Masjid Al Hikmah UNEJ Gelar Banyak Kegiatan Selama Ramadan

LPM PRIMA, Jember– Panitia Ramadan Masjid Al-Hikmah Universitas Jember (UNEJ) mengadakan banyak kegiatan untuk mengisi waktu puasa selama bulan Ramadan. Bekerja sama dengan takmir masjid, kegiatan Ramadan di Masjid Al-Hikmah dimulai dari pagi sampai malam hari. Setiap harinya dari pukul 07.30 hingga 16.00 WIB Panitia Ramadan Masjid Al-Hikmah membuka stand yang bertujuan untuk menerima donasi dari donatur. Hasil donasi inilah yang nantinya digunakan untuk menunjang kegiatan selama Ramadan. 

Agenda kegiatan Ramadan tersebut, antara lain:

  1. MAWADDAH (MAUIDHOH BA’DA DHUHUR AL-HIKMAH), kegiatan ini dilakukan setiap hari Senin-Kamis, ba’da dzuhur.
  2. KAROMAH (KAJIAN RAMADHAN AL-HIKMAH) dan buka bersama, kegiatan ini dilakukan setiap sore selama bulan Ramadan (Ahad sore libur).
  3. Tabligh Akbar, kegiatan ini dilakukan setiap Jumat pagi selama bulan Ramadan.
  4. Sholat Tarawih
  5. Tadarus Al-Qur’an, kegiatan ini dilakukan setiap ba’da sholat tarawih dan diakhiri pada pukul 21.30 WIB.
  6. Sholat Idul Fitri
  7. ADZIS (Akumulasi dan Distribusi Zakat, Infaq, dan shodaqoh), kegiatan ini dilakukan setiap hari dari awal Ramadan sampai Idul Fitri. 

Dengan adanya kegiatan-kegiatan ini, jamaah Masjid Al-hikmah mengalami kenaikan dibanding bulan-bulan biasanya. Hal ini tentu menjadi nilai positif bagi mahasiswa UNEJ dan Masjid Al-Hikmah itu sendiri. Terlepas adanya jamaah yang mengalami kenaikan, terdapat juga hambatan yang menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi Panitia Ramadan Masjid Al-Hikmah UNEJ. 

Baca Juga Ngabuburit di Masjid Al Hikmah UNEJ: Ada Ratusan Takjil Gratis

“Hambatan kita adalah kurangnya donatur. Contohnya, ketika berbuka puasa itu masih banyak mahasiswa yang tidak mendapatkan kupon, khususnya pada hari aktif, seperti hari Senin-Jumat.” ucap Ilham Maulana, sebagai Panitia Ramadan Masjid Al-Hikmah UNEJ dan Ketua Umum UKM MUSTIKA, Selasa (28/03).

Untuk mengatasi hambatan ini, Panitia Ramadan Masjid Al-Hikmah UNEJ juga telah mengajukan donasi ke berbagai tempat makan di luar kampus dan juga menerima donasi dari beberapa pegawai dan mahasiswa UNEJ. 
 

Penulis: Lio April Setiawan (LAS)

Editor : Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

Kesibukan Dosen Menjadi Alasan Terhambatnya Sosialisasi Akreditasi Internasional

LPM PRIMA, Jember - Terkait progres pengajuan akreditasi Internasional yang dilakukan oleh pihak Jurusan Hubungan Internasional (HI) Universitas Jember, beberapa mahasiswa merasa tidak ada transparansi maupun sosialisasi mengenai update progres yang diberikan dari pihak jurusan kepada mahasiswa.

Pada Jumat (24/3) lalu Tim Pribadi Merdeka Mahasiswa (PRIMA) mewawancarai Ketua Jurusan (Kajur) HI, Ibu Suyani Indriastuti, tentang minimnya sosialisasi progres pengajuan akreditasi Internasional terhadap mahasiswa. Menurutnya, kesibukan dosen menjadi hambatan kurangnya sosialisasi progres akreditasi internasional kepada mahasiswa jurusan HI.

“Yang menjadi kendala sebenarnya masalah kesibukan, saat ini dosen itu tuntutan administratif-nya banyak sekali ya sehingga dosen harus mampu membagi waktu antara kegiatan akreditasi dengan kegiatan laporan-laporan pribadi dan seterusnya.” jelas Ibu Suyani, Jumat (24/3).

Baca Juga Progres Akreditasi Internasional: Borang Self Evaluation Report Telah Dikirim

Selain karena kesibukan para dosen, Ibu Suyani menjelaskan hambatan sosialisasi juga disebabkan karena kerumitan mengurus akreditasi yang menurutnya cukup kompleks.

“Hambatannya itu memang karena waktu ya, artinya namanya akreditasi itu kan kompleks dan melibatkan semua sistem gitu kan yang disini itu harus benar-benar terlibat.” tambahnya, Jumat (24/3).

Bu Suyani berharap pada waktu kedepan bisa memberi sosialisasi terhadap mahasiswa agar para mahasiswa bisa berkontribusi karena porsi penilaian akreditasi internasional terhadap mahasiswa sangat besar.

“Ya sebenarnya si tau gitu kan banyak sekali item dan porsi mahasiswa dalam akreditasi itu sangat besar. Ya mungkin kita nanti suatu saat bisa bahas itu ya bisa sharing ke mahasiswa biar mereka juga ada support gitu.” pungkasnya, Jumat (24/3).

 

Penulis: Ghoffar Machmud (GM)

Editor: Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

Banyak Mahasiswa Tua HI Tak Kunjung Skripsi, Kajur HI: Skripsi Itu Kan Simple, Kenapa Seolah Olah Menjadi Momok

LPM PRIMA, Jember - Hingga saat ini masih banyak mahasiswa semester akhir jurusan Hubungan Internasional (HI) yang belum bisa menyelesaikan skripsi sebagai syarat kelulusan. Ibu Suyani selaku Kajur HI menjelaskan beberapa faktor penyebab  banyak mahasiswa tak kunjung menyelesaikan skripsi. 

“Kalau dari pengamatan kami lamanya dimana, saya tidak sedang berbicara tentang siapa yang menghambat ya tetapi lamanya dimana itu memang di penulisan skripsi … begitu masuk skripsi itu anaknya hilang, kasusnya itu anaknya hilang, ada yang mungkin dosennya sibuk, kompleks ini gitu kan.” jelasnya, Jumat (24/3).

Hingga saat ini banyak mahasiswa HI angkatan 2016 dan 2017 yang belum lulus. 

"Jadi seharusnya sekarang ini Angkatan 2019 dan sebelumnya itu sudah habis di tahun ini. Angkatan 2018 berarti tahun lalu sudah habis, tapi sekarang kenyataannya kan angkatan 2016 masih ada, 2017 masih banyak, 2018 banyak sekali, 2019 bisa dihitung dengan jari yang sudah lulus gitu.” pungkas Bu Suyani, Jumat (24/3).

Baca Juga Terancam Tidak Lolos Pantau FIBAA, Bagaimana Peran Mahasiswa HI

Ibu Suyani menyayangkan mindset mahasiswa yang menganggap skripsi itu sulit.

“Skripsi itu kan simple, kenapa seolah-olah menjadi momok, itu kan konstruksi dari masing-masing saja seolah-olah susah gitu… tapi tergantung. Artinya tidak semua mahasiswa begitu, ada yang sangat aktif, sangat rajin,” tambahnya Jumat (24/3).

Pihak prodi sendiri mengaku sudah mencari berbagai macam terobosan bagi mahasiswa agar tidak merasa keberatan untuk skripsi. 

“Nah kami sebenernya sudah mencoba untuk mencari beberapa terobosan. Salah satu yang kita lakukan di tahun lalu itu kan dengan sempro menghadirkan calon penguji skripsi, harapannya dengan sudah ketemu penguji berarti anak itu akan lebih terarah jadi nanti kalau sidang tidak dipermasalahkan lagi, tetapi itu ada kendala kayak calon pengujinya sibuk akhirnya kita ubah lagi. Sekarang gausah sempro, sempro itu hanya dengan pembimbing saja, ketika mahasiswa sudah approved bisa langsung research mau apa itu sudah boleh gitu kan, hanya saja kita memberlakukan kolokium dan itu tidak akan menghambat karena hanya sebagai mekanisme latihan anak-anak ketika presentasi. Sempat juga kita kepikiran wacana apa kita treat seperti mata kuliah, tapi itu belum masih wacana karena kan kita harus mengikuti pedoman akademik. Terus juga ada wacana apakah menulis jurnal sudah publish itu sudah bisa jadi pengganti skripsi itu juga masih wacana jadi so far memang masih menggunakan sistem yang sekarang.” tuturnya, Jumat (24/3).

Terkait isu skripsi 40 halaman, Bu Suyani menjelaskan bahwa hal tersebut masih dalam tahap pembukuan dan pihak prodi belum menerima panduan terbaru terkait pedoman penulisan skripsi.

“Sebenarnya itu masih dalam tahap pembukuan karena sampai sekarang pihak prodi belum menerima surat panduan, tetapi itu sudah perna dibahas di level rektorat tentang perubahan pedomah penulisan tugas akhir, tapi sampai sekarang kami belum menerima legal formalnya seperti apa kami belum menerima.” pungkasnya, Jumat (24/3).

 

Penulis: Ghoffar Machmud (GM) 

Editor  : Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

Terancam Tidak Lolos Pantau FIBAA, Bagaimana Peran Mahasiswa HI

LPM PRIMA, JEMBER – Saat ini prodi Hubungan Internasional (HI) sedang dalam proses pengajuan akreditasi internasional oleh FIBAA. Bu Suyani Indriastuti, selaku Kajur HI UNEJ mengatakan bahwa HI hampir terancam tidak lolos pantau karena beberapa hal. 

Saat diwawancarai Tim Pribadi Merdeka Mahasiswa, Bu Suyani menjelaskan bahwa ketepatan waktu studi dan keberhasilan masa studi menjadi penyebab jurusan HI hampir terancam tidak lolos pantau FIBAA.

“Banyak sekali ya item penilaian terkait mahasiswa, bahkan sekarang ini kami agak terancam tidak lolos pantau karena persoalan dua hal, yaitu studi tepat waktu dan keberhasilan masa studi. Nah kalau memang mahasiswa mau support Lembaga, selesaikan kuliah itu tepat waktu, berapa lama…4 tahun.” ucapnya, Jumat (24/3).

Kajur HI berharap mahasiswa bisa membantu dan ikut berperan dalam proses pengajuan akreditasi internasional ini dengan cara belajar menulis dan publikasi jurnal. Sehingga tidak hanya dari pihak jurusan saja yang berusaha mewujudkannya. 

“Yang kedua terkait dengan publikasi mahasiswa yang sangat esensial hingga ada kolom penilaian sendiri, karena dulu publikasi mahasiswa tidak dijadikan aspek kriteria penilaian oleh BAN-PT, sehingga apa yang harus dilakukan mahasiswa? Ya mulai belajar menulis, kemudian publikasi di jurnal, seperti tugas dosen ataupun esai yang daripada terbuang percuma, dikembangkan untuk dijadikan jurnal.” lanjutnya, Jumat (24/3).

Bu Suyani juga menanggapi opini mahasiswa yang menganggap bahwa sarana-prasarana masih kurang menunjang dalam mewujudkan keberhasilan akreditasi internasional. 

Jadi kalo keberhasilan saya tidak bisa memprediksi karena belum kejadian, sehingga kalau ditanya probabilitas seperti apa saya tidak bisa memprediksi. Akan tetapi yang jelas sarana-prasarana itu hanya salah satu item penilaian dari sekian banyak yang dinilai. Termasuk kurikulum, prestasi dosen, prestasi mahasiswa, kemudian workload dan seterusnya. Selain itu, sarana-prasarana yang dinilai tidak hanya di FISIP, tetapi Universitas Jember secara keseluruhan. Kalau untuk sarpras itu sendiri saya tidak punya kewenangan untuk menjelaskan karena itu bagiannya fakultas, prodi itu tidak punya kewenangan sama sekali terkait sarpras jadi kalau akan konfirmasi lebih jauh berkaitan dengan sarpras bisa konfirmasi ke fakultas.” tuturnya, Jumat (24/3)

Kajur HI juga mengapresiasi opini mahasiswa terkait sarana-prasarana, namun karena situasi dan kondisi yang kurang mendukung sehingga perlu waktu untuk mencapainya.

Idealnya bagus ya, saya juga mengajukan renov gitu kan, pak rektor pun instruksinya ini harus di renov dalam rangka menghadapi itu. Karena nanti akan ditaruh kamera di titik sarpras yang kita gunakan ketika visitasi nantinya. Ini juga belum direalisasikan tetapi masih dalam proses.” jelasnya, Jumat (24/3).

 

Penulis : Ghoffar Machmud (GM)

Editor : Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

 

Progres Akreditasi Internasional: Borang Self Evaluation Report Telah Dikirim

LPM PRIMA, Jember – Prodi Hubungan Internasional (HI) tengah berupaya untuk meningkatkan akreditasinya menjadi akreditasi internasional dan sudah dalam proses pengajuan ke Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA). Ibu Suyani Indriastuti selaku Kajur Hubungan Internasional (HI), menjelaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan borang self evaluation report ke pihak FIBAA. 

Kajur HI mengatakan bahwa persiapan akreditasi internasional memiliki dua tahapan, yakni pengiriman self evaluation report dan visitasi. 

Persiapannya ada dua tahap, yang pertama pengiriman self evaluation report jadi dokumen akreditasi nasional itu ada borangnya…itu kita kirim kemudian setelah itu akan ada proses visitasi, nah untuk borangnya sudah kita kirim bulan Juni tahun lalu dan dijadwalkan visitasi pada bulan April tanggal 19-21. Jadi memang prosesnya panjang” jelas Bu Suyani, Jumat (24/3).

Walaupun sudah terdapat jadwal visitasi sebagai bentuk tahapan lanjutan, ternyata pihak kajur menjelaskan bahwa ada kendala pada tanggal yang telah ditentukan sehingga terpaksa harus diundur.

Aslinya tanggal 19-21 April (tahap visitasi) tapi itukan karena kita lebaran kan, nah akhirnya dimundurkan di tanggal 8-10 Mei”

Pihak jurusan sendiri juga memaparkan bahwa pihaknya telah melakukan banyak persiapan baik itu dari segi dokumen maupun sarana dan prasarana selagi menunggu jadwal visitasi yang rencananya akan dilaksanakan secara online.

Antara saat kita submit sampe visitasi pasti ada banyak persiapan, ada revisi atau permintaan data tambahan dari pihak FIBAA-nya, seperti data mahasiswa asing, kemudian data aktivitas dosen di luar negerinya itu seperti apa, kemudian ada data buku yang terbaru, dan sebagainya itu kita sudah kirimkan,” tambahnya Jumat (24/3).

Ketika ditanya mengenai hambatan terkait proses pengajuan akreditasi internasional ini, Ibu Suyani selaku kajur mengatakan bahwa kesibukan dari dosen dalam membagi waktu menjadi hambatan minor dalam proses pengajuan ini.

Yang menjadi kendala si sebenarnya kesibukan, saat ini dosen itu tuntutan administrasinya banyak sekali sehingga harus bisa membagi waktu antara kegiatan akreditasi dengan kegiatan laporan pribadi. Jadi dalam proses eksekusi itu kan timingnya harus dibagi, tapi dari sisi support universitas tidak masalah so far…mungkin dari koordinasi harus lebih dikoordinasikan.” tambah Bu Suyani, Jumat (24/3).

 

Penulis : Ghoffar Machmud (GM)

Editor : Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

 

Semua Ruang Kelas di FISIP Direncanakan Akan Gunakan Cardlock

LPM PRIMA, Jember – Untuk mencegah adanya kerusakan sarana-prasarana di dalam kelas yang berbasis listrik, Wakil Dekan II FISIP mengatakan ke depan semua ruang kelas akan menggunakan kunci kartu (cardlock) seperti di hotel. 

Drs. Didik Eko Julianto, M.AB. selaku Wakil Dekan II menjelaskan ke depan ruang kuliah akan menggunakan kunci seperti di hotel. 

Kedepannya lagi, ruang kuliah itu menggunakan kunci seperti kita di hotel. Pakai kartu. Jadi dosen akan mengambil kartunya itu, kemudian semua akan berfungsi, TV berfungsi, AC berfungsi, kemudian lampu. Begitu pula selesai, dicabut semua akan mati, bahkan pintunya terkunci. Jadi nggak ada nanti setelah kuliah mahasiswa jagongan di dalam, iseng-iseng nulisi (meja dan kursi).” jelasnya, Senin (21/03)

Menurut Didik Eko Julianto, alasan penggunaan sistem kunci ini untuk menekan kerusakan sarana-prasarana berbasis listrik. 

Kenapa diberi sistem kunci seperti itu? karena kita analisis AC sering rusak, TV sering rusak. Itu karena setelah kuliah itu masih hidup, nggak ada yang matikan. Sementara petugas pelayanan kelas hanya 1 orang. Kenapa nggak nambah Pak? nambah karyawan tidak boleh. Jadi akan lebih efisien, dengan kunci elektrik bisa menekan kerusakan sarana-prasarana berbasis listrik.” ungkapnya, Senin (21/03)

Baca Juga Ruang 217 FISIP: AC Tanpa Kaca Jendela, Buat Apa

Selain itu, kursi kuliah yang ada di kelas secara bertahap akan diganti yang baru seperti di ruang kelas 107 dan 108.

Kursi kuliah secara bertahap akan diganti yang baru. Tiap tahun diusulkan pengadaan kursi kuliah, tidak boleh satu tahun itu mengusulkan 2 pengadaan yang sama. Jadi sekarang 250, tahun depan 250, terus sampai sepenuhnya terisi. Rencananya semua kelas nanti akan seperti kelas 107 dan 108, itu akan menjadi kelas percontohan.” tuturnya, Senin (21/03)

Wakil Dekan II menyayangkan perilaku mahasiswa yang kerap kali mencoret-coret meja dan kursi yang sudah diganti baru. Padahal menurutnya, pihak fakultas telah berusaha membuat ruangan sebagus dan selengkap mungkin, tetapi di sisi yang lain tidak diimbangi oleh perilaku mahasiswa yang malah mencoret-coret meja dan kursi. 

 

Penulis: Fatimah Alya (FA)

Editor: Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

FISIP Akan Bangun Kamar Mandi Khusus Difabel Akhir Bulan Maret

LPM PRIMA, Jember – Proses pembangunan kamar mandi khusus difabel akan dimulai pada akhir bulan Maret. Hal ini disampaikan oleh Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yakni Drs. Didik Eko Julianto, M.AB yang memiliki tugas dalam membantu Dekan memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang administrasi umum dan perlengkapan, juga keuangan dan kepegawaian.

Didik Eko Julianto menerangkan bahwa pembangunan kamar mandi khusus difabel yang terletak di Gedung D FISIP, akan dimulai pada akhir bulan Maret. 

“Kamar mandi difabel sudah ada proses. Letaknya di antara pasca itu, insha allah bulan ini lah, akhir bulan, atau awal bulan 4 akan dimulai pembangunannya,” tutur Didik Eko Julianto kepada wartawan LPM PRIMA, Senin (21/3)

Baca Juga Fokus Program Kerja FISIP: Triwulan Ketiga Untuk Perawatan

Proses pembangunan ini merupakan bentuk pelaksanaan dari rencana yang telah ada. Karena sebelumnya, Dekan FISIP menjelaskan kepada LPM PRIMA bahwa fakultas telah memiliki perhatian tentang hak penyandang disabilitas di lingkungan kampus harus terpenuhi dari sisi sarana-prasarana.

Jalan itu ya terus kesini kan ada kamar mandi, nah itu nanti rencananya itu dipakai untuk disabilitas. Soal bagaimana design kamar mandi disabilitas saya nggak paham, tapi perhatian tentang itu kita lakukan. Sudah kesini 3 orang perempuan dari Bagian Perencanaan Rektorat, sudah presentasi disini, tinggal pelaksanaannya aja ini sebenarnya.” ungkap Djoko Poernomo, Senin (13/3)

Pihak fakultas telah merancang supaya sarana-prasarana di FISIP menjadi lebih baik, meskipun bangunannya terlihat jadul. Akan tetapi diupayakan mahasiswa bisa nyaman berada di dalamnya. 

 

Penulis: Maulyda Putri Pangesti (MPP)

Editor: Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

Terlihat Kumuh, Kantin FISIP Akan Ditambah Meja dan Kursi

LPM PRIMA, Jember – Area luar kantin FISIP yang dekat dengan lapangan voli akhir-akhir ini menjadi tempat untuk makan dan kongko-kongko mahasiswa. Hal tersebut membuat kantin terlihat kumuh atau kurang rapi, oleh karena itu FISIP akan menambahkan meja dan kursi supaya terlihat rapi dan nyaman. 

Wakil Dekan II mengatakan akan ada penambahan meja dan kursi yang sama persis seperti di dalam kantin FISIP. 

Kantin sekarang kan kelihatan kumuh, kita akan tata itu. Meja yang terlihat kumuh akan kita tambahi, kursi dan meja yang nggak layak itu kita buang, kita ganti sama persis seperti yang di dalam.” ujar Didik Eko Julianto selaku Wakil Dekan II FISIP, Senin (21/03)

Didik Eko Julianto menjelaskan bahwa penambahan meja dan kursi di kantin tidak menggunakan dana, melainkan menggunakan bantuan dari Djarum, sama seperti sebelumnya. 

Nggak pakai dana, memakai bantuan dari Djarum 15 unit. Jadi kita dapat bantuan yang ditengah itu 24 unit seharga Rp50 juta. Ini nanti ada bantuan lagi 15 unit meja kursi ya sama dengan itu.” ujarnya, Senin (21/03)

Baca Juga Fokus Program Kerja FISIP: Triwulan Ketiga Untuk Perawatan

Menurut Wakil Dekan II, meja dan kursi yang baru tersebut nantinya akan diletakkan di sebelah barat kantin yang dekat dengan lapangan voli. Kemudian untuk pemberian atap akan diusulkan pada  tahun berikutnya.

Nanti kita tempatkan di barat antara lapangan voli dengan kantin ke utara sampai mengarah ke timur, jadi di luar. Nah, itu kan terbuka. Nanti fakultas akan memikirkan bagaimana akan diberi (atap). Diusulkan untuk tahun berikutnya. Sifat anggaran, uang negara itu bertahap.” jelasnya, (21/03)

Saat ini, penambahan meja dan kursi itu masih diproses. Untuk itu, mahasiswa bisa menunggu dan terus memantau perkembangannya. 

 

Penulis: Fatimah Alya (FA)

Editor: Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

 

Kontroversi Mahasiswa di Tengah Persiapan Akreditasi Internasional (FIBAA) Prodi HI UNEJ

LPM PRIMA, Jember – Pada awal tahun 2023, prodi Hubungan Internasional Unej tengah mempersiapkan agenda besar yang akan menjadi catatan sejarah baru di Universitas Jember. Agenda tersebut adalah pengajuan Akreditasi Internasional (FIBAA). Namun, dalam persiapan tersebut terdapat kontroversi antar mahasiswa HI. Mahasiswa HI merasa ada ketimpangan antara akreditasi yang diajukan dengan fasilitas yang ada. Selain itu, pihak prodi dirasa kurang terbuka terkait progres dari pengajuan akreditasi internasional ini. 

Tim Pribadi Merdeka Mahasiswa melakukan wawancara dengan beberapa mahasiswa HI. Salah satunya, mahasiswa berinisial R menyampaikan bahwa dirinya masih mempertanyakan terkait sarana-prasarana FISIP dalam mengajukan akreditasi internasional. 

Sebenarnya secara spesifik saya kurang memahami korelasi yang sudah disiapkan oleh tim prodi. Tapi, saya berpikir mengenai fasilitas saja. Apakah sarana dan fasilitas FISIP sudah bisa dikatakan menunjang? Kami sebagai mahasiswa saja masih menganggap sarana dan fasilitas FISIP masih mengenaskan apalagi pihak internasional. Jika dilihat sampai hari ini saja, fasilitas FISIP masih belum ada perubahan sedikitpun padahal kunjungan di bulan depan. Menurut saya, jika mengajukan akreditasi Internasional setidaknya sarana dan prasarana mengalami perubahan 75% dari kondisi saat ini.” ungkap R, Kamis (16/03)

Mahasiswa berinisial P juga menambahkan bahwa pihak prodi kurang terbuka terhadap mahasiswa HI terkait perkembangan akreditasi internasional.

Dalam persiapan akreditasi, prodi saja masih belum transparan mengenai progress dari pengajuan akreditasi tersebut. Hal yang sangat disayangkan, mahasiswa HI sebagai objek kajian tidak mengetahui hal apa saja yang menjadi prosedur dan kriteria penilaian pihak FIBAA. Hal tersebut menyebabkan kurang kepedulian mahasiswa dalam menyambut agenda besar prodi HI ini.” ujar P, Kamis (16/03)

Foundation for International Bussiness Administration Accreditation (FIBAA) sendiri merupakan salah satu diantara agen dari Eropa yang memiliki orientasi internasional yang bergerak di bidang pengembangan kualitas pendidikan tinggi. Lembaga ini memiliki prosedur tertentu untuk memenuhi kualifikasi program pendidikan Internasional sebagai bagian dari akreditasi, sertifikasi, serta evaluasi seluruh penyedia sumber daya pendidikan.

Maka dari itu, mahasiswa HI berharap tim prodi bisa lebih transparan terhadap perkembangan pengajuan akreditasi FIBAA dan mengajak mahasiswa bekerja sama dalam mewujudkan berbagai prosedur yang dilampirkan oleh pihak FIBAA. Mereka juga berharap, tim prodi dapat menggunakan media sosial yang ada seperti instagram untuk mengabarkan progresnya, supaya mahasiswa juga siap untuk memenuhi kualifikasi sesuai dengan prosedur.

Baca Juga Kesibukan Dosen Menjadi Alasan Terhambatnya Sosialisasi Akreditasi Internasional

 

Penulis: ADR

Editor: Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

Lebih Dekat dengan Kegiatan Dharma Wanita FISIP

LPM PRIMA, Jember – Kegiatan Dharma Wanita Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) mengundang pemateri hijabers untuk mengisi kegiatannya bulan ini di kelas internasional FISIP Universitas Jember (UNEJ). Selasa (21/03/23).

Kegiatan Dharma Wanita adalah sebuah kegiatan yang bertujuan memberikan sosialisasi kepada sumber daya anggota dosen atau karyawati untuk mencapai tujuan kerukunan dan sejahtera. Kegiatan ini dilakukan di lingkungan FISIP dan diagendakan setiap satu bulan sekali. Tidak hanya dosen dan karyawati, kegiatan ini juga diikuti oleh istri-istri dari pegawai FISIP itu sendiri.

Kegiatan Dharma Wanita ini biasanya dilakukan dengan mendatangkan beberapa pemateri sebagai pendukung materi sosialisasi. Acara yang diselenggarakan pada pagi hari ini diisi oleh beberapa kegiatan, salah satunya adalah kegiatan sosialisasi tutorial hijab. 

Kegiatan Dharma Wanita ini juga memiliki beberapa kegiatan di dalam bulan Ramadhan mendatang. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan seperti bagi-bagi takjil, bakti sosial, dan membagikan sembako yang ditujukan untuk pegawai honorer dan karyawan-karyawan yang membutuhkan. Sehingga hasil dari kegiatan Dharma Wanita ini bisa merata untuk semua warga FISIP. 

Salah satu peserta kegiatan hari ini berharap dengan banyaknya ibu-ibu yang hadir, Dharma Wanita FISIP bisa semakin maju.

Kegiatan Dharma Wanita ini memiliki banyak sisi positifnya, saya berharap semoga ibu-ibu semua bisa hadir dalam acara Dharma Wanita ini, sehingga dharma wanita ini bisa maju,” ujar Bu Djoko Poernomo, Selasa (21/3). 

 

Penulis : Lio April Setiawan (LAS)

Editor : Tim Redaksi LPM PRIMA 

 

UKM Siklus Adakan TONGSIS Sebagai Wadah Berdonasi

LPM PRIMA, Jember – Salah satu unit kegiatan mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (UNEJ) adakan wadah untuk berdonasi kepada pihak yang membutuhkan. UKM tersebut ialah UKM Kerohanian Islam yakni UKM SIKLUS. 

Tim Pribadi Merdeka Mahasiswa menemui salah satu pengurus UKM SIKLUS untuk mengetahui lebih lanjut mengenai program donasi yang diadakan oleh UKM tersebut. Maya menjelaskan bahwa program donasi ini dinamakan TONGSIS.

“TONGSIS itu singkatan dari kantong siklus, merupakan program kerja biro SosMas yang mana bisa mendonasikan uang kalian disini juga. Nantinya uang yang didonasikan akan kami salurkan pada pihak yang lebih membutuhkan lewat siklus berbagi. Misalkan ada kejadian seperti bencana alam gunung meletus di Semeru, nah itu ada donasi dari kita juga, dari TONGSIS.” jelas Maya, Selasa (21/3)

Selanjutnya, Maya juga menjelaskan bahwa donasi yang terkumpul melalui TONGSIS ini ditargetkan untuk masyarakat umum, dalam artian tidak hanya untuk mahasiswa Universitas Jember yang terdampak bencana. 

“Donasi ini untuk semuanya, bukan anak UNEJ saja. Kalau ada kejadian di masyarakat ya itu yang kita kasih.” tuturnya, Selasa (21/3)

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa wadah donasi ini dibuka selama 1 periode penuh dan informasi disebarkan setiap hari Jumat. Sehingga ketika suatu saat terjadi bencana, donasi telah terkumpul dan siap disalurkan kepada korban terdampak bencana. 

“Pendapatannya itu kan dari mereka yang mau mendonasikan, jadi selama 1 periode TONGSIS dibuka, untuk penyebaran informasi pamflet TONGSIS ini setiap Jumat sekali. Nah, kalau sudah terkumpul uangnya kan jadi enak kalau mau mendonasikan. Gak hanya pas ada kejadian saja TONGSIS itu muncul.” ungkapnya, Selasa (21/3)

Salah satu pengurus UKM SIKLUS itupun menyampaikan harapannya untuk program wadah berdonasi ini yakni agar lebih banyak yang berdonasi dengan tersebarnya informasi yang lebih meluas.

“Harapannya, TONGSIS bisa menyebar ke semua teman-teman, masyarakat luar juga biar bisa berdonasi di TONGSIS.” ucap Maya, Selasa (21/3)

Penulis : Hauriska Lukmaningtiyas (HL)

Editor : Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP


 

Kuliah Mulai Subuh Selama Ramadhan

LPM PRIMA, Jember – Bulan Ramadhan 1444 H semakin dekat, meskipun sidang isbat penentuan awal Ramadhan belum dilakukan. Namun, Universitas Jember sebagai Perguruan Tinggi Negeri telah mengeluarkan jadwal perkuliahan yang akan digunakan selama bulan Ramadhan. Dalam jadwal baru tersebut, perkuliahan akan dimulai lebih pagi yakni setelah subuh. 

Berdasarkan surat bernomor 6505/UN25/TU/2023 yang bertanda tangan Wakil Rektor I Universitas Jember, jadwal perkuliahan selama bulan Ramadhan telah terintegrasi dengan SIAKAD. Pembuatan jadwal ini disesuaikan dengan kegiatan ibadah yang akan dilakukan selama bulan Ramadhan. Sehingga, perkuliahan dimulai lebih pagi dan tidak ada perkuliahan di malam hari. 

Jika melihat dalam isi surat tersebut, perkuliahan paling awal atau jam ke-0 dimulai pukul 05.10 WIB dan perkuliahan paling akhir atau jam ke-17 berakhir pada pukul 17.00 WIB. 

Salah satu mahasiswi FISIP berinisial F berpendapat bahwa adanya jadwal baru ini memiliki plus dan minusnya masing-masing.

“Ini tuh ada plus minusnya ya. Jadi plusnya waktu kuliah sekarang kan ada jam malam (saat bulan ramadhan tidak ada perkuliahan pada malam hari), itu sangat-sangat berbahaya bagi kita mahasiswa, cewe lagi. Apalagi UNEJ tuh kan minim penerangan. Terus negatifnya, kita kan ada kelas jam 6, nah ini jadi jam 5, itu kita kayak preparenya aja berapa jam. Takut keburu, habis sahur langsung berangkat.” ungkap F saat diwawancarai oleh Tim Pribadi Merdeka Mahasiswa, Senin (20/03).

 

Penulis: Fatimah Alya (FA)

Editor: Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

Ekshibisionisme, Laki laki Pamer Kelamin di Jl. Jawa 6

LPM PRIMA, Jember – Sebuah thread yang menceritakan tindakan pamer organ intim (ekshibisionisme) di sekitar Universitas Jember ramai di media sosial Twitter. cuitan tersebut dibuat oleh pemilik akun halloccha @oreookukis, Rabu (15/03/23). 

Dalam memulai utasnya, halloccha menjelaskan ia mendapat laporan dari temannya yang mengalami tindakan pamer organ intim dari seorang laki-laki tidak dikenal.  

Aloo rek, aku mau cerita ini ttg temenku yg kena ‘PELECEHAN’ tadi banget ini di Jl Jawa (6) jember, pas dia mau balek ke kos nya. Kronologi nya di chat bawah ini (sorry aku gabisa bikin thread) aku minta tolong buat cewe-cewe khusus nya yg jalan kaki buat waspada dan hati-hati.” cuitnya memulai. 

Dalam screenshot chat yang disertakan, seorang mahasiswi yang menjadi korban tindakan pamer organ intim itu sedang berjalan kaki di Jalan Jawa 6 untuk menuju kosnya. Kemudian terdapat laki-laki tidak dikenal dengan ciri-ciri, yakni berpakaian serba hitam, mengenakan masker dan helm, serta menggunakan motor matic berwarna hitam. Laki-laki tersebut bertanya mengenai letak kos-kosan temannya, dan korban membantu memberikan arah. 

Saat korban hampir sampai di kos, laki-laki tidak dikenal itu kembali muncul sambil memamerkan alat kelaminnya dan berkata ‘mbak tolong bantuin bentar’ kepada korban.

Setelah kejadian itu, korban langsung masuk ke kos dengan keadaan tangan gemetar. Korban takut pelaku akan kembali mengikutinya, hal ini dikarenakan pelaku telah mengetahui letak kos-kosan korban. 

Pemilik akun halloccha @oreookukis menjelaskan bahwa kejadian ini tidak terjadi sekali dua kali, melainkan telah beberapa kali terjadi di daerah yang sama. Ia berharap agar para perempuan terus berhati-hati dan menjaga diri ketika sedang beraktivitas di luar rumah. Karena saat ini tindakan pelecehan bisa terjadi dimana saja dan menimpa siapa saja.

Beberapa orang berkomentar bahwa kejadian ekshibisionisme sudah sering terjadi di Jalan Jawa 6. Chila, pemilik akun @chelatrn merasa bahwa kejadian ekshibisionisme sering terjadi di Jawa 6, dirinya merasa walaupun kejadian ekshibisionisme sudah  sering disebarluaskan ke sosial media namun pelaku ekshibisionisme seakan tidak mendapat tindakan tegas. 

nii jawa 6 udah langganan bgt ga si kaya gini, dah sering di up di beberapa akun sosmed jg tp kayanya gada tindakan tegas yaa?cuitnya, Rabu (15/03/23).

 

Penulis: Fatimah Alya (FA)

Editor: Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

Sumber: 

https://mobile.twitter.com/oreOokukis/status/1635886472414003205 

https://twitter.com/chelatrn/status/1635924106645479424?s=20

 

Ruang 217 FISIP: AC Tanpa Kaca Jendela, Buat Apa

LPM PRIMA, Jember – Pembenahan sarana dan prasarana memang sedang gencar dilakukan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Hal itu bisa terlihat dari renovasi lapangan voli, pemangkasan pohon dan penataan tempat parkir. Namun, sarana yang dekat dengan mahasiswa seperti kenyamanan kelas sepertinya luput dari pantauan prioritas pembenahan oleh pihak Fakultas. Salah satunya yaitu dinding di ruangan kelas 217 yang berada di lantai 2 gedung A. Pada dinding bagian belakang ruangan tersebut terdapat lubang akibat kaca jendela yang tidak ada di bingkainya. Padahal di ruangan tersebut terdapat AC sebagai penyejuk ruangan, yang mana ruangan 217 tersebut hingga kini juga masih digunakan sebagai tempat belajar mengajar.

Tim Pribadi Merdeka Mahasiswa (PRIMA) telah melakukan wawancara dengan salah satu mahasiswa program studi Administrasi Negara berinisial T yang melaksanakan perkuliahan di ruang kelas 217 gedung A Fisip,  T memberi tanggapan terkait persoalan di ruang kelas 217.

T menyampaikan bahwa ruang kelas 217 terasa pengap dan panas padahal sudah terpasang dua buah AC di ruang kelas tersebut, akan tetapi menurut T satu dari dua AC di ruang kelas 217 mati ditambah ada jendela yang tidak ada kacanya sehingga  menyebabkan AC menjadi kurang dingin.

Ada beberapa kekurangan di kelas, contoh ada dua AC tapi yang satu mati, lalu panas…pengap di kelas tersebut. Karena ada satu jendela yang tidak ada kacanya, makanya kedinginan AC menjadi berkurang.” ungkapnya, Jum’at (17/03)

Selain mengeluhkan panas ruangan karena salah satu AC yang tidak berfungsi, mahasiswa berinisial T ini juga mengeluhkan ukuran kelas yang tidak sesuai dengan kapasitas mahasiswa, sehingga ia merasa terganggu selama kegiatan pembelajaran.

Terganggu ya (kegiatan pembelajaran), karena kan kelasnya kan sempit ya, dengan partisipan mahasiswa yang banyak jadinya desak-desakan, sehingga itu juga mempengaruhi kepanasan ruangan, karena juga AC-nya cuma satu dan terkurangi oleh rusaknya satu jendela.” tambah T, Jum’at (17/03)

Mahasiswa Administrasi Negara ini juga berharap kondisi ruang kelas 217 segera diperbaiki agar kegiatan pembelajaran bisa lebih nyaman.

“Ya harapan saya diperbaiki lah, AC satu yang mati diperbaiki, jendelanya juga diperbaiki karena pengaruh ya terhadap kedinginan kelas”. Jelas T, Jum’at (17/03)

 

Penulis: Achmad Ghoffar M. (AGM)

Editor: Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

Lingkungan FISIP Panas: Aktivitas Mahasiswa Semakin Lancar

LPM PRIMA, Jember – Setelah dilakukan pemangkasan dahan dan ranting, suasana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember yang awalnya rimbun kini berubah menjadi lebih panas. Hal ini dikarenakan tidak ada lagi dahan dan ranting yang memberikan keteduhan di area FISIP. Meskipun begitu, aktivitas para civitas akademika di FISIP tetap terlihat lancar seperti biasanya. 

Salah satu mahasiswi Administrasi Negara berinisial D memberikan tanggapan mengenai kondisi FISIP per hari ini. Menurutnya, rimbun atau tidaknya FISIP tidak berpengaruh terhadap jalannya aktivitas perkuliahan. Hal ini dikarenakan adanya ruang kelas yang ber-AC sehingga meskipun di luar cuacanya sedang panas, namun tidak berpengaruh terhadap mahasiswa yang berada di dalam ruang kelas. 

Tanggapan saya mengenai hal tersebut itu, kayak serimbun nya FISIP atau enggak nya itu mungkin nggak berpengaruh ya sama aktivitas perkuliahan. Kayak misal di kelas kita udah ada AC, jadi meskipun di luar itu panas jadi kayak yang di dalam itu kan nggak terpengaruh sama adanya panas atau enggak nya di luar gitu kan ya.” tutur D, Jum’at (17/03)

Baca Juga Pemangkasan Dahan dan Ranting di FISIP, Apa Tujuannya

Selain itu, menurut D penebangan pohon di FISIP juga dirasa memberikan dampak yang positif bagi warga FISIP, yakni dapat mengurangi risiko jatuhnya ranting pohon yang bisa mengenai warga FISIP.

“Mungkin juga sekarang lagi musim hujan, yang mana kan nggak jarang juga hujan deras sama ada angin (angin yang kenceng banget), jadi mungkin dengan ditebangnya pohon di FISIP itu jadi ngurangin risiko jatuhnya ranting gitu, yang bisa jadi kan ada risiko besarnya untuk mengenai warga FISIP.” tambahnya, Jum’at (17/03)

Mahasiswi berinisial D ini juga menambahkan, bahwasannya ia lebih menyukai FISIP yang lebih rimbun karena lebih sejuk. Sehingga apabila berjalan dari parkiran menuju kelas dirasa hawanya lebih enak. 

Jelas ya kak, kalo dari saya sendiri prefer lebih menyukai FISIP yang lebih rimbun karena kan lebih sejuk gitu si kayak jadi kalo kita jalan dari parkiran mau ke kelas itu kayak bener-bener enak banget hawanya. Kalo sekarang yang FISIP lebih tidak rimbun itu panas, jelas kayak jalan ke kelas tu rasanya kayak aduh males banget, kayak lebih panas.” pungkas D saat diwawancara oleh anggota LPM PRIMA, Jum’at (17/03)

Penulis: Sherly Ananda C. (SAC)

Editor: Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP