Peringati Hari HAM Sedunia, Aliansi Mahasiswa Papua Keluarkan Press Release

By LPM PRIMA FISIP UNEJ

11 Dec 2022 - 07:03:23

1670742203_Papua.jpg
LPM PRIMA FISIP

Tanggal 10 Desember rutin diperingati sebagai hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia. Sebagai sebuah pengingat bahwa setiap insan haruslah mendalami makna dan pera sebagai manusia serta menghargai hak hidup manusia lain yang kemudian ditransformasikan menjadi tindakan saling menghargai. Tak lupa untuk mengenang dan mengingatkan bahwa sampai hari ini masih banyak kasus HAM yang tak kunjung diselesaikan.  Dalam hal ini, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang berada di Jember merespon hari penting tersebut untuk kembali menyuarakan pendapat mereka yang tertuang dalam Press Release yang dikeluarkan. Press Realese ini berisikan histori peristiwa pahit yang pernah terjadi di Papua, hingga 14 butir pernyataan masyarakat dan mahasiswa Papua terhadap pemerintah.

Bukan menjadi hal asing bagi kita untuk mengetahui fakta bahwa sampai hari ini konflik Papua terus terjadi dari hari ke hari, tahun ke tahun,  periode ke periode. Dalam Press Release tersebut, AMP menuliskan banyaknya pelanggaran HAM besar yang terjadi di tanah Papua. Bertujuan untuk mendesak Pemerintah agar bertanggang jawab atas hal buruk yang menimpa mereka serta menghentikan tindakan-tindakan represif oleh aparat di daerah Papua. Dimulai dari saat diberlakukannya operasi militer pada tahun 1966-1980 yang menewaskan sekitar 500.000 sampai 600.000 OAP (Orang Asli Papua). Kejadian Wamena pada Oktober 2000 yang penuh akan kekerasan. Di mana, pasukan Militer menembak mati 37 orang warga sipil, 189 orang terluka, 13.565 orang mengungsi dan 83 orang masyarakat sipil dijadikan tahanan politik. Sedangkan peristiwa Abepura berdarah di Jayapura pada 7 Desember tahun 2000 menewaskan 3 orang mahasiswa dan 100 orang lainnya ditahan dan disiksa.

Sebetulnya masih banyak peristiwa-peristiwa pelanggaran HAM yang dituliskan dalam Press Realese oleh AMP Jember yang jika ditotal telah menewaskan ribuan orang asli Papua dari masa ke masa. Beberapa di atas hanyalah secuil dari kejadian pelanggaran HAM besar di Papua yang tim LPM PRIMA tuliskan guna menyadarkan kita banyaknya pelanggaran HAM di Indonesia terkhusus Papua. Termasuk yang terjadi 2 tahun lalu pada kasus rasisme di tahun 2019, serta kasus pelecehan seksual pada tahun 2020 kepada 2 orang ibu yang dilakukan oleh oknum instansi militer Indonesia.

Selain itu, AMP juga menyoroti akan disahkannya Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP) menjadi undang-undang pada 6 Desember lalu. KUHP dinilai berpotensi untuk memperparah kasus pelanggaran HAM karena memiliki pasal tindak pidana korupsi dan pasal pelanggaran HAM berat yang justru mengembalikan konsistensi negara demokrasi kepada rezim orde baru. Selain itu, negara juga dianggap mengambil tindakan tanpa mempertimbangkan kedaulatan dan suara rakyat yang vokal menyuarakan ketidaksepakatan.

Lembar Press Release tersebut diakhiri dengan 14 butir permintaan terhadap pemerintah Indonesia yang berbunyi:

1. Berikan hak penentuan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi bangsa West Papua.

2. Tolak Otonomi Khusus jilid II.

3. Buka akses jurnalis seluas-luasnya di West Papua.

4. Tarik militer organik dan non-organik di West papua.

5. Hentikan segala bentuk diskriminasi dan intimidasi terhadap mahasiswa West Papua di seluruh Indonesia.

6. Bebaskan semua tapol (tahanan politik) West Papua tanpa syarat.

7. Tolak Daerah Otonomi Baru di West Papua.

8. Tutup PT Freeport, BP, LNG Tangguh dan pertambangan Blok Wabu.

9. Usut tuntas semua pelaku pelanggaran HAM di West Papua.

10. Tangkap, adili, dan penjarakan jenderal pelanggar HAM di West Papua dan seluruh Indonesia.

11. Hentikan rasialisme dan politik rasial yang dilakukan Pemerintah Republik Indonesia dan TNI-Polri.

12. Hentikan Operasi militer di Nduga, Intan Jaya, Puncak Jaya, dan seluruh wilayah West Papua lainnya.

13. Cabut Omnibus Law.

14. Tolak RKUHP.

(Inayah)

 

 

 

Artikel Lainnya
1671697865_download (1).jfif

22 Dec 2022

Alur Uji Publik Tidak jelas, Tenggelamkan Hak Bicara Peserta

Pembentukan Satgas PPKS di Universitas Jember akhirnya sampai pada tahap final. Pada tanggal 29 November 2022 lalu, Panitia Seleksi Satgas PPKS menggelar uji publik untuk Satgas PPKS di gedung Mas Soerachman Universitas Jember. Tahapan ini dihadiri oleh beberapa stakeholder, seperti Rektor, para Wakil Dekan III, Biro Pelayanan dan Bantuan Hukum (BPBH) Fakultas Hukum, Ketua Lembaga Pembelajaran dan Penjamin Mutu (LP3M), PSG UNEJ, panitia seleksi, calon Satgas PPKS, pihak eksternal seperti Polres Jember dan pemerhati pencegahan kekerasan seksual di Jember.

Meskipun uji publik yang digelar terlihat inklusif karena mengundang berbagai pihak, tahapan ini masih menuai berbagai catatan penting mengenai mekanisme forum hingga transparansi informasi acara kepada khalayak umum. NA, salah satu satgas PPKS (saat uji publik masih menjadi calon) memaparkan kekecewaannya pada kami mengenai unsur penghadiran perwakilan tiap fakultas. 

“Perwakilan mahasiswa ini unsur apa penghadirannya? Apakah dari BEM atau UKM, itu tidak jelas. Jadi perwakilan mahasiswa yang hadir pada uji publik itu tidak ada yang mempertanyakan kepada kami calon satgas, kelayakan yang mana yang ingin kalian uji”, tuturnya ketika kami wawancarai. 

Sejalan dengan hal tersebut, ARH, salah satu perwakilan BEM FISIP yang hadir pada uji publik juga menjelaskan kekecewaannya mengenai mekanisme forum. “Saya datang langsung diarahkan di tempat duduk dekat Pak Jarkasi, kebetulan disitu tidak ada microphone sehingga saya juga cukup bertanya-tanya. Tapi moderator tetap menawarkan untuk bertanya, namun saya dan kawan saya di sebelah dari BEM FKIP tidak diberikan kesempatan untuk bertanya. Entah itu setting forum atau yang lain, atau memang mekanisme begitu saya kurang tahu. Cukup kecewa sih kita tidak bisa mempertanyakan integritas dan kapabilitas calon satgas”, jelas ARH. 

NA sebagai calon satgas saat itu juga memaparkan kepada kami bahwa uji publik seharusnya dapat menampilkan ke publik perihal kelayakan calon satgas PPKS. Ia menilai bahwa uji publik kurang memberikan penilaian mengenai kelayakan calon Satgas. “Tidak ada penampilan CV dari masing-masing calon sehingga belum cukup informatif. Tampilan biodata juga seharusnya ditampilkan secara utuh sehingga publik tau bukan hanya dibaca beberapa saja”, tuturnya. 

Selain itu, transparansi akses informasi mengenai acara uji publik Satgas PPKS ini juga menjadi catatan penting mengenai bagaimana lagi-lagi penyebaran informasi mengenai pembentukan Satgas PPKS kurang terlaksana secara transparan.

“Pemberian informasi uji kelayakan publik seharusnya massif diinformasikan sebelum kegiatan melalui Instagram atau Telegram dan sebagainya sehinga mahasiswa bisa stay tune menunggu hari pelaksanaan tersebut”, tambah NA.

Naskah : Tim Redaksi Prima

Editor : Tim Redaksi Prima


1671589898_Aksi-Eksibisionis-Mahasiswi-Universitas-Jember-265x198.jpg

21 Dec 2022

Waspada Pelaku Ekshibisionisme, Pamer Organ Intim di Lingkungan Universitas Jember Kembali Terjadi

LPM PRIMA, Jember - Baru-baru ini telah terjadi sebuah tindakan eksibisionisme yang menimpa M, seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jember. Kejadian berlangsung di area kampus, tepatnya setelah pintu masuk belakang kampus FISIP (18/12/2022).

Berdasarkan penjelasan korban, pelaku mengendarai sepeda onthel lalu menyalip korban yang sedang berjalan kaki. Setelah melewati korban, pelaku putar balik lalu menunjukkan alat kelaminnya ke arah korban.

“Pas hari Minggu ‘kan aku jalan sendiri berangkat ke kampus lewat pintu belakang FISIP. Aku kira bapaknya senyum karena ramah, akhirnya aku sapa balik ‘mari pak’ ternyata pas balik bapaknya nunjukin alat kelaminnya sambil naik sepeda,” Terang M saat diwawancarai.

Korban mengaku kaget saat kejadian. Ia tak berani berteriak karena ditakutkan justru menambah ketertarikan pelaku melakukan aksinya lebih dari itu. Korban tetap berusaha tenang, mengalihkan pandangan, dan menghindar dengan berjalan lebih cepat.

“Aku syok banget, gak berani teriak takutnya malah tertarik dianya. Jadi aku langsung jalan cepet sambil lihat hp,” Tambahnya.

Korban juga menjelaskan ciri-ciri pelaku yaitu kisaran umur 30-an dengan memiliki kulit kecoklatan. Saat kejadian pelaku mengendarai sepeda onthel berwarna merah dengan baju polo berwarna merah dan putih serta celana pendek selutut.

Sejak kejadian itu korban mengaku menjadi takut kalau berjalan sendirian. (Diki)

 


1668258448_IMG_2834 (1).jpg

12 Nov 2022

Jalin Persaudaraan Antar Angkatan, Himasos Adakan Kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (PORSI)

Pada akhir pekan lalu 7/11 telah berlangsung kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (PORSI) yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Sosiologi (Himasos) Fisip Unej. Kegiatan PORSI tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa Sosiologi Fisip Unej angkatan 2022 sampai 2019. Diadakannya PORSI ini untuk dapat menyalurkan bakat dan minat dari mahasiswa Sosiologi Fisip Unej. Acara ini adalah program kerja yang diadakan tiap tahun oleh HIMASOS, pada tahun ini PORSI mengangkat tema “Burn Again Our Creativity and Sportivity in PORSI 2022”. Kegiatan ini berisikan beberapa lomba yaitu lomba olahraga Badminton, futsal, serta lomba seni cover lagu. Lomba-lomba tersebut pun dipilih melalui minat terbanyak dari mahasiswa itu sendiri.

Kegiatan ini dilakukan selama dua hari, yaitu di hari pertama dilaksanakan pertandingan bulu tangkis yang diadakan di Lapangan 8 Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember. Sedangkan di hari kedua dilaksanakan perlombaan futsal yang bertempat di Lapangan Elpashindo Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Jember. Untuk lomba cover lagu sendiri diadakan secara online dengan diupload ke instagram Porsi.

Adapun pemenang dari lomba badmin diraih oleh angkatan 2020 untuk semua macam yaitu ganda putra dan ganda campuran. Untuk lomba futsal dimenangkan oleh tim angkatan 2020. Untuk lomba cover lagu dimenangkan oleh Al-Hakim Fiqri untuk kategori terbaik dan Elegi Nur Aisyah untuk kategori favorit.

PORSI pada tahun ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme yang tinggi dari mahasiswa Sosiologi angkatan 2019-2022. Mereka terlihat sangat menikmati jalannya lomba dengan semangat mendukung tim angkatannya masing-masing. Dengan diadakannya perlombaan PORSI ini diharap dapat menyalurkan bakat dan minat mahasiswa dan juga dapat membuat solidaritas antar angkatan lebih tinggi” Tutur Fahmi Hidayat selaku ketua panitia kegiatan PORSI 2022.

TEKS : ADIBA FARIZA

EDITOR : TIM REDAKSI 


1667307530_Itaewon.jpg

01 Nov 2022

Tragedi Halloween di Itaewon, Tarik Simpati Dunia Internasional

Beberapa minggu yang lalu dunia internasional dikagetkan dengan peristiwa kemanusiaan di Indonesia yaitu Tragedi Kanjuruhan. Namun, belum selesai duka yang dirasakan, tragedi baru kembali terjadi di Korea Selatan, tepatnya di Itaewon, Seoul. Tragedi di Itaewon terjadi pada perayaan Halloween yang sempat vakum karena pandemi Covid-19. Dalam tragedi kelam tersebut telah merunggut ratusan nyawa.

Menurut saksi yang selamat dari tragedi Halloween, penyebab utama kejadian ini berawal dari penumpukan pengunjung disalah satu gang sempit di Hamilton Hotel, Itaewon. Vakum beberapa tahun menjadikan perayaan ini dinanti-nanti dan mengundang antusias warga Korea Selatan dan warga negara lain untuk merayakan bersama-sama di Itaewon. Saling berdesakan dan dorong di antra pengunjung tidak terhindarkan, akibatnya banyak dari mereka yang mengalami sesak napas dan tak sedikit yang terinjak-injak antar pengunjung.

Tragedi Halloween di Itaewon terjadi pada pukul 22.20 waktu setempat yang menewaskan kurang lebih 153 orang meninggal dunia yang rata-rata berumur 20 sampai 30 tahun. Lonjakan korban yang terus bertambah memicu respon Presiden Korea Selatan Yoon Suk-Yeol. Dilansir dari Kompas.com Presiden Korea Selatan menginformasikan bahwasannya segala hal yang terkait dengan kejadian ini mulai deri perawatan medis korban hingga pemakaman korban yang telah meninggal akan sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah.

Tidak hanya itu,  pihak kepolisian telah mengerahkan sebanyak 848 personel, termasuk 346 petugas pemadam kebakaran ke daerah tersebut, untuk segera melakukan penyelidikan apakah bar dan klub di daerah itu mematuhi peraturan keselamatan dan akan mengusut tuntas penyebab pasti tragedi ini.

Tragedi ini juga menarik atensi dunia internasional dengan tanggapan dari berbagai kalangan. Mengutip dari juru bicara CNN Richard Roth di New York, Sekjen PBB Antonio Gutters mengatakan turut prihatin terhadap insiden yang tragis ini. Selain dari Sekjen PBB, sejumlah kepala negara di dunia seperti Presiden Amerika Serikat, Presiden Prancis, dan Perdana Menteri Inggris turut menyampaikan rasa duka mendalam atas tragedi yang terjadi di Korea Selatan. Mereka juga siap untuk memberikan dukungan penuh terkait segala keperluan yang dibutuhkan oleh para korban terluka maupun yang meninggal. 

Author: Wilda Aulia

REFERENSI

https://edition.cnn.com/asia/live-news/seoul-south-korea-halloween-10-30-22/index.html

https://dunia.tempo.co/read/1651744/keponakan-anggota-kongres-as-tewas-dalam-tragedi-halloween-itaewon

https://nasional.kompas.com/read/2022/10/30/14330521/kemlu-2-wni-jadi-korban-luka-ringan-tragedi-halloween-itaewon-korsel

https://prbandungraya.pikiran-rakyat.com/internasional/pr-265764727/mengenaskan-begini-kronologi-tragedi-itaewon-sebabkan-ratusan-korban-tewas-pasca-pesta-halloween-bermula

 


1662682250_WhatsApp Image 2022-09-09 at 07.06.34.jpeg

09 Sep 2022

Ratusan Mahasiswa di Jember Gelar Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Jember, Prima News - Ratusan peserta aksi dari berbagai elemen mahasiswa se-Kabupaten Jember (06/09/22) menggelar aksi demo menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Rentetan demo penolakan harga BBM terjadi diberbagai wilayah di Indonesia, kali ini terjadi di depan Gedung DPRD Kabupaten Jember.

Aksi ini didasari oleh keprihatinan atas putusan pemerintah dengan menaikkan harga BBM yang menimbulkan keresahan bagi masyarakat.

Menurut David, koordinator lapangan dalam aksi ini mengungkapkan bahwa mahasiswa harus menjadi lidah penyambung keluh kesah masyarakat kecil kepada pemerintah.

“Yang Jelas kita sebagai mahasiswa sebagai agen perubahan dan Agen Social of Control, kita harus mendengarkan apa yang menjadi keluh kesah masyarakat dan kita wajib hadir sebagai penyambung lidah masyarakat yang saat ini sedang terhimpit kenaikan harga BBM” Ungkap David Korlap demo mahasiswa di Jember.

Lanjutnya, David juga mengungkapkan terdapat 7 tuntutan yang dilayangkan pada aksi demo kali ini.

“Setelah kami mengkaji fenomena kenaikan harga BBM ini, ada beberapa tuntutan yang kami bawa diantaranya:

1.  menolak kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik,

2.  mendesak pemerintah pusat untuk mengevaluasi kinerja BPH migas,

3.   mendesak pemerintah pusat untuk memberantas pemburu rente,

4.  tunda restrategi nasional yang tidak berpihak kepada rakyat untuk dialihkan kepada subsidi BBM dan segera membangun energi terbarukan,

5. lakukan reformasi perpajakan dan wujudkan pajak berkeadilan,

6. mengajak masyarkat umum untuk mengawal kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat,

7. Mengecam represevitas aparat di ruang-ruang demokrasi”  Ungkap David.

Sebelum aksi demo dimulai, puluhan polisi telah bersiaga dilokasi untuk mengamankan jalannya seluruh kegiatan demontrasi berlangsung.(IA)


1661645503_IMG-20220826-WA0022-800x445.jpg

28 Aug 2022

Universitas Jember Gelar Uji Publik Calon Panitia Seleksi Satgas PPKS

26/08/2022–Universitas Jember menggelar uji publik terhadap calon panitia seleksi satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di gedung Rektorat Universitas Jember. Kegiatan ini berlangsung selama satu setengah jam yang memiliki tujuan untuk memaparkan kepada publik terkait calon panitia seleksi satgas PPKS Universitas Jember.

Pembentukan Pansel PPKS termaktub dalam Permendikbud No.30 tahun 2021 yang disahkan satu tahun yang lalu. Kabar baik dari Permendikbud tersebut adalah Universitas Jember telah mengadakan acara “Uji Publik Calon Panitia Seleksi Satgas PPKS”, walaupun terkesan lambat hampir satu tahun.

Pihak rektorat sulit untuk ditemui dan diwawancarai, sehingga alternatif lain LPM Prima mewawancarai Wakil Dekan III FISIP UNEJ selaku tamu undangan.

“Tadi acaranya perkenalan, sifatnya hanya launching kepada publik terundang bahwa, ‘ini loh ada calon panitia seleksi satgas PPKS’. Bukan satgasnya namun menentukan panitia satgas,” Ujar Edi Wahyudi, Wakil Dekan III.

“Mereka memperkenalkan diri. Ada 10 calon terdiri dari dosen dan mahasiswa. Dosen kurang lebih 7 dan mahasiswa 3 orang,” Imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Amar,mahasiswa FISIP, yang menjadi salah satu peserta Uji Publik Capansel PPKS.

“Diundang juga dari mahasiswa sebagai audiens 4 orang, ada dari dosen diwakili wadek III di masing-masing fakultas, ada juga wadek I. Selain itu ada undangan untuk DP3AKB, KNIT PPA, Polres Jember dan Organisasi Perlinduangan Anak dan Perempuan,” Ujarnya.

Acara Uji Publik Calon Panitia Seleksi Satgas PPKS hanya diwakili beberapa orang saja. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait keterbukaan acara yang diselenggarakan. Menanggapi hal tersebut, Edy Wahyudi menyampaikan bahwa dengan jumlah dan elemen undangan yang ada dapat menginterprertasikan dari sisi keterwakilan pejabat setruktural dan bidang kemahasiswaan.

“Saya yakin pertimbangan dari kantor pusat (rektorat) ada hal tersendiri mengapa uji publik hanya mengundang beberapa (elemen). Menurut hemat saya, mengundang wadek III itu mungkin bisa menginterpretasikan dari sisi keterwakilan pejabat struktural ya, yang mewakili bidang kemahasiswaan saya pikir, sudah mewakili yang dinamakan uji publik, karena yang diundang merepresentasikan perwakilan.” Ungkapnya.

Di samping itu Edy Wahyudi berharap bahwa pembentukan pansel satgas PPKS ini dapat melahirkan satgas yang dapat bekerja dengan baik sesuai dengan tugas dan kewajibannya.

“Harapan saya sebetulnya lebih kepada satgasnya ya, karena yang turun langsung kan satgas. Cuman, pansel memberikan andil besar untuk menyeleksi satgas agar bisa bekerja dengan baik. Sehingga pansel benar-benar berkomitmen untuk membentuk satgas dengan baik. Membentuk satgas yang berdedikasi tinggi,” Tambahnya.

Sedangkan Amar mewakili banyak pihak dengan tegas mengatakan untuk segera membentuk panitia satgas, “Harapannya pembentukan panitia satgas PPKS ini segera terbentuk,” Ujarnya (Diki Angger)


1660645036_ratrie.jpg

16 Aug 2022

Diskusi Publik Sebagai Pendidikan Politik Kampus

Jumat 12 Agustus 2022 Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik selenggarakan Diskusi Publik membahas tentang kampanye dan pendidikan politik kampus dengan judul “Teropong Mahasiswa SOSPOL: Menimbang Wacana Kampanye Pemilu sebagai Pendidikan Politik di Perguruan Tinggi”. Diskusi ini  diselenggarakan secara online melalui zoom meeting dengan mengundang Divisi SDM & Partisipasi Masyarakat KPU Kab. Jember sebagai pemateri.

Menurut Amiq diskusi semacam ini adalah wadah bagi mahasiswa FISIP untuk melakukan analisis dan sumbang pemikiran atas wacana pemilu kampus yang telah beredar.

“Latar belakangnya jelas, Ketua KPU Republik Indonesia mengeluarkan pendapat atau wacana ya lebih wacana yaa. Pemilu sebagai pendidikan politik di kampus oleh karena itu, memang ada klausulnya, kami sebagai mahasiswa FISIP bereaksi dan juga akan menyuarakan pendapat dan melakukan diskusi untuk menimbang wacana ini.” Terang Amiq

Sebelum dilakukannya diskusi ini BEM FISIP telah membuat kajian tertulis dengan judul “Teropong Mahasiswa SOSPOL: Menimbang Wacana Kampanye Pemilu di Perguruan Tinggi” untuk menunjukkan pro dan kontra terkait dengan wacana kampanye yang akan dilaksanakan di kampus. Sehingga dengan adanya diskusi ini menambah lebih banyak perspektif sesuai dengan focus masing-masing pemateri sebagai bahan pertimbangan bagi mahasiswa untuk menyikapi wacana ini.

Menurut Pramudya Ananta, Menko Analisis BEM FISIP 2022 bahwa dari segi hukum pelaksanaan kampanye kampus tidak diperbolehkan dibeberapa tempat, namun hari ini masih ada pelanggaran dalam hal ini.

“Secara pribadi, secara Yuridis sebenarnya kampanye di kampus tidak diperbolehkan karena emang ada beberapa tempat yang diperbolehkan seperti tempat ibadah, tempat pemerintah…. Dan kampanye di kampus itu sudah ada pelanggarannya”. Jelasnya.

Kesimpulan dari penyelenggaraan diskusi ini ialah dimana belum adanya regulasi yang mengatur atas wacana tersebut sehingga belum menemukan kejelasan yang konkrit untuk jawaban atas pelaksanaan kampanye yang akan dilakukan di dalam kampus.

Oleh : Ardiah Ratrie 


1660643879_diki.jpg

16 Aug 2022

Himasos Fisip Unej Gandeng  XR Jember dan XR Jatim Lakukan Aksi Toy Strike dan Open Donation Boneka

LPM PRIMA, Jember – Himasos Fisip Unej bersama Extention Rebellion Jember (XR Jember) dan Extention Rebellion Jawa Timur (XR Jatim) menggelar aksi simbolik di alun-alun Jember, pada 14 Agustus 2022. Aksi tersebut dilakukan untuk mengampanyekan terkait isu krisis iklim.

Sebelumnya mereka telah melakukan “Open Donation Boneka atau Mainan Anak ”,  yang masih layak. Donasi terbuka dilakukan sejak 8-13 Agustus lalu. Terkumpul lebih dari 3 kardus besar berisi  mainan dan boneka. Boneka-boneka itu nantinya akan disumbangkan kepada adik-adik di Lembata, NTT yang merupakan daerah terdampak banjir dan longsor pada 2021 silam.

Aksi berlangsung selama satu setengah jam dari pukul 09.00 – 10.30 WIB. Ada sekira 20 peserta yang turut menyuarakan terkait krisis iklim. Boneka-boneka dari hasil open donasi juga dipajang di atas kain hitam.

Aksi simbolik tersebut diisi orasi oleh Ketua Umum Himasos Fisip Unej, Aulian Milki Toha Larobi dan pembacaan puisi oleh Ananda Rizky dari XR Jatim. Dalam orasinya Aulian menyampaikan peringatan bahwa waktu kita sudah habis untuk menyelamatkan bumi dari krisis iklim.

“Dunia sedang tidak baik-baik saja. Waktu kita sudah habis, jika semua lini masyarakat tidak segera sadar akan bahaya krisis iklim. Tunggu saja masa kepunahan umat manusia!” pekiknya dengan lantang.

Ananda Rizky, perwakilan XR Jatim mengatakan, peran pemuda sangat berpengaruh untuk menciptakan perubahan dalam isu krisis iklim saat ini.

“Kami mengampanyekan krisis iklim yang terjadi sekarang. Kami memanfaatkan peran pemuda yang mempu mengubah banyak hal, salah satunya melalui kegiatan ini. Di mana ini sangat perlu mengingat di masa sekarang, dengan bumi yang sekarang kita tinggali mengalami krisis iklim,” kata Rizky saat diwawancara Prima.

Aulian mewakili Himasos Fisip Unej sekaligus XR Jember menyampaikan harapannya agar masyarakat segera sadar akan krisis iklim yang sedang terjadi.

“Harapannya masyarakat segera sadar dan semakin peduli terhadap bumi dan lingkungannya. Dan harapan terbesar kami adalah pemerintah segera mendeklarasikan darurat krisis iklim,” ujarnya saat diwawancara Prima.

Senada dengan hal tersebut, Rizky menyampaikan imbauannya kepada seluruh elemen masyarakat agar sesegera mungkin untuk terlibat dalam penanggulangan krisis iklim ini.  

“Masalah iklim ini merupakan masalah besar yang mengglobal dan harus semua elemen terlibat dalam penanggulangan ini. Dari masyarakat terkecil sampai pemegang regulasi tertinggi juga harus berkesinambungan untuk bekerja sama dalam menanggulangi krisis iklim ini,” ujarnya.

Di akhir aksi, mereka menyampaikan deklarasi berupa tiga hal penting. Adapun isi dari deklarasi tersebut sebagai berikut:

  1. Menuntut peran pemerintah lebih serius menanggapi krisis iklim yang ada di Indonesia. Melihat bencana di Indonesia semakin banyak dan parah masalah ini tidak bisa di biarkan begitu saja.
  2. Kami para pemuda Jember mewakili pemuda Indonesia yang peduli kepada bumi dan lingkungan, mengajak seluruh lapisan masyarakat Jember agar turut menjaga bumi dan lingkungannya.
  3. Kami menolak punah.

 

Oleh: Diki Angger


1658589455_resuffle.jpg

23 Jul 2022

Reshuffle Kepengurusan, Himasos Gelar Rapat Istimewa

Selasa, 12 Juli 2022 Himpunan Maahasiswa Sosiologi (Himasos) Fisip Unej menggelar rapat istimewa. Rapat ini diselenggarakan untuk menetapkan pergantian jabatan didalam suatu kepengurusan (Resuffle). Reshuffle pada Himasos dilakukan karena Sekretaris Bidang Akademik,  Annisa Dini Kamila, memutuskan untuk keluar dari Unej dan pindah ke kampus lain.

Sesuai dengan landasan hukum yang tertera pada peraturan organisasi (PO) Himasos Fisip Unej 2022 bab V pasal 20 ayat (3) mengenai reshuffle tentang pemberhentian pengurus atas dasar “kepindahan kuliah”.

Menurut Aulian, Ketua Himasos resuffle adalah hal yang tidak direncanakan dalam sebuah kepengurusan dan sifatnya sakral. “Reshuffle tidak bisa direncanakan karena apa yang ada dalam suatu kepengurusan sifatnya ditetapkan dan sakral jadi reshuffle di himasos ada ketentuannya seperti pindah kuliah,drop out,meninggal, nah kayak gitu jadi ga tiba-tiba.” kata Aulian saat di wawancara.

Posisi Sekretaris Bidang Akademik Himasos pun digantikan oleh Wisnu Wardhana yang sebelumnya menjabat sebagai anggota Departemen Kajian Teori Bidang Akademik. Sedangkan posisi Wisnu di anggota Departemen Kajian Teori Bidang Akademik akhirnya di gantikan oleh Alina Ratna Anjali yang dipilih oleh ketua Himasos dari warga sosiologi.

Wisnu memberikan tanggapannya mengenai reshuffle yang merubah posisinya di Himasos. Wisnu mengaku cukup kaget akan perubahan jabatannya dalam kepngurusan Himasos, sehingga butuh waku adaptasi.

kalo perasaanku pribadi sih jujur kaget ya, kan kepengurusan udah berjalan anggap lah pertengahan, jadi proker-proker itu udah mulai masuk ke yang skalanya besar, Jadi lumayan bingung juga sih awalnya. Tapi semingguan setelah menempati tempat yang baru alhamdulillah sudah mulai terbiasa. Terang Wisnu

Atas kepindahannya, Annisa mengaku berat meninggalkan tanggung jawabnya di Himasos dan butuh pertimbangan yang cukup matang.

“Perasaan ninggalin Himasos yaa pastinya berat dong, butuh pertimbangan juga kan, apalagi udah setengah jalan gitu.  Alhamdulillah dapet banyak pelajaran tentang keorganisasian, ketemu orang-orang hebat, dan banyak deh. Terus juga udah mulai acara offline, sering ketemu temen-temen banyak menciptakan kenangan berkesan menurut aku.” Ujar Annisa.

Annisa pun berharap bahwa di lain kesempatan dapat berkolaborasi lagi dengan Himasos “Namun, aku harap bakalan ada kolaborasi-kolaborasi selanjutnya walaupun udah ga di Hima lagi.” Kata Annisa.

Atas kejadian ini,Aulian, Ketua Himasos berharap anggota Himasos yang terkena reshuffle dapat bekerja dan berkontribusi penuh untuk berdedikasi kepada warga Sosiologi

“Harapannya agar bisa segera menyesuaikan,bisa bekerja bersama dan bisa berkontribusi penuh untuk berdedikasi kepada warga sosiologi.” Ujar Aulian. (Rayhan)