Pengumuman

AKSI REAKSI, TUNTUTAN UNTUK MEMBUAT REGULASI KEKERASAN SEKSUAL

PRIMA FISIP –Aksi Reaksi libatkan puluhan orang untuk menuntut tegas kasus kekerasan seksual di kalangan pendidikan, pada Minggu sore (02/05) di area Double Way Universitas Jember (Unej). Aksi ini dipelopori oleh beberapa pihak seperti musisi, Jaka dari LPM Imparsial dan Women’s March.  

Riska, salah satu pelopor dalam Aksi Reaksi mejelaskan aksi ini merupakan bentuk desakan kepada Kepolisian Republik Indonesia Resor (Polres) dan institut  pendidikan untuk segera membuat regulasi mengenai kekerasan seksual.

“aksi untuk sebagai desakan kepada polres dan kepada institut institut pendidikan untuk membuat regulasi mengenai kekerasan seksual” terang Riska.

Riska juga menjelaskan adanya aksi reaksi ini berangkat dari kasus Ruri yang telah terjadi di Universitas Jember bebrapa tahun lalu dan kasus RH bulan lalu yang dianggap sudah menjadi urgensi untuk mebuat regulasi tentang kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. “Aksi ini dimotori kasus RH dan melihat kasus dulu pernah terjadi juga di kampus Unej juga kasusnya Ruri jadi dirasa ini sudah cukup urgent untuk kita sikapi secara langsung.” Jelas Riska.

Tidak hanya menyerukan tuntutan, tepapi dalam aksi ini juga diwarnai dengan berbagai pertunjukan seni sebagai upaya pentransformasian wacana mengenai kekerasan seksual kepada masyarakat umum. “tetap menampilkan kesenian sebagai bentuk upaya kita mentransformasikan wacana-wacana mengenai kekerasan seksual kepada masyarakat” kata Riska

Riska berharap, dengan adanya aksi ini dapat  membuat orang-orang sadar dengan kasus kekerasan seksual. Riska juga menambahkan jika tidak ada langkah kongkrit dari pihak terkait untuk aksi ini ia akan mengadakan aksi lanjutan “diharapkan itu cukup untuk membuka mata orang-orang supaya bisa lebih kongkrit ketika menyikapi kasus seperti ini. misalkan ini masih belum cukup kita masih akan ada aksi lanjutan aksi-aksi lainnya” jelas Riska. (Labib dan Nabila)

TikTok, Warna Baru Kampanye PEMIRA FISIP

PRIMA FISIP- Saat ini, Tiktok menjadi Social media yang tengah digandrungi para pengguna internet dari berbagai lapisan usia. Aplikasi musik video yang tengah naik daun dari awal pandemi ini pun menjadi warna baru dalam Pemilihan Umum Raya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Pemira FISIP) 2021. Sejak masa kampanye dibuka oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) FISIP, anggota tim sukses dari masing-masing calon baik Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) maupun Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) beramai-ramai untuk mengunggah video tiktok visi-misi tiap-tiap calon yang telah di kreasi sedemikian rupa pada media sosial lain seperti Whatsapp Story.

Kampanye menggunakan TikTok tersebut tentu mendapat dukungan dari Savyla Putri Permatasari karena dinilai terdapat relevansi dengan kondisi saat ini. “Kalau menurut saya, kampanye dengan menggunakan media tiktok paling relevan ya untuk saat ini, karena memang lagi trend-trend nya tiktok”. Menurutnya, warna baru kampanye dengan TikTok menjadikan Mahasiswa FISIP tidak bosan untuk melakukan kampanye “Mahasiswa FISIP kan pada millennial nih, jadi saya rasa dengan modifikasi ini mereka jadi nggak bosen untuk melakukan kampanye malahan jadi hobi, kebetulan untuk yang hobi bikin tiktok yaudah sekalian aja” tambahnya.

Nampaknya, kampanye dengan menggunakan media tiktok ini berhasil mencuri perhatian mahasiswa untuk mempelajari lebih lanjut perihal visi-misi tiap tiap calon. Dewi Farkhana salah seorang mahasiswi Administrasi Bisnis’19 menyampaikan bahwa kampanye dengan TikTok merupakan hal yang cukup menarik “menarik sih, soale kan sekarang serba online jadi kaya memanfaatkan platform media sosial salah satunya tiktok. terus dengan adanya konten yang menarik ngebuat yang liat juga seneng, membuat kampanye tidak membosankan, tiktok juga jad ajang adu kreatif antar timses paslon dan maybe bisa ngebuat mereka tertarik untuk ikut serta dalam pemira atau  ngga golput” ujar Dewi.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Dita Riskia Mahasiswi Administrasi Negara’19 “Menurut saya itu merupakan salah satu bentuk terobosan baru cara kampanye yang cukup menarik perhatian masa, di luar mengikuti perkembangan sosial media memanfaatkan tiktok juga membuat kampanye lebih asik, enjoy dan informatif. Apalagi kalau di support dengan model yang kece dan lagu-lagu yang asik. Mantap si” tutur Dita.

Selain itu, salah seorang mahasisiwi Hubungan Internasional’19 Erwinta menyampaikan perihal keefektifan tiktok sebagai salah satu media kampanye. “Kalo kataku misalkan sasaran kampanyenya anak muda utamanya mahasiswa, bisa jadi efektif tapi bisa jadi nggak juga. Efektif soalnya kan penggunaan tiktok akhir-akhir ini aktif banget, dikit yang ngga pake tiktok. Bisa aja jadi ngga efektif kalo konten yang disediain tu gak memenuhi ekspetasi penonton jadi pesan kampanyenya nggak tersampaikan ke penonton.” Ucap Erwinta.

Harapan agar munculnya ide-ide kreatif dari pendukung tanpa melupakan tujuan untuk menberikan informasi-informasi terkait masing-masing calon pun disampaikan Dita. “Semoga melalui pemanfaatan media tiktok bisa memunculkan ide-ide kreatif para tim pendukung dalam berkampanye. Jadi, harapannya sih tidak hanya berjoget di depan kamera dengan memberikan informasi -informasi tapi  ada konten-konten kreatif lainnya yang bisa merepresentasikan program kerja kandidat calon.” imbuh Dita. (Arinda Mahasiswi Administrasi Negara 2019)

Dua Tahun berturut turut, Himadita Aklamasi

PRIMA FISIP - Himpunan Mahasiswa D3 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (Himadita FISIP UNEJ) aklamasi selama 2 tahun berturut-turut. Sejak Pemilihan Umum Raya (Pemira) FISIP tahun lalu hingga Pemira 2021 tahun ini hanya 1 calon yang mendaftarkan diri menjadi ketua Himadita pada Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa selaku penyelenggara Pemira. Hal ini tidak terjadi tanpa sebab, pasalnya situasi politik dalam Himadita FISIP cenderung pasif. Seperti dilansir oleh calon ketua Himadita tahun ini, Arya Citra, terdapat perbedaan kesibukan antara S1 dengan D3  “Kita D3 berbeda dengan S1, kita difokuskan untuk praktek langsung tidak hanya materi saja seperti teman-teman S1” kata Citra.

Hal tersebut tentunya turut andil dalam mempengaruhi persaingan politik pada D3 “Jadi tentu saja kondisi politik di Himadita berbeda dengan himpunan lain. Semangat untuk berorganisasi warga Himadita pun kurang, dikarenakan sudah disibukkan dengan perkuliah dan juga praktek/event” tegasnya.

Selain itu, dilansir oleh Andresa Putri selaku demisioner ketua Himadita periode 2020 terkait dengan sikap pasif warga Himadita dalam berpolitikpun tidak hanya terjadi pada saat Pemira “Hal ini bukan hanya terjadi di kontestasi pemira saja. Namun lebih dari itu, dalam Keikut sertakan HMJ juga semakin menurun, dari tahun ke tahun jumlah pengurus khususnya dari D3 upw semakin sedikit”.

Sedangkan, warga Himadita sendiri memiliki tanggapan lain dalam melihat pasifnya atmosfer politik pada Himadita. Seperti yang dipaparkan oleh Farin, salah satu warga Himadita dalam wawancara dengan LPM Prima bahwa pasifnya situasi politik di Himadita disebabkan oleh kurang percaya dirinya warga Himadita untuk mencalonkan diri sebagai ketua “Ini menurutku pribadi ya, anggotanya itu banyak cuma kadang ada yang mereka kurang PD kalau untuk nyalonin jadi ketua gitu, rata-rata kayak yang mau maju itu antara iya atau enggak gitu sih”. Ditambah lagi, menurutnya aklamasi sulit untuk diterima sebab tidak ada pilihan lain yang dapat menjadi pilihan untuk mencalonkan diri sebagai ketua “Kalau calonnya cuma 1 ya mau gak mau yaudah itu. Sedangkan yang lainnya nggak ada pilihan lain kandidatnya nggak ada yang lain yaudah milihnya kan yang itu”.

Kedepannya, Farin selaku warga Himadita pun berharap akan ada situasi yang berbeda pada Himadita dalam hal keterbukaan bagi para warganya “ Lebih terbuka. Entah itu di lingkup internal maupun eksternal menurutku harusnya lebih terbuka. Kayak misal apa-apa itu dibicarain gitu lo”.

Andresa Putri purna HMJ Himadita pun memiliki harapan besar bagi Himadita, ia memaparkan bahwa kuliah tidak hanya melulu memandang IPK (Indeks Prestasi Kumulatif)  saja, namun lebih dari itu ada hal-hal lain yang dapat dipelajari. Ia juga berpesan “Untuk warga Diploma 3 kedepannya, dapat lebih menghidupkan rumah kita bersama. Rumah disini berarti HIMADITA FISIP UNEJ sebagai tempat berproses bersama bagi warga diploma tiga untuk mengembangkan bakat dan minatnya masing-masing. Hal tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan sinergi antara pengurus dan warganya agar ikut aktif dalam menjalankan roda organisasi”. (NJA, mahasiswa Sosiologi 2020)

Wajah Baru HIMAHI FISIP

PRIMA FISIP- Penetapan Ketua Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (HIMAHI FISIP UNEJ) telah dilaksanakan pada Minggu (25/4) pukul 13.00 WIB oleh Panitia Penyelenggara Pemilu (PPPU) dengan kandidat terpilih yaitu nomor 1, Alya Kamila Achmad, sebagai pemenang dengan jumlah suara pemilih terbanyak.

Pemilihan HIMAHI dilaksanakan pada tanggal 24 Maret 2021 kemarin dengan e-voting melalui sister. Ada dua kandidat yang telah bersaing dalam memperebutkan kursi sebagai ketua HIMAHI yang baru. Kandidat pertama yaitu Alya Kamila Achmad dan kandidat kedua Giovanni Abdi Negoro.

Ketua terpilih HIMAHI 2021, Alya Kamila Achmad, memberikan tanggapannya setelah penetapan ketua HIMAHI yang baru dilakukan pada pukul 13.00 siang hari ini “Bersyukur karena usaha yang sudah dilakukan terbayar , dengan beban tanggungjawab baru yang harus diemban”.

“Keduanya sama-sama berpotensi, mereka bersaing secara sehat tidak ada yang saling sikut menyikut” terang Farah Salsabila selaku ketua PPPU FISIP UNEJ 2021.

Farah menjelaskan bahwa Pemilihan Umum (Pemilu) HIMAHI bisa dibilang cukup sukses karena banyaknya  partisispasi warga HIMAHI yang ikut dari pada tahun sebelumnya ”dari DPT 522 mahasiswa HI dan yang menggunakan suaranya ada 374” kata Farah.

Langkah yang akan dilakukan oleh ketua terpilih selanjutnya adalah pembentukan kepengurusan dan penyusunan timeline kegiatan HIMAHI ”setelah pembentukan kepengurusan aku akan fokus untuk menyusun dan memetakan timeline program kerja supaya tidak tumpang tindih.” jelas Alya.

Alya Kamila juga menambahkan ia akan segera merealisasikan program kerja unggulannya dalam waktu dekat “ aku butuh waktu 1 bulan maksimal setelah kepengurusan terbentuk” terang Alya Kamila.

Sebagai ketua PPPU FISIP UNEJ 2021, Farah berharap kandidat terpilih bisa menjalankan apa yang telah dikampanyekan “Realisasikan apa yang sudah dicanangkan selama kampanye.” jelas Farah. (Tari, Mahasiswa Hubungan Internasional 2020)

KPUM FISIP Selenggarakan Sidang Pleno Penetapan Bakal Calon

PRIMA FISIP - Penetapan bakal calon anggota Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), ketua dan wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) telah dilaksanakan tadi malam pukul 20.00 WIB (24/4) melalui platform zoom oleh Komisi Penyelenggara Umum Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (KPUM FISIP UNEJ). Penetapan bakal calon diikuti oleh bakal calon yang telah mendaftar sebagai peserta Pemilihan Umum Raya (Pemira) FISIP UNEJ, tim sukses atau perwakilan dari tiap pendaftar. Penetapan bakal calon adalah salah satu ahapan Pemira FISIP UNEJ yang dilaksanakan untuk mengesahkan dan menetapkan nomor urut calon sebelum memasuki tahapam kampanye.

Savyla Putri Permatasari, Ketua KPUM FISIP UNEJ 2020, menjelaskan “Tadi adalah acara mengenai penetapan bakal calon yang telah di verifikasi berkasnya”.

KPUM FISIP UNEJ telah menetapkan beberapa bakal calon sebagai calon anggota BPM, ketua HMJ, ketua dan wakil ketua BEM. “Bakal calon yang telah diverifikasi dan ditetapkan sebagai anggota BPM ada 8 orang yaitu Wahyu, Alfian, Agung, Sylla, Hakim, Zidane, Alfito dan Gilang, dan untuk BEM ada Ali – Priskila dan Aufa Deftha. Sedangkan untuk Himaistra ada Amiq, Ariq dan yuan, Himakes ada Irfan dan Dharma, Himasos ada Isom dan Prayogi, serta Himadita hanya ada satu orang yaitu Arya Citra.” Terang Savyla.

Amiq Ikmal Shihabbuddin, salah satu dari 3 kandidat calon ketua Himaistra, mengungkapkan “Tentang penetapan tadi saya rasa sudah cukup memenuhi pembelajaran demokrasi kita. Bagaimana cara mahasiswa tau bahwa dalam Pemira ada sidang pleno penetapan kandidat, saya rasa tentunya ini bisa menjadi momen yang tepat untuk menelaah kembali ilmu tentang demokrasi yang telah kita dapat di kampus sebagai mahasiswa Fakultasi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.”

Aufa Almubdi, salah satu calon ketua BEM, juga memberikan tanggapan dan harapannya terkait Pemira 2021 “Pasca penetapan pasti para calon dan timses akan memasuki babak baru dalam  acara Pemilu Raya ini, adanya kondisi saat ini yang masih pandemi membuat suatu tantangan baru bagi kita semua. Harapan saya dan Deftha semoga kondisi pandemi tidak menurunkan semangat teman teman dalam menentukan pilihan mereka di dalam Pemira ini.”. (Ilm)

AKSI SOLIDARITAS AJI KOTA JEMBER

PRIMA FISIP – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jember melakukan aksi pada Senin (29/03) di Gedung DPRD Jember pasca kekerasan yang dialami oleh Nurhadi Koresponden TEMPO pada 27 Maret lalu oleh Oknum Aparat Kepolisian. Aksi tersebut dipimpin oleh Andi Saputra selaku korlap AJI.

Ada tiga tuntutan yang dilayangkan dalam aksi tersebut.

  1. Mengecam keras kekerasan terhadap Jurnalis
  2. Usut tuntas Kasus Penganiayaan
  3. Stop kekerasan terhadap Jurnalis

Andi menjelaskan bahwa yang dialami oleh Nurhadi tidak hanya kekerasan namun  juga penyekapan saat sedang meliput kasus Korupsi “Rekan jurnalis kita Nurhadi koresponden TEMPO di Surabaya mendapatkan kekerasan dan tidak sekedar itu bahkan nurhadi pernah disekap selama 2 jam karena meliput kasus korupsi di Surabaya” Tegasnya Andi.

Andi menjelaskan bahwa ia akan menunggu  bagaimana respon dari Polda Jawa Timur dan akan mengadakan aksi lanjutan  jika tidak ada respon yang jelas.

“Ini aksi pertama kami dan menunggu bagaimana langkah dari Polda Jawa Timur, ketika nanti beberapa waktu ternyata Polda tidak ada langkah-langkah yang jelas maka tentu kami akan melakukan aksi selanjutnya”  Jelas Andi.

Ia juga menjelaskan bahwa AJI akan mengawal kasus ini sampai pelaku tertangkap dan diadili “Kami akan terus mengawal bagaimana kasus yang menimpa rekan kami Nurhadi ini ditangani sampai pelaku di tangkap dan diadili“. Jelasnya.

Andi berharap kasus kekerasan yang dialami oleh Nurhadi menjadi kasus kekerasan yang terakhir dialami oleh jurnalis “Kami berharap ini adalah kasus terakhir yang dialami oleh jurnalis” Tegasnya.

Andi megaskan bahwa jurnalis merupakan pilar demokrasi dimana kerja-kerja jurnalis dilindungi oleh Undang-Undang dimana seharusnya aparat melindungi jurnalis. (lm)

DIES NATALIS DAN PENANAMAN POHON HULU SUNGAI KALIJOMPO OLEH KORPS RELAWAN KAMPUS

PRIMA FISIP - Telah terlaksana kegiatan Dies Natalis Korps Relawan Kampus (Korek) pada hari Sabtu (27/03). Kegiatan yang bertemakan one dream, one purpose and one change with korrek to make the world better ini bertempat di Sungai Kalijompo, Jember dengan betuk kegiatan berupa menanam pohon di hulu Sungai Kalijompo, tepatnya di Desa Lungkung. Berdasarkan informasi yang didapat dari Bapak Joko  selaku Pembina Korek, kegiatan penanaman pohon ini dilakukan karena sering terjadinya banjir dan kerusakan fasilitas umum yang diakibatkannya selama dua tahun berturut-turut ini.

Bapak Iwan Taruna selaku Rektor Universitas Jember (Unej), memberikan respon positif terhadap kegiatan Korek. Beliau mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Korek ini, seperti halnya dalam penanaman pohon di daerah hulu Kalijompo yang menurut beliau sangat penting untuk dilakukan guna mecegah banjir atau tanah longsor. Lanjutnya pun dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat pula untuk menginspirasi orang lain agar melakukan hal yang sama.

Bapak Iwan Taruna pun turut menyampaikan harapannya akan bagaimana Korek berjalan. “Harusnya Korek ini harus menjadi lebih solid dan baik karena usianya juga sudah 6 tahun. Tentunya tadi saya katakan harus banyak belajar dari tenaga professional (BPPD). Menjalin berbagai kerja sama untuk mendapat berbagai pelatihan BPPD atau lembaga lain yang terkait dengan mitigasi kebencanaan” Ujar Bapak Iwan Taruna.

Bapak Iwan Taruna pun turut mengharapkan agar Korek dapat lebih memperkenalkan diri kepada mahasiswa, di mana salah satu cara yang dapat digunakannya yaitu melalui P2MABA.

Tanggapan positif pun serta datang dari Bapak Joko selaku Pembina Korek, ia mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan Korek ini merupakan hal yang bagus, bahkan disaat pandemi. “Ya tanggapannya kita sebagai pembinawan kampus cukup bagus. Jadi kegiatan tadi di tengah masa pandemic ini masih ada aktivitas, masih ada kepedulian. Ada saudara kita yang senyatanya memang pada situasi seperti ini adik-adik (masih) punya kepedulian” Ungkap Bapak Joko.

Sebagaimana tema yang diusung Korek pada kegiatan ini, Danil selaku Ketua Korek, menyatakan bahwa kegiatan ini berupayakan untuk mengubah dunia menjadi lebih baik. “memang Korek sendiri nanti kita kan prospek nya untuk mitigasi, nah mitigasinya kita kemas dengan penamaan itu yaitu untuk make the world a better, mengubah dunai lebih baik intinya kaya gitu. Jadi bentuknya dalam penanaman ke sebuah desa perlu kaya urgent di hulu sungai Kalijompo.”

Ia pun melanjutkan akan alasan kegiatan penanaman ini bertempat pada hulu sungai Kalijompo dikarenakan telah dimilinya izin dan mitra yang bekerja sama. “kenapa kita pilih Kalijompo, karena memang ada rekanan kita dengan pihak PT. Kalianda. Jadi pihak perkebunan sendiri sudah mengizinkan dan ada mitra dengan kita” Ujar Danil.

Sementara untuk harapan kepada Korek sendiri, Danil mengharapkan agar Korek dapat semakin berjaya dan berguna bagi masyarakat, serta agar Korek dapat lebih mawas diri dengan keadaan sekitar, melihat Korek yang merupakan organisasi kemanusiaan. (Surya Teguh)

 

Laksanakan Pemilu Mandiri, HIMAHI Dianggap Cederai Kesepakatan IKMF

PRIMA FISIP - Demisioner Ketua Umum HIMAKES dan HIMAISTRA 2020 memberikan tanggapan mengenai keputusan Pemilihan Mandiri dari HIMAHI (21/3). Menurut Ali Ausath demisioner Ketua Umum HIMAKES 2020, pemilihan mandiri mencederai kesepakatan Kongres IKM FISIP UNEJ. “Pemilihan distrik telah mencederai kesepakatan pada Kongres IKM FISIP UNEJ yang membentuk KPUM dan BANWASLU” kata Ali.

Ali menerangkan bahwa Pemira harus dilaksanakan dengan serentak dan ia meyakini sepenuhnya KPUM dan BANWASLU mampu menyelenggarakan Pemira. “Pemilihan Umum Raya harus tetap dilaksanakan dengan konsep ‘raya’. Saya yakin KPUM dan BANWASLU tengah mempersiapkan yang terbaik demi terlaksanakannya pesta demokrasi FISIP nantinya” Ujarnya ketika dihubungi via WhatsApp.

Demisioner Ketua Umum HIMAISTRA 2020, Debby Andrean Ady Mahardika juga menanggapi bahwa hal tersebut dapat menimbulkan hilangnya kepercayaan publik kepada KPUM. “Ketika nantinya mahasiswa reaksioner terhadap hal-hal yang terjadi seperti ini, maka hal tersebut akan menyebabkan hilangnya kepercayaan publik kepada KPUM selaku penyelenggara Pemilihan Umum Raya yang sah” jelas Mahardika.

Ketika ditemui pada Minggu (21/3), Ketua Umum KPUM FISIP UNEJ, Savyla Putri Permatasari juga memberikan pandangannya tentang hal ini. Ia mengatakan bahwa “Sebelumnya HIMAHI tidak ada surat resmi atau koordinasi yang mendesak KPUM untuk segera melaksanakan Pemira, namun secara tiba-tiba HIMAHI memutuskan untuk melakukan pemilihan umum mandiri melalui RLB yang telah dilaksanakan kemarin. Oleh karena itu, KPUM berusaha memahami itikad baik HIMAHI dan selanjutnya akan mengomunikasikan mengenai hal ini”. (gnm)

Pemilu HIMAHI 2021 Dilaksanakan secara Mandiri

Jember, Jawa Timur (PRIMA) – Telah terlaksana Rapat Luar Biasa (RLB) Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) Universitas Jember yang dimulai dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB. Di mana pada RLB ini dihadiri oleh warga aktif Jurusan Hubungan Internasional, serta Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan Hubungan Internasional. RLB ini sendiri bertujuan untuk memusyawarahkan terkait tentang regenerasi kepengurusan HIMAHI 2021, yang pada akhirnya hasil dari RLB ini akan dijadikan patokan dalam mengambil kebijakan untuk melakasanakan pemilu mandiri.

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Ibu Dr. Suyani Indriastuti, S.Sos., M.Si. pun sempat memberikan pandangan umum untuk membuka RLB HIMAHI ini. Beliau menekankan akan bagaimana kedudukan himpunan jurusan ini ada di fakultas. “Saya harap ini mengedepankan profesionalitas, nuansa akademis yang bisa memberikan manfaat kita semua. Semoga regenerasi ini bisa berjalan dgn baik tanpa konflik, tanpa ada masalah dengan pihak manapun.” Ujar beliau.

Sekretaris Jurusan Hubungan Internasional, Ibu Dra. Sri Yuniati, M.Si. juga turut menyampaikan pandangannya. ”Semoga hari ini bisa diperoleh kesepakatan, sehingga demisioner bisa merancang model pemilu seperti apa. mohon semuanya memberi support pada pengurus demisioner agar bisa melaksanakan regenerasi secepatnya." Harap beliau.

Selaku presidium I, Dzaky menegaskan kembali urgensi adanya RLB dan regenerasi ini sebelum dilakukan diskusi terbuka. Di mana warga jurusan hubungan internasional memaparkan aspirasinya terkait inisiatif untuk melakukan pemilu mandiri HIMAHI 2021.

Ditemuinya kesepakatan pada akhir RLB yang menghasilkan bahwa HIMAHI nantinya akan melaksanakan pemilihan umum mandiri untuk regenerasi kepengurusan HIMAHI 2021 dengan ditanda tanganinya berita acara. Saksi sendiri akan berasal dari perwakilan dari masing-masing angkatan di jurusan hubungan internasional. Untuk selanjutnya adalah pendaftaran panitia oleh demisioner HIMAHI.

“Saya sangat mengapresiasi berbagai pihak yang telah mengikuti dan mempersiapkan rapat ini. Forum sangat aktif dalam menyampaikan kritik saran, pro-kontra itu wajar dan pada akhirnya bisa menghasilkan keputusan yang disepakati bersama. Saya meminta maaf atas kekurangan saya dan saya sangat bersyukur sekali atas kehadiran rekan-rekan semuanya. Semoga itikad baik ini bisa menjadi solusi agar HIMAHI lebih baik lagi dan kami mohon kerjasamanya dalam menyelenggarakan pemilu kedepannya nanti.” Ujar Dzaky. (Dhavina).

Regenerasi terhambat, HIMAHI adakan RLB

Jember, Jawa Timur (PRIMA) – Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Jember (HIMAHI UNEJ) baru saja mengedarkan pamflet berisikan undangan terbuka Rapat Luar Biasa (RLB) bagi seluruh warga Hubungan Internasional Universitas Jember hari Rabu kemarin (18/03). RLB HIMAHI Universitas Jember ini merupakan suatu forum musyawarah besar yang telah melalui berbagai pertimbangan dan persetujuan dimaksudkan untuk membahas mengenai keterlambatan regenerasi kepengurusan HIMAHI 2021.

Ketua HIMAHI 2020, M. Dzaky Taufiqul, menjelaskan tujuan utama dari RLB HIMAHI ini sebagai wadah untuk memenuhi hak anggota untuk menyampaikan aspirasi, pendapat, usul atau pernyataan secara lisan maupun tulisan. Alasan itu juga berlandaskan  pada pasal 3 pada Anggaran Rumah Tangga HIMAHI. “Rapat Luar Biasa ini tidak langsung semerta-merta dilaksanakan, tetapi juga ada alasan kuat yaitu adanya keterlambatan regenerasi, ini juga sudah diatur di Anggaran Rumah Tangga, apabila menemui hambatan dalam pengurusan pengurusan atau regenerasi itu seyogyanya mengadakan Rapat Luar biasa.” Lanjut Dzaky.

Selain berlandaskan dari Anggaran Rumah Tangga HIMAHI, adanya perizinan dan dorongan dari pembina, dosen, ketua jurusan dan fakultas pun menjadi alasan terkuat lainnya dalam melaksanakan Rapat Luar Biasa HIMAHI ini. Urgensi yang didesak disini yaitu merespons dari fakultas tentang edaran mengenai regenerasi yang sampai saat ini masih belum ada info yang jelas dari badan yang bersangkutan. “Kita juga mempertimbangan tentang kekhawatiran akan adanya keterlambatan pelaksanaan program kerja dan partisipasi dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Internasional Indonesia, yang membuat kita ketinggalan informasi” tambahnya. Hal ini menjadi alasan kuat kepengurusan presidium dan pengurus HIMAHI tahun 2020 berinisiatif dan mempertimbangkan untuk mengadakan RLB HIMAHI tersebut, tentu dengan memperhatikan perizinannya.

Rapat Luar biasa ini akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 20 Maret 2021 pukul 09.00 WIB via Zoom. “Rapat Luar Biasa HIMAHI Universitas Jember ini merupakan inisiasi bersama yang menunjukkan itikad dari HIMAHI untuk melangkah maju demi menyelesaikan permasalahan yang ada serta membuat situasi menjadi lebih jelas.” pungkasnya. (Dhavina).

Sambut Hari Perempuan Internasional, PSG UNEJ Terus Kampanyekan Kesetaraan Gender

Menyambut peringatan Hari Perempuan Internasional (8/3), Pusat Studi Gender Universitas Jember ( PSG UNEJ) memberi solusi dan dukungan terkait pemenuhan hak perempuan khususnya civitas akademika dan mahasiswa di lingkungan Universitas Jember.

“Kami di pusat studi gender itu punya lembaga layanan aduan yang namanya PSG UNEJ CARE. PSG UNEJ CARE ini menerima aduan kasus-kasus kekerasan bukan hanya dilingkup Universitas Jember tapi kami juga menerima aduan klien diluar UNEJ, kami juga menyediakan konseling pendampingan jika klien membutuhkan penguatan secara psikologis, kami menyediakan konseling secara gratis.” Ucap Dr. Linda Dwi Eriyanti, S. Sos, ketua PSG UNEJ.

Beliau juga menjelaskan jika nanti kasus dari klien ditindak lanjuti secara hukum, pihaknya akan menyediakan pendamping hukum hingga masalah tuntas. Pihaknya juga bekerja sama dengan BPPH Fakultas Hukum, sehingga korban tidak perlu merasa ragu karena PSG UNEJ menjamin keberpihakan sepenuhnya kepada korban.

Berkaitan dengan itu, PSG UNEJ juga terus melakukan penelitan dan diskusi terkait feminisme dan gender. Serta terus menggerakkan kampanye kekerasan gender sehingga diharapkan dapat dimasukkan dalam kurikulum perkuliahan. PSG UNEJ juga menyediakan jurnal feminisme dan gender yang bertujuan agar siapa saja yang memiliki minat tetang kesetaraan gender bisa memberikan berkontribusi.

Linda berharap dengan adanya kampanye dan penelitian terkait kesetaraan gender yang dilakukan oleh PSG UNEJ dapat mendapat dukungan serta menjadi referensi kebijakan kampus demi kebaikan dan keamanan mahasiswa maupun civitas akademika di lingkungan Universitas Jember. (Ilma)

Mengembangkan Personalitas dan Komunikasi di Era Digital, UKM Protokol FISIP adakan Training PDSC 2021

Prima, FISIP- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Protokol Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) telah menyelenggarakan Training Personality Development Short Course (PDSC) 2021 pada Sabtu-Minggu (6-7/3/2021).

Acara diselenggarakan secara virtual dengan tema “How To Build a Great Communication Skill in The Digital Era”. Ketua Umum UKM Protokol FISIP, Muhammad Hidayatullah memaparkan bahwa PDSC 2021 memiliki tujuan untuk memperkenalkan kegiatan UKM Protokol FISIP dari sisi personality development.

“Singkatan dari PDSC ini sendiri kan Personality Development Short Course, kami dari UKM Protokol FISIP ingin memperkenalkan bahwasanya bagaimana kegiatan UKM Protokol FISIP yang sebenarnya dari segi personality development-nya, seperti itu.” ungkap Dayat.

Dayat menegaskan bahwa tema PDSC 2021 menekankan pada peningkatan kemampuan komunikasi di era digital untuk peserta yang mengikuti PDSC 2021.

“Kita mengangkat tema How To Build a Great Communication Skill in the digital era, kami ingin membangun komunikasi, komunikasi adalah hal yang penting dan terlebih saat ini adalah era digital, itulah alasan kami untuk mengangkat tema tersebut.”, terang Dayat.

PDSC 2021, lanjut Dayat, dihadiri oleh Pejabat Dekanat, Pemateri yang diundang, dan diikuti oleh 70 (tujuh puluh) peserta dari internal Universitas Jember, Peserta dari sebuah Perusahaan dan Mahasiswa dari luar Universitas Jember.

“Untuk pemateri kita mengundang Mbak Liviana (Liviana Cherlisa, S.Sos), Mas Angga (Angga Wisudawan, S.Kom.I), Pak Erdi (Erdi Istiaji, S.Psi.,M.Psi., Psikolog), dan juga Bu Selfi (Dr. Selfi B.Helpiastuti, S.Sos., M.Si) yang yang mengusai di bidang personality development tersebut.” terang Dayat.

“Acara dibuka oleh Dekan FISIP dan hari ini (7/2/2021) acara ditutup oleh Wakil Dekan 3 FISIP. Dan PDSC 2021 diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, kami mengundang UKM yang ada di FISIP dan BEM FISIP, dan pesertanya sendiri tidak hanya dari Universitas Jember, namun ada juga yang dari perusahaan, dari Universitas Brawijaya, bahkan Universitas yang ada di Makassar.”, tambah Dayat.

Pembina sekaligus Pemateri PDSC 2021, Ibu Dr. Selfi B. Helpiastuti, S.Sos., M.Si. memiliki kesan luar biasa terhadap penyelenggaraan PDSC 2021.

“Wah, kesannya luar biasa dan menyenangkan, karena antusiasme dari mereka untuk memiliki bekal dalam personality development sangat tinggi.”, ungkap Bu Selfi.

Ibu Dr. Selfi B. Helpiastuti, S.Sos., M.Si. berharap kepada peserta agar materi yang diterima dapat bermanfaat dan menjadi bekal untuk kedepan.

“Harapannya, mereka siap untuk menghadapi dunia kerja, dengan nilai-nilai yang sudah ia bawa,  dengan value dan softskill apa yang mereka miliki, sehingga mahasiswa tidak kaget ketika di dunia kerja”.

Fitri Sari, salah satu peserta PDSC 2021 mengungkapkan bahwa melalui kegiatan ini dapat mengasah softskill, berbicara di depan umum, dan menghilangkan rasa takut.

“Dari PDSC 2021 ini saya mengetahui bagaimana meningkatkan rasa percaya diri untuk menjadi seorang pembicara yang cakap. Saya sadar bagaimana saya harus menghilangkan rasa takut.”, jelas Fitri. (ALE)

Hadapi Covid 19, Universitas Jember adakan Vaksinasi Pegawai

PRIMA FISIP - Universitas Jember (UNEJ) mulai mengadakan vaksinasi Covid-19 pada 4 Maret 2021. Proses untuk Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) mulai pukul 10.00 hingga 11.00 WIB.

Ibu Anastasya Murdiastuti, Wakil Dekan 3, menjelaskan vaksinasi merupakan intruksi dari Presiden. Pentingnya vaksinasi adalah untuk mencegah penyebaran covid-19 mengingat lingkungan kerja organisasi dan hubungan yang berhubungan dengan banyak orang.

“Ya kita mengikuti intruksi dari presiden, untuk mencegah dan penularan salah satu caranya harus di vaksin, tetap menjaga kesehatan bisa bekerja” Katanya.

Pak Joko Mulyono, dosen FISIP menjelaskan teknis dan proses vaksinasi yang telah dilakukan.

“Proses sesuai dengan urutan, antrian tertib, antrian ambil nomor di data dan screening di vaksin dan antrian untuk mendapatkan kartu vaksinasi” Kata Pak Joko.

Pak Edy wahyudi, salah satu dosen FISIP, menjelaskan bahwa ia mendukung kegiatan vaksinasi karena merupakan upaya dari pemerintah untuk mencegah perkembangan covid.

“Saya sangat mendukung sekali, Ini adalah upaya positif dari pemerintah untuk pencegahan” Tegasnya.

Tanggapan positif juga diberkan oleh Bapak Ahmad Toha, dosen FISIP, ia menjelaskan bahwa di era seperti ini kita harus tetap waspada dan vaksinasi upaya pengawasan kesehatan dari Covid-19.

“Saya kira positif sekali, ini sebagai bentuk upaya untuk kesehatan warga UNEJ” Ungkapnya.

Para dosen berharap dengan adanya vaksinasi ini Covid-19 segera reda dan dapat menjadi gerbang utama untuk memulai perkuliahan offline , sehingga semua dapat berjalan dengan normal seperti sedia kala serta seluruh masyarakat dan warga FISIP sehat.

“Harapannya tentu kedepan semua ASN dilingkungan UNEJ sehat tidak ada yang terinveksi Corona sehingga semua bisa berjalan dengan baik, kalau semuanya sudah aman bisa terselenggara perkuliahan yang offline ” Kata Bapak Toha.

“Harapan kita di insan pendidikan ini kembali lagi ke kuliah yang biasa yang bertemu mahasiswa” Tambah Pak Joko.

“Semua masyarakat sehat, warga FISIP UNEJ harus segera kuliah offline ” Tegas Pak Edy

Namun, Ibu Anastasya menjelaskan perkuliahan offline tetap menunggu instuksi dan melihat dampak dari vaksinasi, apakah terjadi terus kasus Covid. “Untuk yang offline kita tetap nunggu karena sudah diatur, insyaallah bisa saja terjadi untuk kuliah offline , Karena saya juga sudah kangen sama anak” tambahnya. (lm)

 

 

 

Kuliah Daring, KPUM Sulit Tentukan Sistem Pemira

PRIMA FISIP - Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Faklutas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sulit tentukan sistem Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) tahun ini sebab perkuliahan masih daring.

“Dimasa saat ini kami kesulitan mengenai sistem apa yang akan digunakan” Kata Savyla, Ketua KPUM  2021

 

Ketua KPUM, Savyla Putri Permatasari, mengungkapkan bahwa masih ada banyak hal yang perlu di pertimbangkan seperti asas pemilu dan penentuan sistem pemilu yang akan digunakan.  

 “Prinsip dari, oleh dan untuk mahasiswa, Keamanan sistem, anggaran dan kondisi mahasiswa masih menjadi pertimbangan” Ucap Savyla. “Kami mengupayakan sistem yang sekiranya benar-benar relevan dan mengakomodir dari setiap nilai-nilai demokrasi” Sambungnya.

 

Savyla menambahkan, kesulitan lain yang dihadapi dalam proses PEMIRA adalah teknis pelakasanaan pemilihan nanti serta mempertimbangkan partisipasi mahasiswa.

“Untuk kesulitannya yaitu yang pertama adalah pelaksanaanya, Kesiapan dari mahasiswanya sendiri dalam pelaksanaan PEMIRA,  mengenai partisipan mahasiswa dalam PEMIRA nantinya” Ungkap Savyla

 

Sejauh ini KPUM sudah mulai membentuk devisi-devisi untuk kelengkapan pemilu dan  melakukan analisis terhadap sistem dari berbagai referensi yang telah didapat. Hal ini di lakukan guna mengetahui langkah apa yang dibutuhkan dalam pemira.

“Kami membentuk divisi dulu dari KPUM” kata Savyla “ Kami telah melakukan analisis SWOT terhadap referensi sitem yang didapat dari berbagai referensi, ada beberapa referensi sistem yang didapat dari beberapa universitas dan Start Up  ” Lanjutnya.

 

Savyla berharap pencarian dan analisis dari berbagai sistem dapat sesuai dengan kondisi FISIP saat ini “Harapannya kita dapat mencari sistem terbaik dari yang paling baik, dan sesuai dengan kondisi FISIP UNEJ”Kata Savyla

 

Savyla menambahkan ia menyatakan siap melakukan pemilihan kapan saja, namun kondisi daring mebuat KPUM kesulitan dalam menentukan sikap.

 “Dari KPUM sendiri selalu siap, tetapi situasi dan kondisi yang yang belum ada kepastian membuat kami dalam menentukan sikap meragu” Tegas Savyla pada 2/8 . (Inay, lm)

Pemira 2021, KPUM diisukan Akan Selenggarakan Secara Daring

Prima, FISIP-Isu Pemilihan Umum Raya (Pemira) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) tahun 2021 diselenggarakan secara daring direspon oleh Mandataris Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) FISIP 2021. Dikonfirmasi pada Kamis malam (4/2/2021) Ketua KPUM FISIP 2021, Savyla Putri Permatasari menyatakan bahwa KPUM akan adakan Pemira sesuai dengan kesepakatan dari seluruh anggota KPUM.

Savyla menjelaskan KPUM akan beradaptasi dan menyelenggarakan Pemira secara maksimal. Hal itu diterangkannya sebagai hasil pembahasan mandataris untuk adaptasi Pemira menghadapi perkuliahan jarak jauh.

“Secara daring maupun seperti Pemira tahun lalu, (red: Pemira 2020) adalah kesepakatan dari Pihak KPUM nantinya, bukan hanya mandataris, namun juga anggota KPUM yang saat ini masih dalam proses open recruitment. Apapun kesepakatannya, baik daring maupun tidak, KPUM akan berkomitmen untuk selalu beradaptasi dengan situasi dan kondisi, terang Savyla.

Dalam keterangannya, Pemira diselenggarakan secara daring tidak akan menjadi suatu masalah. Savyla beranggapan bahwa Pemira secara daring tidak akan menghilangkan esensi “Dari, Oleh, dan Untuk Mahasiswa” sebagai prinsip dalam demokrasi kampus. Karena itu, lanjut Savyla, mandataris berusaha untuk mencari referensi Pemira daring yang telah terselenggara diluar fakultas maupun universitas.

“Prinsip Dari, Oleh, dan Untuk Mahasiswa akan kami implementasikan melalui Pemira 2021 meskipun dilaksanakan secara daring, tentunya hal ini harus diiringi dengan persiapan yang matang, Mandataris sudah memiliki catatan referensi dari fakultas maupun kampus lain terkait Pemira daring.”, tambahan Savyla.

Savyla juga menegaskan bahwa mahasiswa FISIP harus sadar akan urgensi Pemira FISIP 2021. Menurutnya, hal ini adalah untuk kebaikan bersama dan wujud cinta mahasiswa terhadap fakultas. Savyla juga menuturkan bahwa kedepannya akan berkomunikasi dengan pihak dekanat.

“Terkait komunikasi dengan dekanat memang belum kami lakukan, tentunya setelah open recruitment anggota KPUM selesai. Setelah itu kami akan mengatur waktu untuk berjumpa dengan dekanat.”, penutup Savyla.

Ketua KPUM FISIP 2020 Rahmat Hidayat juga menanggapi terkait isu Pemira 2021. Rahmat beranggapan bahwa diselenggarakan via daring harus tetap menjaga marwah dan prinsip dari Pemira itu sendiri. Sebab, terang Rahmat, KPUM harus menjaga kepercayaan mahasiswa FISIP yang menurutnya harus dijadikan prioritas.

“Prinsip Luber dan Jurdil harus benar-benar dijaga, terutama keamanan hak suara masing-masing mahasiswa FISIP patut dijadikan prioritas. KPUM FISIP 2021 harus meningkatkan kepercayaan dan partisipasi mahasiswa untuk mengawal suara mahasiswa FISIP dalam pesta demokrasi itu!”, keterangan Rahmat Hidayat pada wawancara via WhatsApp.

Ketua KPUM 2020 tersebut juga meminta agar KPUM menjaga komunikasi dengan baik. Rahmat menegaskan bahwa komunikasi KPUM 2021 sebagai penyelenggara harus dimaksimalkan terutama komunikasi internal KPUM 2021, dengan Mahasiswa FISIP, serta pihak dekanat. Sehingga Pemira FISIP 2021 dapat terselenggara dengan baik. (ALE)