Rayakan Dies Natalis, UKMF Wisma Gita Sukses Adakan Festival Gita Borasi

By LPM PRIMA FISIP UNEJ

07 Nov 2021 - 18:37:04

1636310224_ardgvbhjn.jpg
foto:wismagita

PRIMA, FISIP- Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Wisma Gita berhasil menyelenggarakan Festival Gita Borasi pada Kamis-Sabtu (4-6) November, di Gedung Soetardjo dan Sport Hall Universitas Jember. Festival tersebut merupakan perayaan Dies Natalis UKMF Wisma Gita yang mempertunjukkan kolaborasi semua bidang seni meliputi tari, puisi, musik, rupa, dan teater.

“Festival Gita Borasi merupakan penampilan acara besar Dies Natalis UKMF Wisma Gita yang menampilkan semua bidang yang ada di UKMF Wisma Gita seperti tari, puisi, musik, teater, rupa. Serta penampilan kolaborasi dari lima bidang yang ada di Wisma Gita.” Jelas Bagas Wiarta, Ketua Pelaksana.

Acara yang dilaksanakan, lanjut Bagas, selama 3 (tiga) hari terlaksana dengan lancar dan membuat kesan bagi UKMF Wisma Gita selaku pelaksana dengan kehadiran penonton dan dukungan banyak pihak.

“Alhamdulillah untuk hari pertama sampai hari ketiga lancar. Di hari pertama lancar, di luar ekspektasi. Jumlah penonton yang hadir. Terus untuk hari ke dua, memang ada sedikit kendala yaitu di waktu, tapi akhirnya lancar. Dan untuk hari ketiga, Alhamdulillah juga di luar ekspektasi, yaitu sekitar 360-an orang yang hadir.”

Festival Gita Borasi diselenggarakan untuk menjadi media kebebasan berekspresi dan pembelajaran bagi anggota UKM, serta ajakan bagi mahasiswa untuk mengapresiasi suatu karya yang dipertunjukkan bagi khalayak.

“Di kondisi pandemi seperti ini kita melakukan sesuatu terbatas. Nah kita dengan mengadakan acara seperti ini, kita dapat memberikan suatu penyajian karya seni dari anggota Wisma Gita untuk dipertonotonkan kepada penonton yang setidaknya memberikan apresiasi atau target untuk ke depannya sebagai pembelajaran kita dalam mengekspresikan suatu karya ke orang lain.”, Harap Bagas.

Warni Waruwu, salah satu penonton Festival menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara setelah sukses menyelenggarakan pertunjukan sebagai gebrakan baru bagi kegiatan UKM dan Ormawa yang dapat menginspirasi untuk mengadakan kegiatan pasca pandemi.

“Secara keseluruhan bagus ya, keren banget. Aku bener-bener mengapresiasi temen-temen Wisma Gita yang sudah mengadakan Festival Gita Borasi ini. Gebrakan baru yang keren, semoga terus jadi inspirasi buat teman-teman dari ormawa.” (ale)

Artikel Lainnya
1636001355_indeyuyjihx.jpg

04 Nov 2021

Berharap ORMAWA tingkatkan Prestasi, FISIP Unej Adakan Pelatihan Organisasi

PRIMA FISIP - Pelatihan Manajemen Organisasi dan Kepemimpinan telah dilaksama oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (FISIP UNEJ) pada Selasa dan Rabu (2-3) November 2021, yang diselenggarakan di Gedung Training Center IsDB Project Universitas Jember, Jubung, Sukorambi.

Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dan diikuti oleh ketua serta perwakilan  dari 20 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa).

Tidak hanya untuk Ketua Ormawa, pelatihan ini juga diberikan kepada Pembina Ormawa dengan harapan ketua dan pembina dapat bersinergi dalam menjalankan organisasi.Pemateri yang ciamik dari berbagai profesi turut berkontribusi dalam pelatihan ini, mulai dari jurnalis, pebisnis dan akademisi sehingga menunjang dalam proses pelatihan.

Dr. Edy Wahyudi, S.Sos, M.M, selaku Wakil Dekan 3, menjelaskan ijin kelonggaran kegiatan ini dimanfaatkan untuk melakukan pelatihan sehingga pelatihan yang diselenggarakan  menjadi efektif “Kali ini kita diberikan semacam keleluasaan untuk bisa melakukan secara luring dan harus melaksanakan ini, karena akan efektif jika dilakukan secara luring” Jelasnya.

Salah satu peserta pelatihan, Dian Pratiwi, Ketua Umum Wismagita, berpendapat bahwa acara pelatihan manajemen organisasi dan kepelatihan ini dapat menjadi bekal dalam pengelolaan organisasi serta berharap kedepan, FISIP  dapat melaukan kegiatan semacam ini secara intensif.

Ketua Umum Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Mapalus, Awaludin Achwan, juga ikut angkat bicara. Ia berpendapat, acara seperti ini bagus dilakukan karena akan menjadi bekal pemimpin organisasi “Acara ini sangat bagus sih untuk melatih para pengurus-pengurus dan (red:dan) menjadi cikal-bakal untuk menjadi pemimpin di masa mendatang gitu” Tanggapnya.

Ia juga berharap acara seperti ini dilakukan setiap tahun agar bisa menjadi landasan dalam cara memimpin organisasi dengan baik.

Harapan dari Wakil Dekan  3, output dari pelatihan ini dapat di teruskan dalam kepengurusan Ormawa yang selanjutnya “Targetnya adalah bisa menjadikan warisan bagi generasi kepengurusan mendatang” Harapnya.

Dr. Djoko Purnomo, M.Si., Dekan FISIP juga berharap dari adanya kegiatan ini dapat melahirkan prestasi “Himpunan maupun UKM mampu menyusn program kerja yang realistis yang bisa melahirkan prestasi bagi mahasiswa” Jelasnya. (labib,ocha)


1635234991_index.jpg

26 Oct 2021

Skripsi Terhambat, Mahasiswa Keluhkan lambatnya Pemplotingan Dosen Pembimbing

PRIMA FISIP - Keluhkan keterlambatan Pembagian Dosen Pembimbing Skripsi pada Program Studi Administrasi Negara (Prodi AN), Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi (Himaistra) Fakultas Ilmu Sosisal dan Ilmu Politik (FISIP) keluarkan Press Release pada Selasa (25/10) pukul 21.00 WIB melalui laman Instagram @himaistraunej .

Dalam Press Release terdapat 2 poin tuntutan terbuka yaitu :

  1. Diharapkan adanya tinjauan dan evaluasi terkait dengan keluhan mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara angkatan 2018, yakni untuk Ketua Jurusan Ilmu Administrasi dan Kaprodi Administrasi Negara mempercepat pembagian dosen pembimbing sehingga seluruh mahasiswa Ilmu Administrasi Negara dapat segera melakukan penyusunan skripsi.
  2. Diharapkan adanya proyeksi dalam pembenahan sistem pengajuan proposal menjadi berbasis online, dikarenakan sampai saat ini pengajuan proposal masih dilakukan dengan konvensional, mengingat banyak mahasiswa administrasi negara angkatan 2018 yang berada diluar Jember.

Amiq Ikmal Shihabbudin, Ketua Umum Himaistra menjelaskan, bahwa keterlambatan pembagian dosen pembimbing tidak hanya terjadi di tahun 2018 saja, tapi tahun 2017 dan 2016 sehingga mengakibatkan keterlambatan dalam penyususnan skripsi. “dari informasi yang saya dapatkan dari (red:dari) angkatan 17, 16 sudah 3 tahun berturut-turut prodi AN terlambat memberikan info terkait penetapan dosen pembimbing dan juga pembagiannya kepada mahasiswa. ” jelas Amiq

Amiq Ikmal khawatir keterlambatan pembagian dosen pembimbing di angkatan 18 dimana pembagian dilakukan saat sudah semester 8 akan terulang lagi dan keterlambatan  ini akan menjadi kebiasaan di birokrasi FISIP “apalagi untuk angkatan 2017 yang kemarin bari di bagikan dospemnya di bulan antara januari-februari. Mahasiswa AN 2017 baru mendapat dospem di semester 8. Yang saya khawatirkan patologi keterlambatan ini akan terjadi di tahun depan kembali dan dilanjutkan tahun depannya lagi” Ujar Amiq

Amiq berharap dengan adanya Press Release ini dapat mempercepat pembagian dosen pembimbing, dan juga dapat menyederhanakan alur birokrasi, karena dalam pengajuan proposal saat ini masih dalam sistem manual yang mengharuskan mahasiswa datang ke kampus, padahal banyak yang berada di luar jember. “yang diharapkan adalah agar dosen pembimbing ini segera dapat dibagi, lalu akan dilakukan penyederhanaan alur birokrasi untuk pengajuan skripsi.” Harapnya

Amiq Ikmal juga menambahkan bahwa Advokesma Himaistra akan melakukan tindak lanjut mengenai permasalahan ini. “kami akan menanyakan kepada kaprodi dan kajur sehingga hal itu dapat kami tanyakan dan kami bisa menyampaikan aspirasi dari teman-teman an 2018” Tambahnya. (Labibatul)

 


1635055344_Screenshot (30).png

24 Oct 2021

Himaistra FISIP UNEJ Selenggarakan Osjur Secara Daring Kedua Kalinya Di Masa Pandemi

PRIMA, FISIP - Sabtu, 23 Oktober 2021, hari pertama sekaligus hari pembukaan peresmian Ospek Jurusan (Osjur) Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (FISIP UNEJ) yang diselengarkan secara daring, Osjur ilmu administrasi ini merupakan bentuk implementasi AD/ART Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi (Himaistra) guna mendalami kebutuhan mahasiswa baru ilmu administrasi agar dapat mengenal lebih dalam mengenai jurusannya.  Osjur ilmu administrasi 2021 ini diikuti oleh setidaknya 317 mahasiswa baru yang terdiri dari 154 mahasiswa prodi Administrasi Negara dan 163 mahasiswa prodi Administrasi Bisnis, yang mana pada pelaksanaannya dilakukan 3 kali pertemuan tiap hari sabtu dan berakhir pada tanggal 6 Nopember 2021.

Kegiatan Osjur ilmu administrasi yang dilakukan secara daring melalui Zoom meeting ini mendapatkan respon positif dan negatif dari mahasiswa baru “osjur via daring ini lumayan membantu untuk saling mengenal teman-teman antar jurusan AN dan AB serta bisa mengenal kakak-kakak panitia meski dalam keadaan serba terbatas ini sayangnya via daring ini terasa kurang greget aja, rasa exited nya kurang bergelora karena tidak bisa beretemu langsung dan saling berinteraksi baik dengan tema-teman, kakak panitia dan pemateri” terang Iqlima Qurrota Ayun salah satu mahasiswa jurusan ilmu administrasi FISIP UNEJ. Meski begitu Iqlima tetap bersyukur dan mengapresiasi panitia osjur meskipun kegiatan ini dilakukan secara daring namun tetap berusaha sebisa mungkin berjalan lancar.

Amiq Ikmal S. selaku ketua umum Himaistra 2021, menjelaskan bahwa kegiatan osjur ilmu administrasi tahun 2021 ini sangatlah berbeda dengan tahun sebelumnya, dimulai dari wacananya, proses dalam kepanitiannya, kemudian dinamika yang ada di kegiatan osjur 2021 ini. yang mana wacana dalam osjur tahun 2021 ini mengusung tema “Membentuk Administrator yang berkarakter kritis, kreatif, dan solusional melalui semangat berkarya dalam eksplorasi budaya” dengan 4 hal itu besar harapan sebagai bentuk dorongan agar mahasiswa baru administrasi dan juga mahasiswa administrasi pada umunya dapat peka dan adaptif menghadapi Era Disruptif, SDGS 2030, serta Indonesia emas 2045 sebagai bentuk tangung jawab sebagai seorang mahasiswa.

Ia juga menjelaskan tentang proses kepanitian dan dinamika-dinamika osjur tahun 2021 ini, dimana untuk kepanitian dilakukan bersama angkatan 2020 yang notabanenya mahasiswa yang belum pernah datang ke kampus dan seluruh kegiatan terpusat di kampus benar-benar diluar dugaan “nah uniknya ini angkatan 2020 kan belum pernah tuh merasakan kuliah offline tapi teman-teman 2020 akhirnya bisa beradaptasi untuk bagaimana mengurus birokrasi di kampus” jelasnya.

Kemudian mengenai dinamika ia juga menjelaskan bahwa di Ospek jurusan tahun 2021 ini ia berharap semoga bisa dirasakan, serta untuk menambah pemahaman dan pengalaman bagi pengurus agar diajarkan ke adik-adiknya. Dimana pada osjur tahun 2021 ini Himaistra membawa sebuah orientasi tentang keprodian dan keprofesian sebagai bentuk manivestasi Visi dan Misi Himaistra 2021 yang menekankan bahwa mahasiswa administrasi itu harus bisa memahami apa itu fokus dan lokus keilmuannya serta mengetahui apa yang bisa mereka dapatkan, sehingga mampu memiliki cita-cita yang senada dengan apa yang ditempuh dan dipelajari sekarang “Harapnya mahasiswa administrasi harus tanguh dimanapun mereka berada karena mahasiswa administrasi itu tempatnya berada di leading sektor” tegasnya.

Wildan Al Maftuhi selaku ketua panitia osjur ilmu administrasi tahun 2021, menyampaikan tentang mekanisme kegiatan Osjur ilmu administrasi tahun 2021 “tentang perihal mekanisme osjur tahun ini kurang lebih sama dengan osjur tahun lalu, karena masih masa pandemi jadi semua serba online sehingga kegiatanya dilaksanakan via zoom meeting. Dan intinya osjur tahun ini kurang lebih seperti tahun lalu, kita meneruskan estafet dari tahun lalu begitu.” Ujar Wildan.

Ia juga menjelaskan Kegiatan Osjur ini dapat digunakan sebagai bentuk pengenalan kegiatan kampus dengan pemberian materi yang lebih sepesifik pada disiplin ilmu administrasi, sehingga mahasiswa baru bisa menjadi mahasiswa yang mampu memahami dan tidak kebingungan apa yang sedang dipelajarinya dan juga bertujuan sebagai sarana untuk menggali potensi, kreatifitas dan kritis mahasiswa tanpa harus mengesampingkan nilai dan budaya yang ada.

Iqlima mahasiswa baru jurusan ilmu administrasi FISIP UNEJ mengatakan, meskipun kegiatan Osjur ini dilakukan secara daring yang serba terbatas ini, namun ia berharap pada jurusan ilmu administrasi untuk selalu kompak dan lebih solid lagi “Harapanku terhadap jurusan administrasi setelah melakukan osjur secara daring, singkat saja. Semoga jurusan administrasi bisa lebih solid, tidak memandang antara AN dan AB. Selalu kompak meskipun kita berbeda jurusan. Lalu untuk warga administrasi, semoga bisa memajukan jurusan dengan tidak merendahkan jurusan lain”.

Besar harapan ketua Himaistra 2021 yakni semoga seluruh warga administrasi semakin mencintai jurusan ilmu administrasi “saya harapkan teman-teman mahasiswa administrasi baik mahasiswa baru maupun mahasiswa yang sudah on going, panitia, pengurus Himaistra semuanya semakin mencintai jurusan ilmu administrasi, karena ilmu adiministrasi itu asik lho.” jelasnya.

Ketua panitia Osjur ilmu administrasi juga menyampaikan harapannya kepada seluruh adik-adik mahasiswa baru semoga setelah diadakannya osjur ini mahasiswa baru bisa survive di kehidupan kampus dengan mengimplementasikan semua nilai dan materi yang telah di pelajari dalam rangkaian kegiatan osjur ini, serta bisa menjadi mahasiswa yang bisa menjadi harapan generasi selanjutnya. (Nora Zilawati mahasiswa Administrasi Negara 2020)


1632881206_IMG-20210929-WA0011.jpg

29 Sep 2021

Peringati World Clean Up Day, Dinas Lingkungan Hidup Selenggarakan Aksi Memilah Sampah Dari Rumah

PRIMA FISIP - Memperingati World Clean-Up Day (WCD) 2021, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama beberapa organisasi, volunteer dan bank sampah melakukan aksi sosial memilah sampah dari rumah. Kegiatan ini diikuti secara serentak di 158 negara dengan 13 juta relawan. “Saya pribadi bangga menjadi salah satu dari 13 juta,” ucap Arin, salah satu volunteer WCDI Bondowoso. Karena dilaksanakan pada saat pandemi covid-19 saat ini, kegiatan WCD yang diselenggarakan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang diwajibkan oleh pemerintah, yaitu dengan menggunakan masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan menggunakan air dan sabun.
Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 18-19 September 2021 ini diikuti oleh 12 Volunteer dan 7 bank sampah berjalan lancar. Dimana pada tanggal 18 September 2021 diadakan acara pemilahan sampah dari rumah, yang selanjutnya dikumpulkan di bank sampah setempat untuk selanjutnya pada tanggal 19 September 2021 sampah yang terkumpul akan diangkut dan ditimbang oleh panitia WCDI cabang Bondowoso. Yang menjadi spesial dalam acara WCDI 2021 di Bondowoso ialah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengajak serta pemuda-pemudi  dari berbagai komunitas untuk ikut serta menjadi panitia. “Saya ikut kegiatan ini biar biar bisa jadi contoh buat anak muda kalau menjaga lingkungan dengan memilah sampah itu penting untuk lingkungan dalam jangka panjang,” ucap Fatur selaku salah satu Volunteer dari komunitas karang taruna.
Sebanyak 573,13 kg sampah plastik, 1.564,2 kg sampah non plastik, dan 396,17 kg sampah residu yang dikumpulkan selama 2 hari acara WCDI 2021 Bondowoso ini. “Selanjutnya sampah non-plastik diserahkan dan ditempatkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sedangkan sampah plastik diserahkan kepada bank sampah Renggo untuk selanjutnya dijadikan batako,”  jelas ketua pelaksana WCDI 2021 cabang Bondowoso, Wahyu.
Dengan adanya kegiatan WCD diharapkan masyarakat lebih peduli dengan lingkungan dengan cara memilih dan memilah sampah dari rumah. Memilah sampah dapat dilakukan dengan cara membedakan antara sampah organik dengan sampah an-organik. (Rosa Administrasi Negara 2020)


1632791542_IMG_20210928_080643.jpg

28 Sep 2021

Tak Diwawancarai, Ketua BEM FISIP Sesalkan Pemberitaan Radar Jember

PRIMA FISIP - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (BEM FISIP UNEJ), Ali Ausath, mengeluarkan statement menyesalkan pemberitaan yang dimuat pada koran Radar Jember (28/8) dengan judul "Dosen "Dipecat" Skripsi Terhambat" pada Sabtu, 25 September 2021. Statement ini disampaikan melalui cuitan pada akun twitter pribadinya untuk menanggapi adanya cantuman nama beserta jabatannya yang dimuat dalam berita tersebut, padahal ia merasa belum ada sesi wawancara yang dilakukan oleh Radar Jember kepadanya. "Kronologi sesuai dengan yang di thread itu ya, sejak dikeluarkannya rilis kemudian banyak awak media yang meliput mewawancarai kemudian dari Radar Jember. Radar Jember sempat menghubungi saya, cuma itupun tidak sampai terjadi wawancara. Sehingga memang ketika radar jember mem-blow up tulisan tersebut, kami dari BEM khususnya dan juga saya pribadi merasa keberatan dan kurang pas" jelasnya.


Ali juga menegaskan adanya poin-poin yang dimuat dalam berita tersebut yang justru membiaskan tuntutan Aliansi ORMAWA FISIP yang sebenarnya lebih berfokus pada pengawalan pelayanan birokrasi di FISIP. "Karena ada beberapa hal yang kami rasa kurang tepat dan tidak sesuai, sehingga memang hal ini perlu mendapatkan respon-respon lebih lah agar supaya juga harapannya memang yang pertama khalayak tau terkait hal ini. Sehingga tidak ada penggiringan-penggiringan opini maupun hal-hal lainnya yang cenderung akan membiaskan gerakan ORMAWA FISIP dalam mengawal permasalahan birokrasi di kampus". Ia berharap dengan adanya cuitan dalam bentuk thread tersebut dapat menjawab sementara isu miring terhadap gerakan Aliansi ORMAWA FISIP. 


Meskipun sempat terjadi bias akibat pemberitaan tersebut, Ali menjelaskan gerakan Aliansi ORMAWA FISIP akan tetap fokus pada pengawalan poin tuntutan yang sudah dilayangkan dalam press release sebelumnya. "Kelanjutan gerakan ya kami akan tetap fokus terkait dengan permasalahan yang kami kawal sampai dengan alur pelayanan publik di FISIP itu sih kalau dari kami. Kami tetap akan terus fokus ke sana sampai nanti audiensi goals dan dari audiensi itu juga harapannya poin-poin yang kami ajukan, poin-poin  yang menjadi keberatan kami mendapatkan solusi terbaik sehingga permasalahan ini tidak terjadi pada periode-periode setelah ini” tambahnya.


Namun Ali juga menjelaskan sudah ada itikad baik dari pihak Radar Jember untuk memuat kembali berita untuk meluruskan bias yang ditimbulkan dari pemberitaan sebelumnya. Meskipun baru mendapat kejelasan untuk wawancara setelah 2 hari pasca mengajukan keberatan dan hak jawab. "Setelah dihubungi, ternyata memang ada ketidaksesuaian data pada berita itu yang mereka menggunakan press release di luar release yang dikeluarkan ORMAWA. Jadi dari situ kami meminta agar diberitakan kembali. Setelah dua hari tidak jelas kapan diberitakan lagi, akhirnya kemarin berhasil melakukan wawancara." (dev) 


1632629578_WhatsApp Image 2021-09-26 at 11.05.36.jpeg

26 Sep 2021

Tanggapi Permintaan Audiensi, Dekan Minta Pembina ORMAWA dilibatkan

PRIMA FISIP - Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember, Dr. Djoko Poernomo, M.Si memberikan tanggapan mengenai Press Release yang dibuat oleh Aliansi ORMAWA FISIP UNEJ (23/9). Menurut Djoko, sebaiknya dalam proses penyusunan press release dan surat terbuka permohonan audiensi itu melibatkan para pembina masing-masing ORMAWA. “Undangan terbuka sudah saya terima lewat WA kan dari Cindy (Wakil Ketua BEM FISIP UNEJ) dan di situ baguslah aliansi dari ORMAWA dan UKM ya. Cuma saya lalu memberikan saran lewat Cindy, sebaiknya libatkan para Pembina dan Wakil Dekan III supaya semua menjadi terbuka gitu. Tidak ada yang ditutup-tutupi, terang-benderang, transparan, tidak ada dusta di antara kita. Itu saran saya”, kata Djoko.

Djoko telah membaca secara cepat isi dari press release dan surat permohonan audiensi ketika sedang menerima tamu dari UPN Veteran Surabaya. Menurutnya, setiap kegiatan yang terkait dengan kemahasiswaan itu harus sepengetahuan Wakil Dekan III dan para Pembina ORMAWA. Dekan menjelaskan “Tentu bisa kamu bayangkan, saya kan tidak bisa fokus karena sambil menerima tamu. Di antara menerima tamu itu, saya WA Cindy. Saya baca undangan terbuka dengan judul Pelayanan … Mahasiswa Ditumbalkan. Saya bilang ke Cindy bahwa judul itu tendensius banget. Tapi gapapa, judul itu harus demikian supaya orang jadi tertarik”.

“Mereka juga harus tau. Nanti kalau mereka tidak tahu terus kalau ada hal-hal yang penting, tapi mereka tidak tahu (para pembina), saya dikomplain. Wadek III nya juga dikomplain” tegasnya ketika ditanya terkait apakah pihak dekanat menyanggupi atau tidak untuk segera diselenggarakannya forum audiensi tersebut.

Salah satu alasan mengapa Dekan tidak bisa menyelenggarakan forum audiensi di tanggal yang sebagaimana dituliskan dalam surat permohonan audiensi yang tertulis sampai pada tanggal 27 September 2021 yakni karena Dr. Djoko Poernomo, M.Si sedang memiliki banyak kegiatan. “Saya ini banyak kegiatan. Itu kan (di surat permohonan) antara tanggal 23 sampai 27. Hari ini 23. Besok saya ada rapat. 25 itu Sabtu. Saya Jumat malam sudah berangkat ke Madura sampai mMinggu. Jadi hari ini, minggu ini kelihatannya masih belum bisa. Kalau di awal Oktober, semoga bisa. Sekaligus ada waktu agak luang untuk menyampaikan kepada Pembina dan Wakil Dekan III” tambahnya. (astri)

 


1632475043_20210827_103015.jpg

24 Sep 2021

Kendala Mahasiswi FKIP UNEJ yang Menjalani KKPLP Di SMAN 1 Kencong Di Masa Pandemi Covid 19

PRIMA FISIP - Mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di Universitas Jember (UNEJ) memaparkan, kendala yang ia alami pada saat menjalani kegiatan atau program Kuliah Kerja Pengenalan Lapangan Persekolahan (KKPLP) di suatu sekolah menengah atas selama masa pandemi Covid-19. Kendala tersebut menyangkut masalah siswa-siswi dengan jaringan signal yang dialami langsung oleh mahasiswa dan mahasiwi tersebut. Salah satu sekolah yang terpilih untuk ditempati sebagai kegiatan KKPLP adalah SMAN 1 Kencong yang letaknya ada di Jl. Kartini No. 8, Desa Wonorejo, Kencong, Krajang, Wonorejo, Kencong, Kabupaten Jember.

Siti Annisa Nuri mahasiswi Angkatan 2018 Program Studi Biologi FKIP Universitas Jember mengatakan, masalah yang dihadapi yakni banyak ketidakhadiran para siswa saat berlangsungnya pembelajaran online melalui aplikasi Zoom “saat murid-murid banyak yang memakai kuota jadi saat zoom ada anak-anak yang tidak ikut zoom banyak alasannya, bilanngnya ada yang terkendala singyal jadi kendalanya itu tidak bisa memantau langsung murid-murid saat di rumah” jelasnya.

Nisa menjelaskan, kehadiran murid-murid disana adalah suatu permasalahan atau kendala yang cukup sulit untuk diatasi, dan belum adanya solusi dari kendala tersebut mengakibatkan mahasiswi dan mahasiswa FKIP yang tengah mengajar hanya dapat bersabar atau pasrah dalam menghadapi kendala tersebut karena tidak dapat memantau secara langsung apakah muridnya berbohong atau tidak.

Seperti yang telah kita ketahui saat ini penyebaran virus covid-19 masih belum berakhir maka metode yang dilakukan untuk mengajar murid-murid SMA juga melalui teknologi digital dengan menggunakan aplikasi zoom maka tak heran mereka mengalami kendala tersebut.

Dari lamanya KKPLP yang telah dijalani bersama-sama banyak suka duka yang telah dialami mahasiswa-mahasiswi dan para siswa-siswi SMA saat di pertemukannya secara langsung dan secara online dengan adanya kegiatan KKPLP ini, “Senang karna banyak pengalaman (seperti kesabaran) sebab 1 kelas itu memiliki karakteristik yang berbeda-beda jadi tidak bisa menyamakan jadi satu. Banyak pelajarannya yang dapat kita ambil, semisal kita banyak mendapat pengalaman, murid-muridnya seru-seru seperti itu lalu dari dukanya itu banyak yang tidak respon di grub, telat mengumpulkan tugas” tutur dari kak Siti Annisa Nuri.

KKPLP atau Kuliah Kerja Pengenalan Lapangan Persekolahan yang merupakan salah satu mata kuliah yang berpraktik dengan ketentuan wajib ditempuh oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi program sarjana FKIP disana terdapat bobot kuliah sebanyak 3 SKS. Dengan konsep menerjunkan para pelajar dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan untuk mengajar anak-anak seluruh Indonesia sesuai dengan jurusan yang telah diambil para mahasiswa-mahasiswinya. Sebelumnya kegiatan KKPLP ini diberlakukan untuk daerah Jember saja namun pihak UNEJ kemudian merubah dan menerapkan hal itu untuk seluruh wilayah Indonesia atau bahkan hingga luar negeri karena pelaksanaan perkuliahan secara daring masih diberlakukan maka diharap mereka dapat mengajar pada daerah tempat tinggal agar lebih efisien.

Pelaksanaan kegiatan mengajar disesuaikan oleh pihak sekolah dengan bidang studi dari masing-masing mahasiswa peserta KKPLP “Karna saya dari jurusan biologi, tapi disini saya mengajar anak jurusan IPS dan mengajarkan biologi lintas minat” ujar Nisa.

Nisa juga mnjelaskan kegiatan pengajaran yang dilakukan tentunya tidak dapat dilaksanakan dalam waktu singkat, untuk memberikan pemebelajaran yang jelas dan dapat dipahami para siswa setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 2 bulan 5 hari, dimana hal itu dimulai dari penerjunan di kampus pada tanggal 30 juli 2021 dan penerimaannya di SMAN 1 Kencong pada tanggal 3 agustus hingga pada akhirnya kegiatan KKPLP ini dapat diakhiri pada tanggal 20 September 2021 dimana tanggal tersebut waktu yang dijadwalkan sebagai penarikan mahasiswa dan mahasiswi Universitas Jember. (Silmi Mahasiswa Sosiologi 2020)


1631758582_index.jpg

16 Sep 2021

Alur Tak Jelas, Mahasiswa Keluhkan Birokrasi FISIP yang Lamban

Alur Tak Jelas, Mahasiswa Keluhkan Birokrasi FISIP yang Lamban

PRIMA FISIP – Komisi 2 Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (BPM FISIP Unej) adakan serap aspirasi melalui sosial media untuk mewadahi keluhan administrasi mahasiswa sejak 7  hingga 14 September 2021 lalu.

Aspirasi ini ditujukan untuk Mahasiswa yang masih aktif berkuliah. Penyebaran serap aspirasi dilakukan melalui media sosial seperti instagram, whatsapp dan disebarkan ke setiap masing-masing angkatan dan program studi.

Muhammad Hakim, selaku ketua BPM  menjelaskan, bahwa aspirasi ini berangkat dari banyaknya masukan dan keluhan dari mahasiswa tentang pelayanan administrasi di FISIP sehingga membuat BPM mengadakan serap aspirasi tentang pelayanan birokrasi ”Sebelumnya kami mendapatkan beberapa masukan atau keluh kesah dari teman-teman mahasiswa bahwasannya ada kesulitan-kesulitan dalam melakukan administrasi” Ungkapnya pada Rabu, 15 September 2021.

Hakim juga menjelaskan, bahwa BPM  juga mengalami kesulitan dalam mengurus Surat Keputusan (SK) “kami juga masih ada kesulitan di bagian administrasi, sudah mengajukan SK sekitar 2 minggu, namun hingga hari ini SK nya masih belum selesai juga” Tambahnya.

Selain itu, Rohman Ramadhan selaku Advokesma Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menjelaskan bahwa setelah ditetapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat  (PPKM), alur birokrasi yang ada di FISIP sekarang tidak jelas “Semenjak diterapkannya PPKM, segala urusan pengajuan Ormawa diserahkan kepada pihak satpam yang nanti akan disambung ke pihak TU, tidak adanya alur birokrasi pengajuan proposal kegiatan ormawa yang jelas” Katanya.

Rohman menambahkan, bahwa alur birokrasi yang tidak jelas membuat banyak mahasiwa yang tidak memahami mengalami kebingungan “ Mahasiswa tidak banyak yang memahami pasti dan bingung akan menghubungi siapa untuk memfollow up perkembangan proposal” Tambahnya.

Disamping itu, pihak BEM sudah berupaya membuat flyer tata cara pelayanan dan aktivitas mahasiswa yang disebar luaskan melalui instagram BEM FISIP Unej agar diketahui mahasiswa.

Arya Citra, Ketua Himpunan  Mahasiswa Diploma Tiga (HIMADITA) ikut angkat bicara mengenai birokrasi yang rumit saat PPKM. Ia menjelaskan bahwa Proposal kegiatan HIMADITA pernah terselip “. Proposal terselip hampir seminggu. Di awal  aku pikir bahwa proposal hilang, terus aku buat proposal baru, nah saat proposal baru sudah di acc, ternyata proposal yang lama baru ketemu. Proposal terselip kayaknya di KTU” Jelasnya.

Arya menjelaskan, terselipnya proposal ini mengakibatkan timeline kegiatan mengalami kemunduran “Dalam hal ini, kegiatan yang diajukan mengalami kemunduran pada timeline” Tegasnya.

Ia berharap kepada pihak Fakultas untuk memasifkan komunikasi via online dan memperjelas pembagian jobdesk antara pihak Fakultas  “Untuk yang pertama kalau misal gak bisa atau masih sibuk itu chatnya kita tetep dibalas gitu, jangan slowres biar kita tahu perkembangannya. Untuk yang kedua bisa dibagi gitu lo, ini bagian apa yang ini bagian apa, jadi lebih terkoordinir biar gak rancu, misal kita menghubungi pihak satunya ternyata dilempar ke pihak satunya lagi” Harapnya.

Selain pengajuan proposal kegiatan yang lambat, ada beberapa mahasiswa yang mengeluh karena tidak dapat mengikuti program beasiswa karena tidak mendapat surat aktif dari pihak Fakultas.

Ardiah Ratrie Hapsari, Mahasiswa Kesejahteraan Sosial menjelaskan kronologi bagaimana dia tidak bisa mendaftar beasiswa karena salah satu persyaratan tidak terpenuhi akibat lambatnya penanganan administrasi di FISIP “ tgl 27 itu ada info beasiswa Baznaz dan terakhir penutupan itu tanggal 30/31 Agustus sebelum perpanjangan, tanggal 30 butuh semua berkas untuk mendaftar beasiswa tersebut, tapi tinggal surat aktif itu saja, dari Hari Senin itu tidak ada kabar, dan pada tanggal 31 Agustus Hari Selasa dimana terakhir pendaftaran maka malamnya saya mengajukan tanpa surat aktif, dan tanggal 2 September atau setelah 7 hari pengajuan itu akhirnya diberikan dan ternyata ada perpanjangan waktu dari beasiswa Baznas namun saya sudah meng-apply persyaratannya maka tidak bisa meng-apply kedua kalinya lagi” Jelasnya

Hal serupa juga dialami oleh Danang, mahasiswa Sosiologi yang telat mendapat respon dari pihak Birokrat untuk mendapat surat aktif kuliah yang akan digunakan untuk mendaftar beasiswa” Waktu itu aku mengirim berkasnya ke fisip tgl 31 juli. Namun ada beberapa masalah yg bikin surat aktifku telat turun sampai deadline pendaftaran beasiswa” Jelasnya. (Silmi, Berlina, Resvi, Labib)

 

 


1631617278_COVER BERITA DESA.png

14 Sep 2021

OPTIMALISASI JARING PENGAMAN DESA PENANGANAN COVID 19 PADA KELURAHAN SINGONEGARAN RT.03 RW.01 KOTA KEDIRI Meilinda Kurnia

Singonegaran merupakan salah satu kelurahan yang termasuk kedalam wilayah Kecamatan Pesantren dan terletak di tengah tengah Kota Kediri. Kelurahan Singonegaran memiliki 48 RT dan 10 RW yang berbatasan dengan Kelurahan Jamsaren dan Banjaran disebelah utara, Kelurahan Setonopande dan Jagalan disebelah barat, Kelurahan Tosaren dan Kaliombo disebelah selatan, serta Kelurahan Pakunden disebelah timur nya. Banyaknya jumlah penduduk menjadikan sebuah tantangan khusus oleh pihak pemerintah setempat untuk dapat mendorong adanya pertumbuhan perekonomian dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Coronavirus adalah salah satu virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Berdasarkan bukti ilmiah, COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui percikan batuk/bersin (droplet), tidak melalui udara. Orang yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19 termasuk yang merawat pasien COVID- 19. Virus Covid 19 dapat menjangkit semua kelompok usia tak terkecuali anak-anak. Aktivitas pada anak-anak yang tidak bisa dikendalikan secara sepenuhnya menjadikan kemungkinan besar akan mengalami penularan virus Covid-19 apabila tidak ditanamkan edukasi sejak dini terkait bahayanya penyakit tersebut. Orang tua sebagai pendamping wajib untuk menerapkan strategi dalam mencegah penularan Covid-19 sebagai jaring pengaman pada anak-anak.

Kamis, 12 Agustus 2021 saya sebagai salah satu anggota kelompok 45 KKN Back to Village 3 Universitas Jember melakukan survey dan observasi di Kelurahan Singonegaran serta terdapat diskusi dengan pihak kelurahan untuk mengidentifikasin permasalahan jaring pengaman Desa penanganan Covid-19. Kondisi lingkungan rumah yang berdekatan satu sama lain menyebabkan besar kemungkinan dalam penularan virus terutama pada RT 03 RW 01 yang mana terdapat rumah yang saling berdekatan satu sama lain dank banyaknya anak-anak yang minim pengetahuan terkait bahaya, dampak, penanganan dan pencegahan virus Covid-19. Dengan adanya permasalahan yang ada maka saya cukup tertarik untuk implementasi program kerja KKN dengan topik “Jaring Pengaman Desa Penanganan Covid-19” kepada RT 03 RW 01 pada sasaran anak dari Ibu Anik salah satu warga setempat.

Berdasarkan pemaparan dan analisis permasalahan yang telah saya dapatkan dari berbagai sumber agar mendapatkan peningkatan pemahaman terkait penanganan dan pencegahan Covid- 19 . Hal tersebut menjadi sebuah agenda yang sangat penting dikarenakan memiliki capaian output untuk mengurangi jumlah masyarakat khussnya anak-anak dalam penularan Covid-19. Maka pada minggu 1 saya melakukan observasi, survey dan diskusi dengan pihak kelurahan dan RT 03 RW 01 untuk membahas permasalahan yang ada dan melakukan intake atau pengenalan dan pendekatan pada orang tua sasaran. Sedangkan pada minggu selanjutnya memiliki rencana yaitu dengan mengadakan edukasi untuk meningkatkan pemahaman anak-anak melalui sosialisasi yang tepat dengan menjelaskan perihal informasi terkait Covid-19 baik gejala, cara penularan maupun langkah-langkah pencegahannya. Program selanjutnya yaitu mewujudkan anak yang bijak dalam menghadapi pandemi melalui perilaku hidup sehat. (Meilinda Kurnia S /KKN BTV 3 / Kelompok-45/ Kelurahan Singonegaran /Kota Kediri/ Dwi Haryanto, S.Sn., M.Sn )

Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4
Diterima dengan baik oleh pihak Kelurahan Singonegaran, Bu RT setempat dan Keluarga dari sasaran KKN Sosialisasi-1 yakni edukasi mengenai bahaya dan cara pencegahan Covid-19

Kelas KKN-1 yakni cegah isu hoax Covid-19 yang ada dimasyarakat.

Sosialisasi-2 yakni tentang edukasi mengenai protokol kesehatan dan praktek mencuci tangan yang baik dan benar.

Kelas KKN-2 yakni tentang pentingnya peran orang tua dimasa pandemi.

Tabel 1. Kegiatan yang terlaksana selama KKN