Pengumuman
Pemira segera berlangsung. Siapkan diri kalian.

Menuju Pemira Ideal, Sistem Manakah Yang Sesuai

Tidak hanya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang menyelenggarakan kontestasi politik atau Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) disetiap tahun, fakultas-fakultas lain juga menyelenggarakan kegiatan serupa.

Perubahan pemilihan offline menjadi online, beberapa fakultas yang ada di Universitas Jember (UNEJ) mempunyai cara-cara tersendiri dengan sistem voting yang mereka terapkan. Dengan harapan asas-asas Langsung Umum Bebas dan Rahasia (LUBER) Jujur dan Adil (JURDIL) dapat menjadi landasan utama.

Dalam penerapan sistem voting Pemira, terdapat fakultas yang memanfaatkan fasilitas kampus yakni menggunakan e-voting pada sister dan ada juga fakultas yang memilih sistem voting lain yang sesuai dengan tujuan mereka.

Ungkap Muiz mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang beberapa bulan lalu baru saja menyelenggarakan Pemira, “ Pemira menggunakan e-voting sister ini telah diterapkan pada fakultas saya dua tahun berturut-turut, sistem ini efesien karena tahap-tahap yang cepat,”Ungkapnya.

Namun, Muiz juga memperjelas dengan tahap-tahap yang cepat tersebut ternyata banyak celah-celah kecurangan yang dapat dilakukan oleh mahasiswa yang berkepentingan.

“KPUM selaku penyelenggara tidak mempunyai otoritas penuh yang seharusnya mengatur segala rangakaian kegiatan pemilihan, Misalnya Nomor Induk Mahasiswa (NIM) bisa dengan mudah diberikan kepada temennya sehingga hak memilih bisa digantikan yang kemudian praktek tersebut menciderai asas Langsung yang ada pada asas-asas Demokrasi,” Imbuhnya

Muiz juga mengatakan “ e-voting ini dari tahun ketahun memiliki fitur-fitur yang sama, minim adanya fitur baru yang memperkuat asas-asas LUBER JURDIL jadi untuk kelayakan sistem juga patut dipertanyakan,”.

Disisi lain Fakultas Ekonomi dan Bisnis, terdapat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menerapkan sistem voting sama yakni menggunakan e-voting Sister.

Akbar mahasiswa FKIP menjelaskan “ Menggunakan e-voting memang cepat dan sesuai banget dengan mahasiswa saat ini yang menghindari hal yang rumit, namun tidak disangka-sangka ternyata e-voting sister yang cepat atau efesien ini terdapat campur tangan suara birokrat yang hal itu dilaur ekpekstasi kami (mahasiswa), birokrat yang seharusnya tidak mempunyai hak untuk ikut campur malah melakukan penyumbangan suara, karena sistem memang yang memang sepenuhnya dari sana bukan KPUM,” Ungkapnya.

“Pada hari pelaksanaan e-voting  Sister sempat mengalami kendala dan mempengaruhi hasil akhir suara yang ketika kami Complain ternyata perubahan suara itu sangat cepat berpindah, sehingga kejanggalan lain muncul dalam benak kami” tutur lanjutnya.

Namun, berbeda dengan Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) yang tidak menggunakan e-voting Sister, melainkan menggunakan sistem lain yang mereka desain sendiri.

Menurut Bagus, Salah satu Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer mengatakan “Sistem pemilihan yang digunakan dalam pemilihan ketua dan wakil Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas berupa website yang telah dibuat oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) sistem ini sangat kredibel karena beberapa tahap verifikasi yang ketat dan dipantau penuh oleh KPUM sehingga minim celah kecurangan saat diterapkan dalam Pemira online,” Ungkapnya.

Bagus juga menjelaskan, tahap verifikasi yang ketat dan bertahap memang membutuhkan beberapa waktu bagi pemilih, namun dengan adanya hal tersebut tidak dapat memungkinkan jika kesempatan memilih tersebut akan dialihkan kepada orang lain.

“Token yang diberikan berbeda-beda, dipilih secara acak dengan durasi waktu yang singkat dan dikirim melalui email pribadi menjadi bukti bahwasannya campur tangan orang lain akan sulit terjadi”Lanjutnya. (Wilda)

 

Tanyakan Kepastian Pemira, Banwaslu Layangkan Surat Kepada KPUM

Senin, 28 Februari 2022, KPUM mengeluarkan Press Release terkait dengan penundaan pelaksanaan Pemira FISIP UNEJ yang harusnya dilaksanakan pada tanggal 1 Maret lalu. Setelah keluarnya Press Release tersebut, kemarin pada tanggal 3 Maret Badan Pengawas Pemilu (BANWASLU) FISIP UNEJ melayangkan surat yang berisi permintaan kepastian pelaksaan Pemira kepada KPUM selaku pihak penyelenggara Pemilihan Umum Raya Mahasiswa.

Pihak BANWASLU, selaku pengawas dalam pelaksanaan Pemira mengaku urgensi dari dilayangkannya surat kepada KPUM tesebut adalah untuk menghimbau KPUM untuk mengeluarkan statement resmi kepada seluruh warga FISIP terkait kepastian pelaksanaan Pemira sehingga tak ada informasi simpang siur yang beredar.

Dwija Panji, Ketua BANWASLU, menjelaskan “Berkaitan dengan surat yang sudah dilayangkan kepada KPUM urgensinya adalah BANWASLU menghimbau kepada pihak KPUM  agar segera mengeluarkan statement resmi kepada kami warga FISIP agar tidak terjadi informasi yang simpang siur, jadi agar kami mendapatkan kepastiaan dari pelaksanaan Pemira,” terangnya.

Beberapa saat setelah surat dari BANWASLU dilayangkan, KPUM segera mengeluarkan Press Release untuk menanggapi surat tersebut. KPUM menuangkan 3 poin penjelasan dalam Press Release yang dikeluarkan. Tertera pada poin ke 3 dijelaskan bahwa KPUM akan segera melakukan sosialisasi terbuka mengenai penyelenggaran Pemira secepat mungkin.

“Kami akan segera melakukan sosialisasi terbuka terkait pelaksanaan Pemira secepat mungkin setelah kordinasi dengan MAWA pusat dan UPTTI,” jelas Adnino Wanamariq, Ketua KPUM.

Selanjutnya, terkait dengan kepastian tanggal pelaksanaan Pemira, dari pihak KPUM pun belum dapat memberikan kepastian tanggal berapakah pemira akan dilaksanakan. Namun, KPUM menjelaskan bahwa Pemira akan dilaksanakan setelah adanya modifikasi sistem pada SISTER oleh pihak UPTTI sesuai dengan tuntutan KPUM pada Forum Keterbukaan yang telah dilaksanakan.

“Pemira akan dilaksanakan Setelah SISTER selesai dimodifikasi sesuai dengan tuntutan KPUM pada Forum Keterbukaan yang telah dilaksanakan,” imbuhnya. (ipm)

 

 

 

 

 

Bantuan Mulai Berdatangan, Ukraina Tak Lagi Sendiri Hadapi Rusia

Kamis, 24 Februari 2022, mengawali pecahnya perang Ukraina-Rusia. Kurang lebih selama 3 hari Pihak Ukraina sendirian tanpa ada pertolongan dari pihak mana pun. Selama itu pula Ukraina kewalahan melawan Negara Adikuasa, Rusia.

Sebelumnya, NATO dan AS begitu vokal menyuarakan untuk terus mengawal dan membersamai Ukraina dalam menghadapi Rusia. Selama itu Ukraina harus menopang bebannya sendiri. Memperjuangkan hak kemerdekaannya dari Rusia. Lantas ke mana NATO dan AS?

Dilansir dari CNBC Indonesia, Ada beberapa hal yang membuat NATO dan Amerika Serikat tidak bisa langsung membantu Ukraina.

Pertama, Ukraina bukanlah anggota resmi dari aliansi NATO. Jadi tidak ada kewajiban bagi NATO untuk membantu krisis yang terjadi di Ukraina, sekalipun Ukraina sudah mulai melobi untuk bergabung dengan NATO.

Kedua, dikutip dari CNN Internasional, secara resmi Joe Biden tidak akan mengirim pasukan untuk membantu Ukraina melawan Rusia.

“Pasukan kami tidak dan tidak akan terlibat dalam konflik. Pasukan kami tidak pergi ke Eropa untuk berperang di Ukraina, tetapi membela sekutu NATO dan meyakinkan sekutu di Timur,” jelasnya pada Jumat (25/2).

Di samping itu Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky merasa kecewa dengan NATO dan AS. Ia tidak menyangka bahwa keduanya tidak bertindak untuk mendukung Ukraina. Ia juga menilai anggota NATO tidak berniat untuk bersekutu dengan Ukraina.

“Kami ditinggalkan sendirian untuk membela negara kami,” katanya. “Siapa yang siap bertarung bersama kami? Saya tidak melihat siapa pun. Siapa yang siap memberi Ukraina jaminan keanggotaan NATO? Semua orang takut,” imbuhnya, dikutip dari AFP, Jumat (25/2).

Setelah melewati hari-hari sulit, kini Ukraina dapat bernapas lega, lantaran bantuan dari beberapa negara mulai berdatangan.

Kementrian Pertahanan Lithuania dalam cuitannya Minggu pagi bahwa militer dari negara Baltik telah tiba di Ukraina.

“Pengiriman bantuan militer lithuania telah mencapai Ukraina. Lithuania akan terus memberikan dukungan kepada sahabat kita, Ukraina!” seperti diwartakan CNN Internasional, Minggu (27/2).

Dilansir dari Kompas, Perdana Menteri Australia bekerja sama dengan NATO juga akan mengirimkan pasukannya.

“Kami sudah memberikan dukungan yang signifikan dalam hal bantuan yang tidak mematikan (non-lethal aid). Tetapi, saya baru saja berbicara dengan Menteri Pertahanan, dan kami akan berusaha memberikan dukungan apa pun yang kami bisa untuk bantuan mematikan (lethal aid) melalui mitra NATO kami, khususnya Amerika Serikat dan Inggris Raya,” kata Morrison.

Tak hanya itu bantuan militer juga datang dari Jerman. Ukraina dipastikan akan mendapat 1.000 senjata antitank dan 500 rudal penyengat dari Negeri Nazi tersebut.

Terakhir dari Amerika Serikat yang akhirnya memberikan bantuan sebesar US$ 350 juta dalam bantuan militer baru ke Ukraina, termasuk sistem anti-baju besi dan anti-pesawat, senjata kecil dan berbagai amunisi kaliber. (Diki Angger)

Alasan Di Balik Konflik Rusia Dan Ukraina

Pada tahun 2014  Rusia telah menganeksasi keseluruhan wilayah di Semenanjung Krimea, Ukraina. Dan pada Desember 2021 lalu, tak kurang dari 100.000 pasukan militer Rusia ditempatkan di beberapa titik perbatasan Ukraina. Tak pelak, aksi ini membuat panggung percaturan politik dunia turut memanas. Beberapa pakar menyatakan bahwa ini bisa jadi pemicu Perang Dunia III.

Lantas apa yang melatarbelakangi Rusia menempatkan ratusan ribu pasukannya di perbatasan Ukraina?

Semua ini bermula dari satu tokoh, Vladimir Putin, Presiden Rusia. Dilansir dari BBC News, ada tiga ultimatum yang diberikan pemimpin Negeri Beruang Merah tersebut kepada NATO.

Pertama, adanya jaminan bahwa NATO tidak akan menerima keanggotan baru lagi dari negara mana pun, terutama Ukraina. Kedua, NATO dan Amerika diminta untuk berhenti melakukan ekspansi di perbatasan Rusia. Ketiga, NATO dan Amerika berhenti melakukan intervensi dalam bentuk apapun di Eropa Timur.

Jika semua itu tidak dilaksanakan, maka Vladimir Putin mengancam akan melakukan invasi besar-besaran ke Ukraina dan menganeksasi wilayah Ukraina menjadi bagian Rusia.

Mengetahui permintaan Putin, baik NATO dan Amerika menolak dengan tegas. Mereka berdalih tidak ada wewenang dan hak dari mana pun termasuk Rusia, untuk mengatur hubungan NATO dan Amerika dengan pihak lain. Karena negara-negara yang dimaksud telah berdaulat.

Jika kita mengulas balik fakta sejarah yang ada, alasan mengapa Rusia begitu protektif terhadap Ukraina maka semua itu bermula dari pecahnya Uni Soviet.

Rusia dan Ukraina adalah dua dari 15 negara pecahan Uni Soviet. Dan lepasnya Ukraina ini banyak pihak yang menyayangkan, terutama Rusia. Karena mereka menganggap nenek moyang mereka berasal dari kerajaan Keivan Rus yang tak lain adalah Ukraina sekarang.

Putin menganggap harusnya Rusia dan Ukraina berada dalam satu atap negara yang sama. Karena alasan kesamaan suku bangsa dan budayanya.

Kemudian pada tahun 2013, NATO terus melebarkan sayap invasinya hingga Eropa Timur dekat dengan Rusia. Dan saat itu Presiden Ukraina, Viktor Yanukovych, yang haluan politiknya lebih pro-Rusia, membatalkan kerja sama dengan Uni Eropa.

Rakyat Ukraina yang kontra terhadap putusan pemimpinnya mengadakan demo. Terjadilah revolusi besar di Ukraina yang akhirnya Viktor dilengserkan dari jabatan presiden, pada 2014.

Dilansir dari Kompas, pelengseran itu berbuntut pada terbaginya pemerintahan menjadi dua kubu, yakni pro-Rusia (wilayah Krimea) dan pro-Uni Eropa (Ukraina daratan). Krimea pun meminta Rusia untuk membantu menyelesaikan konflik yang terjadi namun, pada akhirnya Rusia mencaplok seluruh wilayah Semenanjung Krimea.

Selang beberapa tahun, tepatnya pada 2019, Ukraina yang dipimpin Presiden Volodymyr Zelensky, seorang mantan pelawak itu, lebih mendekat ke Barat dan telah merundingkan untuk bergabung dengan NATO.

Inilah pemicu utama perang antara Ukraina-Rusia yang terjadi hingga sekarang. Karena Rusia menganggap, dengan begabungnya Ukraina ke NATO itu akan mengancam eksistensinya.

Kondisi keduanya kian memanas. Hingga pada 21 Februari lalu, dalam pidato yang Putin sampaikan, Rusia telah mengakui kemerdekaan Donetsk dan Lushansk, dua wilayah sparatis Ukraina.

Putin menyebut, bahwa negara-negara Barat telah mengancam keamanan Rusia karena memindahkan tentara NATO ke Eropa Timur.

Dan secara resmi pada Kamis, 24 Ferbuari 2022, Putin menyampaikan bahwa negaranya telah menginvasi Ukraina. Perang kini sedang berkecamuk, ratusan ribu warga Ukraina mengungsi dan sejauh ini belum ada pemberitaan pasti terkait jumlah korban jiwa (Diki)

Wajibkan SISTER Sebagai Platform Pemilihan, Dekanat Klaim Ini Bentuk Fasilitas Kampus

PRIMA FISIP- Masih dalam agenda Pemira FISIP yang tinggal menghitung hari, KPUM  FISIP UNEJ sebagai penyelenggara pemira masih disibukkan dengan Sistem dan Instrumen yang akan digunakan untuk pelaksanaan pemira dan perhitungan suara nantinya. Ada perbedaan pendapat terkait dengan platform sebagai instrumen Pemira yang telah disiapkan oleh KPUM dengan anjuran Dekan yang tertulis dalam Surat Keterangan (SK) kepengurusan KPUM yang telah dikeluarkan oleh Dekanat.

Dari Pihak dekanat mengatakan bahwa anjuran dalam penggunaan fitur E-voting dalam SISTER merupakan sebuah hal yang wajar dilakukan oleh pihak kampus sebagai bukti bahwa Kampus memberikan fasilitas untuk para mahasiswa di era sistem online ini.

Pak Edy selaku Wakil Dekan 3 (Wadek 3)  berkata bahwa “Terkait dengan arahan pak Dekan dalam menggunakan SISTER saya rasa itu hal yang wajar, karena itu juga bukti bahwa lembaga memfasilitasi”, ujarnya.

Selain itu, Wakil Dekan 3 juga menjelaskan terkait dengan permasalahan ataupun kelemahan-kelemahan yang terindentifikasi dalam fitur yang ada dalam SISTER akan dibicarakan dan dicari jalan keluarnya bersama dengan Pihak penyelenggara pada forum terbuka yang akan dilaksanakan besok pada 28 Februari 2022.

“Terkait dengan kelemahan-kelemahan sister saya rasa itu bisa dibicarakan”, ungkapnya.

Dari penjelasanya, Pak Edy juga menuturkan bahwa ketika memang ditemukan indikasi kecurangan dalam SISTER yang disedikan oleh pihak kampus perlu adanya perbaikan atau design ulang sehingga kelemahan tersebut dapat diatasi.

“Perlu ada verifikasi terkait dengan SISTER yang sekarang, saya hanya khawatir bahwa ditahun kemarin ada permasalahan mungkin sekarang bisa diantisipasi”, jelas Wadek 3 tersebut

Wadek 3 sebagai perwakilan dari pihak Dekanat juga meminta mahasiswa maupun panitia penyelenggara untuk segera menyampaikan jika ada indikasi-indikasi kecurangan atau kelemahan yang ada dalam platform SISTER agar segera diupayakan pembenahan terhadap celah tersebut.

“Jadi mohon mahasiswa atau teman-teman panitia menyampaikan jika ada potensi-potensi kecurangannya itu supaya bisa langsung diupayakan pembenahannya itu”, tuturnya.

Disebutkan juga bahwa adanya Forum terbuka yang akan dilaksanakan besok itu sebagai wujud pembelajaran demokrasi yang baik dengan membuka ruang dialektika yang baik pula antar pihak-pihak yang bersangkutan.

“Saya pikir ini merupakan ruang demokrasi yang baik  bahwa kita membuka ruang dialog” jelasnya Pak Edy, Wakil Dekan 3 FISIP UNEJ. (Ipm)

 

 

 

 

Wajib Gunakan Elektronik Voting SISTER, Munculkan Peluang Kecurangan Dalam Pemungutan Suara

Surat Keputusan (SK) penetapan kepengurusan Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (KPUM FISIP UNEJ) Tahun 2022 yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh Dekan FISIP UNEJ, Djoko Poernomo menyebutkan bahwasannya sistem pemungutan suara dalam Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) FISIP UNEJ Tahun 2022 wajib menggunakan fitur e-voting sebagaimana yang ada di dalam SISTER. (16/2)

Narasi yang tertulis pada poin ketiga SK KPUM FISIP UNEJ Tahun 2022 berbunyi “Komisi Pemilihan Umum Raya Mahasiswa (KPUM) Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember Tahun 2022 dalam melaksanakan pemungutan suara secara daring dan wajib menggunakan aplikasi pemungutan suara elektronik (e-voting) yang ada di Sistem Informasi Terpadu (SISTER) Universitas Jember”.

Hal ini tidak sejalan dengan apa yang telah dikonsep oleh KPUM selaku penyelenggara Pemira yang berwenang untuk menyusun dan mengatur pelaksanaan Pemira. KPUM sebelumnya telah menetapkan dan kemudian mensosialisasikan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) PEMIRA FISIP UNEJ Tahun 2022 kepada warga FISIP UNEJ sejak tanggal 08 Februari 2022 lalu.

“Fitur yang disediakan oleh SISTER tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan” ujar Adnino Wanamariq selaku Ketua KPUM (25/2)

Adnino menyampaikan bahwa ketika pemungutan suara menggunakan sistem e-vote yang ada di dalam SISTER, hal tersebut berpotensi terjadi kecurangan. Hal ini didasarkan pada fenomena yang banyak terjadi saat ini di mana NIM dan password SISTER setiap mahasiswa tidak lagi bersifat privasi, melainkan hal tersebut telah banyak diketahui oleh mahasiswa lain selain pemilik NIM untuk kepentingan titip absensi.

“Ketika nantinya dalam kontestasi PEMIRA ini menggunakan sistem yang telah ada di SISTER yaitu e-voting, dikhawatirkan ada sebuah sabotase yang dilakukan oleh para mahasiswa yang sedang memegang akun (SISTER) mahasiswa lainnya. Karena saya rasa setiap perkuliahanpun banyak mahasiswa yang menitip absen ke para teman-temannya” tambahnya.

Sekretaris KPUM tahun ini, Muhammad Farhan, juga menanggapi hal ini. Ia mengatakan bahwa Hubungan KPUM dengan Dekanat bersifat administratif. Konsep dan segala aturan yang akan digunakan dalam PEMIRA merupakan wewenang penuh milik KPUM sebagai lembaga yang independen.

“KPUM merupakan lembaga yang independen, dan hubungan antara KPUM dan dekanat adalah hubungan yang bersifat administratif” ucap Sekretaris KPUM (gnm)

 

Pemahaman Pemira Kurang, Sosialisasi KPUM Dirasa Belum Efektif

Pemilihan Umum Raya (Pemira) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember, akan dilaksanakan pada bulan Maret mendatang. Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM­) selaku penyelenggara bertanggung jawab memberikan informasi terkait dengan perkembangan-perkembangan Pemira. Dengan berdekatannya diselenggarakan Pemira, usaha sosialisasi mengenai Pemira dirasa kurang. Karena faktanya ada beberapa mahasiswa yang kurang mengerti terkait dengan agenda politik kampus ini, khususnya pada mahasiswa baru. Sosialisasi juga dirasa belum maksimal untuk memberikan pemahaman terkait Pemira.

Jini selaku mahasiswa, mengaku tidak tahu banyak informasi terkait Pemira, selain sebuah bagian dari politik kampus. Selama ini yang ia tahu, banyak isu tidak sedap terkait dengan Pemira.

“Ya, yang aku tahu soal Pemira merupakan bagian dari politiknya  kampus, mengenai tugasnya ya terkait dengan pemilu. Selebihnya aku tidak tahu apa-apa. Jujur, soalnya yang aku baca selama ini lebih banyak ke sisi negatifnya,” ujarnya.

Selain itu, Jini melihat sisi negatif dari Pemira sebagai sebuah politik kampus dan ada rasa ketakutan bagi mahasiswa sendiri. Pandangan akan ketakutan berbicara tentang politik selalu mengikuti ketika berbicara tentang agenda politik kampus.

“Pada dasarnya, Pemira sendiri kan udah identik sama politik kampus, dan yang sering aku baca kalau politik kampus itu ‘semengerikan’ itu dan yang kupikir nggak perlu dijabarin ya,sambung Jini.

Jini juga menegaskan bahwasanya ketidaktahuan mahasiswa akan pelaksanaan Pemira juga disebabkan oleh kurang masifnya informasi terkait Pemira, khususnya untuk mahasiswa baru yang pertama kali merasakan atmosfir demokrasi kampus.

“Sebenernya karena kurang sosialisasi sih ya, tapi aku gak menyalahkan seratus persen karena kurangnya sosialisasi, tapi transisi buat maba dari sekolah yang nggak ada Pemira dan cuma OSIS. Terus pemilu ala-ala anak sekolahan aja yang tentu beda sama dunia perkuliahan. Sepertinya memang butuh sosialisasi dan edukasi soal itu,imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Adnino selaku ketua KPUM mengatakan bahwa KPUM mengaku telah cukup masif dalam memberikan informasi pemira kepada mahasiswa dengan menerbitkan pamflet ataupun konten-konten terkait perkembangan Pemira.

“Sebenarnya terkait sosialisasi dengan pamflet ataupun konten-konten sebenarnya sudah masif bahkan per hari ini kami selalu membuat pamflet pamflet terus. Dari Co. PDD sendiri juga selalu bekerja membuat dan menyebarkan pamflet ke setiap angkatan,paparnya.

Meskipun begitu, Adnino juga mengaku bahwa KPUM sendiri memang memiliki kekurangan terkait dengan sosialisasi kepada setiap jurusan. Ia mengaku bahwa sosialisasi tertutup memang cukup dibutuhkan, sedangkan selama ini yang dilakukan KPUM hanyalah sosialisasi terbuka.

“Mungkin ini sih, yang menjadi kurangnya KPUM dan ini sebenernya juga penting yaitu, mengadakan sosialisasi perjurusan, nah itu dari pihak KPUM tuh belum menyelenggarakan hal itu. Sosialisasinya kemarin tuh hanya sosialisasi terbuka untuk umum,sambungnya.  (Inayah,Sandra)

 

STIGMA POLITIK BURUK, PENTINGNYA ARGUMENTASI ASAS DEMOKRASI KAMPUS

Pandemi Covid-19 yang terjadi dua tahun belakang ini begitu berdampak terhadap tatanan kehidupan mahasiswa. Aktivitas yang terkait dengan identitas mahasiswa, cara pandang, cara berfikir bahkan ideologi masing-masing mahasiswa juga berubah. Dengan situasi yang serba daring, menjadikan media teknologi sebagai instrumen sehari-hari. Informasi yang masif cenderung membuat mahasiswa bingung dan terbawa arus.  Hal ini berimplikasi pada iklim demokrasi dan stigma mahasiswa terhadap agenda politik kampus. Salah satunya Pemira, stigma buruk mahasiswa terkait Pemira juga menjadi hal yang tak dapat dihindari. Banyak informasi-informasi yang cenderung menggiring mahasiswa untuk menghindari kata “politik”. Hal tersebut berakibat pada antusiasme mahasiswa untuk berpartisipasi pada agenda politik kampus.

Yang terjadi saat ini, mahasiswa mempunyai stigma buruk terhadap agenda politik kampus. Hal ini didasari dengan rasa tidak percaya terhadap agenda politik, dan aktivitas semacam itu. Oknum-oknum yang berkepentingan turut bersuka cita karena hal-hal yang menguntungkan kelompoknya dapat dilakukan dengan mudah. Kecurangan yang dapat dilakukan dalam hal ini adalah oknum-oknum dapat melakukan peretasan dan memanipulasi data-data calon yang dapat mempengaruhi hasil kontestasi tersebut. Disisi lain permainan banyak oknum yang berkepentingan juga memanfaatkan situasi ini untuk menggiring opini yang mengatasnamakan kepentingan mahasiswa. Menggiring opini masyarakat ini dapat dilakukan dengan cara penerapan Black Campaign. Black Campaign ini diterapkan dengan tujuan dapat mendeskriditkan calon lain yang berujung pada sikap apatis. Dengan adanya calon yang mendapatkan label buruk maka calon yang diusung tersebut akan memperoleh suara banyak yang berujung pada  kemenangan. Hal-hal yang demikian ini telah menodai asas-asas demokrasi dan memperkuat Stigma buruk mahasiwa terkait pemira dengan sikap acuh tak acuh.

Evaluasi pada Pemira sebelumnya yang memiliki kondisi yang cenderung sama, menjadikan Pentingnya elemen-elemen Pemira untuk dapat membaca kondisi Pemira pada tahun ini. Elemen-elemen Pemira ini dapat berkontribusi untuk memperbaiki Pemira dengan menanamkan nilai-nilai demokrasi. Seperti halnya dengan memberikan bentuk edukasi lewat propaganda, atau aksi program yang memberikan pemahaman pada mahasiswa mengenai pentingnya politik kampus. Nilai – nilai yang dapat diedukasikan seperti asas-asas Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia (LUBER) Jujur dan Adil (JURDIL) adalah nilai-nilai demokrasi yang patut untuk diperhatikan secara cermat. Guna asas-asas demokrasi ini diterapkan agar Pemira dapat terselenggara dengan efektif dan efesien. Jika asas-asas demokrasi dapat tersampaikan dengan baik kepada mahasiswa, maka celah dalam memunculkan stigma buruk mahasiswa dan kegagalan pemira sehat tidak dapat terjadi. Maka pentingnya elemen-elemen dalam berkolaborasi satu sama lain untuk memperbaiki situasi semacam ini menjadi hal yang perlu diperhatikan. (Wilda Aulia)

Instrumen Baru Untuk Pemira

Ada yang baru dalam pelaksanaan Pemilihan Umum Raya (Pemira) tahun ini. KPUM selaku penyelenggara Pemira telah menyiapkan instrumen baru untuk menyukseskan pesta demokrasi kampus FISIP UNEJ yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Instrumen tahun lalu (Polys) dinilai tidak cukup memadai, sehingga dibutuhkan instrumen baru untuk Pemira yg lebih baik.

Adnino Wanamariq, ketua KPUM, menyampaikan bahwa alasan Polys tidak lagi digunakan adalah karena keterbatasan voters dalam fiturnya. Untuk itu KPUM menggunakan platform “Dukungcalonmu” untuk mengganti Polys.

Adnino berkata “Untuk sistem pemilihannya berbeda, untuk tahun kemarin kan pake yang namanya polys. Nah polys ini sekarang gabisa digunakan hanyak dibatasi 20 voters saja. Untuk tahun ini menggunakan sistem yang namanya dukungcalonmu, ini sudah berdiri sejak tahun 2018 kalau nggak salah dan ini dari Indonesia (Jakarta)” ujarnya

Dukungcalonmu memiliki beberapa keunggulan. Salah satunya adalah kuota yang disediakan untuk voters lebih besar. Besarnya kuota voters membantu mempersingkat waktu pemilihan sehingga mahasiswa tidak perlu mengantri lebih lama.

Keunggulan lain disebutkan oleh dailysocial.id. Mereka menyatakan bahwa platform Dukungcalonmu memiliki fitur one election yang menyediakan kemudahan untuk pendataan daftar pemilih tetap (DPT) dan verifikasi pemilih terdaftar. Taak hanya itu, kemudahan tersebut dilengkapi dengan jaminan keamanan dan kerahasiaan bagi Pemira.

Selanjutnya fitur one election ini juga memastikan bahwa voters hanya dapat melakukan satu kali voting. Dengan begitu, resiko adanya kecurangan dalam pelaksanaan voting secara online dapat berkurang.

fitur tersebut dapat mendukung pelaksanaan Pemira dengan tetap mengedepankan kejujuran dalam asas pemilu Luberjurdil. (iy)

Rayakan Dies Natalis, UKMF Wisma Gita Sukses Adakan Festival Gita Borasi

PRIMA, FISIP- Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Wisma Gita berhasil menyelenggarakan Festival Gita Borasi pada Kamis-Sabtu (4-6) November, di Gedung Soetardjo dan Sport Hall Universitas Jember. Festival tersebut merupakan perayaan Dies Natalis UKMF Wisma Gita yang mempertunjukkan kolaborasi semua bidang seni meliputi tari, puisi, musik, rupa, dan teater.

“Festival Gita Borasi merupakan penampilan acara besar Dies Natalis UKMF Wisma Gita yang menampilkan semua bidang yang ada di UKMF Wisma Gita seperti tari, puisi, musik, teater, rupa. Serta penampilan kolaborasi dari lima bidang yang ada di Wisma Gita.” Jelas Bagas Wiarta, Ketua Pelaksana.

Acara yang dilaksanakan, lanjut Bagas, selama 3 (tiga) hari terlaksana dengan lancar dan membuat kesan bagi UKMF Wisma Gita selaku pelaksana dengan kehadiran penonton dan dukungan banyak pihak.

“Alhamdulillah untuk hari pertama sampai hari ketiga lancar. Di hari pertama lancar, di luar ekspektasi. Jumlah penonton yang hadir. Terus untuk hari ke dua, memang ada sedikit kendala yaitu di waktu, tapi akhirnya lancar. Dan untuk hari ketiga, Alhamdulillah juga di luar ekspektasi, yaitu sekitar 360-an orang yang hadir.”

Festival Gita Borasi diselenggarakan untuk menjadi media kebebasan berekspresi dan pembelajaran bagi anggota UKM, serta ajakan bagi mahasiswa untuk mengapresiasi suatu karya yang dipertunjukkan bagi khalayak.

“Di kondisi pandemi seperti ini kita melakukan sesuatu terbatas. Nah kita dengan mengadakan acara seperti ini, kita dapat memberikan suatu penyajian karya seni dari anggota Wisma Gita untuk dipertonotonkan kepada penonton yang setidaknya memberikan apresiasi atau target untuk ke depannya sebagai pembelajaran kita dalam mengekspresikan suatu karya ke orang lain.”, Harap Bagas.

Warni Waruwu, salah satu penonton Festival menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara setelah sukses menyelenggarakan pertunjukan sebagai gebrakan baru bagi kegiatan UKM dan Ormawa yang dapat menginspirasi untuk mengadakan kegiatan pasca pandemi.

“Secara keseluruhan bagus ya, keren banget. Aku bener-bener mengapresiasi temen-temen Wisma Gita yang sudah mengadakan Festival Gita Borasi ini. Gebrakan baru yang keren, semoga terus jadi inspirasi buat teman-teman dari ormawa.” (ale)

Berharap ORMAWA tingkatkan Prestasi, FISIP Unej Adakan Pelatihan Organisasi

PRIMA FISIP - Pelatihan Manajemen Organisasi dan Kepemimpinan telah dilaksama oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (FISIP UNEJ) pada Selasa dan Rabu (2-3) November 2021, yang diselenggarakan di Gedung Training Center IsDB Project Universitas Jember, Jubung, Sukorambi.

Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dan diikuti oleh ketua serta perwakilan  dari 20 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa).

Tidak hanya untuk Ketua Ormawa, pelatihan ini juga diberikan kepada Pembina Ormawa dengan harapan ketua dan pembina dapat bersinergi dalam menjalankan organisasi.Pemateri yang ciamik dari berbagai profesi turut berkontribusi dalam pelatihan ini, mulai dari jurnalis, pebisnis dan akademisi sehingga menunjang dalam proses pelatihan.

Dr. Edy Wahyudi, S.Sos, M.M, selaku Wakil Dekan 3, menjelaskan ijin kelonggaran kegiatan ini dimanfaatkan untuk melakukan pelatihan sehingga pelatihan yang diselenggarakan  menjadi efektif “Kali ini kita diberikan semacam keleluasaan untuk bisa melakukan secara luring dan harus melaksanakan ini, karena akan efektif jika dilakukan secara luring” Jelasnya.

Salah satu peserta pelatihan, Dian Pratiwi, Ketua Umum Wismagita, berpendapat bahwa acara pelatihan manajemen organisasi dan kepelatihan ini dapat menjadi bekal dalam pengelolaan organisasi serta berharap kedepan, FISIP  dapat melaukan kegiatan semacam ini secara intensif.

Ketua Umum Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Mapalus, Awaludin Achwan, juga ikut angkat bicara. Ia berpendapat, acara seperti ini bagus dilakukan karena akan menjadi bekal pemimpin organisasi “Acara ini sangat bagus sih untuk melatih para pengurus-pengurus dan (red:dan) menjadi cikal-bakal untuk menjadi pemimpin di masa mendatang gitu” Tanggapnya.

Ia juga berharap acara seperti ini dilakukan setiap tahun agar bisa menjadi landasan dalam cara memimpin organisasi dengan baik.

Harapan dari Wakil Dekan  3, output dari pelatihan ini dapat di teruskan dalam kepengurusan Ormawa yang selanjutnya “Targetnya adalah bisa menjadikan warisan bagi generasi kepengurusan mendatang” Harapnya.

Dr. Djoko Purnomo, M.Si., Dekan FISIP juga berharap dari adanya kegiatan ini dapat melahirkan prestasi “Himpunan maupun UKM mampu menyusn program kerja yang realistis yang bisa melahirkan prestasi bagi mahasiswa” Jelasnya. (labib,ocha)

Skripsi Terhambat, Mahasiswa Keluhkan lambatnya Pemplotingan Dosen Pembimbing

PRIMA FISIP - Keluhkan keterlambatan Pembagian Dosen Pembimbing Skripsi pada Program Studi Administrasi Negara (Prodi AN), Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi (Himaistra) Fakultas Ilmu Sosisal dan Ilmu Politik (FISIP) keluarkan Press Release pada Selasa (25/10) pukul 21.00 WIB melalui laman Instagram @himaistraunej .

Dalam Press Release terdapat 2 poin tuntutan terbuka yaitu :

  1. Diharapkan adanya tinjauan dan evaluasi terkait dengan keluhan mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara angkatan 2018, yakni untuk Ketua Jurusan Ilmu Administrasi dan Kaprodi Administrasi Negara mempercepat pembagian dosen pembimbing sehingga seluruh mahasiswa Ilmu Administrasi Negara dapat segera melakukan penyusunan skripsi.
  2. Diharapkan adanya proyeksi dalam pembenahan sistem pengajuan proposal menjadi berbasis online, dikarenakan sampai saat ini pengajuan proposal masih dilakukan dengan konvensional, mengingat banyak mahasiswa administrasi negara angkatan 2018 yang berada diluar Jember.

Amiq Ikmal Shihabbudin, Ketua Umum Himaistra menjelaskan, bahwa keterlambatan pembagian dosen pembimbing tidak hanya terjadi di tahun 2018 saja, tapi tahun 2017 dan 2016 sehingga mengakibatkan keterlambatan dalam penyususnan skripsi. “dari informasi yang saya dapatkan dari (red:dari) angkatan 17, 16 sudah 3 tahun berturut-turut prodi AN terlambat memberikan info terkait penetapan dosen pembimbing dan juga pembagiannya kepada mahasiswa. ” jelas Amiq

Amiq Ikmal khawatir keterlambatan pembagian dosen pembimbing di angkatan 18 dimana pembagian dilakukan saat sudah semester 8 akan terulang lagi dan keterlambatan  ini akan menjadi kebiasaan di birokrasi FISIP “apalagi untuk angkatan 2017 yang kemarin bari di bagikan dospemnya di bulan antara januari-februari. Mahasiswa AN 2017 baru mendapat dospem di semester 8. Yang saya khawatirkan patologi keterlambatan ini akan terjadi di tahun depan kembali dan dilanjutkan tahun depannya lagi” Ujar Amiq

Amiq berharap dengan adanya Press Release ini dapat mempercepat pembagian dosen pembimbing, dan juga dapat menyederhanakan alur birokrasi, karena dalam pengajuan proposal saat ini masih dalam sistem manual yang mengharuskan mahasiswa datang ke kampus, padahal banyak yang berada di luar jember. “yang diharapkan adalah agar dosen pembimbing ini segera dapat dibagi, lalu akan dilakukan penyederhanaan alur birokrasi untuk pengajuan skripsi.” Harapnya

Amiq Ikmal juga menambahkan bahwa Advokesma Himaistra akan melakukan tindak lanjut mengenai permasalahan ini. “kami akan menanyakan kepada kaprodi dan kajur sehingga hal itu dapat kami tanyakan dan kami bisa menyampaikan aspirasi dari teman-teman an 2018” Tambahnya. (Labibatul)

 

Himaistra FISIP UNEJ Selenggarakan Osjur Secara Daring Kedua Kalinya Di Masa Pandemi

PRIMA, FISIP - Sabtu, 23 Oktober 2021, hari pertama sekaligus hari pembukaan peresmian Ospek Jurusan (Osjur) Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (FISIP UNEJ) yang diselengarkan secara daring, Osjur ilmu administrasi ini merupakan bentuk implementasi AD/ART Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi (Himaistra) guna mendalami kebutuhan mahasiswa baru ilmu administrasi agar dapat mengenal lebih dalam mengenai jurusannya.  Osjur ilmu administrasi 2021 ini diikuti oleh setidaknya 317 mahasiswa baru yang terdiri dari 154 mahasiswa prodi Administrasi Negara dan 163 mahasiswa prodi Administrasi Bisnis, yang mana pada pelaksanaannya dilakukan 3 kali pertemuan tiap hari sabtu dan berakhir pada tanggal 6 Nopember 2021.

Kegiatan Osjur ilmu administrasi yang dilakukan secara daring melalui Zoom meeting ini mendapatkan respon positif dan negatif dari mahasiswa baru “osjur via daring ini lumayan membantu untuk saling mengenal teman-teman antar jurusan AN dan AB serta bisa mengenal kakak-kakak panitia meski dalam keadaan serba terbatas ini sayangnya via daring ini terasa kurang greget aja, rasa exited nya kurang bergelora karena tidak bisa beretemu langsung dan saling berinteraksi baik dengan tema-teman, kakak panitia dan pemateri” terang Iqlima Qurrota Ayun salah satu mahasiswa jurusan ilmu administrasi FISIP UNEJ. Meski begitu Iqlima tetap bersyukur dan mengapresiasi panitia osjur meskipun kegiatan ini dilakukan secara daring namun tetap berusaha sebisa mungkin berjalan lancar.

Amiq Ikmal S. selaku ketua umum Himaistra 2021, menjelaskan bahwa kegiatan osjur ilmu administrasi tahun 2021 ini sangatlah berbeda dengan tahun sebelumnya, dimulai dari wacananya, proses dalam kepanitiannya, kemudian dinamika yang ada di kegiatan osjur 2021 ini. yang mana wacana dalam osjur tahun 2021 ini mengusung tema “Membentuk Administrator yang berkarakter kritis, kreatif, dan solusional melalui semangat berkarya dalam eksplorasi budaya” dengan 4 hal itu besar harapan sebagai bentuk dorongan agar mahasiswa baru administrasi dan juga mahasiswa administrasi pada umunya dapat peka dan adaptif menghadapi Era Disruptif, SDGS 2030, serta Indonesia emas 2045 sebagai bentuk tangung jawab sebagai seorang mahasiswa.

Ia juga menjelaskan tentang proses kepanitian dan dinamika-dinamika osjur tahun 2021 ini, dimana untuk kepanitian dilakukan bersama angkatan 2020 yang notabanenya mahasiswa yang belum pernah datang ke kampus dan seluruh kegiatan terpusat di kampus benar-benar diluar dugaan “nah uniknya ini angkatan 2020 kan belum pernah tuh merasakan kuliah offline tapi teman-teman 2020 akhirnya bisa beradaptasi untuk bagaimana mengurus birokrasi di kampus” jelasnya.

Kemudian mengenai dinamika ia juga menjelaskan bahwa di Ospek jurusan tahun 2021 ini ia berharap semoga bisa dirasakan, serta untuk menambah pemahaman dan pengalaman bagi pengurus agar diajarkan ke adik-adiknya. Dimana pada osjur tahun 2021 ini Himaistra membawa sebuah orientasi tentang keprodian dan keprofesian sebagai bentuk manivestasi Visi dan Misi Himaistra 2021 yang menekankan bahwa mahasiswa administrasi itu harus bisa memahami apa itu fokus dan lokus keilmuannya serta mengetahui apa yang bisa mereka dapatkan, sehingga mampu memiliki cita-cita yang senada dengan apa yang ditempuh dan dipelajari sekarang “Harapnya mahasiswa administrasi harus tanguh dimanapun mereka berada karena mahasiswa administrasi itu tempatnya berada di leading sektor” tegasnya.

Wildan Al Maftuhi selaku ketua panitia osjur ilmu administrasi tahun 2021, menyampaikan tentang mekanisme kegiatan Osjur ilmu administrasi tahun 2021 “tentang perihal mekanisme osjur tahun ini kurang lebih sama dengan osjur tahun lalu, karena masih masa pandemi jadi semua serba online sehingga kegiatanya dilaksanakan via zoom meeting. Dan intinya osjur tahun ini kurang lebih seperti tahun lalu, kita meneruskan estafet dari tahun lalu begitu.” Ujar Wildan.

Ia juga menjelaskan Kegiatan Osjur ini dapat digunakan sebagai bentuk pengenalan kegiatan kampus dengan pemberian materi yang lebih sepesifik pada disiplin ilmu administrasi, sehingga mahasiswa baru bisa menjadi mahasiswa yang mampu memahami dan tidak kebingungan apa yang sedang dipelajarinya dan juga bertujuan sebagai sarana untuk menggali potensi, kreatifitas dan kritis mahasiswa tanpa harus mengesampingkan nilai dan budaya yang ada.

Iqlima mahasiswa baru jurusan ilmu administrasi FISIP UNEJ mengatakan, meskipun kegiatan Osjur ini dilakukan secara daring yang serba terbatas ini, namun ia berharap pada jurusan ilmu administrasi untuk selalu kompak dan lebih solid lagi “Harapanku terhadap jurusan administrasi setelah melakukan osjur secara daring, singkat saja. Semoga jurusan administrasi bisa lebih solid, tidak memandang antara AN dan AB. Selalu kompak meskipun kita berbeda jurusan. Lalu untuk warga administrasi, semoga bisa memajukan jurusan dengan tidak merendahkan jurusan lain”.

Besar harapan ketua Himaistra 2021 yakni semoga seluruh warga administrasi semakin mencintai jurusan ilmu administrasi “saya harapkan teman-teman mahasiswa administrasi baik mahasiswa baru maupun mahasiswa yang sudah on going, panitia, pengurus Himaistra semuanya semakin mencintai jurusan ilmu administrasi, karena ilmu adiministrasi itu asik lho.” jelasnya.

Ketua panitia Osjur ilmu administrasi juga menyampaikan harapannya kepada seluruh adik-adik mahasiswa baru semoga setelah diadakannya osjur ini mahasiswa baru bisa survive di kehidupan kampus dengan mengimplementasikan semua nilai dan materi yang telah di pelajari dalam rangkaian kegiatan osjur ini, serta bisa menjadi mahasiswa yang bisa menjadi harapan generasi selanjutnya. (Nora Zilawati mahasiswa Administrasi Negara 2020)

Peringati World Clean Up Day, Dinas Lingkungan Hidup Selenggarakan Aksi Memilah Sampah Dari Rumah

PRIMA FISIP - Memperingati World Clean-Up Day (WCD) 2021, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama beberapa organisasi, volunteer dan bank sampah melakukan aksi sosial memilah sampah dari rumah. Kegiatan ini diikuti secara serentak di 158 negara dengan 13 juta relawan. “Saya pribadi bangga menjadi salah satu dari 13 juta,” ucap Arin, salah satu volunteer WCDI Bondowoso. Karena dilaksanakan pada saat pandemi covid-19 saat ini, kegiatan WCD yang diselenggarakan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang diwajibkan oleh pemerintah, yaitu dengan menggunakan masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan menggunakan air dan sabun.
Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 18-19 September 2021 ini diikuti oleh 12 Volunteer dan 7 bank sampah berjalan lancar. Dimana pada tanggal 18 September 2021 diadakan acara pemilahan sampah dari rumah, yang selanjutnya dikumpulkan di bank sampah setempat untuk selanjutnya pada tanggal 19 September 2021 sampah yang terkumpul akan diangkut dan ditimbang oleh panitia WCDI cabang Bondowoso. Yang menjadi spesial dalam acara WCDI 2021 di Bondowoso ialah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengajak serta pemuda-pemudi  dari berbagai komunitas untuk ikut serta menjadi panitia. “Saya ikut kegiatan ini biar biar bisa jadi contoh buat anak muda kalau menjaga lingkungan dengan memilah sampah itu penting untuk lingkungan dalam jangka panjang,” ucap Fatur selaku salah satu Volunteer dari komunitas karang taruna.
Sebanyak 573,13 kg sampah plastik, 1.564,2 kg sampah non plastik, dan 396,17 kg sampah residu yang dikumpulkan selama 2 hari acara WCDI 2021 Bondowoso ini. “Selanjutnya sampah non-plastik diserahkan dan ditempatkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sedangkan sampah plastik diserahkan kepada bank sampah Renggo untuk selanjutnya dijadikan batako,”  jelas ketua pelaksana WCDI 2021 cabang Bondowoso, Wahyu.
Dengan adanya kegiatan WCD diharapkan masyarakat lebih peduli dengan lingkungan dengan cara memilih dan memilah sampah dari rumah. Memilah sampah dapat dilakukan dengan cara membedakan antara sampah organik dengan sampah an-organik. (Rosa Administrasi Negara 2020)

Tak Diwawancarai, Ketua BEM FISIP Sesalkan Pemberitaan Radar Jember

PRIMA FISIP - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (BEM FISIP UNEJ), Ali Ausath, mengeluarkan statement menyesalkan pemberitaan yang dimuat pada koran Radar Jember (28/8) dengan judul "Dosen "Dipecat" Skripsi Terhambat" pada Sabtu, 25 September 2021. Statement ini disampaikan melalui cuitan pada akun twitter pribadinya untuk menanggapi adanya cantuman nama beserta jabatannya yang dimuat dalam berita tersebut, padahal ia merasa belum ada sesi wawancara yang dilakukan oleh Radar Jember kepadanya. "Kronologi sesuai dengan yang di thread itu ya, sejak dikeluarkannya rilis kemudian banyak awak media yang meliput mewawancarai kemudian dari Radar Jember. Radar Jember sempat menghubungi saya, cuma itupun tidak sampai terjadi wawancara. Sehingga memang ketika radar jember mem-blow up tulisan tersebut, kami dari BEM khususnya dan juga saya pribadi merasa keberatan dan kurang pas" jelasnya.


Ali juga menegaskan adanya poin-poin yang dimuat dalam berita tersebut yang justru membiaskan tuntutan Aliansi ORMAWA FISIP yang sebenarnya lebih berfokus pada pengawalan pelayanan birokrasi di FISIP. "Karena ada beberapa hal yang kami rasa kurang tepat dan tidak sesuai, sehingga memang hal ini perlu mendapatkan respon-respon lebih lah agar supaya juga harapannya memang yang pertama khalayak tau terkait hal ini. Sehingga tidak ada penggiringan-penggiringan opini maupun hal-hal lainnya yang cenderung akan membiaskan gerakan ORMAWA FISIP dalam mengawal permasalahan birokrasi di kampus". Ia berharap dengan adanya cuitan dalam bentuk thread tersebut dapat menjawab sementara isu miring terhadap gerakan Aliansi ORMAWA FISIP. 


Meskipun sempat terjadi bias akibat pemberitaan tersebut, Ali menjelaskan gerakan Aliansi ORMAWA FISIP akan tetap fokus pada pengawalan poin tuntutan yang sudah dilayangkan dalam press release sebelumnya. "Kelanjutan gerakan ya kami akan tetap fokus terkait dengan permasalahan yang kami kawal sampai dengan alur pelayanan publik di FISIP itu sih kalau dari kami. Kami tetap akan terus fokus ke sana sampai nanti audiensi goals dan dari audiensi itu juga harapannya poin-poin yang kami ajukan, poin-poin  yang menjadi keberatan kami mendapatkan solusi terbaik sehingga permasalahan ini tidak terjadi pada periode-periode setelah ini” tambahnya.


Namun Ali juga menjelaskan sudah ada itikad baik dari pihak Radar Jember untuk memuat kembali berita untuk meluruskan bias yang ditimbulkan dari pemberitaan sebelumnya. Meskipun baru mendapat kejelasan untuk wawancara setelah 2 hari pasca mengajukan keberatan dan hak jawab. "Setelah dihubungi, ternyata memang ada ketidaksesuaian data pada berita itu yang mereka menggunakan press release di luar release yang dikeluarkan ORMAWA. Jadi dari situ kami meminta agar diberitakan kembali. Setelah dua hari tidak jelas kapan diberitakan lagi, akhirnya kemarin berhasil melakukan wawancara." (dev)