Pentingnya Self Love dan Cara Menerapkannya

LPM PRIMA, Jember – (10/05/2023) Mungkin sebagian dari kalian sudah tak asing lagi dengan kata self-love. Yaps, self- love sendiri sudah ramai dibicarakan terutama oleh kaum muda atau kaum millenial. Tapi, apa kalian tahu arti sebenarnya dari self-love? Mengapa self-love dianggap begitu penting? Dan bagaimana cara menerapkannya? Yuk kita bahas apa itu self-love.

Self-love berarti mencintai diri sendiri. Self-love merupakan suatu tindakan untuk mempercayai dan menerima diri sendiri apa adanya. Namun, self-love seringkali dipersepsikan sebagai tindakan mencintai diri sendiri dengan memenuhi segala keinginan diri. Self-love juga merupakan aspek yang penting bagi kesehatan mental. Dengan menerapkan self-love, kita akan menjadi lebih mudah untuk berpikir positif dan dapat mengelola emosional dengan lebih baik karena itu termasuk dari bentuk penerimaan diri.

Self-love merupakan pondasi penting dalam menentukan bagaimana cara kita berkomunikasi dengan orang lain, mengejar mimpi dan menentukan masa depan, serta menghargai diri sendiri. Dengan mencintai diri sendiri dan menerima diri apa adanya juga dapat mengurangi masalah gangguan mental pada diri serta dapat menikmati kepuasan hidup karena dapat mengontrol diri dengan baik.

Ada banyak cara untuk menerapkan self-love, tetapi kita akan bahas cara yang paling sederhana. Berikut ini beberapa cara menerapkan self-love dengan baik:

  1. Kenali diri sendiri

Untuk mencintai diri sendiri dapat dimulai dengan mengenali diri. Kalian dapat memikirkan apa sebenarnya keinginan diri, kelemahan dan kekuatan yang dimiliki, serta gejolak emosional yang kalian rasakan.

 

  1. Hindari membandingkan diri dengan orang lain

Tanpa disadari, kita seringkali membandingkan diri dengan keadaan serta pencapaian yang dimiliki orang lain. Hal ini juga dapat terjadi karena pengaruh didikan orang tua dan orang sekitar yang menganggap bahwa dengan cara itulah kita bisa berkompetensi dan melangkah maju. Padahal, setiap orang memiliki kemampuan dan tingkat pencapaian yang berbeda. Oleh karena itu, fokus terhadap tujuan yang dimiliki tanpa memikirkan ucapan orang lain, merupakan cara terbaik untuk memotivasi diri dan mencapai keinginan yang kita miliki.

 

  1. Kenali rasa takut

Rasa takut seringkali datang menghampiri ketika kita hendak melakukan suatu hal baru, seperti takut gagal, takut dihakimi, dan berbagai macam rasa takut lainnya. Untuk itu, kita harus menemukan alasan rasa takut tersebut. Karena rasa takut tidak seharusnya dihindari melainkan harus kita hadapi.

 

  1. Berada dalam lingkungan pergaulan yang baik

Lingkungan termasuk salah satu hal yang paling berpengaruh dalam membentuk kepribadian seseorang. Berada di lingkungan yang toxic hanya akan membuat kalian terhambat dalam proses mencintai diri atau self-love. Maka dari itu, cari lingkungan pergaulan yang positif dan dapat menerima diri kalian apa adanya.

Selain beberapa hal tersebut, cara menerapkan self-love juga dapat dengan menerima apa yang kita alami. Rasa emosional seperti takut, sakit, kecewa, serta senang merupakan bagian dari diri kita dan dengan itulah kita dapat mengenali diri. Untuk itu, hindari menolak apa yang kita rasakan sebenarnya seperti seolah-olah kita tidak merasakannya. Hal ini merupakan bagian terpenting dari proses mencintai diri sendiri sebagaimana seharusnya.

Jadi, self-love bukan hanya mengikuti keinginan saja ya, teman-teman. Bukan dengan healing dan jajan menghabiskan uang lalu bersedih kembali setelahnya. Tetapi dengan cara membangun pola pikir positif tentang diri dan lingkungan sekitar kita.

 

Penulis: Niken Ayu Dyah Setyorini 

Editor: Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

Cuaca Sedang Tidak Stabil, Mahasiswa Menjadi Sering Emosi

LPM PRIMA, Jember -- (09/05/2023) Dalam prakiraan cuaca, bulan Mei telah memasuki musim kemarau. Walaupun cuaca saat ini panas, akan tetapi masih ditemukan cuaca mendung bahkan turun hujan di waktu musim kemarau. Anomali cuaca bulan ini ternyata dapat mendatangkan dampak psikologis bagi manusia. Beberapa orang akan merasakan pergantian emosi ketika cuaca panas ataupun dingin. Ketika suhu cuaca naik membuat orang mudah marah dan sebaliknya saat suhu turun suasana hati menjadi sedih. Suhu dapat mempengaruhi pikiran dan perilaku, semakin menyimpang dari suhu normal, semakin tidak nyaman yang kita rasakan. Dalam penelitian Denissen et al. (2008), ia menemukan bahwa pengaruh cuaca lebih berdampak pada suasana hati negatif seseorang, daripada membantu suasana hati positif seseorang.

Terlebih bagi mahasiswa, cuaca dapat mempengaruhi emosi mereka. Selain dari tumpukan tugas dan kegiatan-kegiatan, cuaca yang tidak stabil sekarang ini menambah faktor mahasiswa menjadi stress dan mudah emosi. Terlebih saat ini,  terkadang tiba-tiba turun hujan dan membuat emosi atau mood berubah-ubah. Suhu lembab dapat memuat orang bete, suhu dingin menjadi malas, suhu panas membuat orang semakin mudah emosi marah bergejolak.

Mungkin tidak semua mahasiswa merasakan dampak dari perubahan cuaca terhadap emosi mereka. Memang efek cuaca pada suasana hati tergantung pada perilaku dan cara berpikir. Pada dasarnya, cuaca tidak berdampak banyak pada suasana emosi. Hanya saja, perubahan emosi pada cuaca tidak stabil ini dapat mempengaruhi seseorang yang mentalnya mudah goyah. Khususnya bagi mahasiswa yang sedang berada pada tahapan usia tidak mudah dalam mengendalikan emosi. 

Sebenarnya mahasiswa sering emosi tidak hanya akibat dari perubahan cuaca yang tidak stabil. Bisa saja disebabkan karena tekanan dari lingkungan kampus atau rumah, faktor kesehatan, anxiety, dan sebagainya. Hanya saja, cuaca yang tidak stabil, terkadang panas dan sesaat datang cuaca mendung. Hal tersebut menambah banyak dampak pada suasana hati.

Maka dari itu, mahasiswa dianjurkan untuk menjaga tubuh mereka, fisik maupun psikis mereka. Karena efek dari pemanasan global membuat cuaca tidak menentu. 

 

Referensi:

Mei, Yi, Lili Xu, and Zhixing Li. "Study on Emotional Perception of Hangzhou West Lake Scenic Area in Spring under the Influence of Meteorological Environment." International Journal of Environmental Research and Public Health 20.3 (2023): 1905. https://www.mdpi.com/2084060 

Tips Manajemen Stress Untuk Kesehatan Mental

Banyak anak muda zaman sekarang yang hidup tanpa memikirkan bahaya kesehatan mental, tak jarang orang tua juga ikut andil dalam menyepelekan kesehatan mental. Seseorang yang mengalami stress dan tidak mampu mengelola stress yang muncul dalam kehidupan sehari-hari, menjadi tanda bahwa ia sedang mengalami gangguan pada kesehatan mental. Stress merupakan suatu respon alami yang dialami oleh tubuh manusia ketika seseorang mengalami suatu situasi maupun kondisi tertekan, karena menuntut perubahan maupun penyesuaian dalam kehidupanya.

 

Berikut beberapa tips dalam manajemen stress untuk kesehatan mental:

  1. Selalu berpikir positif

Setiap orang selalu memiliki pemikiran yang kadang-kadang pemikiran itu diluar akal kendalinya sendiri. Tetapi sebagai manusia kita tentu bisa mengendalikan pikiran itu, selalu berpikir positif dapat dilakukan dengan tidak memikirkan hal-hal yang seharusnya tidak perlu dipikirkan. Percayakan semua yang terjadi kepada Tuhan dan tetap selalu punya pikiran positif, karena sesuatu yang kita pikirkan akan membawa kita ke dalam alam bawah sadar.

  1. Menghindari situasi yang memicu stress 

Hindari situasi yang memicu stress dapat membantu seseorang untuk mengelola stress ataupun emosi dengan lebih efektif. Dalam mengelola stress penting untuk memahami bahwa setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda dalam menghadapi stress. Selain itu juga perlu mengenali tanda-tanda stress yang muncul pada diri sendiri.

  1. Menerapkan pola hidup sehat

Menerapkan pola hidup sehat seperti makan sehat, tidur cukup, menghindari kebiasaan buruk seperti sering begadang, dan tidak menjaga pola makan. 

  1. Membangun motivasi 

Kamu hanya perlu memilih dan kemudian benar-benar melakukannya. Seperti terbiasa jalan pagi hampir setiap hari atau menulis cerpen setiap sore, artinya kamu telah berkomitmen pada kebiasaan itu karena berpikir hal itu adalah kebiasaan yang sehat dan melatih otak. Kemudian kamu bisa mencoba melakukan kebiasaan ini dengan terus-menerus sehingga nantinya bisa menjadi habit, bahkan ketika tidak ingin melakukannya atau tidak memiliki motivasi. Ini adalah kunci agar dapat berkomitmen pada tindakan dan nilai hidupmu.

Ingatlah bahwa mengatasi stress membutuhkan waktu. Ini seperti membangun keterampilan baru, cara berpikir, dan berperilaku baru. Pada akhirnya, kamu akan merasa lebih baik setelah mencapai sesuatu, apa pun itu. Setiap kali akhirnya berhasil melakukan sesuatu, kamu akan mengalahkan stress dengan caranya sendiri. Mulailah dengan manajemen stress dari yang terkecil terlebih dahulu, karena yang tau dirimu itu kamu bukan orang lain.
 

 

Penulis: Sri Rahayu

Editor: Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

Sumber :

https://www.kompasiana.com/tag/lifestyle

https://www.kompas.id/baca/opini/2022/09/30/membangun-motivasi-untuk-atasi-depresi?utm_source=googleads_pm&utm_medium=googleadwordsk&utm_content&utm_campaign=evergreen&gclid=Cj0KCQjw6cKiBhD5ARIsAKXUdyZsBcxUC2veowML1UC6Rwpda6qsEhat7BPR3Hb3kWdPhuS6vDWVRwQaAqNFEALw_wcB

 

Kamu Tidak Layak Disebut Introvert, Kamu Itu Pemalu

“Aku introvert, aku tidak bisa bicara di depan banyak orang seperti kamu.”

Introvert dan pemalu adalah dua hal yang berbeda. Memang kedua hal ini terkadang sangat mirip dan sulit untuk dibedakan. Sama-sama memiliki kecenderungan yang menjauhi keramaian membuat introvert dan pemalu dianggap suatu hal yang sama. Orang-orang menilai bahwa keduanya memiliki kesamaan dalam hubungan bersosial. Namun, pada nyatanya introvert dan pemalu adalah dua hal yang berbeda. 

Seorang yang introvert adalah seorang yang lebih nyaman untuk menghabiskan waktunya dengan diri sendiri dibandingkan harus menghabiskan waktunya dalam sebuah keramaian. Seorang introvert memanfaatkan waktu sendiriannya untuk memperoleh suatu energi psikis dalam dirinya. Maka dari itu, tidak heran bahwa mereka menginginkan menghindari situasi sosial yang melibatkan banyak orang di dalamnya secara sengaja. Jadi, seorang introvert adalah seorang yang tidak memiliki masalah dalam bersosial, tetapi memang mereka hanya lebih memilih dan nyaman untuk menghabiskan waktu mereka dengan diri mereka sendiri. 

Pemalu adalah seorang yang memiliki suatu kecemasan dalam bersosial. Kecemasan ini bisa menjadi pengganggu kemampuan seseorang untuk menggabungkan diri dalam situasi sosial. Seorang pemalu memiliki sebuah penghargaan yang rendah terhadap diri mereka sendiri. Terkadang seorang pemalu sampai keluar dan menghindari situasi sosial karena mereka memiliki rasa takut untuk memasuki situasi sosial tersebut meskipun mereka sangat menginginkan dan membutuhkannya. Maka dapat dikatakan bahwa keyakinan dan percaya diri adalah kunci utama bagi masalah mereka. 

Tetapi bisa digaris bawahi jika introvert dan pemalu bukanlah suatu kelemahan yang buruk. Introvert biasanya lebih memiliki sifat tenang dan pemalu biasanya bisa menjadi seorang pendengar yang baik dibandingkan orang lain. 

Lalu bagaimana kita mengetahui bahwa kita seorang introvert atau seorang pemalu? Memang sangat sulit untuk membedakan, karena keduanya hanya memiliki perbedaan yang sangat tipis jika kita lihat.

Cara membedakan 2 hal ini yang paling mudah adalah dengan mengetahui alasan kita menghindari suatu situasi sosial tersebut. Apakah kita menghindari dikarenakan kita merasa lelah saat harus berbicara dengan orang banyak (introvert) atau apakah kita menghindari situasi sosial karena kita kurang percaya diri.dengan diri kita sendiri (pemalu). 

Lalu bagaimana cara mengurangi rasa malu terhadap diri kita? Orang pemalu juga terkadang anti kritik atau enggan menerima penilaian orang lain terhadap diri mereka sendiri. Penilaian adalah suatu hal yang ditujukan bukan untuk menjatuhkan dan mempermalukan, melainkan sebagai sebuah senjata yang dapat dijadikan seorang individu menjadi individu lebih baik. Oleh karena itu, kita seharusnya bisa lebih menghargai dan menyadari bentuk penilain tersebut. Cara melakukan nya bisa dilakukan secara perlahan karena seperti banyak hal, untuk memperbaiki diri dan menghindari sifat ini kita membutuhkan suatu proses dan usaha untuk menjalankannya. 

Pertanyaannya, kalian ini seorang introvert atau pemalu?  

 

Penulis: Lio April Setiawan

Editor: Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

Build Your Personal Branding

Tahukah kamu tentang personal branding

Pentingkah sebuah personal branding itu? 

Bagaimana cara membangun sebuah personal branding

Pada dasarnya, personal branding merupakan sebuah proses untuk membentuk, membuat persepsi, dan memelihara persepsi di mata orang lain demi mencapai sebuah citra positif. Persepsi yang dibangun dan ditampilkan ini pun bermacam-macam, misalnya dari keahlian yang dimiliki, kepribadian, prestasi, dan nilai-nilai positif lainnya yang dapat ditunjukkan atau pun ditampilkan. Pada umumnya, personal branding dapat membuat seseorang mengingat kita dengan mudah.

Ketika seseorang memulai proses personal branding, maka ada tiga hal yang wajib diketahui terlebih dahulu, yakni:

  1. Siapa diri kita?
  2. Apa yang sudah kita lakukan?
  3. Apa tujuan yang ingin kita capai?

Maka, dengan demikian eksistensi dari personal branding sangatlah penting. Namun, personal branding bukan sebuah kewajiban melainkan pilihan. Hal ini kembali kepada keputusan pribadi mengenai apakah kita mau menyebarkan citra positif kita atau tidak. Kehadiran personal branding bukan berasal dari orang lain, melainkan dari diri kita sendiri. Kita yang membangun citra positif itu sendiri dan untuk diri kita sendiri, bukan orang lain. Orang lain yang mengetahui tentang citra kita itu adalah bonusnya. 

Lalu, bagaimana cara membangun sebuah personal branding tersebut? Berikut adalah tahapan yang dapat dilakukan:

  1. Pastikan sudah mengenali diri sendiri
  2. Cari tahu ingin dikenal sebagai siapa
  3. Tentukan ciri khas diri sendiri
  4. Berani mencoba suatu hal yang baru
  5. Jaga reputasi dan konsistensi
  6. Tentukan karakter yang ingin ditonjolkan

Dengan melakukan berbagai tahapan personal branding, maka kamu akan mendapatkan beberapa manfaat, yakni: 

  1. Kredibilitas 
  2. Kepercayaan diri yang positif
  3. Kepercayaan dari orang lain
  4. Memiliki kejujuran diri
  5. Memiliki networking yang luas

Jadi, jangan ragu lagi untuk melakukan personal branding, karena personal branding bukan hal yang sia-sia dan bermanfaat bagi diri kita!

 

Penulis: Christina Maharani (CM)

Editor: Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

Terlalu Sering Insecure, Bisa Jadi Kebiasaan

Insecure adalah istilah untuk menggambarkan perasaan tidak aman yang membuat seseorang merasa gelisah, takut, malu, hingga tidak percaya diri. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang menjadi insecure, mulai yang berasal dari luar atau dari dalam diri sendiri. 

Untuk menjadi apa adanya dan bernilai kamu tidak perlu membandingkan dirimu dengan orang lain, karena kamu adalah kamu dan orang lain adalah orang lain. 

Merasa tidak aman dalam melakukan sesuatu hal yang baru adalah hal yang wajar. Namun, terlalu banyak mengkhawatirkan ketidakpastian dan membiarkannya berlama-lama dapat mengurangi potensi Anda. Oleh karena itu, kondisi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, melainkan harus segera ditangani. Jangan jadikan insecure itu menjadi sebuah kebiasaan yang ditanam dalam pikiran. 

Putuskan apa yang boleh dipikirkan dengan baik karena akan membawa dampak bagi si pemikir. Perasaan tidak aman ini juga dapat menyebabkan seseorang mengalami masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, gangguan makan, dan kelelahan kronis. Terkadang, rasa insecure terus-menerus ketika menjalin hubungan dengan pasangan, dapat membuat hubungan itu membosankan dan dipenuhi kecemburuan. 

Jika kamu insecure, gunakan cara berikut untuk menghindari efek negatif dari kebiasaan ini:  

  1. Berhenti menyalahkan diri sendiri

Melawan pikiran negatif memang tidak mudah. Namun, jika tidak dipaksakan, kamu akan terus dihantui rasa cemas, bahkan sampai menyalahkan diri sendiri. Ingatlah bahwa kamu bukan satu-satunya orang yang pernah melakukan kesalahan. Semua orang pasti pernah berbuat salah.

  1. Jangan membandingkan dirimu dengan orang lain

Satu hal yang pasti di dunia ini adalah setiap orang diciptakan dengan keunikannya masing-masing. Mungkin kamu tidak sering menyadari bahwa kamu itu juga unik. Kamu mungkin berpikir bahwa orang lain selalu tampak bahagia dan sukses dengan caranya sendiri, sedangkan kamu tidak. Inilah pikiran yang harus kamu ubah, karena itu akan menambah tekanan pada dirimu saja. Hal-hal semacam itu tidak penting untuk kamu pikiran, masih banyak hal di luar sana yang lebih penting untuk kamu pikirkan.

  1. Lakukan Hal Yang Membuatmu Bahagia

Begitu kamu memiliki kebiasaan buruk, sangat sulit untuk melepaskan atau mengubahnya. Bahkan dengan cara yang baik. Jika kamu dapat mengembangkan kebiasaan baik dalam dirimu, itu juga akan berdampak positif bagi dirimu sendiri.

Kebiasaan alami biasanya memengaruhi suasana hatimu dan bagaimana harimu berjalan. Jika kamu bangun kesiangan, tidak menggosok gigi dan terlihat berantakan, harimu mungkin akan terasa tidak enak karena rasa percaya dirimu menurun. Namun, ketika hal-hal positif kamu lakukan setiap hari terinternalisasi dan menjadi kebiasaan, itu memengaruhi suasana hatimu setiap hari.

Yuk hindari kebiasaan seperti itu sedini mungkin. Karena kamu layak, kamu berharga, dan kamu berarti bagi orang lain!

 

Penulis :Sri Rahayu

Editor   : Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP


Referensi : 

https://www.alodokter.com/sering-merasa-insecure-ini-cara-mengatasinya

https://www.fimela.com/lifestyle/read/5066040/7-kebiasaan-harian-yang-membuatmu-bahagia

https://docheck.id/jangan-bandingkan-dirimu-dengan-orang-lain/

 

Quarter Life Crisis dan Cara Mengatasinya

Pernahkah dari kalian merasa bingung seperti tidak mempunyai arah dalam hidup kalian saat ini? Hal seperti ini adalah salah satu contoh bahwa anda mungkin sedang mengalami quarter life crisis. Krisis seperempat abad atau yang biasa disebut quarter life crisis adalah masa dimana seorang remaja yang menuju dewasa mengalami kecemasan, khawatir, dan bingung tentang masa depan mereka. Fase ini biasanya terjadi pada rentang umur 18 sampai 30 tahun. 

Tidak hanya kesehatan jasmani, kesehatan mental, dan emosional juga penting untuk semua orang. Masalah mental dan emosional yang dialami seseorang yang berada pada fase quarter life crisis disebabkan karena baru menemukan masalah “orang dewasa” untuk pertama kalinya. Masalah ini seperti tentang adanya masalah hubungan dalam percintaan, masalah keuangan, masalah cobaan yang harus diselesaikan secara mandiri, atau bahkan adanya rasa insecurity pada seseorang. 

Masalah-masalah inilah yang bisa menjadi faktor-faktor utama timbulnya kecemasan dalam diri seseorang yang mengalami quarter life crisis. Seseorang yang mengalami quarter life crisis biasanya terlihat seperti tidak memiliki arah tujuan dalam diri mereka. Maka dari itu sangat penting untuk seseorang memiliki mental dan emosional yang positif agar terhindar dari quarter life crisis ini. 

Lantas apa yang harus dilakukan seseorang jika dia berada quarter life crisis? Apakah quarter life crisis  ini bisa dihindari? Ini adalah beberapa saran untuk kalian untuk mengatasi quarter life crisis ini

  1. Apresiasi dirimu tanpa membandingkan dirimu dengan kehidupan orang lain

Mengapresiasi diri sendiri adalah bentuk hadiah atau reward yang bisa meningkatkan mental dan emosional yang positif. Apresiasi ini bisa dilakukan ketika anda berhasil mencapai target atau sedang mencoba mencapai target tersebut. Namun, kesalahan  beberapa orang adalah mereka tidak terlalu mengapresiasi diri mereka dan lebih memilih melihat pencapaian orang lain. Hal ini nantinya bisa menyebabkan anda akan menjadi tidak terlalu percaya diri. Maka dari itu, mulailah dengan mengapresiasi diri anda hal yang paling sederhana, seperti mengucapkan pujian terhadap diri sendiri sebelum tidur dan menyemangati diri sendiri ketika bangun tidur. Hal ini akan menyebabkan mental dan emosional diri kalian menjadi lebih positif dan percaya diri. 

  1. Bertindak dan jangan terlalu overthinking 

Tidak dapat dihindari, kecemasan dan kekhawatiran akan selalu dialami oleh semua orang. Masalah utamanya adalah bagaimana orang tersebut menanggapi dan menyelesaikan masalah ini. Seseorang terlalu memikirkan masalah-masalahnya nantinya akan berdampak pada overthinking dan mendapatkan sebuah kecemasan yang dapat merusak diri mereka sendiri. Sebaiknya mereka harus lebih memperhatikan diri dan bangun, pemikiran cemas dan overthinking bisa diubah menjadi suatu tindakan. Ketika mendapatkan suatu masalah lebih baik untuk di selesaikan secara perlahan dan tidak terlalu memikirkan masalah tersebut.

  1. Bercerita dan konsultasi dengan seseorang yang sudah pernah mengalami

Bercerita adalah salah satu cara untuk menghilangkan quarter life crisis ini. Kita bisa mencoba untuk berkonsul kepada seseorang yang lebih tua seperti orang tua, kaka, bahkan kakek dan nenek kita. Karena mereka sudah mengalami masa-masa ini, ini akan bisa membantu kita untuk mencari tau jalan bagaimana kita keluar dari krisis ini.

  1. Mencintai diri sendiri

Mencoba mencintai diri sendiri adalah hal yang terpenting yang harus dimiliki oleh semua anak muda. Mencoba mencintai diri sendiri bisa dimulai dengan hal-hal kecil seperti melakukan olahraga dan mengerjakan suatu kegiatan yang disukai. Mempunyai suatu hobi yang bisa membuat tenang juga sangat membantu, seperti melukis, menonton film atau bahkan melukis. Self reward juga bisa sangat membantu, menghargai dan mengapresiasi diri sendiri adalah cara terbaik untuk menghilangan quarter life crisis ini.

Jadi, mari jangan terlalu overthinking terhadap suatu hal dan jangan lupa untuk mencintai sendiri agar terhindar dari quarter life crisis ya

 

Penulis : Lio April Setiawan

Editor   : Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

 

Grow with Self Improvement and Self Development

 Tahukah kalian tentang sebuah perubahan diri atau istilah gaul saat ini adalah "glow up" bukan hanya berasal dari faktor luar saja melainkan juga harus didukung melalui faktor dalam. Lalu seperti apa "faktor dalam" yang dimaksudkan? Faktor dalam yang dimaksud ialah mindset dan kemauan diri. Kenapa bisa begitu? Nah, hal ini dikarenakan seseorang perlu memiliki personal branding, yang dapat diartikan sebagai suatu hal yang menjadi ukuran dari sebuah pencapaian kita. 

Kita semua pastinya pernah melewati rasa insecure dan merasa tidak mampu atau tidak layak untuk lebih show off. Hal ini dapat terjadi karena kita kurang mengasah inner beauty kita. Dengan pemikiran buruk maka otomatis akan memberikan atau menunjukkan aura yang buruk pula. Namun jika sebaliknya, yakni dengan kita mulai mempercayai diri sendiri maka lambat laun akan menunjukkan aura yang positif. Hal-hal tersebut dapat kita asah jika kita memiliki kemauan untuk melakukan self-improvement dan self development

What? Apakah yang dimaksud dengan self-improvement dan self development itu? 

Self-improvement merupakan segala bentuk upaya, tindakan, atau usaha yang diambil untuk meningkatkan kemampuan diri, minat, bakat, potensi, kesadaran diri, dan keterampilan hingga kualitas kehidupan dengan tujuan agar menjadi pribadi dengan versi yang lebih baik dari sebelumnya. Self improvement atau yang sederhananya dapat disebut sebagai pengembangan diri ini dapat dilakukan oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja lho.

Lalu jika kita sudah mengetahui tentang self-improvement maka bagaimana pemaknaan konsep self development? 

Self development merupakan suatu strategi atau cara yang dilakukan dan diusahakan oleh individu guna mengembangkan kesadaran diri, potensi, bakat, keterampilan, dan kemampuan. Tujuannya adalah agar kualitas hidup dan pribadi menjadi lebih maju.

Terlihat sama namun tak sama. Kira-kira apakah yang menjadi perbedaan dari kedua hal tersebut? 

Hal ini kita mulai dengan makna "self", self berarti suatu kepribadian, karakter, sifat, sikap, watak, tingkah laku, maupun integritas khas atau dimiliki oleh individu. Nah kemudian, development berarti suatu proses yang mana individu atau sesuatu tumbuh berkembang atau berubah menjadi lebih maju. Sedangkan improvement merupakan perbaikan dalam suatu hal untuk menjadi lebih baik.

Self Development adalah upaya individu untuk ‘pengembangan diri’, sedangkan Self Improvement adalah upaya individu untuk 'peningkatan diri’.

Nah berikut ada tips untuk kita semua tentang bagaimana cara melakukan tahap self-improvement dan self development

Cara melakukan self development:

  1. Kenali diri sendiri (self development untuk mengenal, memahami dan menerima diri apa adanya), 
  2. Self development dengan menumbuhkan rasa percaya diri pada minat yang dimiliki,
  3. Sudah mulai memiliki perencanaan tujuan hidup kedepannya,
  4. Suka menambah wawasan baru melalui baca buku, jurnal, artikel, dst secara online maupun offline (memiliki keinginan untuk terus belajar),
  5. Menjaga kesehatan tubuh dan mental, 
  6. Self development dengan memperbanyak relasi serta bersosialisasi. 

Cara melakukan self improvement:

  1. Berusaha untuk memiliki jam tidur yang lebih baik (tidak begadang), 
  2. Mampu berdamai dengan diri sendiri dan orang lain,
  3. Belajar untuk mengatur emosi agar stabil, 
  4. Menjaga tutur kata dengan baik,
  5. Menerapkan pola pikir growth mindset,
  6. Melakukan self talk yang positif. 

Nah, dengan begini kita sudah memiliki bekal untuk menjadi pribadi dengan versi yang lebih baik! 

 

Penulis: Christina Maharani (CM)
Editor: Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

Takut Sendirian dan Merasa Kesepian, Bisa Jadi Gejala Autophobia

Autophobia adalah perasaan cemas yang berlebihan terhadap kesendirian, gejala autophobia umumnya ditandai dengan adanya perasaan sering diabaikan atau tidak dicintai sehingga merasa sendiri dan kesepian. Dalam kondisi ini penderitanya memerlukan pendampingan khusus. Jika tidak segera diatasi maka kecemasan ini dapat memiliki dampak yang lebih buruk bagi penderitanya. Namun, ada pula yang hanya membutuhkan keberadaan seseorang bersama si penderita dalam satu ruangan yang sama agar tidak merasa sendiri. 

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang memiliki gangguan kecemasan berlebihan terhadap kesendirian. 

1. Merasa dirinya diabaikan 

Ketika sedang bersama tak jarang si penderita mengalami perasaan sendiri ketika berada dalam keramaian, tetapi ketika perasaan ini muncul terlalu sering maka si penderitanya akan merasa kesepian sehingga berdampak pada gangguan kecemasan yang berlebihan. 

2. Gangguan kepribadian 

Gangguan kepribadian ini tentu dapat menjadi pemicu munculnya autophobia. Orang yang memiliki gangguan kepribadian, sangat takut jika ditinggalkan sendiri. Hal ini tentu membuat si penderita merasa tidak mampu dan tidak berdaya.

3. Gangguan kecemasan 

Gangguan kecemasan ini umumnya dirasakan oleh setiap manusia, namun jika gangguan kecemasan ini dirasakan dengan perasaan yang berlebihan tentu harus segera diatasi. Seperti takut terhadap situasi secara berlebihan padahal situasi tersebut belum tentu memiliki dampak yang buruk. Orang yang memiliki gangguan kecemasan berlebihan cenderung akan mengalami autophobia dikarenakan kerap kali memiliki pikiran yang sering dibuat-buat padahal pada kenyataannya belum tentu terjadi (overthinking). 

4. Pengalaman Trauma 

Pengalaman trauma yang pernah dialami oleh penderitanya biasanya akan cenderung memunculkan autophobia. Pengalaman tersebut bisa berupa ketakutan saat berada diruangan yang sempit, atau ditinggalkan orang tua ketika sendirian pada waktu kecil. Pengalaman ini tentu bisa berbekas dalam pikiran sehingga terbawa sampai dewasa. 

5. Faktor biologis 

Faktor biologis dapat mempengaruhi timbulnya autophobia dari saraf otak. Ketika ada ancaman, otak akan secara alami membantu tubuh dan melindungi tubuh agar dapat terhindar dari ancaman tersebut. Seperti ketika denyut jantung meningkat karena akan terjadi sesuatu guna otak merespon sehingga otot akan bekerja sehingga kontraksi terjadi kemudian tubuh ikut berlari. Nah, situasi tersebut sebenarnya aman dan tidak berbahaya tetapi karena faktor biologis sehingga situasi tersebut dianggap berbahaya dan sebagai ancaman oleh sebagian orang yang sendirian hingga akhirnya memicu kecemasan berlebihan. 

Gejala autophobia dapat dirasakan oleh penderitanya. Si penderita biasanya menyadari bahwa ketakutan dan kecemasan yang dirasakan tidak masuk akal, namun si penderita tetap tidak bisa mengendalikan reaksi fisik yang dialaminya. 

Berikut gejala fisik yang diderita oleh autophobia

● Berkeringat 

● Lelah fisik 

● Lelah mental 

● Sesak nafas 

● Detak jantung meningkat 

● Merasakan kebingungan 

● Nyeri dada 

● Pusing 

Cara Mengatasi Autophobia 

Ketakutan yang muncul akibat autophobia bisa berdampak pada kemampuan si penderita dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari, namun tidak perlu khawatir umumnya autophobia dapat diatasi dengan psikoterapi. Kadang penderita autophobia hanya membutuhkan seseorang yang dapat dipercaya untuk mendengarkan segala keluh kesah dirinya sehingga dirinya tidak merasakan kesendirian yang berlebihan. 


 

Penulis : Sri Rahayu (SR)

Editor: Tim Redaksi LPM PRIMA FISIP

 

Referensi 

https://www.alodokter.com/mengenal-autophobia-rasa-takut-berlebihan-terhadap-kesendirian 

Takut Tidak Disukai Banyak Orang, Lakukan Hal Ini

Banyak orang yang merasa ragu pada dirinya sendiri dan apabila kamu membaca artikel ini berarti kamu bagian dari kami. Lewat artikel ini kita akan membuka mindset yang ada di dalam diri kita supaya dapat mengubah kebiasaan buruk tersebut. Ketika kamu maju selangkah dari mereka yang tidak berani berubah, artinya kamu sudah memulai untuk keluar dari situasi itu. Selesaikan apa yang sudah kamu mulai.

Kepercayaan diri nyatanya menjadi momok bagi mereka yang takut untuk bergaul. Hal ini membuat mereka ragu-ragu dalam bersosialisasi. Situasi seperti itu biasanya dipicu karena mereka takut dengan omongan orang-orang yang ada di sekitar mereka sehingga membuat mereka menutup diri dari lingkungan sosial. Mungkin beberapa dari kalian mengalami hal ini, tentu ini menjadi hal yang harus segera diatasi. 

Tentu, kamu bisa bangkit dari masalah itu. Berikut hal yang bisa kamu lakukan : 

1. Jangan dengarkan apa yang orang lain katakan tentangmu.

Kamu ingin tampil percaya diri di depan banyak orang tapi malah takut dibenci sama semua orang, meskipun kamu mau semua orang menyukai apa yang kamu lakukan, kita tidak bisa memaksa semua orang untuk menyukai kita. Bisa saja hanya 1 dari 10 orang yang  menyukaimu dan 9 dari 10 orang itu membencimu. 

Kamu tidak bisa mengendalikan pikiran mereka tetapi kamu bisa mengendalikan pikiranmu. Jika kamu mendengarkan kata-kata negatif yang keluar dari mulut orang yang membencimu justru akan memberikan dampak negatif kepada dirimu sendiri, tubuhmu akan memberikan respons negatif kepada pikiranmu sehingga  memberikan dampak buruk ke fisik ataupun pskilogis, misalnya kamu bisa jadi lemes, gak mau ketemu dengan orang banyak, gak mau bersosialisasi, dan  jadi takut untuk berkomunikasi dengan orang lain. 

Maka dari itu kamu harus bisa mengendalikan pikiranmu untuk tidak mendengarkan apa yang orang lain katakan tentangmu, kamu bisa mendengarkan kritikan-kritikan mereka dan jadikan itu sebagai motivasi diri untuk bangkit menjadi versi yang terbaik bukan dijadikan sebagai acuan untuk kamu menyalahkan dirimu sendiri. Lakukan sebisa kamu dan mulailah secara bertahap terlebih dahulu.

 

2. Jangan cari tau hal yang tidak perlu kamu tau 

Kalau kamu ingin terlihat menjadi seorang yang percaya diri tidak perlu cari tau hal yang tidak seharusnya kamu tau. Contohnya apa? Ketika kamu tau ada orang yang tidak menyukaimu jangan cari tau hal itu lebih mendalam lagi tentang dirimu, cukup simpan itu dalam pikiranmu dan jangan masukkan itu ke dalam hatimu, karena pada dasarnya apapun yang kita lakukan tidak akan mengubah pandangan dia tentangmu dan orang yang tidak menyukaimu tidak memerlukan hal itu. Jadi, usaha apapun yang ingin kamu ubah tidak akan mempengaruhi pandangan dia terhadapmu.

Cobalah untuk berhenti mencari tau tentangmu kepadanya. Meskipun akan banyak sekali orang yang memberi tau mu, cukup diam dan dengarkan tanpa perlu kamu membantahnya, karena semesta tau dan akan bekerja untukmu. Kamu bisa melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat untuk dapat mengembangkan dirimu menjadi yang lebih baik lagi. Fokus pada tujuanmu maka bahagia akan selalu bersamamu.

 

3. Berikan kata-kata positif pada dirimu sendiri

Semakin kamu yakin dengan diri kamu sendiri, semakin kamu bersemangat untuk menjalani hari. Semakin kamu memberikan afirmasi positif serta kata-kata positif ke diri kamu sendiri semakin kamu bisa berani dan percaya diri untuk tampil di depan banyak orang. Yakinlah pada kemampuan yang kamu miliki, karena Tuhan tidak pernah salah dalam menciptakan manusia. 

Bagaimana sih cara memulainya? Kamu bisa mulai melakukan hal ini dari bangun tidur terlebih dahulu. Pada saat bangun tidur otak manusia akan cenderung lebih fresh apabila ingin mengingat sesuatu maka daya ingatnya juga akan semakin meningkat kemudian kamu bisa memberikan manifesting kepada pikiranmu maka otakmu akan memproses hal itu, lakukan dengan rutin setiap hari dan tunggu perubahannya. 

Seperti apa kata-kata positif itu? Kamu bisa mulai dari kalimat "Ubah rasa sakit menjadi kekuatan", "Ada keindahan dalam kesederhanaan", "Kamu diciptakan untuk melakukan hal-hal ajaib"

4. Percaya pada dirimu sendiri 

Banyak orang merasa ragu akan kemampuan dirinya sendiri sehingga hal itu secara gak sadar membuat dirinya cenderung tidak percaya diri. Padahal kalau kamu yakin dan percaya pada dirimu sendiri maka kamu akan terlihat lebih berani.

Kamu juga bisa memulai dari diri kamu sendiri, kalau bukan diri kamu sendiri siapa lagi? Kalau bukan kamu yang memulai siapa lagi? 

Dalam menjalani hidup, kita tentu pernah merasa kecewa. Sering, bahkan. Namun, sadarkah kamu bahwa sebenarnya kekecewaan itu datang karena kita terlalu berharap pada hal-hal di luar dari diri kita, termasuk orang lain di sekeliling kita. Kamu bisa mewujudkan goals yang ingin kamu capai, targetkan dan percayakan pada dirimu sendiri maka semua akan berjalan dengan baik.  

 

Penulis : Ayu

Editor : Tim Keredaksian LPM PRIMA

 

Referensi

Idntimes. 2019. 5 Alasan Memang Sebaiknya Kamu Lebih Percaya Pada Diri Sendiri. Diakses pada 14 Maret 2023 melalui https://www.idntimes.com/life/inspiration/gendhis-1/percaya-pada-diri-sendiri-c1c2 

Lifestyle. 2022. 4 Alasan Kenapa Kamu Harus Percaya Pada Dirimu Sendiri Lebih Dari Siapapun. Diakses pada 14 Maret 2023 melalui https://yoursay.suara.com/lifestyle/2022/07/21/175645/4-alasan-kenapa-kamu-harus-percaya-pada-dirimu-sendiri-lebih-dari-siapapun