingkungan membutuhkan kita untuk merawat dan memperindah nya sehingga antara kita dan lingkungan sebenarnya saling membutuhkan satu sama lain.

Berdasarkan artikel yang bersumber dari www.voaindonesia.com yang ditulis pada tanggal 29 agustus 2020 mengatakan bahwa jaringan pemantau independen kehutana mencata sejak aal tahun 2020 ada 15 kaus pelanggaran kehutanan yang mana menurut juru bicaranya hal itu disebabkan karena kurangnya pengawasan disebabkan oleh pandemic virus covid 19 yang baru saja merebak di Indonesia. (Surya )

 

Usai Penghitungan, KPUM sebut Calon Terpilih

PRIMA FISIP – Tahapan Pemilihan Umum Raya (Pemira) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (FISIP Unej) telah sampai pada proses penghitungan suara masing-masing calon. Penghitungan suara dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) FISIP Unej pada Jumat (7/5) hingga Sabtu (8/5) dini hari.

Penghitungan suara dimulai dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Sosiologi (HIMASOS), dilanjut Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi (HIMAISTRA), lalu Himpunan Mahasiswa Jurusan Kesejahteraan Sosial (HIMAKES), dan yang terakhir Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Untuk Himpunan Mahasiswa Diploma Tiga (HIMADITA) tidak melakukan penghitungan karena aklamasi.

Ketua KPUM, Savyla Putri Permatasari, menyebutkan daftar nama-nama ketua yang terpilih dalam kontestasi Pemilihan Umum Raya (Pemira) di setiap HMJ “ Untuk pemenangnya HIMAISTRA itu dimenangkan oleh nomor urut 03 yaitu Amiq Iqmal, kemudian untuk HIMAKES itu dimenangkan oleh nomor urut 02 yaitu Muhammad Irfan, sedangkan untuk HIMASOS itu dimenangkan oleh nomor urut 01 yaitu Wahyu Nur Prayogi, kemudian untuk BEM dimenangkan oleh nomor urut 02 yaitu ALI Ausath dan Priskilla Firhananto.”  kata Savyla.

Berikut adalah hasil rekapitulasi dari pemilihan

  1. HIMASOS

Nomor urut 1 Wahyu Nur Prayogi  memperoleh 115 Suara.

Nomor urut 2 Isom Maulana memperoleh 84 Suara

Jumlah suara 199 suara

  1. HIMAISTRA

Nomor urut 1 Athallariq Sulthan memperoleh 174 suara

Nomor urut 3 Amiq Iqmal S memperoleh 258 suara

Jumlah Suara 432 suara

  1. HIMAKES

Nomor urut 1 Dharma Aji 103 suara

Nomor urut 2 Irfan Hartadi 130 Suara

Jumlah suara 233 suara

  1. BEM

Nomor urut 1 Aufa Almubdi dan Deffa P. memperoleh 391 suara

Nomor urut 2 Ali Ausath dan Cindy Priskilla memperoleh 728 suara

Jumlah suara 1119 (Labibatul)