UNEJ Jadi Tuan Rumah Konferwil IMABI Wilayah IV: Kesempatan Untuk Branding FISIP

LPM PRIMA, Jember – Ikatan Mahasiswa Administrasi Bisnis Indonesia atau dikenal dengan sebutan IMABI merupakan organisasi yang menjadi wadah untuk menaungi sekaligus mengakomodir mahasiswa Administrasi Bisnis di Indonesia. Universitas Jember menjadi bagian dari keanggotaan IMABI Wilayah IV. Kabarnya, tahun ini UNEJ akan menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Konferwil IMABI Wilayah IV. 

Zami selaku Demisioner Ketua Umum Himaistra 2022 menyatakan bahwa momen ini dapat sekaligus menjadi kesempatan untuk mem-branding FISIP.  

“Mungkin nanti akan ada banyak tamu dari luar yang nanti memang akan membranding FISIP” tuturnya, Selasa (4/11)

Sebagai tuan rumah yang terpilih melalui kesepakatan Konferwil pada tahun sebelumnya, Himaistra mulai melakukan berbagai persiapan untuk menyambut tamu delegasi dari berbagai universitas di Wilayah IV yakni universitas yang berada di Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara.

“Kalau persiapan dari kita masih baru di tahap open recruitment untuk ketua panitia ya, itu secara mentahnya. Cuman kita sebelum turun ke ketua panitia juga udah mulai merancang bikin grand tema, persiapan supaya nantinya gak terlalu mepet persiapan antara ketua ini, jadi ga kelabakan” jelas Shannan selaku demisioner Depart. Public Relation Himaistra, Selasa (11/4)

Sejalan dengan Shannan, Zami juga menjelaskan terkait rencana tempat pelaksanaan Konferwil nantinya. “Otomatis kita pakai ruang sidang, karna kan acara dari Konferwil ini untuk mem-branding FISIP. Kalau kita tujuannya untuk mem-branding UNEJ otomatis kita tempatnya akan di UNEJ misalkan di Gedung Soetardjo. Tapi kan tujuannya membranding FISIP, jadi kita pengen pelaksanaan di FISIP. Setidaknya di ruang sidang lah” ucap Zami, Selasa (11/4)

Sebagai Demisioner Ketua Umum, Zami menyatakan bahwa seluruh demisioner kepengurusan Himaistra 2022 berkomitmen untuk menjadi penanggung jawab dari jalannya kegiatan ini. Baik dalam bentuk pengawasan maupun pendampingan yang masif pada kepengurusan selanjutnya. 

Ia  juga menyampaikan harapannya supaya FISIP dapat memperbaiki fasilitasnya, mengingat tahun ini akan menjadi lokasi pelaksanaan Konferwil IMABI Wilayah IV. 

“Harapannya Mas Zami itu sebagai pendorong Dekanat ya, agar mem-branding FISIP lebih bagus lagi. mungkin dengan adanya sebagai tuan rumah Konferwil 2023 ini nantinya akan mendorong pihak Dekanat untuk meningkatkan fasilitas yg ada di FISIP, karena akan ada tamu-tamu dari luar pulau, seperti dari Bali bahkan Mataram.” pungkasnya, Selasa (11/4)

 

Penulis : Hauriska Lukmaningtiyas (HL)

Editor   : Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

Telah Ada Hasil Konsolidasi, KPUM Harapkan Dekan Hadiri Audiensi

LPM PRIMA, Jember – Pelaksanaan konsolidasi bersama seluruh Ketua Angkatan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang diinisiasi oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) FISIP UNEJ 2023 pada Selasa (4/4/23) telah membuahkan hasil. Ketua Angkatan yang hadir saling menyampaikan pendapat hingga dapatkan suara terbanyak. Hasil suara tersebut harapannya dapat tersampaikan saat audiensi dengan adanya kehadiran dari Dekan FISIP.

“Untuk hasil sendiri, sebenarnya bermacam macam. Jadi ada yg setuju dengan diadakan secara e-voting maupun memakai sistem konvensional. Sepengetahuan saya tadi, yang saya dengar ya. Jadi cuma ada 1, itu mereka memilih dan sepakat untuk menggunakan e-voting. sisanya konvensional dan ada juga yang mendukung penuh apa saja yang sudah diupayakan oleh KPUM.” terang Ghivari selaku Sekretaris KPUM, Selasa (4/4)

Kabarnya, hasil konsolidasi tersebut akan bermuara pada permohonan audiensi dengan pihak Dekanat beserta jajarannya. Berangkat dari hasil tersebut, KPUM akan segera ajukan permohonan audiensi.

“Sebenarnya, konsolidasi hari ini kita adakan karena untuk lusa ataupun beberapa hari kedepan kita juga akan melaksanakan audiensi bersama Dekanat. Nah untuk permohonan pelaksanaan audiensi mungkin kita akan mengajukan besok, Rabu (5/4). Dan kemungkinan turunnya ya perkiraan besoknya lagi yaitu hari Kamis (6/4). Tapi itu nanti tergantung juga pada Dekanat bahwa siapa saja yang diundang dalam audiensi” jelasnya, Selasa (4/4)

Baca Juga PEMIRA Stagnan, Wadek III: Komitmen dari Berbagai Pihak Diperlukan

Sekretaris KPUM nyatakan bahwa dirinya sangat mengharapkan kehadiran Dekan selaku pimpinan Fakultas sekaligus pihak yang menginginkan jalannya sistem e-voting. Selain itu, Ghivari mengungkapkan bahwa selama ini koordinasi hanya sebatas dengan Wadek III alias tidak pernah bertatap muka secara langsung dengan Dekan.

“Harapan tertinggi adalah kehadiran Dekan sebenarnya. Se-perhari ini dan selama ini, KPUM berkoordinasi dengan bawahannya, Wadek III. Dan juga tidak pernah melakukan pertemuan secara langsung secara tatap muka bersama Pak Djoko. Jadi perantaranya adalah Pak Wadek III. Nah, sehingga audiensi besok ini kita mengharapkan sangat kehadiran dari beliau (Pak Dekan). Karena beliau juga selaku yang menginginkan sistem ini berjalan, sistem e-Voting. Jadi aneh jika misal beliau yang menginginkan tapi beliau tidak hadir.” tegas Ghivari, Selasa (4/4)

Hasil konsolidasi akan disebarkan melalui press release oleh KPUM. Sekretaris KPUM berharap keputusan akhir mengenai sistem yang akan digunakan dapat segera tercapai dan jika memang nantinya menggunakan e-voting, seluruh request KPUM bisa terpenuhi. 

Pada akhir wawancara, Ghivari menegaskan akan lebih baik lagi jika menggunakan sistem konvensional sesuai dengan Juklak dan Juknis yang telah disusun oleh KPUM, yang terpenting asas Luber Jurdil harus terlaksana.

 

Penulis : Hauriska Lukmaningtiyas (HL)

Editor : Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

KPUM Gelar Konsolidasi PEMIRA Bersama Banwaslu dan Seluruh Ketua Angkatan di FISIP

LPM PRIMA, Jember – Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) menggelar konsolidasi terkait kelanjutan Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) FISIP UNEJ 2023 pada hari Selasa (4/4/2023) di lantai 3 sekretariat ormawa FISIP. Dalam konsolidasi tersebut hadir Badan Pengawas Pemilihan Umum (Banwaslu) dan seluruh Ketua Angkatan di FISIP mulai angkatan 2019-2022 untuk saling memberi aspirasi terkait mandeknya agenda PEMIRA ini.

Gunawan selaku Sekretaris Banwaslu, menjelaskan bahwa para Ketua Angkatan menjadi mengetahui alasan dibalik PEMIRA yang molor dari adanya konsolidasi.

Saya lihat dari kondisinya, mereka ini tanda kutip para Ketua Angkatan dari, tadi saya lihat ada angkatan 19 sampai 2022. Mereka terlihat sangat antusias untuk menghadiri konsolidasi ini untuk mereka bisa memberikan suaranya, aspirasinya terkait dengan mandeknya PEMIRA ini, ketidakpastiannya pemira ini. Terus mereka juga bingung KPUM dan Banwaslu ini ngapain aja. Akhirnya mereka bisa ter-luruskanlah istilahnya dan terjelaskan juga kenapa sih kok bisa ini mandek, kok bisa ini ketunda,” jelas Gunawan, Selasa (4/4)

Baca Juga PEMIRA Molor, Ketua KPUM: Semisal E Voting Tidak Difasilitasi Secara Penuh Kita Kembali ke Konvensional

Dalam konsolidasi tadi, para Ketua Angkatan diminta pandangan mereka terkait sistem pemungutan suara yang akan digunakan dalam PEMIRA. Hasil dari konsolidasi tersebut adalah mayoritas mereka sepakat ingin pemungutan suara secara konvensional. Gunawan juga menambahkan hanya satu atau dua orang yang memilih PEMIRA dilakukan secara e-voting.

Dengan berbagai macam pertimbangan juga, dengan berbagai macam rasionalisasi yang diberikan, akhirnya mereka juga memberikan keputusan. Tadi saya juga lihat banyak yang memilih untuk konvensional, meskipun ada juga satu kalo ga dua itu memilih e-voting,” tambah Gunawan, Selasa (4/4)

Sayangnya, konsolidasi tersebut hanya dihadiri oleh 16 Ketua Angkatan dari 28 Ketua Angkatan yang diundang oleh KPUM. 

Luqman selaku Ketua Banwaslu berharap PEMIRA dapat terlaksana sesegera mungkin, melihat ormawa sudah perlu adanya regenerasi. 

Harapannya secepatnya PEMIRA segera terlaksanakan, dengan tidak menghilangkan asas luber  jurdil.” tutupnya, Selasa (4/4)

 

Penulis : Allysa Salsabillah (AS)

Editor   : Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

PEMIRA Stagnan, Wadek III: Komitmen dari Berbagai Pihak Diperlukan

LPM PRIMA, Jember – Mengenai pelaksanaan kontestasi Pemilihan Umum Raya (Pemira) yang masih stagnan, Wakil Dekan III FISIP, Edy Wahyudi berpendapat bahwa Pemira memerlukan komitmen dari berbagai pihak. Baik itu komitmen dari KPUM sebagai penyelenggara, komitmen dari Banwaslu sebagai pengawas pelaksanaan, dan dari Dekanat itu sendiri. 

Saat ditemui oleh Tim Pribadi Merdeka Mahasiswa, Edy Wahyudi menjelaskan bahwa request sistem yang diberikan oleh KPUM telah tersampaikan pada UPT TI. Hasilnya adalah tidak semua request dari KPUM bisa dilakukan oleh UPT TI.

Ada surat balasan dari Warek I, yang sudah saya teruskan juga ke KPUM ya, ke Mbak Yunita. Bahwa ada permintaan yang sebagian bisa dituruti, tapi sebagian yang tidak, tapi tidak detil ya apa saja yang bisa dan tidak bisa dipenuhi itu, belum—saya juga engga ngecek. Jadi apa saja yang sudah dan yang belum saya enggak ngerti. Cuma saya teruskan ke Mbak Yunita,” jelasnya, Senin (03/04)

Molornya pelaksanaan Pemira menjadi konsekuensi dari usaha Dekanat untuk menuruti permintaan KPUM, terutama mengenai request sistem yang diminta KPUM kepada UPTTI apabila pemungutan suara dilakukan secara e-voting

Kita sudah berusaha upgrade terus menuruti ya semua, sarana prasarana dan sebagainya. Sampai kemudian hal yang tidak bisa kita kuasai, tapi karena ada komitmen dan UPT TI sempat di pertemuan pertama itu menyanggupi, ok, kita ajukan. Itu kan kita berusaha menunda pemilu supaya apa, supaya grade-nya sesuai dengan anak-anak yang diinginkan oleh teman-teman KPUM.” tutur Edy Wahyudi, Senin (03/04)

Melihat belum adanya titik temu antara KPUM sebagai penyelenggara dengan Dekanat, Edy Wahyudi mengatakan akan diadakan pertemuan berupa sosialisasi bersama KPUM dan UPT TI.

Hari Rabu besok (5 April) kita akan berinisiasi untuk mengundang UPT TI. Insya allah Rabu kita akan adakan sosialisasi teknis itu. Dari situ saya berharap KPUM bisa memahami secara teknis apa-apa saja yang sudah dilakukan oleh UPT TI.” tambahnya, Senin (03/04)

Sejauh ini, Edy Wahyudi melihat masih ada itikad baik antara KPUM dan Dekanat. Hanya saja, masih belum ada titik temu terkait bagaimana sebetulnya mekanisme Pemira dapat berjalan.

Sampai di mana mentok TI nggak mampu, lah itu kan di luar kewenangan kita. Lah, tapi kan belum dicek ya, sama teman-teman KPUM kan belum dicek. Jangan kemudian KPUM juga kemudian mengatakan ‘Wah, kalau nggak bisa dipenuhi semua ya nggak usah’, jangan begitu juga. Cek-en sek. Cek-en sek.’ jelasnya, Senin (03/04)

Dengan itu, maka upaya check dan re-check dapat menjadi tindak lanjut antara KPUM dan Dekanat. 

 

Penulis: Muhammad Farhan (MF)

Editor: Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

PEMIRA Molor, Ketua KPUM: Semisal E Voting Tidak Difasilitasi Secara Penuh Kita Kembali ke Konvensional

LPM PRIMA, Jember -- Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) yang semula ditargetkan terlaksana pada tanggal 22 Maret 2023 justru molor. Sampai berita ini ditulis, Yunita selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) belum bisa memberikan kejelasan kapan PEMIRA dilaksanakan. 

Tim Pribadi Merdeka Mahasiswa (PRIMA) telah melakukan wawancara pada waktu yang berbeda dengan Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) dan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (BANWASLU) 

Dalam wawancaranya Yunita menyampaikan bahwa PEMIRA belum dilaksanakan karena perbedaan konsep pelaksanaan PEMIRA antara KPUM dengan dekanat, KPUM menginginkan pemilihan dilaksanakan secara konvensional menggunakan kertas, sedangkan Dekanat menginginkan pemilihan dilaksanakan secara e-voting

“Yang sebenernya kita mengkonsep itu menggunakan pemilihan konvensional, menggunakan kertas, pencoblosan secara langsung dari dekanat menginginkan e voting” jelas Yunita, Senin (3/4)

Yunita menjelaskan pihaknya telah berkomunikasi dengan UPT TI terkait dengan permintaan sistem yang akan digunakan KPUM dalam pemilihan e-voting. UPT TI ternyata tidak memenuhi semua permintaan dari KPUM dan hanya memenuhi beberapa permintaan saja. 

KPUM akan mengadakan pertemuan dengan Dekanat untuk meminta kepastian sistem yang akan digunakan untuk PEMIRA dan apabila sistem tidak memenuhi permintaan maka KPUM akan menggunakan konsep awal pemilihan, yakni konvensional. 

“Cuma 2 sampai 3 yg bisa dikerjakan oleh UPT TI, nanti aku akan ke Dekanat lagi, mengajukan maksudnya ini gimana. Kalau semisal memang terakomodirnya cuma 2 atau 3, jadi kan tidak sesuai dengan request. Jadi memang disitu kita andaikan sistem tidak memenuhi yasudah kita pakai konsep awal yaitu konvensional” tegas Yunita, Senin (3/4)

Yunita menambahkan pihaknya merasa jengkel dengan proses pengajuan surat dari Dekanat ke Wakil Rektor I yang memerlukan waktu satu minggu. Padahal, pihaknya selalu berkomunikasi dengan Wakil Dekan III agar surat segera diteruskan ke Wakil Rektor I. 

“Nah lamanya pengajuan itu 1 minggu, mungkin itu yang membuat kami sedikit jengkel ya. Karena ngapain aja 1 minggu, katanya menginginkan e voting, kan yang menginginkan ini kan dekanat. Harusnya dekanat yang memfasilitasi penuh, yang selalu ngefollow up malahan kami yg selalu tanya ke Wadek 3 untuk segera di follow up biar cepat selesai. Nah 1 minggu berjalan udah selesai dan itu dibuat surat pengajuan aja, dan 1 minggunya lagi sistem itu masih belum dikerjakan dan baru dikerjakan barusan kemarin.” ungkap Yunita, Senin (3/4)

Yunita belum bisa memberikan timeline pelaksanaan PEMIRA. Pihaknya masih menunggu sistem yang akan digunakan dan diperkirakan PEMIRA dimulai setelah hari raya. 

Yunita menambahkan bahwa pihaknya tidak ingin dibatasi atau diintervensi oleh dekanat dan meminta dekanat hanya sebagai fasilitator saja. Dirinya juga berharap agar PEMIRA cepat selesai tanpa ada kerumitan atau intervensi dari pihak manapun.

“Semoga dekanat tidak ada intervensi, ya. Disini kan semua warga selalu bertanya, kapan pemira, ya semoga gak dipersulit itu aja deh.” tukas Yunita, Senin (3/4)

Pada wawancara yang berbeda, Luqman selaku ketua BANWASLU memberikan tanggapan soal PEMIRA. Luqman beranggapan bahwa PEMIRA seakan mengambang, pihaknya akan melakukan konferensi dengan KPUM serta melakukan komunikasi secara masif dengan KPUM. BANWASLU akan mengawal penuh KPUM dan menjalankan PEMIRA dengan sukses. 

Ibaratnya pemira ini gak ada kelanjutannya, jadi mengambang. BANWAS selaku pengawas KPUM mengadakan konferensi dengan KPUM secara masif agar komunikasi dengan kpum sebagai sesama penyelenggara. Juga dari banwas akan mengawal penuh KPUM dengan menjalankan PEMIRA ini dengan sukses.” jelas Luqman, Senin (3/4)

Luqman juga memberikan tanggapan terkait ketertarikan mahasiswa yang menurun karena PEMIRA molor dilaksanakan. Untuk mengantisipasi peningkatan persentase mahasiswa golput, Luqman menyampaikan akan ada webinar yang diselenggarakan oleh KPUM membahas tentang demokrasi atau PEMIRA. 

“Kan ibarat nya pesta demokrasi ya, jadi pas seminar webinar ini akan berfokus pada untuk mengubah konstruksi berpikir mahasiswa FISIP kembali ke PEMIRA lagi” jelasnya, Senin (3/4)

Luqman menyampaikan bahwa lambatnya dekanat dalam mem-follow up surat ke UPT TI karena birokrasi FISIP yang ruwet. 

“Ya gimana ya, dilihat dari birokrasi FISIP pun ya ruwet gitu loh, apalagi kesana juga.” tegas Luqman, Senin (3/4)

 

Penulis: Amar Ardiansyah (AA)

Editor: Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

Beda Pendapat, Demisioner Ketua BEM dan BPM Bicarakan Peran Dekanat dalam PEMIRA

LPM PRIMA, Jember – Molornya pelaksanaan PEMIRA di FISIP menyebabkan ormawa seperti BEM, BPM, dan HMJ tidak bisa segera melaksanakan regenerasi. Demisioner Ketua BEM dan Ketua BPM berharap KPUM dan BANWASLU bisa segera melaksanakan pesta demokrasi bagi warga FISIP. Hal ini dikarenakan mereka adalah pemegang mandat dari demisioner pengurus ukm dan ormawa dalam Kongres IKM FISIP.

Hingga kini, KPUM dengan Dekanat masih berkutat pada perbedaan keinginan sistem pemungutan suara. KPUM menginginkan secara konvensional dan Dekanat menginginkan secara e-voting. Melihat hal ini, demisioner Ketua BEM meminta Dekanat seharusnya mengikuti kemauan KPUM. 

Dekanat harus nurut sama kemauan kita (KPUM). Karena kan kemaren terbukti dari MoU nya kan sudah kalah. Sebagai kesatria akui kalah saja.” tutur Amiq selaku demisioner Ketua BEM, Senin (03/04)

Dharma selaku demisioner Ketua BPM berpendapat bahwa KPUM seharusnya bisa lebih menggaet lagi stakeholder-stakeholder terkait. Karena menurutnya, hubungan Dekanat dengan KPUM itu sifatnya konsultatif. 

KPUM adalah lembaga independen, akan tetapi disini juga perlu adanya kerjasama yang baik antara stakeholder. Dekanat disini sebagai orang tua kita, mahasiswa di fakultas FISIP sendiri. Akan tetapi memang seharusnya disini sifatnya konsultatif, karena KPUM juga diberikan wadah dan juga legalitas dari Dekanat dan mereka juga mempunyai hak untuk bisa merumuskan mekanisme.” pungkas Dharma selaku demisioner Ketua BPM, Senin (03/04)

Baca Juga PEMIRA Molor, Demisioner Ketua HMJ: Ini Menghambat Regenerasi

Dharma juga berharap KPUM dan Dekanat bisa mengerti porsi satu sama lain. “Bener KPUM disini adalah lembaga yang independen yang tugasnya adalah mengawal demokrasi. Akan tetapi disini dekanat sebagai pemilik legalitas. Dalam artian disini seperti KPU lembaga independen, juga ada konsultasi dengan Kemendagri sebagai orang yang menaungi dari KPU nya sendiri, seperti itu.” tuturnya, Senin (03/04)

Mengenai sistem pemungutan suara, Amiq meminta untuk dilaksanakan seperti sedia kala.  “Kalo mau kemudian mengada-ada menggunakan e-voting dan menggunakan sister. Tolonglah ini harusnya kita back to back kalo sekarang offline tatap muka yasudah laksanakan seperti sedia kala.” jelasnya, Senin (03/04)

Namun keduanya, baik Amiq maupun Dharma sama-sama berharap supaya KPUM bisa segera menyelenggarakan PEMIRA tahun 2023. 

 

Penulis: Fatimah Alya (FA)

Editor: Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

PEMIRA Molor, Demisioner Ketua HMJ: Ini Menghambat Regenerasi

LPM PRIMA, Jember – Setelah kurang lebih tiga bulan terbentuk, KPUM sebagai penyelenggara Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) FISIP hingga saat ini belum memberikan kejelasan pelaksanaan PEMIRA. Diketahui sebelumnya, antara Dekanat dan KPUM memiliki perbedaan keinginan mengenai sistem pemungutan suara, hal ini yang menyebabkan PEMIRA tak kunjung dilaksanakan. Semakin molornya pelaksanaan PEMIRA menyebabkan ormawa di FISIP tidak bisa segera melakukan regenerasi, dan hal ini telah menjadi permasalahan dari tahun ke tahun.

Tim Pribadi Merdeka Mahasiswa melakukan wawancara dengan demisioner ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di FISIP. Mulai dari demisioner Ketua HIMAISTRA, HIMAHI, HIMASOS, dan HIMAKES.  Menurut demisioner Ketua HIMAHI, pelaksanaan PEMIRA yang molor berdampak pada tiga hal. 

Keterlambatan PEMIRA itu berdampak pada pertama ya regenerasi, yang kedua pada efektivitas kinerja, yang ketiga pada transparansi keuangan begitu.” tuturnya, Senin (03/04)

Saat ini merupakan masa verifikasi dan registrasi mahasiswa baru jalur SNBP, akan tetapi ormawa yang menaungi para calon mahasiswa baru tersebut seperti BEM dan HMJ belum melakukan regenerasi akibat PEMIRA yang molor. 

Kekosongan ketua-ketua himpunan ini cukup menyulitkan karena kedatangan SNBP kemarin mau tidak mau demisioner tahun lalu ikut terlibat dalam hal registrasi maupun memasukkan kedalam grup angkatan mereka. Jadi kekosongan berefek kepada kami para demisioner.” terang demisioner Ketua HIMAKES, Senin (03/04)

Baca Juga Beda Pendapat, Demisioner Ketua BEM dan BPM Bicarakan Peran Dekanat dalam PEMIRA

Kedatangan mahasiswa baru seharusnya tidak lagi menjadi tanggung jawab kepengurusan sebelumnya. Akan tetapi karena PEMIRA yang molor, mau tidak mau demisioner bertanggung jawab untuk mengurusi terlebih dahulu. Senada dengan demisioner Ketua HIMAKES, demisioner Ketua HIMAISTRA dan HIMASOS ikut menyayangkan hal tersebut. 

Molornya PEMIRA di FISIP menyebabkan kinerja kepengurusan ormawa menjadi kurang maksimal. Hal ini dikarenakan periode kepengurusan tidak bisa berjalan dari bulan Januari dan tutup buku pada bulan Desember seperti fakultas-fakultas lain. 

Mulai saya maba itu pemira pasti molor. Jadi periode dari kepengurusan itu menjadi singkat akhirnya gak maksimal. BEM di fakultas-fakultas lain itu mulai dari Januari atau paling lambat Februari sampai Desember atau November soalnya Desember sudah tutup. Itukan punya cukup periodesasi panjang dan juga bisa memaksimalkan program kerja.” pungkas demisioner Ketua HIMASOS, Senin (03/04)

Para demisioner Ketua HMJ berharap KPUM dan Dekanat bisa segera menemukan titik temu atau win-win solution terkait sistem pemungutan suara. Sehingga, PEMIRA bisa segera dilaksanakan dan regenerasi ormawa tidak molor. 

Permasalahan yang ada di atas (Dekanat) dengan teman-teman penyelenggara pemira ini belum menemukan titik terang. Belum menemukan hal yang sekiranya itu win win solution, dari dekanat juga win, dari temen-temen juga win.” terang Zami, demisioner Ketua HIMAISTRA, Senin (03/04)

 

Penulis: Fatimah Alya (FA)

Editor: Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

Data Tracer Study Menjadi Salah Satu Persyaratan Akreditasi Internasional FIBAA

LPM PRIMA, Jember – Proses pengajuan akreditasi internasional program studi Hubungan Internasional (HI) oleh FIBAA telah dilakukan sejak setahun lalu. Salah satu syarat yang telah terpenuhi yakni, borang yang telah disiapkan dan dikirim pada bulan Juni 2022. Persyaratan lain yang diminta oleh FIBAA untuk akreditasi internasional adalah data tracer study. 

Wakoor Akademik, Mawa, dan Alumni FISIP menerangkan bahwa data tracer study yang diminta oleh FIBAA tersebut, satu induk di Pusat Karir, Kewirausahaan, dan Alumni LP3M Universitas Jember. 

Data tracer study satu induk di LP3M yang menangani tentang Alumni dan Pusat Karir Universitas Jember. Ada link yang harus diisi setiap alumni Universitas Jember. Link itu dinamakan kemristekdikti.go.id., akan terekam data alumninya dari mana, statusnya sekarang bagaimana, apakah sudah bekerja atau belum, melanjutkan studi, wiraswasta. Nanti akan diolah sesuai dengan permintaan akreditasi FIBAA, maunya apa yang ditunjukkan. Kalau yang diawal itu keeratan antara proses belajar mengajar (apa yang didapatkan saat perkuliahan) dengan pekerjaan yang didapat ketika lulus itu match atau nggak. Nah, itu kelihatan dari persentasenya.” jelas Fifin Rahwamati, Rabu (29/3)

Baca Juga Terancam Tidak Lolos Pantau FIBAA, Bagaimana Peran Mahasiswa HI

Fifin Rahmawati selaku Wakoor Akademik, Mawa, dan Alumni FISIP menjelaskan bahwa data tracer study yang berisi relevansi pekerjaan alumni dengan jurusan yang ditempuh dari LP3M telah diserahkan kepada Wadek III.

Kemarin datanya sudah saya serahkan ke Pak Wadek III, sudah dinarasikan oleh beliau dalam bentuk file dikirimkan sudah ke Bu Suyani.” terangnya kepada wartawan LPM PRIMA, Rabu (29/3)

Penerima beasiswa surveyor study telah melaksanakan tugasnya untuk mendorong dan mengarahkan para alumni mengisi data kuesioner. Namun terkadang alumni ogah-ogahan dalam mengisi data tersebut, sehingga tidak semua kolom dalam link tersebut terisi. 

Data lulusan itu masuk di satu tempat/bank.. Data yang lulus ini masuk ke para mahasiswa surveyor study. Data yang sudah mengisi, data kuesioner namanya. Kewajiban para surveyor mendorong dan mengarahkan para alumni untuk mengisi laman tadi. Para alumni sudah diarahkan sama mahasiswa surveyor, tapi kadang karena merasa sudah tidak ada keterbutuhan (kepentingan) dengan lembaga, kadang mereka ogah-ogahan mengisi. Isiannya kan acak, jadi nggak semua kolom diisi oleh alumni. Mungkin kayak gini, mereka belum bekerja, tapi mungkin malu kalo misal mengisi nggak bekerja. Jadi akhirnya mengisi asal, bekerja tetapi gajinya 0.” jelasnya, Rabu (29/3)

Menurut Fifin Rahmawati, secara umum mahasiswa surveyor study sudah cukup bagus dalam mendorong alumni mengisi data tracer study, karena FISIP masuk dalam urutan 5 besar diantara fakultas lain Universitas Jember. 

 

Penulis: Fatimah Alya (FA)

Editor: Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

 

Anggaran Tahunan 5,5 Milyar, FISIP Akan Fokus Meningkatkan Kualitas Sarana Prasarana Perkuliahan

LPM PRIMA, Jember – Atas saran Rektor Universitas Jember, Dr. Ir. Iwan Taruna, M. Eng, IPM. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) akan fokus mengejar ketertinggalan sarana-prasarana perkuliahan. Secara umum peningkatan kualitas sarana-prasarana belajar telah diprogramkan setiap tahun. Anggaran 5,5 milyar dibagi untuk pembiayaan pendidikan dan pembelajaran sebagai tugas utama lembaga.

Anggaran 5,5 M itu kan kita bagi untuk pembiayaan pendidikan dan pembelajaran berapa. Ini tugas utama lembaga, penelitian berapa, kegiatan kemahasiswaan berapa, belanja modal berapa, pemeliharaan itu kan terbagi.” terang Is Wahyudi, Rabu (29/3)

Is Wahyudi selaku Wakil Koordinator Umum dan Sarana Prasarana menyampaikan bahwa pihaknya telah membuat rancangan anggaran di triwulan pertama tahun 2023. Berikut daftar prioritas anggaran tahun 2023:

1.     Pemeliharaan Interior Ruang Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember Tahun Anggaran 2023 (Prioritas 1)

2.     Pemeliharaan Kamar Mandi Mahasiswa dan Fasilitas Difabel Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Jember Tahun Anggaran 2023 (Prioritas 2)

3.     Pemeliharaan Lapangan Futsal/Basket Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember Tahun Anggaran 2023 (Prioritas 3)

4.     Pemasangan Paving/Conblock Tempat Parkir Kendaraan Bermotor Roda 2 Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember Tahun 2023 (Prioritas 4)

Is Wahyudi menambahkan bahwa pihaknya ingin meningkatkan kualitas fasilitas semua ruangan kelas, lantai dan kursi. Ia mengatakan, Dekan FISIP meminta untuk semua kursi diganti dan fasilitas ruang kelas ditambah agar lebih nyaman, namun dilakukan secara bertahap karena tidak mungkin dibebankan dalam satu tahun.

“Untuk itu kami yang pertama jelas mau meng-upgrade semua ruangan kelas. Pertama lantai, kedua kursi kursi ini ada dua pandangan berbeda yg satu bilang bahwa kita harus pertahankan ciri khas. Ternyata pimpinan sekarang minta ganti semua kursi, ruang kelas dinyamankan, fasilitas ditambahi. Cuma multiyears karena tidak mungkin ya langsung dibebankan dalam satu tahun” jelas Is Wahyudi, Rabu (29/3)

Baca Juga Hambatan Peningkatan Kualitas Sarana Prasarana dalam Menghadapi Akreditasi Internasional FIBAA

Nantinya untuk kelas internasional agar tenaga listrik lebih efisien kunci pintu kelas akan diganti menggunakan cardlock. Sehingga saat mahasiswa atau dosen masuk ke ruang kelas, listrik akan otomatis tersambung dan saat kartu dilepas listrik otomatis mati. Sedangkan untuk ruang kelas lain anggaran difokuskan pada lantai dan kursi.

“Ini untuk akreditasi internasional. Nantinya kedepan untuk efisiensi tenaga listrik kita bikin pakai kunci cardlock kaya di hotel, di ISDB sudah pakai barcode” tambah Is Wahyudi, Rabu (29/3) 

 

Penulis: Amar Ardiansyah (AA) 

Editor: Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

 

 

Visitasi FIBAA Akan Dilakukan Secara Daring Sebelum Hari Raya Idul Fitri

LPM PRIMA, Jember -- Visitasi FIBAA mengenai akreditasi internasional yang diajukan oleh prodi HI akan dilakukan secara daring yakni sebelum hari raya idul fitri. Dengan begitu, FIBAA tidak melakukan kunjungan langsung ke prodi HI Universitas Jember, melainkan dilakukan dengan teleconference. 

Wakoor Akademik, Mawa, dan Alumni FISIP  menjelaskan bahwa sistematika ini sama dengan yang dilakukan di Universitas Kristen Indonesia (UKI). 

Ini daring yang mendekati hari raya ini dilaksanakan secara daring, lah itu kita teleconference, tidak berkunjung ke sini sepertinya FIBAA. Jadi secara daring kemudian kita interview langsung sama seperti dari UKI, sama daring juga,” jelasnya, Rabu (29/3) 

Untuk alasan kenapa dilakukan secara daring, Bu Fifin selaku Wakoor Akademik, Mawa, dan Alumni FISIP menjelaskan bahwa hal tersebut yang paham Kaprodi HI. 

Nah itu yang paham Kaprodi, kenapa daring. Kalo yang ASIIN kemarin datang secara langsung kesini. ASIIN itu yang pasca” tambahnya, Rabu (29/3) 

Bu Fifin juga menjelaskan karena persamaan bentuk visitasi dengan Universitas Kristen Indonesia yakni dilaksanakan secara daring, maka FISIP  melakukan benchmark dengan berkunjung ke Universitas Kristen Indonesia pada 14 Februari 2023 kemarin. Kunjungan tersebut untuk menanyakan lebih lanjut, persiapan apa saja yang diperlukan untuk visitasi FIBAA.

Kunjungan ke Universitas Kristen Indonesia tersebut diikuti oleh beberapa dosen HI yakni Ibu Suyani selaku Kaprodi, Pak Abubakar Eby Hara, Pak Bayu Himawan, dan Pak Agus Trihartono. Untuk bidang akademik diwakili oleh Bu Fifin, Bidang Sarpras diwakili Pak Iswajudhi, sedangkan dari pihak Dekanat diwakili Wakil Dekan I yakni Ibu Zarah.

 

Penulis : Allysa Salsabillah (AS) 

Editor   : Tim Redaksi LPM Prima FISIP

 

Hambatan Peningkatan Kualitas Sarana Prasarana dalam Menghadapi Akreditasi Internasional FIBAA

LPM PRIMA, Jember – Dalam menghadapi akreditasi internasional dari FIBAA, Is Wahyudi selaku Wakil Koordinator Umum dan Sarana Prasarana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menyampaikan ada hambatan dalam peningkatan kualitas sarana-prasarana, namun hanya sekedar hambatan umum saja.

Dalam pemanfaatan anggaran negara untuk peningkatan sarana-prasarana, Is Wahyudi menjelaskan ada prosedur yang harus dijalani sebelum anggaraan bisa digunakan. Ia mengibaratkan lembaga FISIP berbeda dengan manajemen rumah tangga yang dapat menggunakan dana sewaktu-waktu.

Hambatan umum saja, perlu dipahami bahwa kita menggunakan anggaran negara sehingga ada proses-proses yang perlu dijalani. Nggak kayak manajemen rumah tangga yang ada duit langsung bangun, tidak." kata Is Wahyudi, Rabu (29/3)

Ia menjelaskan bagaimana prosedur yang perlu dilalui. Dalam pengadaan belanja modal diperlukan mengisi dokumen yang telah disiapkan oleh kementrian, lalu surat permohonan tersebut ada rincian yang harus di unggah ke sistem. Terkait dengan anggaran pembelajaran harus diusulkan melalui SIBAJA. Setelah disetujui oleh pimpinan dan jika sudah ditinjau oleh tim HPS baru bisa diluncurkan ke Sistem Informasi Rencana Umum. Selanjutnya dilakukan proses negosiasi yang membutuhkan waktu, tidak hanya satu dua-hari.

Ada beberapa aplikasi yang perlu kita lalui terlebih dahulu, semacam kita mau mengadakan belanja modal. Kita siapkan dokumen, dokumen ini template nya kementrian, ada surat permohonan. Kemudian ada rincian itu kita upload ke sistem terkait dengan pembelajaran. Kita awalnya itu usulkan melalui SIBAJA, nanti selesai disetujui pimpinan sudah di-riview oleh tim HPS itu baru dilunjurkan ke Sistem Informasi Rencana Umum. Lalu disana rekanan menawar, tidak bisa satu hari dua hari dan itu harus dilalui kalo nggak siap-siap ada KPK yang mengawasi.” jelas Is Wahyudi, Rabu (29/3)

Is Wahyudi menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan tugas lembaga dan tidak diam saja.

 

Penulis : Amar Ardiansyah (AA) 

Editor: Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

 

Peningkatan Sarpras Prodi HI Tidak Ganggu Peningkatan Sarpras Prodi Lain

LPM PRIMA, Jember – Is Wahyudi selaku Wakil Koordinator Umum dan Sarana Prasarana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menjelaskan bahwa proses pembangunan sarana-prasarana (sarpras) dalam rangka peningkatan kualitas untuk program studi Hubungan Internasional (HI) dalam menghadapi akreditasi internasional dari FIBAA tidak menganggu proses peningkatan sarana-prasarana prodi lain.

Is Wahyudi menyampaikan bahwa fasilitas di FISIP kebanyakan digunakan secara umum oleh civitas akademika FISIP, hanya ruang kerja dosen prodi hubungan internasional saja yang berdampak langsung dan dinikmati oleh prodi hubungan internasional. Is Wahyudi menyebutkan fasilitas lain seperti ruang kelas dan lapangan olahraga digunakan secara bersama.

Tinggal upgrade-nya ruang dosen HI yang terkait fokus dan terdampak langsung ke HI dan hanya dinikmati prodi HI kan ruang kerja dosen HI. Yang lain-lain tidak ada ruang kelas dipake bersama tidak diklaster. Jadi tidak ada dampak, termasuk fasilitas olahraga.” jelas Is wahyudi saat diwawancarai tim LPM PRIMA, Rabu (29/3)

Baca Juga Menuju Akreditasi Internasional, Is Wahyudi: Kami Kejar Ketertinggalan Sarpras

Peningkatan sarana-prasarana di Lab Diplomasi milik prodi hubungan internasional tidak menggunakan anggaran FISIP tapi memperoleh dana hibah dari BKKMHI. Sedangkan, peningkatan kualitas sarana-prasarana program studi lain sudah diprogramkan setiap tahun.

Untuk lab diplomasi itu bukan dari anggaran kita, mereka dapet dana hibah BKKMHI, sekarang didahulukan HI karena memang prioritas untuk menghadapi akreditasi ini dan tahun besok kita sesuaikan, mungkin sosiologi, KS (kesejahteraan Sosial), ruang administrasi.” terang Is Wahyudi, Rabu (29/3)

 

Penulis: Amar Ardiansyah (AA) 

Editor: Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

 

Menuju Akreditasi Internasional, Is Wahyudi: Kami Kejar Ketertinggalan Sarpras

LPM PRIMA, Jember – Is Wahyudi selaku Wakil Koordinator Umum dan Sarana Prasarana FISIP menyampaikan bahwa pihaknya dalam persiapan menghadapi akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) telah melakukan beberapa hal untuk mengejar ketertinggalan aspek sarana-prasarana.

Is Wahyudi menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan benchmark (pembandingan) dengan Universitas Kristen Indonesia (UKI) yang terlebih dahulu meraih akreditasi internasional FIBAA. Hasil dari kegiatan benchmark ke UKI, Is Wahyudi menyampaikan pihaknya telah memperoleh gambaran standar minimum tentang sarana-prasarana, seperti ketersediaan ruang kelas yang tidak harus mewah.

“Kita sudah ada gambaran oh ternyata seperti ini standar minimalnya, menurut informasi dari mereka (UKI). Jadi hal-hal yang perlu kita siapkan, pertama ketersediaan ruang kelas yang memenuhi syarat dan itu tidak perlu mewah lo, bagus itu tidak menjadi syarat.” jelas Is Wahyudi kepada wartawan, Rabu (29/03)

Is Wahyudi juga menjelaskan terkait bagaimana standar ruang kelas dengan peralatan yang mendukung, pihaknya mengupayakan pengadaan kursi dan meja untuk mahasiswa yang left handle atau kidal.

Ada yang harus left handle kan yang kidal itu juga harus kita fasilitas nanti kita kondisikan ruang kelas itu tersedia, kan kapasitasnya sedikit ya. Mungkin dari 70 orang, hanya 2-3 orang kita sediakan lima nanti kursi yang tersedia ada mejanya, sehingga kita juga fasilitasi itu” tambah Is Wahyudi, Rabu (29/03)

Baca Juga Terancam Tidak Lolos Pantau FIBAA, Bagaimana Peran Mahasiswa HI

Kemudian untuk ketersediaan lab, tim hubungan internasional telah berhasil mendapat dana hibah dari BKKMHI untuk pengadaan alat lab. Is Wahyudi menyebutkan lab tersebut adalah lab diplomasi dan lab ekspor-impor.

“Kemarin karena perjuangan tim HI kita dapatkan dana hibah bantuan untuk pengadaan alat lab dari universitas, dana hibahnya dari BKKMHI. Itu kita mendapatkan bantuan untuk lab diplomasi dan lab ekspor-impor itu mungkin sangat mendongkrak dan menunjang kesuksesan” tutur Is Wahyudi, Rabu (29/03)

Selanjutnya, yang perlu ditingkatkan adalah ruang dosen hubungan internasional dan diupayakan selesai sebelum visitasi dilaksanakan. Is Wahyudi berharap pimpinan bisa membantu mendorong untuk segera dilaksanakan.

“Kami meminta pimpinan untuk membantu segera push gimana bisa segera dilaksanakan, kita secara dokumen sudah kami lengkapi prosedur sudah kita lakukan tinggal menunggu universitas” tukas Is Wahyudi, Rabu (29/03)

 

Penulis: Amar Ardiansyah (AA)

Editor: Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

Lagi lagi Terjadi, Penjahat Kelamin Semakin Berkeliaran

LPM PRIMA, Jember – Belum lama tersebar kabar viralnya aksi pamer organ intim (ekshibisionisme) di Jl. Jawa 6 melalui sosial media twitter, kini aksi meresahkan tersebut kembali terjadi. Kejadian tersebut terekam kamera CCTV dan tersebar melalui berbagai akun Instagram, salah satunya akun Media Informasi Kabupaten Jember atau @infojember. Dalam salah satu postingannya, tertulis lokasi kejadian aksi pamer kelamin tersebut tepatnya di Perumahan Mastrip yang menunjukkan bahwa pelaku kejahatan ini semakin berkeliaran di daerah kampus dan sekitarnya.   

Tim Pribadi Merdeka Mahasiswa (PRIMA) melakukan wawancara pada pelapor video rekaman CCTV yang tersebar melalui akun Instagram @infojember untuk menanyakan lebih lanjut mengenai sumber dari beredarnya video aksi kejahatan kelamin tersebut. 

“Teman sejurusan dan satu organisasi. Dia mengalami hal itu kebetulan ada cctv di kosnya. Dia cek ternyata terekam sama cctv yg ada. Dia menyebarkan ke grup angkatan dan organisasi agar lebih hati-hati, dan minta tolong disebar luaskan gitu aja si. Terus sampe pada akhirnya beritanya tersebar luas. Sempat ada aparat yg datang juga untuk memintai keterangan ke korban” jelas B selaku teman korban, Selasa (28/3)

Baca Juga Ekshibisionisme, Laki laki Pamer Kelamin di Jl. Jawa 6

Keberadaan pelaku penjahat kelamin hingga saat ini masih dalam proses pencarian karena plat nomor yang digunakan palsu. Korban pun tidak terlalu hafal pada ciri-ciri pelaku, sehingga proses pencarian akan sedikit lebih susah.

“Untuk pelaku sampai saat ini masih proses pencarian, karena nopol yg dipakai palsu tidak bisa dilacak. Korban juga ga terlalu hafal ciri-ciri pelaku dan wajahnya. Jadi mungkin sedikit lebih susah” ungkap B, Selasa (28/3)

Maraknya kejadian aksi pamer organ intim menimbulkan keresahan di masyarakat. Siapapun bisa menjadi korban dari kejahatan ini. Adanya instrumen hukum dianggap tidak sejalan dengan penegakan hukum, sehingga pelaku dari kasus seperti ini tidak pernah tertangani hingga tuntas. 

“Menurutku sih kan juga pelecehan seksual sudah dilengkapi dengan instrumen hukum yang cukup, tapi penegakan hukumnya kurang tegas sama ngentengin. Dari dulu belum ada satu pun orang yg tertangkap, entah memang masih dalam pencarian atau mungkin juga ga dilanjutkan proses hukumnya. Apakah sesusah itu? Menurutku ngga sih kalo untuk polisi karena dengan fasilitas yg mereka punya harusnya bisa. Jadi dari diri kita sendiri lebih hati-hati aja. Apalagi cewe yg suka makai pakaian yg minim dan lain sebagainya. Bukan tentang pakaiannya, mau make baju apapun sebenarnya bisa jadi korban.” jelas B, Selasa (28/3)

 

Penulis : Hauriska Lukmaningtiyas (HL)

Editor   : Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

Ngabuburit di Masjid Al Hikmah UNEJ: Ada Ratusan Takjil Gratis

LPM PRIMA, Jember -- Setiap hari UKM Mustika dan Panitia Ramadan Masjid Al-Hikmah UNEJ membagikan takjil secara gratis. Mahasiswa atau masyarakat umum bisa mendapatkan takjil tersebut dengan cara mendatangi Masjid Al-Hikmah yang ada di Universitas Jember. Tak hanya takjil, mereka juga membagikan makanan berat (mamirat) secara gratis.

Jumlah takjil yang disediakan Masjid Al-Hikmah UNEJ setiap harinya berkisar 250 porsi, sedangkan untuk mamiratnya disediakan sekitar 200 porsi. Jumlah tersebut bisa bertambah apabila terdapat sumbangan dari pihak luar atau masyarakat umum. 

Setiap sore terdapat Kajian Ramadan (KAROMAH) di Masjid Al-Hikmah, bagi yang hadir akan diberikan kupon. Nantinya kupon tersebut dapat ditukarkan makanan berat (mamirat) gratis untuk buka puasa bersama.

Baca Juga Masjid Al Hikmah UNEJ Gelar Banyak Kegiatan Selama Ramadan

Jumlah porsi mamirat setiap harinya untuk laki-laki sebanyak 100 porsi dan 100 porsi lainnya untuk perempuan. Sedangkan untuk pembagian takjil tidak perlu kupon dan bisa didapatkan selama masih tersedia.

Pembagian takjil ini akan tersedia selama bulan Ramadan. “Itu juga sampai lebaran,” jelas salah satu Panitia Ramadan di Masjid Al-Hikmah, Rabu (29/3)

Selain bagi-bagi takjil, selama bulan suci Ramadan Masjid Al-Hikmah juga menggelar beberapa kegiatan seperti buka bersama, salat tarawih, tadarus al-qur’an, kajian, dan menerima akumulasi distribusi zakat, infaq, maupun shadaqah (ADZIZ). Akumulasi distribusi ini dibuka mulai awal Ramadan hingga menjelang salat idul fitri.

Sampai saat ini belum ada yang mendistribusikan zakat maupun infaq, akan tetapi untuk shadaqah sudah diterima dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum.         

Kalo untuk ADZIZ belum, kalo untuk shadaqah alhamdulillah dari awal sudah ada,” jawab salah satu Panitia Ramadan yang menjabat sebagai bendahara, Rabu (29/03) 

 

Penulis : Allysa Salsabillah (AS)

Editor   : Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP