Lahirlah Muhammad Saw

By LPM PRIMA FISIP UNEJ

01 Nov 2020 - 03:19:32

1604200772_97693996690-80926999915-1.jpg

bocah perempuan itu tak beranjak

ketika deburan debu menerpa tubuhnya

sang ibu terdiam kaku dengan kelumpuhannya

sedang para tetangga sudah banyak meninggalkan kampungnya

 

lelaki tegap dengan keperkasaannya

menendang pintu dengan bengis dan kepongahan

ibu dan anak diam terkunci mulutnya

segala tanya tak ada jawaban

 

bocah-bocah perempuan dipenggal lehernya

karena kelahirannya dianggap pembawa sial

jangan sampai bumi suci diinjak najis kakinya

karena selaksa kutuk dan laknat akan melanda

 

bocah-bocah perempuan terus dikejar-kejar bagai hewan buruan

tak terhitung berapa yang tertangkap

dan berapa sudah yang ditanam hidup-hidup di dalam tanah

padang pasir jadi saksi bisu kezaliman merajalela

 

awan panas berarak-arakan

rahasia tetap menyelimutinya

dari jauh di antara pegunungan terjadi kegelisahan

akan datang barisan pasukan membawa pedang dan keangkaramurkaan

 

mereka menyingkir ke perbukitan

di tengah arus pengungsian

seorang perempuan dengan kandungannya

sudah tiba saat kelahirannya

 

gajah-gajah dikerahkan

berlaksa burung beterbangan

batu-batu serentak berjatuhan

pasukan gajah dalam kelumpuhan

 

di waktu itu

ada cahaya menyatu

menembus relung waktu

tangis bayi

lengkingannya sampai kini

ya, Muhammad saw                        

Penulis: Andan P

Artikel Lainnya
1586829100_20200414_085009_0000.png

14 Apr 2020

“KITA” MAHASISWA

Perkenalkan, aku adalah mahasiswa
Yang katanya selalu berjajar membela rakyat
Disebut sebagai civitas akademika karena melawan birokrasi
Namun pada era ini katanya hilang eksistensi

Tahun 1998 kata “kita” seakan menjadi agung bagi mahasiswa
Kata “kita” menyatukan mahasiswa, rakyat dan Indonesia
Tapi itu dulu pada era birokrasi menggila
Namun pada era ini apa arti “kita” bagi mahasiswa ?

“Kita” ialah sebuah kata pronomina pesona pertama
Yang terdefinisi dengan begitu banyak arti
Dan semua terarah pada sebuah makna
Tapi sering diartikan kata romantis muda mudi

Namun kini kata “kita” menjadi begitu tabu bagiku
Sering tak selaras dengan hati walau terbelenggu
Tak jarang kata “kita” seakan menjadi benalu
Tapi tetap ku terjebak pada sebuah gang buntu

Hai mahasiswa! Kini apa arti “kita” bagimu ?
Masihkah “kita” menjadi tanggungjawab sosialmu ?
Masihkah kepentingan bersama menjadi prioritas bagimu ?
Ataukah sudah tergerus zaman dan egoismu ?

”Tugas mahasiswa adalah belajar
namun sungguh sangat rugi jika belajar disempitkan 
hanya sebatas bangku perkuliahan saja“
Begitu najwa shihab berkata 

Lalu bagaimana saat ini hai mahasiswa yang agung!
Membawa nama universitas kasana kemari
Memakai jas sekedar untuk sombong pada teman SMU
Namun kerjamu tak berarti bagi negeri

Sungguh aku malu disebut sebagai mahasiswa
Dihormati sebagai orang berpendidikan
Menjadi harapan rakyat bagi keberlangsungan bangsa
Namun yang kulakukan hanya berdiam diri saja

Sungguh teman-temanku wahai mahasiswa 
Tunjukkan pada mereka bahwa kata “kita” tidak mati
Wujudkan tanggungjawab sosial “kita” hai mahasiswa!
Generasi muda bangsa Indonesia!

[Dev]


1586827332_20200414_082119_0000.png

09 Apr 2020

Pulihlah

Hai hati, mengapa kau terus merasa kecewa?

Padahal semua memberi yang terbaik padamu

Mengapa kau terus merasa tersalahkan?

Padahal mereka yang mendukungmu

 

Hai hati, mengapa kau lagi lagi menuduh?

Padahal rumah tempatmu berteduh

Mengapa kau terus menerus menghindar?

Padahal kau sebut mereka keluarga

 

Hai hati, bagaimana bisa kau merasa dibohongi?

Padahal semua terjadi demi melindungimu

Mengapa latar belakang terus kau salahi?

Padahal kau terbentuk tegar dari hal itu

 

Berhentilah hati! Sadarlah! Terbukalah!

Jangan lagi kau terbakar kata mereka!

Ingatlah hutang budimu padanya!

Terbukalah agar kau tersadar akan jasanya!

 

[Dev]