Pembentukan KPUM

By LPM PRIMA FISIP UNEJ

03 Nov 2019 - 03:23:21

1572711801_IMG-20191102-WA0012[2].jpg
Lutfi, Ketua BPM, melakukan sesi interview bagi para pelamar

Prima, Fisip - Sabtu, 2 November 2019, BPM melakukan sesi Interview bagi para calon anggota KPUM FISIP Unej. Sesi ini merupakan fase pertama yang dilakukan BPM untuk menyukseskan regenerasi serentak yang diproyeksikan terjadi pada bulan Desember. Namun sesi ini belum maksimal karena partisipasi mahasiswa FISIP masih rendah.

M. Lutfi selaku ketua BPM mengatakan "dari kebutuhan 45 mahasiswa di KPUM, hanya ada 32 pendaftar", jelasnya. BPM telah membuka open recruitment selama 5 hari dan diperpanjang 2 hari. Hal itu mendapat tanggapan dari Wiwit, Sos 17, bahwa alokasi waktu terlalu singkat bagi para mahasiswa untuk mendaftar. Selain kuota KPUM, Kuota Banwalu juga tidak terpenuhi.

Untuk menanggulangi kekurangan kebutuhan kuota, Lutfi menjelaskan bahwa akan ada sistem tambahan dari pendelegasian ormawa. Sistem tersebut dipilih karena sudah diatur dalam UU Pemilu FISIP tahun 2018. "BPM akan berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan proyeksi regenerasi serentak" tandas Lutfi.

Artikel Lainnya
1631758582_index.jpg

16 Sep 2021

Alur Tak Jelas, Mahasiswa Keluhkan Birokrasi FISIP yang Lamban

Alur Tak Jelas, Mahasiswa Keluhkan Birokrasi FISIP yang Lamban

PRIMA FISIP – Komisi 2 Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (BPM FISIP Unej) adakan serap aspirasi melalui sosial media untuk mewadahi keluhan administrasi mahasiswa sejak 7  hingga 14 September 2021 lalu.

Aspirasi ini ditujukan untuk Mahasiswa yang masih aktif berkuliah. Penyebaran serap aspirasi dilakukan melalui media sosial seperti instagram, whatsapp dan disebarkan ke setiap masing-masing angkatan dan program studi.

Muhammad Hakim, selaku ketua BPM  menjelaskan, bahwa aspirasi ini berangkat dari banyaknya masukan dan keluhan dari mahasiswa tentang pelayanan administrasi di FISIP sehingga membuat BPM mengadakan serap aspirasi tentang pelayanan birokrasi ”Sebelumnya kami mendapatkan beberapa masukan atau keluh kesah dari teman-teman mahasiswa bahwasannya ada kesulitan-kesulitan dalam melakukan administrasi” Ungkapnya pada Rabu, 15 September 2021.

Hakim juga menjelaskan, bahwa BPM  juga mengalami kesulitan dalam mengurus Surat Keputusan (SK) “kami juga masih ada kesulitan di bagian administrasi, sudah mengajukan SK sekitar 2 minggu, namun hingga hari ini SK nya masih belum selesai juga” Tambahnya.

Selain itu, Rohman Ramadhan selaku Advokesma Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menjelaskan bahwa setelah ditetapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat  (PPKM), alur birokrasi yang ada di FISIP sekarang tidak jelas “Semenjak diterapkannya PPKM, segala urusan pengajuan Ormawa diserahkan kepada pihak satpam yang nanti akan disambung ke pihak TU, tidak adanya alur birokrasi pengajuan proposal kegiatan ormawa yang jelas” Katanya.

Rohman menambahkan, bahwa alur birokrasi yang tidak jelas membuat banyak mahasiwa yang tidak memahami mengalami kebingungan “ Mahasiswa tidak banyak yang memahami pasti dan bingung akan menghubungi siapa untuk memfollow up perkembangan proposal” Tambahnya.

Disamping itu, pihak BEM sudah berupaya membuat flyer tata cara pelayanan dan aktivitas mahasiswa yang disebar luaskan melalui instagram BEM FISIP Unej agar diketahui mahasiswa.

Arya Citra, Ketua Himpunan  Mahasiswa Diploma Tiga (HIMADITA) ikut angkat bicara mengenai birokrasi yang rumit saat PPKM. Ia menjelaskan bahwa Proposal kegiatan HIMADITA pernah terselip “. Proposal terselip hampir seminggu. Di awal  aku pikir bahwa proposal hilang, terus aku buat proposal baru, nah saat proposal baru sudah di acc, ternyata proposal yang lama baru ketemu. Proposal terselip kayaknya di KTU” Jelasnya.

Arya menjelaskan, terselipnya proposal ini mengakibatkan timeline kegiatan mengalami kemunduran “Dalam hal ini, kegiatan yang diajukan mengalami kemunduran pada timeline” Tegasnya.

Ia berharap kepada pihak Fakultas untuk memasifkan komunikasi via online dan memperjelas pembagian jobdesk antara pihak Fakultas  “Untuk yang pertama kalau misal gak bisa atau masih sibuk itu chatnya kita tetep dibalas gitu, jangan slowres biar kita tahu perkembangannya. Untuk yang kedua bisa dibagi gitu lo, ini bagian apa yang ini bagian apa, jadi lebih terkoordinir biar gak rancu, misal kita menghubungi pihak satunya ternyata dilempar ke pihak satunya lagi” Harapnya.

Selain pengajuan proposal kegiatan yang lambat, ada beberapa mahasiswa yang mengeluh karena tidak dapat mengikuti program beasiswa karena tidak mendapat surat aktif dari pihak Fakultas.

Ardiah Ratrie Hapsari, Mahasiswa Kesejahteraan Sosial menjelaskan kronologi bagaimana dia tidak bisa mendaftar beasiswa karena salah satu persyaratan tidak terpenuhi akibat lambatnya penanganan administrasi di FISIP “ tgl 27 itu ada info beasiswa Baznaz dan terakhir penutupan itu tanggal 30/31 Agustus sebelum perpanjangan, tanggal 30 butuh semua berkas untuk mendaftar beasiswa tersebut, tapi tinggal surat aktif itu saja, dari Hari Senin itu tidak ada kabar, dan pada tanggal 31 Agustus Hari Selasa dimana terakhir pendaftaran maka malamnya saya mengajukan tanpa surat aktif, dan tanggal 2 September atau setelah 7 hari pengajuan itu akhirnya diberikan dan ternyata ada perpanjangan waktu dari beasiswa Baznas namun saya sudah meng-apply persyaratannya maka tidak bisa meng-apply kedua kalinya lagi” Jelasnya

Hal serupa juga dialami oleh Danang, mahasiswa Sosiologi yang telat mendapat respon dari pihak Birokrat untuk mendapat surat aktif kuliah yang akan digunakan untuk mendaftar beasiswa” Waktu itu aku mengirim berkasnya ke fisip tgl 31 juli. Namun ada beberapa masalah yg bikin surat aktifku telat turun sampai deadline pendaftaran beasiswa” Jelasnya. (Silmi, Berlina, Resvi, Labib)

 

 


1631617278_COVER BERITA DESA.png

14 Sep 2021

OPTIMALISASI JARING PENGAMAN DESA PENANGANAN COVID 19 PADA KELURAHAN SINGONEGARAN RT.03 RW.01 KOTA KEDIRI Meilinda Kurnia

Singonegaran merupakan salah satu kelurahan yang termasuk kedalam wilayah Kecamatan Pesantren dan terletak di tengah tengah Kota Kediri. Kelurahan Singonegaran memiliki 48 RT dan 10 RW yang berbatasan dengan Kelurahan Jamsaren dan Banjaran disebelah utara, Kelurahan Setonopande dan Jagalan disebelah barat, Kelurahan Tosaren dan Kaliombo disebelah selatan, serta Kelurahan Pakunden disebelah timur nya. Banyaknya jumlah penduduk menjadikan sebuah tantangan khusus oleh pihak pemerintah setempat untuk dapat mendorong adanya pertumbuhan perekonomian dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Coronavirus adalah salah satu virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Berdasarkan bukti ilmiah, COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui percikan batuk/bersin (droplet), tidak melalui udara. Orang yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19 termasuk yang merawat pasien COVID- 19. Virus Covid 19 dapat menjangkit semua kelompok usia tak terkecuali anak-anak. Aktivitas pada anak-anak yang tidak bisa dikendalikan secara sepenuhnya menjadikan kemungkinan besar akan mengalami penularan virus Covid-19 apabila tidak ditanamkan edukasi sejak dini terkait bahayanya penyakit tersebut. Orang tua sebagai pendamping wajib untuk menerapkan strategi dalam mencegah penularan Covid-19 sebagai jaring pengaman pada anak-anak.

Kamis, 12 Agustus 2021 saya sebagai salah satu anggota kelompok 45 KKN Back to Village 3 Universitas Jember melakukan survey dan observasi di Kelurahan Singonegaran serta terdapat diskusi dengan pihak kelurahan untuk mengidentifikasin permasalahan jaring pengaman Desa penanganan Covid-19. Kondisi lingkungan rumah yang berdekatan satu sama lain menyebabkan besar kemungkinan dalam penularan virus terutama pada RT 03 RW 01 yang mana terdapat rumah yang saling berdekatan satu sama lain dank banyaknya anak-anak yang minim pengetahuan terkait bahaya, dampak, penanganan dan pencegahan virus Covid-19. Dengan adanya permasalahan yang ada maka saya cukup tertarik untuk implementasi program kerja KKN dengan topik “Jaring Pengaman Desa Penanganan Covid-19” kepada RT 03 RW 01 pada sasaran anak dari Ibu Anik salah satu warga setempat.

Berdasarkan pemaparan dan analisis permasalahan yang telah saya dapatkan dari berbagai sumber agar mendapatkan peningkatan pemahaman terkait penanganan dan pencegahan Covid- 19 . Hal tersebut menjadi sebuah agenda yang sangat penting dikarenakan memiliki capaian output untuk mengurangi jumlah masyarakat khussnya anak-anak dalam penularan Covid-19. Maka pada minggu 1 saya melakukan observasi, survey dan diskusi dengan pihak kelurahan dan RT 03 RW 01 untuk membahas permasalahan yang ada dan melakukan intake atau pengenalan dan pendekatan pada orang tua sasaran. Sedangkan pada minggu selanjutnya memiliki rencana yaitu dengan mengadakan edukasi untuk meningkatkan pemahaman anak-anak melalui sosialisasi yang tepat dengan menjelaskan perihal informasi terkait Covid-19 baik gejala, cara penularan maupun langkah-langkah pencegahannya. Program selanjutnya yaitu mewujudkan anak yang bijak dalam menghadapi pandemi melalui perilaku hidup sehat. (Meilinda Kurnia S /KKN BTV 3 / Kelompok-45/ Kelurahan Singonegaran /Kota Kediri/ Dwi Haryanto, S.Sn., M.Sn )

Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4
Diterima dengan baik oleh pihak Kelurahan Singonegaran, Bu RT setempat dan Keluarga dari sasaran KKN Sosialisasi-1 yakni edukasi mengenai bahaya dan cara pencegahan Covid-19

Kelas KKN-1 yakni cegah isu hoax Covid-19 yang ada dimasyarakat.

Sosialisasi-2 yakni tentang edukasi mengenai protokol kesehatan dan praktek mencuci tangan yang baik dan benar.

Kelas KKN-2 yakni tentang pentingnya peran orang tua dimasa pandemi.

Tabel 1. Kegiatan yang terlaksana selama KKN


1630747943_WhatsApp Image 2021-09-04 at 4.24.39 PM.jpeg

04 Sep 2021

PPMB FISIP 2021 Dilaksanakan Secara Hybrid Ditengah Pandemi Covid 19

PRIMA FISIP – Sabtu (4/9), hari pertama sekaligus hari pembuka dilaksanakannya Pembinaan dan Pengembangan Mahasiswa Baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (PPMB FISIP UNEJ) 2021. Berbeda dengan tahun sebelumnya, PPMB FISIP UNEJ 2021 ini dilakukan secara hybrid (luring dan daring) yang diikuti oleh 978 Mahasiswa baru dan dilaksanakan 7 kali pertemuan setiap hari sabtu selama 4 jam.

Kegiatan PPMB yang dilakukan secara Hybrid ini mendapatkan respon positif dari mahasiswa baru “seru menarik, protokol kesehatannya juga ketat jadi bisa ikut ngelaksanain ospek offline meskipun gak secara keseluruhan” kata Fatimah Alya Zahida, salah satu perwakilan Mahasiswa FISIP.  

Dr. Edy Wahyudi, S.Sos., M.M. selaku Wakil Dekan 3, menjelaskan apel dengan sistem hybrid ini dapat dijadikan solusi dimasa pandemi covid-19 karena sudah dilakukan sesuai regulasi yang ada “Kenapa harus menggunakan apel dengan sistem Hybrid karena memang secara regulasi kita diizinkan” jelasnya.

Ia juga menjelaskan Tema yang diambil dalam PPMB yaitu “Kendalikan Masa Depanmu” dengan harapan keberadaan teknologi saat ini tidak menjadikan mahasiswa malas, namun menjadi mahasiswa yang Fleksibel terhadap perubahan teknologi Inovatif, Sociopreneur kemudian Imajiner dan juga Proaktif dengan perubahan” Tegasnya.

Dekan FISIP UNEJ, Dr. Djoko Poernomo, M.Si. menjelaskan kegiatan PPMB ini adalah momen yang baik untuk berkenalan secara daring maupun luring. Hal ini dikarenakan, semua Ormawa (Organisasi Mahasiswa) yang ada di FISIP turut hadir, baik itu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan perwakilan mahasiswa baru dari masing-masing prodi, serta juga beberapa pimpinan Fakultas.

Ia juga menjelaskan acara PPMB ini dapat menjadi pertanda yang baik untuk kegiatan kedepannya “Acara ini juga diikuti secara daring dan ini menjadi satu pertanda yang bagus bagi kita semua meskipun masa pandemi covid-19 belum mereda“ jelasnya.

Panitia PPMB FISIP UNEJ 2021, Axel Nathaniel menyampaikan PPMB bertujuan untuk memberikan pengenalan kepada mahasiswa baru mengenai dunia kampus dan kehidupan kampus yang ada di FISIP “pengenalan akan kampus FISIP dan pemberian materi agar mahasiswa baru agar kelak dapat berprestasi” singkatnya

Alya mahasiswa baru FISIP UNEJ 2021 mengungkapkan, meskipun tidak sepenuhnya dilakukan secara luring, kegiatan PPMB kali ini cukup menyenangkan karena dapat merasakan PPMB secara offline. Ia juga berharap FISIP dapat menghasilkan mahasiswa yang berprestasi “Harapanya FISIP bisa menghasilkan mahasiswa yang berprestasi” Harapnya.

Besar harapan Bapak Dekan untuk Mahasiswa Baru agara seluruh mahasiswa menyalurkan bakat dan minatnya di seluruh Ormawa yang ada di FISIP agar mahasiswa FISIP menjadi sarjana yang kompeten “harapannya ya tentu semua bakat kompetensi minat semuanya yang ada di adik-adik mahasiswa itu bisa tersalurkan sehingga mereka menjadi sarjana yang kompeten” Jelasnya.

Bapak Wakil Dekan 3 juga berharap untuk Mahasiswa Baru agar tetap kompak dan tetap menikmati proses pembelajaran yang ada pada PPMB FISIP UNEJ 2021 meskipun harus dilakukan via zoom. (Berlina)


1628943352_hhh.jpg

14 Aug 2021

Refleksikan HUT RI ke 76 Himaistra dan LPM Prima gelar Diskusi Kolaborasi

PRIMA FISIP – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, Sabtu (14/08) Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi (Himaistra) berkolaborasi dengan Lembaga Pers Mahasiswa Pribadi Merdeka Mahasiswa (LPM Prima) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) mengadakan sebuah diskusi bersama tingkat fakultas yang bertema Refleksi Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-76 yang telah berlangsung secara virtual melalui platform zoom.

Selain untuk memperingati hari kemerdekaan, acara ini bertujuan untuk menguatkan kesadaran serta pemikiran dalam bertindak dan kesadaran untuk berjuang, serta memperluas inside dan juga pandangan mahasiswa. Selain itu, kolaborasi ini dapat menginspirasi kepada khalayak ramai terutama warga FISIP.

Acara yang merupakan bentuk kerjasama kedua Organisasi Mahasiswa (ormawa) FISIP ini sukses mengumpulkan lebih dari 270 mahasiswa dari Prodi Administrasi dan anggota LPM Prima serta beberapa perwakilan seluruh ormawa di FISIP dan diskusi berlangsung selama 2 jam.

Diawali dengan sebuah sambutan, Amiq Iqmal Shihabbuddin, Ketua Himaistra yang mengatakan bahwa acara ini adalah sebuah ruang inteluektual yang menamah kognisi serta memupuk kembali semangat kemerdekaan.

Kedua pemateri yaitu Bapak Rintahani Johan Pradana, M.Si. Penulis buku sejarah dan Bapak Dr. Muhammad Iqbal, M.Si. Dosen FISIP Unej berkolaborasi dengan luar biasa.

Selama kurang lebih 2 jam peserta yang berasal dari prodi angkatan 2021-2019 mengikuti diskusi dengan dimoderatori Kawan Dhavina berjalan dengan seru. Diluar ekspektasi ada beberapa teman-teman mahasiswa dari kampus lain yang turut meramaikan.

Seluruh aspek dibahas mulai dari awal kemerdekaan hingga peran mahasiswa dalam merefleksikan kemerdekaan hingga hal-hal yang detail dibahas.

Semoga hal ini bisa terus sinergi, semoga kita kolaborasi Prima dan HIMAISTRA bisa menginspirasi UKM dan ORMAWA yang ada di FISIP untuk sama-sama membuat ruang-ruang intelektual baru bagi mahasiswa FISIP khususnya” Amiq. (Ilma, Mahasiswa Administrasi Negara 2020)


1627309298_20d359bc575b4dbd90304dea03b813c1.jpg

26 Jul 2021

KKN Tak Kunjung Jelas, Aliansi BEM Fakultas Desak LP2M Adakan Audiensi

KKN Tak Kunjung Jelas, Aliansi BEM Fakultas Desak LP2M Adakan Audiensi

PRIMA FISIP – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Universitas Jember desak Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) untuk melaksanakan Audiensi yang membahas tentang Kuliah Kerja Nyata Back to Village (KKN BTV) Jilid III yang hingga saat ini belum mendapat kejelasan (26/7). Aliansi BEM Fakultas Universitas Jember menjadwalkan Audiensi tersebut pada hari Rabu, 28 Juli 2021 pukul 09.00 yang disampaikan melalui Surat Terbuka kepada Ketua LP2M.

Ali Ausath, Ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), yang tergabung dalam aliansi tersebut menjelaskan bahwa yang melatarbelakangi gerakan ini adalah ketidakpastian pihak LP2M dalam memberikan kejelasan KKN  Latar belakang  gerakan ini adalah kami dari Aliansi BEM F secara konsensus melihat sebuah permasalahan yakni sebuah permasalahan bersama terkait KKN yang tidak ada kejelasan sampai hari ini” Kata Ali Ausath.

Ali Ausath juga menjelaskan adanya gerakan ini agar mendapat titik jelas dari LP2M karena beberapa kampus lain sudah membuat keputusan “kami dari Aliansi BEM F menyepakati untuk mengambil sikap tegas untuk permasalahan ini agar mendapat titik jelas karena kalau kita lihat dibeberapa kampus yang sudah kami tuliskan dalam press release itu sudah mengambil sikap tentang KKN ... sedangkan unej sampai saat ini belum ada”. Kata Ali Ausath

Ia juga menambahkan, bahwa sebelum melayangkan Surat Terbuka, Aliansi BEM Fakultas sudah beberapa kali menanyakan kejelasan KKN kepada pihak LP2M tetapi tidak diberi dan diminta untuk menunggu. “dari pihak aliansi sudah beberapa kali ke LP2M Cuma yang didapat cuma sekedar menunggu dan menunggu” Jelasnya

Saat dikonfirmasi melalui Ali Bahrudin, Koordinator Pusat LP2M, surat tersebut telah diterima dan akan segera ditindaklanjuti “Tadi sore saya dikirimi pimpinan sepertinya sudah. Mengenai audiensi ya jelas ada nanti kita ada forum agar tidak salah tafsir lagi.” Kata Ali Bahrudin.

Ia menjelaskan bahwa, penerjunan Mahasiswa akan dilaksanakan tanggal 15, namun karena PPKM diperpanjang, 6 hari sebelum penerjunan ditunda sampai informasi selanjurnya.

“Sebenarnya tanggal 15 itu sudah penerjunan, tapi karena tiba-tiba ada PPKM kita berfikr ulang, makanya 6 hari sebelum tanggal 15 itu kita umumkan bahwa penerjunan itu menunggu sampai info berikutnya” jelasnya.

Ia juga menjelaskan kenapa informasi selanjutnya tidak diberikan pasti karena menunggu berakhirnya masa PPKM. “Ya info berikutnya itu adalah untuk menentukan bahwa jelas jelas PPKM ini sudah berakhir begitu, mengapa waktu kita mem-broadcast Mahasiswa itu tidak menentukan tanggal penundaannya kapan” jelasnya

Ali Bahrudin memberikan titik tekan penundaan penerjunan KKN karena perpanjangan PPKM “ jadi kalau dalam bahasa tuntutan itu tidak jelas dan sebagainya itu kurang tepat ya tapi yang jelas bahwa pertimbangan yang utama kami adalah karena regulasi PPKM.” Katanya . (Dev)


1626924991_WhatsApp Image 2021-07-22 at 10.32.57 AM.jpeg

22 Jul 2021

BEM FISIP UNEJ Berbagi Kasih, Distribusikan Daging Kurban di Hari Raya Idul Adha

PRIMA – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosisal dan Ilmu Politik Universitas Jember (BEM FISIP UNEJ) mendistribusikan kurang lebih 90 besek daging kurban di tengah momentum Hari Raya Idul Adha 1442 H pada Rabu (21/7) lalu. Pendistribusian daging kurban tersebut merupakan hasil donasi warga FISIP UNEJ yang sebelumnya telah digalang oleh BEM FISIP UNEJ.

Wakil Ketu BEM FISIP UNEJ, Cindy Priskila menyampaikan total donasi yang terkumpul sejumlah Rp1.510.000. “Jumlah ini di luar ekspektasi kita. Kita kira dana yang terkumpul tidak akan sebanyak itu, tapi ternyata banyak warga FISIP yang antusias berdonasi,” tutur Priskila.

BEM FISIP UNEJ juga bekerja sama dengan Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) dalam hal pengalokasian dana, pengelolaan, dan pemetaan tempat bagi warga yang membutuhkan sebagaimana dipaparkan oleh Ketua BEM FISIP UNEJ, Ali Ausath. “Dengan bersinergi seperti ini, dana yang terkumpul bisa di-plotting sesuai dengan kebutuhan daerahnya. Kebetulan, dari hasil donasi kemarin kita dapat sekitar 5 kambing,” kata Ali.

Adapun tempat yang terpilih menjadi sasaran penyaluran daging berlokasi di Desa Padasan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Tempat ini sebelumnya telah melalui proses survei dan pendataan oleh BEM FISIP dibantu oleh beberapa relawan YDSF agar bantuan tepat sasaran.

BEM FISIP UNEJ juga mempunyai trik agar tidak terjadi kerumunan saat membagikannya. Proses pendistribusian daging kurban dilakukan secara door to door (rumah ke rumah) sehingga menghindari adanya kerumunan dan penyebaran virus Covid-19. Namun demikian, baik Ali dan Priskila mengakui proses pendistribusian sempat mengalami kesulitan dengan medan yang terjal.

“Walaupun dengan keringat dan jerih payah, medannya agak naik turun, sehingga (kami) agak kesulitan, cuma alhamdulillah bisa terdistribusikan semua,” ujar Ali. (GNM)


1620424010_fix.jpg

07 May 2021

Usai Penghitungan, KPUM sebut Calon Terpilih

PRIMA FISIP – Tahapan Pemilihan Umum Raya (Pemira) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (FISIP Unej) telah sampai pada proses penghitungan suara masing-masing calon. Penghitungan suara dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) FISIP Unej pada Jumat (7/5) hingga Sabtu (8/5) dini hari.

Penghitungan suara dimulai dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Sosiologi (HIMASOS), dilanjut Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi (HIMAISTRA), lalu Himpunan Mahasiswa Jurusan Kesejahteraan Sosial (HIMAKES), dan yang terakhir Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Untuk Himpunan Mahasiswa Diploma Tiga (HIMADITA) tidak melakukan penghitungan karena aklamasi.

Ketua KPUM, Savyla Putri Permatasari, menyebutkan daftar nama-nama ketua yang terpilih dalam kontestasi Pemilihan Umum Raya (Pemira) di setiap HMJ “ Untuk pemenangnya HIMAISTRA itu dimenangkan oleh nomor urut 03 yaitu Amiq Iqmal, kemudian untuk HIMAKES itu dimenangkan oleh nomor urut 02 yaitu Muhammad Irfan, sedangkan untuk HIMASOS itu dimenangkan oleh nomor urut 01 yaitu Wahyu Nur Prayogi, kemudian untuk BEM dimenangkan oleh nomor urut 02 yaitu ALI Ausath dan Priskilla Firhananto.”  kata Savyla.

Berikut adalah hasil rekapitulasi dari pemilihan

  1. HIMASOS

Nomor urut 1 Wahyu Nur Prayogi  memperoleh 115 Suara.

Nomor urut 2 Isom Maulana memperoleh 84 Suara

Jumlah suara 199 suara

  1. HIMAISTRA

Nomor urut 1 Athallariq Sulthan memperoleh 174 suara

Nomor urut 3 Amiq Iqmal S memperoleh 258 suara

Jumlah Suara 432 suara

  1. HIMAKES

Nomor urut 1 Dharma Aji 103 suara

Nomor urut 2 Irfan Hartadi 130 Suara

Jumlah suara 233 suara

  1. BEM

Nomor urut 1 Aufa Almubdi dan Deffa P. memperoleh 391 suara

Nomor urut 2 Ali Ausath dan Cindy Priskilla memperoleh 728 suara

Jumlah suara 1119 (Labibatul)

 


1620355725_penghitungan suara.jpg

07 May 2021

Sistem Eror, Tunda Penghitungan Suara

PRIMA FISIP - Komisi Pemilihan Umum Raya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politk Universitas Jember (KPUM FISIP Unej)  memutuskan menunda penghitungan suara pada Jumat (07/05) dikarenakan sistem eror.

Ketua KPUM, Savyla Putri Permatasari,  menjelaskan bahwa penundaan penghitungan suara ini dikarenakan sistem tidak dapat diakses “Ya ini tidak bisa di result, jadi saya ijin menunda.”  Terang Savyla pada forum penghitungan suara pagi ini.

Adapun penundaan penghitungan suara akan dilanjutkan nanti (07/05) pukul 20.00 WIB sesuai permintaan dari Ketua KPUM “ Saya minta sampai nanti pukul 20.00.” Kata Savyla.

Kesepakataan penundaan penghitungan suara disepakati oleh saksi dari setiap calon ketua BEM, HMJ dan juga peserta forum. (Labibatul)


1620140539_bem.jpg

04 May 2021

Antusiasme Meningkat, debat BEM diramaikan Slogan Masing Masing Calon

PRIMA FISIP - Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember  (KPUM  FISIP UNEJ) telah menyelenggarakan debat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) pada Selasa (04/05) melalui virtual meeting zoom.

Debat diawali dengan pemaparan Visi Misi dari kedua calon, yaitu Paslon 01 Aufa-Deftha mengusung Kolaboraksi dan Paslon 02 Ali-Priskila mengusung wacana Dekat Dengan Karya.

Aufa, Paslon 01 menjelaskan gagasan Kolaboraksi dalam penerapannya akan menggandeng  dari berbagai pihak dalam melakukan kerjasama. Kolaboraksi ini dijadikan spirit bagi paslon 01 untuk membawa perubahan dalam FISIP nantinya “hal tersebut yang menjadi spirit kami dalam membawa perubahan di FiSIP” Kata Aufa.

Aufa juga menjelaskan fungsi dari BEM bagi paslon 1 adalah sebagai lembaga untuk menghimpun dan mewujudkan cita-cita UKM dan Ormawa agar mengarah ke kejayaan “Badan Eksekutif Mahasiswa dalam sudut pandang kami justru sebagai lembaga yang dapat menghimpun cita-cita dan harapan Ormawa serta UKM  untuk dapat terwujud kearah Kejayaan” Tegas Aufa.

Sedangkan, Paslon 02 mengusung gagasan Pluralisme dan wacana Dekat Dengan Karya.  Ali, menjelaskan bahwa wacana dekat dengan karya merupakan upaya untuk mengembalikan marwah mahasiswa yang sesungguhnya yaitu mahasiswa sebagai pelopor, pelaku dan penggerak dalam perubahan sosial. “gagasan ini upaya untuk mengembalikan marwah sesungguhnya dari seorang mahasiswa sebagai pelaku, pelopor serta penggerak perubahan sosial” Jelas Ali.

Ali juga menjelaskan, baginya Tugas BEM adalah sebagai penyeimbang dalam lingkungan kampus  dan Mitra mahasiswa sebagai  penyadar pentingnya karya dari sebuah permasalahan, sehingga menumbuhkan kepekaan dalam pengawalan isu “ Tugas BEM disini adalah bagaimana menjadi penyeimbang di dalam lingkungan  kampus. BEM menjadi Mitra mahasiswa sebagai penyadar terkait pentingnya karya bagaimana kesadaran dari mahasiswa nalar berpikir dari mahasiswa merespon permasalah-permasalahan yang ada” Tegas Ali.

Savyla Putri Permatasari, Ketua KPUM FISIP UNEJ menjelaskan bahwa antusiasme warga FISIP dalam mengikuti jalannya debat BEM meningkat dengan mencapai 200 lebih partisipan dibanding debat HMJ “untuk antusias dari warga FISIP meningkat untuk debat BEM ini dibandingkan dengan kemarin debat HMJ” terangnya.

Savyla juga menjelaskan, timses pendukung dari masing-masing calon antusias untuk medukung  calonnya. Hal ini dibuktikan dengan ramainya kolom chat yang dipenuhi jargon dan dukungan untuk kedua calon “tadi saya melihat dikolom komentar banyak sekali komentar-komentar mengenai dukungan-dukungan dari setiap timses untuk kandidatnya” Kata Savyla.

Setelah debat selesai diselenggarakan, Savyla berharap kepada seluruh masyarakat FISIP untuk turut meramaikan pesta demokrasi  pada tanggal 6 Mei nanti “saya harap partisipasinya dalam kontestasi pemira nanti pada tanggal 6. Pilihan anda akan menentukan FISIP satu periode kedepan”  Tambah Savyla. (labibatul)


1620053621_WhatsApp Image 2021-05-03 at 21.53.04.jpeg

03 May 2021

Calonkan Diri Menjadi Ketua HIMASOS, Kandidat Nomor Urut 2 Ternyata Ketua UKM Perisai Diri

PRIMA FISIP - Kandidat calon ketua Himpunan Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (HIMASOS FISIP UNEJ) nomor urut 2, Isom Maulana Safi’i, disebut telah menjadi Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa Silat Perisai Diri (UKM Silat PD). Demisioner Ketua UKM Perisai Diri, Cecilia Asa Mutiara, menyampaikan ia dan beberapa demisioner UKM PD cukup keberatan dengan pencalonan diri dari calon ketua HIMASOS nomor urut 2 tersebut. Cecilia menjelaskan “Jujur saya sama demisioner-demisioner sebelumnya sangat-sangat keberatan, cuma karena pembina sudah bilang seperti itu, ya kami mau ngga mau terserah apa kata Isom. Cuma ya sangat berat hati karena Isom sudah menjadi ketua Perisai Diri kok masih mencalonkan diri menjadi ketua HIMASOS”. Ia menyampaikan baru mengetahui bahwa Isom mencalonkan diri sebagai kandidat ketua HIMASOS setelah muncul story dari teman-teman program studi Sosiologi yang dikenalnya dan melalui sosial media instagram.

AD/ART dari UKM Perisai Diri mewajibkan ketua untuk fokus pada tugas-tugas yang harus dijalankan demi keberlangsungan organisasi tersebut “Kalau AD/ART UKM sendiri sebenarnya mengharuskan ketua itu untuk fokus pada UKM” terang Cecilia.

Namun ia melanjutkan bahwa Isom telah berjanji dapat membagi waktu apabila terpilih sebagai Ketua HIMASOS “Karena Isom sudah menjalin kesepakatan dengan pembina, Isom berjanji ia masih sanggup untuk membagi waktu, maka dari itu akhirnya diizinkan, sebenarnya kalau AD/ART UKM sendiri itu ya mengharuskan ketua untuk fokus, kalau anggota yang lain ya mungkin masih bisa.”

Bayu Aji Sastra Jendra, Demisioner Ketua HIMASOS, menyampaikan bahwa ia tidak mengetahui bahwa Isom telah menjadi ketua UKM Perisai Diri “Dari aku sendiri tidak tahu selaku mantan ketua umum dari Isom itu aku tidak tahu bahwa ternyata Isom tahun ini menjadi ketua UKM Perisai Diri.”

Ia melanjutkan bahwa pada AD/ART maupun PO dari HIMASOS tidak ada larangan untuk menjadi ketua pada Organisasi Mahasiswa (Ormawa) lain karena syarat pencalonan diri dikembalikan pada ketentuan dari Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) FISIP selaku penyelenggara pemilihan. Sehingga apabila aturan dari KPUM sendiri tidak melarang hal tersebut maka tidak menjadi sebuah masalah terkait pencalonan yang dilakukan oleh calon nomor urut 2 tersebut.

Tetapi menurutnya bisa jadi apabila terpilih, Isom akan kesulitan dalam menjalankan tugasnya sebagai ketua umum utamanya pada pembagian waktu “Kalau aku sebagai demis ketua umum HIMASOS 2020 tentu nanti pada akhirnya itu sulit kalaupun insyaallah Isom jadi akan kesulitan dalam membagi waktunya, jelas itu wong aku sendiri yang hanya menjadi ketua HIMASOS aja dan kepengurusan dan kepanitiaan sudah pusing membagi waktunya apalagi double ketua. Takutnya kalau seperti itu akan membuat down salah satu ormawa dan itu eman sekali. Yang jelas kalau Isom membagi waktu sangat luar biasa dan tantangannya juga luar biasa.”

Sayangnya hingga berita ini diterbitkan, Isom masih belum dapat memberikan keterangan kepada reporter. (Dev)