KOLABORASI BEM FISIP DAN UKMKI SIKLUS, SELENGGARAKAN BAKTI SOSIAL DI HARI IDUL ADHA

By LPM PRIMA FISIP UNEJ

14 Jul 2022 - 02:41:31

1657766491_siklus.jpg
LPM PRIMA FISIP UNEJ

Senin (11/7/2022) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berkolaborasi dengan UKMKI Studi Islam Konferhensif Lingkup Sospol (SIKLUS) untuk menyelenggarakan kegiatan bakti sosial yang berbarengan dengan momentum Idul Adha di Dusun Darsono Desa Padasan. Bakti sosial ini berupa penyembelihan hewan Qurban yang berasal dari donasi yang terkumpul untuk kemudian dagingnya dibagikan kepada para warga di desa padasan. 

Satya Ekasari, ketua UKMKI SIKLUS menyampaikan bahwa bakti sosial ini adalah sebuah cara untuk dapat membantu orang lain yang membutuhkan.

“Kegiatan bakti sosial ini sebagai cara kita bisa membantu orang yang membutuhkan, serta wujud rasa syukur kita karena dengan kegiatan tersebut kita bisa bermanfaat bagi orang lain. seperti sabda dari Rasulullah SAW, sebaik-baiknya manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.” Ujar Satya.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk implementasi dari program kerja yang ada dan pelaksanaannya bertepatan dengan hari raya idul adha yang dirasa sebagai momentum yag pas untuk bisa melaksanakan kegiatan bakti sosial, dimana dari hasil uang donasi yang terkumpul dibelikan satu ekor kambing yang kemudian dagingnya dibagikan kepada masyarakat Desa Padasan yang membutuhkan.

Selain itu Satya juga menyampaikan terkait jalannya kegiatan bakti sosial ini mulai dari awal penyusunan panitia hingga waktu pelaksanaan kegiatan bakti sosial yang berjalan dengan lancar meskipun terdapat beberapa hal yang tidak sesuai dengan yang direncanakan. 

“Alhamdulillah kegiatan bakti sosial ini meskipun baru pertama kali dilaksanakan melalui cara kolaborasi antara BEM dan UKMKI Siklus namun terbilang cukup lancar meskipun ada sedikit kendala di waktu pelaksanaan kegiatan, yang mana awalnya kegiatan harusnya dilaksanakan di pagi hari tetapi terlaksana di siang hari.”Jelasnya.

Atas kolaborasi pada kegiatan ini Satya mengungkapkan harapannya agar kegiatan sosial semacam ini dapat dapat diteruskan nantinya oleh kepengurusan selanjutnya agar terus tercipta rasa kekeluargaan dan bergotongroyong untuk terus memberikan kebaikan bersama.

“Hal ini semoga menjadi awal mula estafet kepenggurusan yang baik, dengan besar harapan di kepenggurusan generasi selanjutnya mampu melaksanakan kembali kegiatan bakti sosial yang dilakukan seacara kolaborasi antara BEM dan SIKLUS sebagai wujud penerus estafet dari kepenggurusan sebelumnya. dan harapan kedepanya antara BEM dan SIKLUS terus membangun kekeluargaan, kebersamaan serta saling gotong royong untuk kebaikan bersama” (Nora Zila)

 

Artikel Lainnya
1658589455_resuffle.jpg

23 Jul 2022

Reshuffle Kepengurusan, Himasos Gelar Rapat Istimewa

Selasa, 12 Juli 2022 Himpunan Maahasiswa Sosiologi (Himasos) Fisip Unej menggelar rapat istimewa. Rapat ini diselenggarakan untuk menetapkan pergantian jabatan didalam suatu kepengurusan (Resuffle). Reshuffle pada Himasos dilakukan karena Sekretaris Bidang Akademik,  Annisa Dini Kamila, memutuskan untuk keluar dari Unej dan pindah ke kampus lain.

Sesuai dengan landasan hukum yang tertera pada peraturan organisasi (PO) Himasos Fisip Unej 2022 bab V pasal 20 ayat (3) mengenai reshuffle tentang pemberhentian pengurus atas dasar “kepindahan kuliah”.

Menurut Aulian, Ketua Himasos resuffle adalah hal yang tidak direncanakan dalam sebuah kepengurusan dan sifatnya sakral. “Reshuffle tidak bisa direncanakan karena apa yang ada dalam suatu kepengurusan sifatnya ditetapkan dan sakral jadi reshuffle di himasos ada ketentuannya seperti pindah kuliah,drop out,meninggal, nah kayak gitu jadi ga tiba-tiba.” kata Aulian saat di wawancara.

Posisi Sekretaris Bidang Akademik Himasos pun digantikan oleh Wisnu Wardhana yang sebelumnya menjabat sebagai anggota Departemen Kajian Teori Bidang Akademik. Sedangkan posisi Wisnu di anggota Departemen Kajian Teori Bidang Akademik akhirnya di gantikan oleh Alina Ratna Anjali yang dipilih oleh ketua Himasos dari warga sosiologi.

Wisnu memberikan tanggapannya mengenai reshuffle yang merubah posisinya di Himasos. Wisnu mengaku cukup kaget akan perubahan jabatannya dalam kepngurusan Himasos, sehingga butuh waku adaptasi.

kalo perasaanku pribadi sih jujur kaget ya, kan kepengurusan udah berjalan anggap lah pertengahan, jadi proker-proker itu udah mulai masuk ke yang skalanya besar, Jadi lumayan bingung juga sih awalnya. Tapi semingguan setelah menempati tempat yang baru alhamdulillah sudah mulai terbiasa. Terang Wisnu

Atas kepindahannya, Annisa mengaku berat meninggalkan tanggung jawabnya di Himasos dan butuh pertimbangan yang cukup matang.

“Perasaan ninggalin Himasos yaa pastinya berat dong, butuh pertimbangan juga kan, apalagi udah setengah jalan gitu.  Alhamdulillah dapet banyak pelajaran tentang keorganisasian, ketemu orang-orang hebat, dan banyak deh. Terus juga udah mulai acara offline, sering ketemu temen-temen banyak menciptakan kenangan berkesan menurut aku.” Ujar Annisa.

Annisa pun berharap bahwa di lain kesempatan dapat berkolaborasi lagi dengan Himasos “Namun, aku harap bakalan ada kolaborasi-kolaborasi selanjutnya walaupun udah ga di Hima lagi.” Kata Annisa.

Atas kejadian ini,Aulian, Ketua Himasos berharap anggota Himasos yang terkena reshuffle dapat bekerja dan berkontribusi penuh untuk berdedikasi kepada warga Sosiologi

“Harapannya agar bisa segera menyesuaikan,bisa bekerja bersama dan bisa berkontribusi penuh untuk berdedikasi kepada warga sosiologi.” Ujar Aulian. (Rayhan)

 


1657366240_WhatsApp Image 2022-07-09 at 18.26.59.jpeg

09 Jul 2022

Adakan Audiensi, Aliansi BEM dan BPM Fakultas Se UNEJ Ajak Mahasiswa Kawal Pakta Integritas

PRIMA- Jumat (8/7/2022) Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas se-UNEJ melakukan audiensi kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). Audiensi dilaksanakan sebagai forum evaluasi dan menuntut kejelasan LP2M dalam penyelenggaraan KKN Semester Genap T.A 2021/2022.  

Ketua BEM Fakultas Teknologi Pertanian, Romy, menyampaikan forum audiensi berangkat atas kegelisahan pra pelaksanaan KKN oleh mahasiswa peserta KKN dari berbagai fakultas.

“Kami mempertanyakan sistem yang belum jelas, panduan teknis yang dirasa belum siap, buku pedoman terbaru belum rilis ketika ada pembekalan. Lalu, terkait plotingan kelompok dan timeline yang masih berubah-ubah, BEM dan BPM tergerak dan sepakat menuntaskan apa yang menjadi permasalahan mahasiswa kepada LP2M”, ujarnya.

Disayangkan moderator audiensi dipegang oleh LP2M, lanjut Romy, Aliansi telah menyampaikan evaluasi dan LP2M berkomitmen menyelesaikan yang belum tuntas dibuktikan ditandatanganinya pakta integritas yang patut dikawal bersama.

“LP2M menganggap dirinya sebagai tuan rumah dan punya hak untuk memimpin forum. Namun, LP2M telah  menerima dengan baik, apa saja yang menjadi aspirasi yang dilayangkan kepada mereka LP2M mengaku bersalah dan meminta maaf kepada seluruh mahasiswa yang disaksikan oleh Aliansi BEM dan BPM se-UNEJ. Dibuktikan dengan penyepakatan pakta intergritas dan akan dikawal untuk perbaikan di masa mendatang.”, sambung Romy.

Amiq, Ketua BEM FISIP selaku Koordinator Lapangan Aliansi menyampaikan hasil audiensi akan dirilis sebagai laporan kepada mahasiswa UNEJ, terdapat poin-poin komitmen LP2M yang patut menjadi perhatian khusus mahasiswa untuk dikawal bersama.

“Hasil akan dilaporkan kepada publik, kepada mahasiswa dan media. Mohon dikawal bersama karena menjadi proyeksi jangka pendek kita untuk KKN Semester Genap T.A 2021/2022 dapat berjalan lancar”, sambung Amiq.

“Aliansi telah merekam komitmen LP2M. Terutama dalam penuntasan pelaksanaan baik SOP, rekognisi program setara KKN, atribut jaket KKN, buku pedoman KKN, hingga membuka ruang kritik untuk LP2M yang melibatkan mahasiswa secara partisipatif”, lanjut Amiq.

LP2M bersedia mencatat permasalahan pra pelaksanaan KKN sebagai evaluasi untuk pelaksanaan KKN Semester Genap T.A 2021/2022 dan KKN periode selanjutnya.

“Benar, telah tertandatangani dalam pakta integritas yang nanti dilampirkan di hasil audiensi. Aliansi telah menargetkan kelancaran pelaksanaan KKN periode ini sebagai jangka pendek. Dan KKN periode selanjutnya sebagai proyeksi jangka panjang. Mohon dikawal bersama, karena perjuangan belum usai”, jelas Amiq. (mhfr)


1656932298_WhatsApp Image 2022-07-04 at 17.55.57.jpeg

04 Jul 2022

KECEWA DENGAN TANGGAPAN LP2M, BEM FISIP RILIS PERNYATAAN SIKAP

Tak puas dengan tanggapan LP2M terhadap surat teguran yang dilayangkan pada 1 Juli kemarin, BEM FISIP langsung rilis pernyataan sikap. Adnino, Menteri Aksi Propaganda, menyatakan ketidakpuasaan BEM FISIP karena LP2M belum menjawab semua permasalahan yang ditegurkan.

“Ketika saya baca surat tanggapannya, masih ada permasalahan yang belum dijawab seperti terkait buku pedoman tematik yang memang terbukti tidak diperbarui dari tahun 2017. Kami nilai LP2M juga tidak siap dalam menyediakan alternatif solusi saat terjadi worst case.” Terang Adnino.

Lanjutnya, Adnino, kecewa atas jawaban dari LP2M yang dinilai terus berkelit dengan alasan yang klasik serta tidak siap sebagai pelaksana KKN dalam menjalankan tugasnya.

“Sebenarnya kami kecewa ya atas tanggapan LP2M tersebut yang terus berkelit dengan alasan yang klasik, juga tidak siap secara kelembagaan dalam pelaksanaan KKN ini.” Ungkap Adnino.

BEM FISIP juga merasa janggal atas pemotongan durasi KKN yang hanya menjadi 35 hari. Ini dinilai tidak etis dan menyalahi aturan karena tak ada rasionalisasi yang jelas secara akademis.

“Kami menemukan beberapa hal yang sangat janggal, terutama pada dipotongnya durasi KKN menjadi hanya 35 hari dalam proses penerjunan KKN. Dan ini kami nilai sangat tidak etis dan menyalahi aturan karena tidak ada rasionalisasi secara akdemis atas hal tersebut” Tambahnya.

Untuk langkah selanjutnya BEM FISIP mengaku akan terus berupaya mengawal aspirasi mahasiswa FISIP dengan memberikan gambaran masalah dan bersiap untuk melakukan gerakan yang lebih masif dengan membentuk aliansi mahasiswa Se-Universitas Jember untuk menuntut LP2M.

“Kami tidak akan mundur sedikitpun dalam mengawal aspirasi mahasiswa FISIP ini, kami akan terus berupaya memberikan gambaran masalah dan selanjutnya akan bersiap melakukan gerakan yang lebih masif dengan membentuk aliansi mahasiswa se-Unej untuk menuntut LP2M atas kegagapannya didepan seluruh mahasiswa UNEJ” Katanya.

Atas ketidaksiapan LP2M dalam  pelaksanaan KKN ini, BEM FISIP menuntut LP2M untuk mempertanggungjawabkan  dampak yang dirasakan oleh mahasiswa atas kegapapanya tersebut.

“Melihat kondisi ini kami merasa LP2M harus mempertanggung jawabkan kegagapannya tersebut dihadapan publik.” Tegas Amiq, Ketua BEM FISIP. (IPM)


1656738224_WhatsApp Image 2022-07-02 at 11.56.12.jpeg

02 Jul 2022

KKN terlambat, BEM FISIP UNEJ Layangkan Surat Teguran Kepada LP2M

Jumat, 1 Juli 2022 Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (BEM FISIP UNEJ) melayangkan surat teguran kepada LP2M perihal keterlambatan penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Amiq Ikmal selaku ketua BEM FISIP UNEJ mengungkapkan bahwa KKN saat ini telat dan tidak sesuai Timeline,  serta tak ada kejelasan informasi.

“Melihat obyektif hari ini kita memasuki waktu pelaksanaan KKN Reguler Semester Genap T.A  2021/2022, Namun dalam penyelenggaraannya oleh LP2M mahasiswa FISIP belum menemukan kejelasan terkait dengan plotingan kelompok dan plotingan lokasi, belum mendapatkan pedoman pentunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis serta konsep gagasan Grand Desain dari KKN tematik dengan cara komperhensif, sehingga kami pada akhirnya melakukan aksi untuk mendalami permasalahan dan melakukan aksi selanjutnya”. Jelas Amiq

Melihat hal tersebut, Kementrian analisis BEM FISIP menginisiasi pendataan permasalahan melalui survey tingkat kepuasaan yang diisi oleh mahasiswa FISIP yang selanjutnya menjadi poin teguran yang dilayangkan kepada LP2M.

“Untuk pendataan kemarin kita mengarahkan untuk mengisi survey kepada tingkat kepuasaan Mahasiswa FISIP terkait pola komunikasi yang disampaikan LP2M dari proses sosialisasi hingga pembekalan maupun sampai dengan kondisi hari ini. Pada Akhirnya kita menemukan masalah mengenai plotingan kelompok yang terlambat tidak sesuai dengan Timeline dan juga pada akhirnya munculah poin teguran yang kami layangkan”. Ungkapnya.

Menurut Amiq, meski telah ada Progress pembekalan pada tanggal 30 kemarin, nyatanya tak cukup membuat mereka mundur. BEM FISIP tetap inginkan LP2M harus mempertanggung jawabkan ketidakjelasan tersebut secara kelembagan kepada mahasiswa karena dinilai berdampak buruk pada proses KKN kedepannya.

“Walaupun ditanggal 30 telah ada Progress dari LP2M terkait kelompok pembekalan, kami tetap tidak ada aksi mundur satu langkah pun karena yang kami bawa bukan hanya terkait plotingan saja namun, bagaimana LP2M mempertanggungjawabkan ketidakjelasan secara kelembagaan kepada mahasiswa yang istilahnya akan mengarah kepada dampak buruk proses KKN kedepannya” tambahnya.

Berdasarkan hal itulah muara aksi yang dilakukan BEM FISIP UNEJ saat ini menekankan pada kritik dan evaluasi kepada lembaga LP2M.

Sementara itu, surat yang dilayangkan BEM FISIP UNEJ ini mendapat respon cepat dari LP2M

Ali, Sekretaris LP2M mengatakan alasan keterlambatan KKN disebabkan oleh KKN yang saat ini berbeda dengan KKN sebelum ada MBKM

"Tidak sesuai dengan Timeline yang di bagikan ditelegram karena KKN hari ini tidak seperti KKN yang sebelum ada MBKM," jelas Ali.

Ali juga menjelaskan bahwa kemunduran KKN juga disebabkan oleh banyaknya mahasiswa yang mengikuti program MBKM yang sedang menunggu pengumuman serta banyaknya mahasiswa yang melakukan pembatalan serta pendaftaran ulang.

"Banyak mahasiswa MBKM (magang, MSIB) yang menunggu pengumuman dalam artian kegiatan MBKM ini mereka yang daftar diterima atau tidak dan Banyak mahasiwa yang melakukan pembatalan dan pendaftaran baru lagi. Bahkan ada 400 mahasiwa pertama dari fakultas hukum yang mundur. Namun tidak apa-apa surat teguran ini bagus buat evaluasi bagi kami untuk selalu memperbaiki" Terang Ali.

“terkait informasi yang simpang siur mahasiswa dapat memantau melalui web LP2M” Tambahnya.

Akibat kemundurannya, KKN UNEJ dipotong menjadi hanya 35 hari saja agar tidak mengganggu perkuliahan di semester berikutnya.

“KKN ini kita potong menjadi 35 hari, sehingga nanti berakhirnya KKN tidak mengganggu perkuliahan disemester depan.” Tambahnya. (au)


1656156156_KUHP.jpg

25 Jun 2022

Mendesak Transparansi Pemerintah Dalam Pengesahan RKUHP

Pemerintah memaparkan 14 isu krusial yang diklaim telah disesuaikan dengan saran masyarakat. Pemerintah dan DPR telah menyepakati untuk tidak membuka kembali substansi RKUHP. Namun draf lengkap belum sampai ke tangan publik.

Menurut Isnur, pemaparan tersebut belum memberikan gambaran utuh terkait RKUHP yang akan disahkan. “Kita patut khawatir dan sadar betapa berbahayanya situasi ini, bagaimana orang besok-besok dipidana tanpa tahu dan terlibat dalam penyusunannya,” ujar Isnur dalam wawancara BBC NEWS Indonesia Minggu (12/6).

Menurut Bivitri Susanti dalam wawancara yang sama, sikap pemerintah yang enggan membuka draf terbaru RKUHP telah melanggar sejumlah ketentuan. Yang pertama yakni pada pasal 96 Undang-Undang P3 yang secara tidak langsung menyatakan partisipasi dalam pembahasan UU adalah hak masyarakat sipil.

“Untuk berbartisipasi semua naskah dokumen itu harus terbuka untuk publik, mulai dari tahap perencanaan sampai perundangan,” ungkap Bivitri.

Proses legislasi sejak 2019 “selalu ugal-ugalan, dilakukan secara tertutup, buru-buru, dan tidak partispatif.” Tambah Bivitri Susanti.

Selain itu, pemerintah juga dinilai telah melanggar UU Keterbukaan Informasi Publik. Sebab naskah RUU jelas bukan termasuk informasi yang dapat dikecualikan dari pengetahuan publik. “Ini etika bernegara loh, ketika pemerintah tidak mematuhi itu berarti mereka tidak patuh pada aturan main yang mereka buat sendiri,” jelasnya.

Mahasiswa juga tidak akan tinggal diam dengan permasalahan ini, BEM Se-UI melayangkan tiga poin penting dalam menyikapi permasalahan ini.

Dilansir dari DetikNews Selasa 14 Juni 2022, ada tiga poin pernyataan sikap BEM Se-UI soal RKUHP :

  1. Mendesak Pemerintah dan DPR RI untuk segera membuka draf terbaru RKUHP
  2. Menuntut Pemerintah dan DPR RI secara trasnparan dan inklusif dengan mengutamakan partisispasi publik yang bermakna, serta
  3. Mendorong pemerintah dan DPR RI untuk meninjau kembali pasal-pasal bermasalah dalam RKUHP sebelum pengesahan dilakukan. (Iqlima Qurrota Ayun)

 

Sumber :

https://news.detik.com/berita/d-6125847/bem-se-ui-buka-draf-terbaru-rkuhp

https://www.google.com/amp/s/www.bbc.com/indonesia/indonesia-61774257.amp 


1655642449_ikin.jpg

19 Jun 2022

Juara 1 Pilmapres Fakultas, Muflikhin Pegang Prinsip Tak Main Sebelum Tugas Tuntas

16 Juni 2022 kemarin, diumumkan 3 pemenang ajang pemilihan Mahasiswa berprestasi tingkat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Muflikhin mahasiswa kesejahteraan sosial 2020 sebagai juara 1 dalam ajang pilmapres 2022.  Dengan capaian prestasinya ini, Muflikhin yang akrab disebut Ikin ini mengaku bahwa ia memiliki prinsip yang dipegang teguh yakni “Tak main sebelum tugas tuntas.”

Alasan Ikin menggunakan prinsip ini karena ia sadar bahwa tugas utamanya sebagai seorang mahasiswa adalah belajar dan fokus terhadap pendidikannya. “Alasanku kenapa memegang prinsip itu karena belajar dari pengalaman ku waktu SMA dulu. Aktif di banyak organisasi dan perlombaan membuat aku sering main dan lupa akan tugas utama sebagai pelajar. Oleh karena itu aku memegang prinsip tidak main sebelum tugas tuntas.” Jelasnya.

Selain itu ikin juga menceritakan bagaimana cara dia dalam mengatur waktu yang baik yakni dengan memperioritaskan hal yang paling penting terlebih dahulu.

“Kalau time management versi aku yang pertama pastinya memprioritaskan yang paling utama dulu seperti antara tugas UAS sama KTI. Maka aku harus nyelesain dulu tugas UAS ku baru ngelanjutin tugas lomba.” Tutur ikin.

Sebagai mawapres tingkat fakultas, Ikin berbagi tips yang bisa dilakukan oleh mahasiswa untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti ajang ini di tahun depan khususnya untuk mahasiswa angkatan 2021 dan 2022.

Berikut adalah tips jadi mawapres ala ikin:

1. Niat, poin ini menjadi poin yang paling penting untuk disiapkan. Niatkan dalam diri kalian ketika ingin mendaftar di mawapres untuk mencari ilmu (tholabul ilmi)

2. Kumpulkan sertifikat sebanyak-banyaknya baik itu sertifikat lomba, kegiatan relawan, SK organisasi. Karena di dalam mawapres ada skor tersendiri dari berbagai macam bidang, terutama skor yang paling tinggi ketika sertifikat tersebut tingkat internasional

3. Buat program inovasi yang sesuai dengan tema yang ditentukan

4. Mulai perbaiki tulisan karena untuk mendaftar menjadi seorang mawapres diwajibkan untuk membuat gagasan inovatif

5. Membiasakan diri untuk berbicara di depan umum 

Atas pencapaiannya ini Ikin mengaku sangat bersyukur karena persiapan yang dilakukan sangat mepet apalagi ditengah kesibukan UAS yang juga harus ia kerjakan.

“Rasanya bersyukur sekali dan masih tidak percaya” Karena persiapan yang sangat mepet. H-2 penutupan pendaftaran harus menyelesaikan berkas persyaratan. Mulai dari membuat karya tulis, vidio bahasa Inggris, portofolio, poster dan sebagainya.” Ujarnya. (ipm)

 


1655622800_prima amnesty 1.jpg

19 Jun 2022

Satgas Tak Kunjung Terbentuk, Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Belum Ada Kejelasan

Akhir-akhir ini isu kekerasan seksual di berbagai lembaga pendidikan makin santer terdengar. Mirisnya, hal tersebut tidak relevan dengan penanganan yang harusnya diberikan oleh pihak kampus maupun pemerintah. Jika dapat ditarik akar permasalahannya, regulasi penanganan kekerasan seksual yang tidak kunjung mendapat kejelasan dapat menjadi penyebabnya.

Peraturan yang dikeluarkan oleh Kemendikbud yaitu Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021. Berisikan permintaan terhadap Perguruan tinggi untuk segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) pencegahan dan penangan kekerasan seksual. Nyatanya peraturan yang telah ditetapkan dari bulan september 2021 itu hingga saat ini belum juga terlaksana.

Jika melihat dari peraturannya, semestinya pada tahun 2022 ini semua perguruan tinggi sudah membentuk satgas kekerasan seksual. Jika tidak, maka akan ada sanksi yang diberikan berupa sanksi administrasi sampai penurunan akreditas terhadap kampus tersebut. Meski realitanya, tahun 2022 akan berakhir pada 6 bulan lagi dan satgas kekerasan seksual belum juga terbentuk.

Jika kita lihat kembali pada diskusi publik  27 November 2021 lalu. Rektor Universitas Jember berkomitmen untuk segera membentuk satgas sebagai upaya kampus dalam menangani kasus kekerasan seksual di awal tahun 2022. Terhitung hingga bulan ini, Satgas yang dijanjikan belum juga terbentuk.

“Berdasarkan Permendikbud itu satu tahun, namun kita tidak perlu nunggu satu tahunlah. harapan saya sih tahun depan awal-awal tahun 2022 itu kita sudah punya satgas.” Janji Rektor UNEJ, Bapak Iwan Taruna pada diskusi yang diadakan oleh Amnesty International Indonesia Chapter UNEJ dan PPMI DK Jember pada 2021 lalu.

Pak Totok, selaku Kemahasiswaan UNEJ mengatakan bahwa proses pembentukan Panitia seleksi (Pansel) untuk membentuk Satgas terhambat di kementerian

“Dari kami sudah menyerahkan data pansel ke kementerian, namun dari kementerian masih diproses sehingga kami hanya bisa menunggu,” ungkapnya.

Upaya yang dilakukan UNEJ dalam menangani kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus adalah dengan membentuk Pusat Study Gender (PSG). Namun kerja-kerja yang dapat dilakukan PSG sendiri tak bisa terlalu jauh. Lagi-lagi karena belum ada ketetapan dari kementerian.

“Untuk menangani kasus-kasus yang terjadi memang sudah ada PSG. Namun karena dari kementerian sendiri belum ditetapkan, jadi PSG juga tidak dapat bertindak lebih jauh. Tapi setidaknya dari PSG nantinya jadi lebih siap” ujar pak Totok

Proses panjang yang memakan waktu ini menyebabkan penangan kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi pun tak kunjung mendapat kejelasan. Dilain sisi, kasus yang semakin marak ini menimbulkan kekhawatiran dari mahasiswa. (ipm)

 

 

 

 


1649771160_demo.jpg

12 Apr 2022

Ratusan Mahasiswa Aliansi BEM Jember Melakukan Aksi Demonstrasi Di Depan Kantor DPRD Jember

Selasa, 12 April 2022, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM se-Jember menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Jember.

Dalam demonstrasi ini, dihadiri oleh beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Jember, Universitas Muhammadiyah Jember, Politeknik Negeri Jember, STIE Mandala, dan perguruan tinggi lainnya yang ada di Kabupaten Jember.

Korlap aksi M. Yayan menjelaskan bahwa yang melatarbelakangi aksi ini ialah karena adanya keresahan bersama terkait isu penundaan pemilu, kenaikan harga minyak goreng, dan kenaikan PPN menjadi 11%.

“Tentu saja latarbelakang aksi ini karena adanya keresahan bersama antara rakyat dan mahasiswa setelah kita melakukan kajian, ternyata ada problem di Indonesia. Pertama tentang wacana penundaan pemilu dan tiga periode, kedua kenaikan harga minyak goreng dan kelangkaan minyak goreng, selanjutnya PPN 11% yang berpengaruh kepada BBM khususnya pertamax dan pertalite yang langka”. Kata M Yayan.

Dalam aksi tersebut ratusan mahasiswa membawa berbagai macam spanduk yang berisi tuntutan utama yang akan mereka orasikan. Terdapat 4 tuntutan yang diorasikan oleh Aliansi BEM se-Jember yakni :

  1. Mendorong Ketua DPRD Kabupaten Jember dan fraksi partai politik dalam komisi untuk menandatangani pakta integritas serta mendesak agar ketua DPR RI dan Presiden Jokowi secara tegas menolak penundaan pemilu 2024.
  2. Menuntut DPRD Kabupaten Jember untuk mendesak DPR RI dan MPR RI supaya tidak mengamandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) tahun 1945.
  3. Mendorong DPRD Kabupaten Jember agar mendesak Presiden Jokowi untuk segera menyelesaikan persoalan tingginya harga minyak goreng dan meminta untuk melakukan Resuffle pada menteri perdagangan.
  4. Mendesak pemerintah untuk mencabut ketetapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11%

M Yayan menyebutkan saat demontrasi berlangsung, terdapat kendala yang dihadapi oleh Aliansi BEM se-Jember yakni dalam menandatangani pakta integritas oleh seluruh fraksi partai politik.

“Kendalanya dalam penyiapan pakta integritas yang isinya harus di tandatangani oleh seluruh fraksi partai politik namun sampai pukul 16.30 WIB yang tandatangan hanya 3 fraksi partai politik saja sehingga kita harus menunggu dan sedikit ada bentrokan yang dilakukan oleh massa aksi akibat kelamaan menunggu” jelasnya.

Dalam aksi ini, diperoleh beberapa hasil capaian salah satunya tertandatangani pakta integritas oleh seluruh fraksi partai politik DPRD Jember.

“Untuk hasil pakta integritas sudah jelas dan tertandatangani. dan kami berharap dari adanya aksi ini beberapa tuntutan kita tadi bisa disampaikan ke bagian pemerintah pusat oleh DPRD jember” kata M Yayan.

Selanjutnya, Aliansi BEM se-Jember akan terus mengawal dan akan siap menggerakkan ulang seluruh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Jember apabila dalam waktu 3x24 jam tidak terdapat keberlanjutan dari adanya aksi sore hari ini.

(Syaifullah Hasan)


1648894180_kajian.jpg

02 Apr 2022

LPM PRIMA Selenggarakan Kajian : Independensi Mahasiswa Dalam Asas Mahasiswa

Jumat,1 April 2022, LPM PRIMA FISIP UNEJ menyelenggarakan kajian dengan tema Demokrasi dalam asas Mahasiswa. Kajian ini bertajuk "Hegemoni Kampus:Mencari Eksistensi Independensi dalam asas Mahasiswa". Tujuan dari kajian ini adalah membuka ruang diskusi kepada mahasiswa FISIP tentang Independensi mahasiswa dalam berdemokrasi di lingkup Kampus. Ali Ausath, Demisioner Ketua BEM FISIP tahun 2021 sebagai pemateri dan pemantik pada diskusi kali ini. 

Ali Ausath menjelaskan pentingnya demokrasi bagi mahasiswa. karena perlu digaris bawahi mahasiswa merupakan Agent of change dan social control masa depan masyarakat nantinya. Namun disisi lain, beliau menambahkan adanya pernyataan kontradiksi terkait hal ini dengan habit dan karakteristik mahasiswa di zaman sekarang. 

"Kita adalah agent of change. kita tidak sedang berada diatas menara gading, tapi kita yang menciptakan perubahan" kata Ali. 

Menurut Ali, sejak adanya Covid-19 dua tahun belakangan, mahasiswa jadi memiliki pemikiran pragmatis seperti lebih memilih kuliah secara daring (online) padahal telah disediakan opsi offline. Padahal kehidupan realita yang ada di masyarakat justru munculnya di lingkungan kampus tempat para mahasiswa bersosialisasi sebagaimana mestinya.

“Realita kehidupan sosial begitu mahasiswa keluar dari jenjang perkuliahan itu adanya dalam kehidupan sosial kampus,” ujarnya. 

Materi yang tak kalah penting juga mengenai Pers sebagai bentuk demokrasi mahasiswa di kampus. Pers yang merupakan pilar ke-4 demokrasi memberikan pengaruh besar dalam perkembangan informasi.

"Pers mahasiswa hadir sebagai bentuk kebebasan berekspresi mahasiswa karena Pers mahasiswa tidak terikat dengan pihak manapun sehingga ruang indepensi Pers lebih besar dibanding media diluar sana" 

Lain dengan pers yang merupakan wujud kebebasan mahasiswa, Ali Ausath juga menyampaikan adanya beberapa hal yang menjadi ruang kontra hegemoni dalam dunia pendidikan, yakni kebijakan-kebijakan dan juga para tenaga pendidik. Namun meski begitu Ali Ausath menekankan kepada mahasiswa untuk terus menghidupkan kampus sebagai awal wujud berdemokrasi.

“Jangan hanya hidup di kampus, tapi hidupkanlah kampus,” pesan beliau diakhir penyampaian materinya. (Seftina)