MENILIK PERKEMBANGAN PEMBENTUKAN SATUAN TUGAS PENGAWALAN KEKERASAN SEKSUAL DI BEBERAPA PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA

By LPM PRIMA FISIP UNEJ

06 Jul 2022 - 11:41:56

1657107716_primaxamnesty.jpg
PRIMA FISIP UNEJ

Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penangan Kekerasan Seksual di beberapa kampus / Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan berdasar Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 hingga saat ini belum menunjukkan kejelasan. Peraturan yang telah ditetapkan dari bulan september tahun lalu itu sampai detik ini belum juga terlaksana. Padahal pembentukan Satgas saat ini telah menjadi urgensi untuk segera dimiliki oleh setiap PTN, hal ini sebagai upaya menciptakan lingkungan Kampus yang aman bagi mahaiswa.

Mengenai upaya pengimplementasian peraturan tersebut di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia sendiri diketahui memiliki progress yang berbeda dari satu sama lainnya. Oleh karena itu pada tulisan ini akan menyajikan komparasi progress pengawalan isu kekerasan seksual dari beberapa universitas di Indonesia dengan tujuan dapat memperlihatkan sejauh mana langkah-langkah yang telah dilakukan Kampus-kampus dalam pengawalan isu kekerasan seksual serta pembentukan Satgas.

Diawali dari Universitas Jember, proses pembentukan satgas mengalami keterlambatan dari rencana semula pihak Rektorat Unej. Sejauh ini proses pembentukan Satgas di universitas jember masih terkendala di kementerian. Unej telah mengirimkan Panitia Seleksi (Pansel) yang selanjutnya akan membentuk satgas. Namun hingga saat ini belum ada informasi lanjut dari pihak kementerian. Di sisi lain sebenarnya Universitas Jember sendiri telah memiliki Pusat Studi Gender (PSG) yang bertugas menangani kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus, namun kerja-kerja dari PSG sendiri tidak dapat terlalu jauh mengambil langkah sebab belum ada ketetapan resmi dari kementerian.

Selanjutnya, universitas yang tengah mempersiapkan pembentukan satgasnya adalah Institut Pertanian Bogor (IPB). Hingga update terkini, IPB telah memiliki bakal calon Panitia Seleksi untuk Pembentukan Satgas PPKS. Update dari IPB ini tidak jauh berbeda dari apa yang telah dilakukan oleh kampus Universitas Jember, karena sama-sama berada pada tahap pencalonan Panitia Seleksi untuk pembentukan Satgas PPKS. Permasalahan yang juga dihadapi di IPB adalah adanya keterlambatan dalam timeline pemilihan panitia hingga terkesan molor.

Menyusul universitas lainnya, yakni Universitas Indonesia (UI). UI sendiri mengaku telah memiliki tim khusus untuk menangani kekerasan seksual dan telah berkomitmen dalam melakukan penanganan serius terkait dengan isu ini secara komperehensif. Namun demi menaati aturan Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021, UI wajib membentuk Satgas seperti halnya Kampus-Kampus lain. Saat ini progress yang dimiliki oleh UI sampai pada tahap perekrutan panitia seleksi untuk pembentukan satgas, di mana hal ini sama dengan apa yang sedang terjadi di Universitas Jember.

Lain halnya dengan UI, Universitas Brawijaya (UB) dalam usahanya untuk menangani permasalahan kekerasan seksual di lingkungan kampus, secara khusus di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), telah memiliki sebuah Unit Pelayanan Kekerasan Seksual dan perundungan (ULTKSP). ULTKSP ini sendiri dibuat berdasarkan Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021. Namun pengimplementasian Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 secara keseluruhan di lingkup kampus UB belum terwujud.

Masih di daerah yang sama, terdapat Universitas Negeri Malang (UM) yang saat ini telah menjajaki tahap penjaringan anggota Satgas. Berdasarkan timeline yang UM rilis dan sebarkan, pada saat tulisan ini ditulis proses penjaringan yang berlangsung adalah dilaksanakannya tahap wawancara calon anggota Satgas.

Selain beberapa kampusyang sudah disebutkan di atas, kampus di Indonesia juga masih banyak yang belum melakukan tugasnya untuk membentuk Satgas Pencegahan dan Penangan Kekerasan Seksual. Terbukti dari banyaknya kampus yang belum melakukan langkah awal sebagai permulaan pembentukan tim satgas ini.

Namun setidaknya terdapat dua kampus yang kami ketahui yang telah sukses membentuk Satgas di Jawa Timur, yaitu Universitas Surabaya (Unesa) dan Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya. Unesa dan Untag Surabay tersebut satu langkah lebih maju dibanding dengan Kampus-Kampus lain, utamanya Unej dalam pembentukan Satgas berdasar Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021.

Dengan tulisan komparasi yang telah tim PRIMA dan Amnesty Unej sajikan ini dapat disimpulkan bahwa pembentukan satgas di kampus-kampus di Indonesia hingga saat ini belum optimal dan terkesan mundur dari jadwal yang seringkali diumbar oleh pihak kampus mengingat bahwa harusnya semua kampus telah memiliki Satgas ditahun ini sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh Kementerian. (Dhavina)

Artikel Lainnya